
Lio berlari dan melihat kebelakang takut sopir Vivian menangkapnya,dan akhirnya Lio terjatuh dan kaki nya membentur batu, Lio kesakitan dan menangis.
Riko datang dengan Vivian untuk menemui Lio, sopir itu menggendong Lio dan membawanya kedalam rumah Vivian, Riko mengambil kotak P3K dan mengobati kaki Lio yang terluka.
"kamu kenapa lari nak,kakek tadi senang lihat kamu ada didalam mobil,dan ingin memeluk kamu, tapi kamu malah lari kayak orang kesetanan" Riko mengelus kepala Lio dan mencium keningnya
"Lio takut kek masuk penjara,karena udh pukul kepala yang jambret tas kakek tempo hari" Lio menangis takut jika Riko melaporkan nya kepada polisi.
"hey nak,kamu sudah menyelamatkan kakek dari fitnah kejam,kalau kamu tidak datang menolong,perusahaan kakek sudah hancur sekarang" Riko senang bertemu dengan Lio yang telah menyelamatkan nya.
Riko menceritakan kejadian yang menimpa dia,saat Riko mengambil uang dari bank untuk mengembalikan uang tender dari PT GG yang ditolak oleh William group karena bermain curang,ternyata anak buah PT GG sudah membuntuti Riko,saat Riko sudah ditengah jalan anak buah PT GG melempari mobil dengan batu dan Riko pun berhenti.
Lio yang berputar putar ingin pulang kerumah neneknya tapi lupa jalan,Lio melihat Riko yang sedang dihajar oleh 5 orang berbadan besar, Lio bersembunyi dibelakang mobil Riko sudah memegang batu untuk memukul kepala mereka.
bruk,bruk,batu menghantam kepala 5 orang itu dan menyuruh Riko pergi agar dia selamat,tanpa pikir panjang Riko meninggalkan Lio karena harus menyelamatkan uang perusahaan nya,dan Lio pun lari meninggalkan mereka semua dalam keadaan pingsan.
Lio bersembunyi di pasar karena disana dia dilindungi oleh anak anak jalanan, Lio mengamen, jualan koran, tukang parkir dan mengangkat barang dan uangnya akan dibelikan nya makanan buat anak anak jalan,dan Vivian selalu melihat Lio melakukan itu, makanya Vivian sangat ingin mengadopsi Lio menjadi cucu nya.
"akhirnya kamu disini nak, terima kasih ya nak,kamu menyelamatkan William group,kamu mau kan jadi cucu kakek dan nenek" Riko ingin merawat Lio supaya dia tidak besar di pasar.
"kek saya anak dari papa Boston Kinder,saya ingin mencari dia karena mama saya belum pulang setelah meninggalkan kami dirumah Nenek,saya ingin pulang tapi nggak tau dimana rumah nenek saya,adik saya Nika pasti sedang menangis kek nunggu mama pulang" Lio menangis rindu pada adik nya yang sekarang bernama Tika
"beri kakek nama lengkap mama dan papa kamu,kakek akan bereskan semua nak" Riko memeluk Lio yang kelihatan sangat menyedihkan.
Vivian menangis dia membayangkan jika Jovan dan Fani dalam posisi Lio,pasti tidak akan terbayangkan oleh nya,
flashback off
__ADS_1
"ya ampun mas Lio,mas Lio dari kecil udah ngalamin hal yang mengerikan" Intan menangis dan memeluk Tika yang termenung memikirkan nasibnya yang begitu buruk.
"buk,mama Tika udah meninggal ya buk" Tika menangis menatap Desi
"sayang mama kamu sudah di surga,tapi ibu kamu masih hidup nak,jangan bilang gitu lagi ya nak" Desi menyentuh pipi Tika dan mencium keningnya.
"aduh,saya kira teh ini semua akan terkubur sebagai rahasia tapi malah terbuka lebar luka yang sudah lama saya coba lupakan" Handoko takut Tika dalam bahaya karena semua keluarga William sudah tau kebenaran nya.
di rumah sakit Jovan, Ujang dan Tomi menunggu di luar sementara Arlan sedang menangani luka Lio dan dia juga memanggil dokter bagian tulang untuk menangani Lio.
"mas Jovan,eta teh kayaknya naik helikopter teh seru pisan ya,mas Jovan kayak artis artis Hollywood gitu tadi" Ujang kagum melihat helikopter milik Lio karena baru ini lihat dari dekat.
"mang Ujang teh, pengen naik helikopter ya" Tomi membalas ucapan Ujang.
"mang,nanti kalau semua ini sudah beres saya janji akan bawa kalian semua naik kapal pesiar" Jovan akan mengajak keluarga Handoko dan mang Ujang untuk berlibur
"nggak usah atuh tuan,man pantas saya teh ikut ikut gitu" kata Ujang menolak
"kamu kenapa Tom" Jovan menghampiri Tomi dan mengusap kepala Tomi
"nggak ada apa-apa mas" Tomi menunjukkan wajah cemberut nya.
"cerita sama mas,kalau masalah Tika nanti kita selesaikan bersama kalau mas Lio sudah membaik" Jovan mencoba merayu Tomi supaya mau terbuka.
"kamu kenapa atuh Tom" Ujang juga ikut bertanya pada Tomi.
"mas, disekolah ada Olimpiade,kalau ikut olimpiade harus ikut pelatihan dan lomba ke kota kota lain mas,supaya nanti bisa jadi mahasiswa undangan, Tomi pengen ikut mas" Tomi menangis karena dia tau tidak akan mungkin ikut itu karena uang yang terbatas.
__ADS_1
"kalian semua pintar dan berprestasi tapi kenapa atuh kendalanya biaya" Ujang kasihan melihat Tomi.
"ini juga untung kemarin nenek bayar uang sekolah mang,kalau nggak Tomi udah di DO, Tomi juga di usir dari kelas karna sempat 4 bulan nggak bayar mang,tapi Tomi berdiri di kaca luar kelas,supaya tidak ketinggalan pelajaran" Tomi menangis lagi mengingat dia sampai disuruh pulang.
Jovan terdiam mendengar cerita Tomi,berbeda dengan dia yang badung sekali ketika SMA "mas bayarin kamu mau kan"
"mau mas" Tomi memeluk Jovan dan menangis,mang Ujang tersenyum dan menepuk bahu Tomi.
Arlan keluar dari ruangan Lio dan memanggil Jovan,sedangkan Tomi dan Ujang menunggu diluar.
"sakit kepala ama tangan gua" kata Lio lemas ditempat tidurnya
"napa nggak sekalian pakai martil sih,kan selesai,nggak heboh gini" Jovan menatap Lio marah melihat kepala Lio yang sedang diperban
"tau lo,buat heboh aja, pengen gua tonjok muka lo,tapi gua dokter" Arlan pun kecewa melihat tingkah bodoh Lio.
"Jo, Tika tadi nangis ya" Lio membayangkan adik kecilnya pasti ketakutan sekarang.
"pakai nanya lo cumi-cumi,ya pasti lah dia nangis dan semua orang di rumah pak Handoko sekarang stress gara gara lo" Arlan menjawab Lio dengan ketusnya, sedangkan Jovan tidak mau melihat nya.
"nenek masih hidup ngga ya" kata Jovan pada Arlan dengan dingin nya
Lio yang baru ingat Vivian langsung berdiri dan mau keluar dari rumah sakit segera kerumah Vivian.
"mau kemana lo" Jovan menghambat Lio dengan tangannya
"aduh kepala gua,aduh mati gua ni" Lio jatuh di badan Jovan dan ditolong Arlan.
__ADS_1
"udah sini aja lo ngumpet dulu,sebelum dihukum nenek, Tante Elisa dan pak Rizal" kata Arlan
"disini ada telinga gajah nggak,gua yakin habis ini lo nggak akan punya telinga" kata Jovan keluar dari ruangan Lio