
Intan tidak memperdulikan hp nya hingga selesai dengan dirinya,saat dia mengambil hp nya dan terkejut melihat wajah suami nya yang senyum malu
"dari kapan Aa VC gini" Intan berteriak keras
"dari semalam sayang kamu lupa ya" Jovan menjawab dengan santai
"jadi intan dari keluar kamar mandi sampai selesai Aa liat semua" Intan melotot pada Jovan
"iya sayang ku, Aa jadi pengen cepet-cepet pulang ni" Jovan tersenyum menggoda istrinya
"nggak usah pulang,minggu depan aja, Intan malu ketemu Aa" Intan malu sampai wajahnya memerah dan mematikan telfonnya
Jovan tertawa senang,dia bisa melihat istri nya malu dengan kecerobohan nya dan dia menelepon lagi tapi tidak diangkat
semua keluarganya sudah dibawah untuk menunggu Intan sarapan bersama, Intan turun dengan wajah cemberut
"hai sayang,kamu kenapa cemberut gitu" Elisa membawa Intan duduk bersama mereka dan memberikan 1 gelas susu dan roti tawar
"bunda, sepertinya Intan akan menjadi vampir" Bobi mendekati Elisa dengan wajah paniknya
"vampir apa sih" Fani bingung dengan maksud Bobi, Rizal dan Lio tau Bobi hanya menggoda Intan yang cemberut
"lihat bunda di leher Intan ada bekas gigitan vampir" Bobi berbisik tapi terdengar oleh Intan
"uhuk uuhuk" Intan tersendak ketika dia mendengar bisikan Bobi dia baru sadar ada bekas merah dilehernya
"kamu duduk sekarang,makan sarapan kamu" Elisa memajukan rambut Intan ke depan dan menutupi bekas merahnya
"vampir na teh manusia mas bukan jurig" Intan kesal dengan Bobi karna mengatakan itu pada Elisa dan yang lain pun tertawa
"dek suami kamu VC ni,hp kamu mana dek, kenapa dia nelfon kesini" Lio melihat hp nya dan mengangkat nya.
"uhuk uhuk uhuk" Intan tersendak lagi dan kali ini karena mengingat kebodohan nya tadi pagi
"kamu kenapa sih sayang kesendak mulu" Elisa berdiri lagi mengusap punggung Intan
"istri gua mana mas Lio,gua rindu berat ni" Jovan masih ingin menggoda istri kesayangan nya
"dek ini suami kamu" Lio memberikan hp nya dan Intan berlari ke kamarnya karena sangat malu
"suruh dia pulang minggu depan" Intan benar benar malu
"hhahahahahah sayang awas jatuh,aku cinta kamu" suara Jovan besar sekali hingga membuat semua bingung
"gua tau Jo, Intan mau berubah jadi vampir,lo tau nggak Jo di leher Intan ada gigitan vampir yang besar warna merah rada keunguan gitu Jo,buruan pulang sebelum Intan berubah" Bobi membuat Jovan menyemburkan minuman dari mulutnya dan ingat maksud Bobi
"oh jadi vampir nya lo ya" Lio baru tau maksud Bobi dan Rizal pun tertawa dengan ucapan Bobi
"kamu kenapa sih Bob,ayah nggak bisa tahan ketawa jika kamu dekat ayah" Rizal mengambil hp Lio
__ADS_1
"kamu ya, vampir nakal,jangan gitu gitu lagi nanti istri kamu nggak mau lagi keluar dari kamar di goda Bobi terus" Rizal tau Intan sedang malu sekarang
"ayah Jovan berangkat sekarang ya" Jovan benar-benar malu dan dia pun menyesali perbuatannya dan segera pulang untuk memeluk istrinya
"makanya kamu nikah jangan jomblo terus,nggak bisa bedain mana ulah vampir mana ulah manusia" Elisa menarik telinga
"bunda salah Bobi apa, ini fakta" Bobi memegangi telinganya yang panas sekali
"aduh Fani mah bingung sama mas Bobi,nggak laku atau gimana sih" Fani sebal dengan Bobi
"makan semuanya jangan ada yang bicara lagi" Rizal menyudahi keributan di meja makan
Intan yang malu dikamarnya tidak mau keluar lagi untuk pergi magang
"dek nanti kita telat ayo buruan" Lio memanggil Intan ke atas
"nggak mau mas" Intan teriak dari kamar nya
"dek nanti mas kasih kamu nilai E ya,lihat saja" Lio mengancam Intan
Intan pun keluar dari kamarnya dengan wajah cemberut dan segera turun setelah mengganti baju nya dengan yang tertutup
"dek maafin mas Bobi ya,mas nggak tau dek" Bobi menyesali kebodohannya,dan Intan pun keluar begitu saja dan masuk ke mobil
"dek" Bobi mengetok kaca mobilnya
"apa" Intan menjawab dengan ketus sekali
"apa sih mas" kata Intan emosi
"kamu salah mobil dek" Bobi menunjuk mobil Lio sedangkan mobil yang dinaikinya mobil Jovan
"apalagi sih ini,benar benar kacau pagi ini" Intan menggerutu dan masuk ke mobil Lio
selama perjalanan Intan tidak mau bicara dengan siapapun dan sampai di kantor Intan hanya mengikuti Lio dan Bobi
"dek hari ini kamu nyusun file ya" Lio mengajak Intan keruangan nya dan Intan hanya diam saja dan mengerjakan nya
Intan selesai dengan tugasnya,dia masuk ke ruangan Jovan,entah mengapa rindu berat mengisi hatinya, Intan keluar dari ruangan Jovan karena ada yang menunggu nya dibawah
Jovan yang mendarat di atap kantornya turun dengan tergesa-gesa karena ada yang harus cepat diselesaikan
"Oliv tolong bantu gua tender yang di buka PT CZ sedang melakukan penawaran" Jovan langsung menyuruh Oliv untuk masuk dan segera menghidupkan laptop nya
Lio dan Bobi juga bergabung untuk membantu Jovan karena tau itu tender yang sedikit susah di dapatkan
Intan turun ke bawah dan menemui Dini guru Intan untuk mengecek apakah Intan masuk magang atau tidak
"buk, kesini teh sama siapa" Intan memeluk guru kesayangan nya
__ADS_1
"Intan kamu teh sehat kan" Dini juga memeluk sini
"Intan sehat atuh buk,kesini teh ada urusan apa buk" Intan belum tau jika Dini datang untuk mengecek Intan
"kamu tau Intan,guru sekolah kita akan mengadakan kunjungan tiba-tiba untuk mengunjungi anak magang,jadi ibu mohon kamu tolong jangan sampai melakukan hal yang tidak-tidak disini" Dini tau Intan sudah menikah tapi dia tidak akan menanyakan urusan pribadi Intan.
"Intan mengerti buk" Intan mengerti maksud dari ucapan Dini supaya bisa menjaga dirinya
Intan membawa Dini ke kantin untuk makan, tapi Dini menolak dan meminta Intan menunjukkan dimana dia bekerja saat magang
"ikut Intan keatas ya buk" Intan menggandeng tangan Dini dan mereka naik lift sampai ke atas
"Intan kamu langsung magang dengan pak Jovan ya" Dini melihat nama di pintu luar Jovan
"iya buk" Intan membawa Dini ke mejanya dan duduk di kursinya
Lio keluar dari ruangan Jovan dan melihat Dini sedang bersama Intan
"hai" Lio menyapa Dini
"ya" Dini menjawab sapaan Lio
"kamu ngapaen kesini, gimana mau nggak jadi istri aku" Lio sudah terus menanyai itu pada Dini melalui pesan
Intan melanjutkan tugas yang diberikan Dini dan memakai earphone ny
"kamu nggak liat ada murid ku di sini" Dini marah pada Lio dan turun ke bawah
"kamu mau apa nggak sama aku,kalau nggak aku bisa cari yang lain" Lio memang tak suka basa basi dengan wanita.
"belum tau dan belum dipikirkan" Dini meninggalkan Lio sendiri
"masih jual mahal ya" Lio hanya tersenyum melihat kepergian Dini
saat tender sudah beres, Bobi dan Oliv meninggalkan ruangan Jovan sedangkan Intan masih sibuk dengan tugasnya
"Intan kamu dipanggil pak Jovan sekarang" Oliv pun melanjutkan pekerjaannya
Intan langsung masuk,Jovan membuka tangannya lebar lebar dan Intan berlari kepelukan suaminya
"sayang Aa rindu kamu" Jovan memeluk erat Intan dan menciumi pipi istrinya
"jangan pergi lagi Aa, Intan nggak bisa jauh jauh" Intan menangis dipelukan suaminya
Jovan memang sudah terlalu jatuh cinta pada Intan hingga dia pun tidak bisa jauh dari istrinya itu
"Aa jika suatu saat ada rasa bosan dalam hati Aa,apakah Aa akan meninggalkan Intan" Intan tau rasa cemburunya bisa merusak hubungan mereka
"tidak akan pernah sayang, Aa hanya ingin kita begini sepanjang waktu, tapi Aa harus bekerja keras sayang supaya kita bisa menikmatinya bersama anak anak kita nanti" Jovan semakin memeluk erat Intan
__ADS_1
"aku berharap jangan ada cemburu berlebihan dari hatimu sayang,dan semoga aku bisa menahan amarah ku kelak jika itu terjadi" kata Jovan dalam hatinya