
setelah kehebohan yang diciptakan Ninuk, semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga menikmati teh hangat dan cemilan
"pak Lio, ternyata bisa joget gitu ya" Meyza yang sedang dipeluk peluk Vivian meledek Lio
"Ninuk,lain kali jangan pancing pancing mas Lio lagi ya,lihatkan harga diri mas Lio udah rusak" Bobi menyinggung Lio yang hanya terdiam seperti anak SD
"lebih hancur harga diri Ninuk mas, Ninuk baru ingat kekalahan Ninuk tadi karena masukan merica ke dalam teh kakang Jimi,karena poin Ninuk tinggi, Ninuk lupa diri" Ninuk menggelengkan kepalanya kecewa
"Meyza,kamu ada perlu apa malam malam kesini, lain kali kasih kabar ya sayang,biar kami nggak buat acara dangdutan kayak tadi" Lio menatap wajah Meyza seperti memohon
"saya kesini mau bilang kalau saya besok akan pergi ke Medan 3 hari ada pelatihan untuk naik pangkat,jadi saya mohon pak Jovan tolong cari pengganti saya untuk menjaga adik saya Intan" Meyza tidak tau jika Tomi tidak tau bahaya apa yang mengejar Intan
"bila ku pandang kelip bintang yang jauh disana,serasa hangat bagai ciuman yang pertama" Intan bernyanyi dangdut lagi supaya Tomi tidak tertarik dengan pembicaraan Meyza
Bobi yang mengerti maksud Intan menarik tangan Tomi untuk berjoget lagi,dan membawa Tomi naik ke atas,
"mas" Tomi tertawa dengan kekonyolan Bobi dan dengan cepat Tomi masuk dan Bobi mengunci nya dari luar, Tomi yang sudah ngantuk langsung tidur
"maaf jangan di depan Tomi,dia masih penyembuhan trauma nya" Elisa memberi tahukan Meyza dan Meyza minta maaf tidak tau
"Intan akan dijaga Pokas,dan kayaknya dia akan di rumah ini dulu untuk sementara waktu karena saya akan 1 minggu penuh lembur di kantor" Jovan menceritakan kesibukan nya selama 1 minggu nanti
"iya, Intan disini saja ya Aa,ada bunda, nenek, Fani juga" Intan sangat senang sekali
"Meyza,kami percaya padamu untuk keselamatan Intan" Rizal tersenyum pada Meyza
"sebenarnya pak Boston memperkerjakan saya untuk menjaga Intan karena alasannya untuk dekat dengan pak Lio, tapi semua kondisi sudah aman, saya harus mengejar cita cita saya lagi" Meyza menerangkan nya pada semua agar paham kenapa dia bisa tiba tiba ada di dekat Intan
Lio hanya tertunduk kesal,lagi lagi kisah cinta harus berakhir sia sia
"Lio pamit ke atas dulu ya" Lio meninggalkan Meyza dan semua diam melihat kepergian Lio
"mas Lio" Intan memanggil Lio dan Lio berhenti
"ya dek" jawab Lio lembut sekali
"mas Intan mau minta sesuatu" Intan berjalan dan merengek pada Lio
"apa dek,mau mas orbitkan jadi penyanyi" Lio mengusap lembut rambut Intan
"nggak mas" Intan masih ragu dan terdiam
"mau apa sih dek" Lio bertanya lagi dan Jovan pun berdiri
"mas pakai lipstik dong" Intan memasang wajah super imut
"ha" Lio membesarkan matanya
"please" Intan mengatupkan kedua tangan nya di dada
__ADS_1
"dek,mas ada tanah kosong 10 hektar,bangun mall,atau sekolah musik aja, besok langsung mas urus kontraktor nya" Lio menolak dengan halus
"lipstik ungu" Intan mengeluarkan lipstik ungu dan memasang wajah kesal
"dek, harga diri mas Lio" Lio semakin malu dihadapannya Meyza
"iiiiiiiiiiiihhhhhhhhh" Intan sangat kesal dan melemparkan lipstik nya ke badan Lio
"iya iya" Lio langsung memakainya dan Meyza tertawa sampai sakit perut,dan Intan merasa sangat puas dan memeluk Lio
"Aa Jovan, besok tolong peras susu sapi langsung ya,jangan lewat dari 1 gelas" Intan membuat semuanya bingung dan Intan meninggalkan mereka semua dengan senyuman mematikan
"sayang" Jovan mengejar nya dan Rizal pun tertawa
"ikuti semua mau menantu ayah" Rizal sudah tau apa yang dialami Intan
"kayak Elisa dulu minta kelinci warna hijau pakai kacamata" Vivian tersenyum senang jika memang benar
"apa" Elisa tidak percaya dengan maksud ucapan Rizal dan Vivian
"iya" jawab Vivian dan Rizal kompak
Lio, Meyza dan Bobi hanya saling pandang tak mengerti maksud orangtua angkat mereka
"sayang,susu sapi untuk apa sih,kan banyak susu di kulkas sayang" Jovan bingung dengan permintaan istrinya
"besok jangan lewat 1 gelas ya" Intan membelai lembut pipi Jovan
"di peternakan sapi Aa,nggak mungkin di kantor Aa kan" Intan tersenyum dengan senang nya
Jovan keluar dari kamar nya dan mencari Bobi dan Lio
"telfon Arlan sekarang, suruh bawa Dr Evan, Dr Beni sekarang Bobi" Jovan mulai kesal sekali
"untuk apa" tanya Rizal
"ayah,lihat Intan kan, nggak mungkin ayah dapat susu 1 gelas ayah" Jovan sudah sangat frustasi
"gimana yah" tanya Bobi lagi
"ahaahhahahaaha,jangan telfon siapapun kerjakan apa yang diminta Intan sekalipun dia minta hotelnya pak Boston mungkin dengan ikhlas pak Boston kasih nanti" Rizal, Elisa dan Vivian sudah tertawa dengan permintaan Intan
"Lio, beli sapi yang punya susu,gua nggak mau tau" Jovan mulai uring-uringan dengan tingkah Intan
"mau cari dimana Jovan" tanya Lio kesal
"ayah" rengek Jovan pada Rizal
"udah besok pagi kamu pergi ke tempat om Dimas dia punya sapi,nanti ayah Telfon
__ADS_1
Jovan mengajak Lio dan Bobi untuk membantunya
"kalau gitu selamat menikmati perjuangan demi segelas susu dan saya pamit semuanya bapak dan ibu" Meyza memeluk Vivian dan Elisa
"sayang,mau diantar" Lio berdiri mencuri kesempatan
Meyza yang melihat senyum bahagia Vivian tidak tega jika dia menolak Lio dihadapan nya
"nggak usah mas, Meyza bawa mobil" Meyza menjawab sangat sopan sekali,dan Lio sudah tau siapa senjata nya sekarang selain Boston
"sayang,ini udah malam lo, diantar ya" Lio menarik pinggang Meyza dan Elisa sudah memijit lembut dahinya
"mas" Meyza mencubit kuat pinggang Lio
"iya aaaaaaaaaaaaaa" teriakan kesakitan Lio membuat Bobi tertawa
"rasakan kamu, lebih kuat pelukan nya sayang" Elisa tau Meyza memberikan cubitannya di pinggang Lio
"iya ibu" Meyza tersenyum pada Lio dan Lio hampir melompat kesakitan
"sekalipun kamu tembak aku,aku tidak akan melepaskan mu Meyza" Lio berbisik di telinga Meyza dan mencium rambut Meyza
" kalau aku buat ini sampai terlepas dari kulitmu bagiamana" Meyza semakin memberikan cubitan yang sangat kuat dan Lio menyerah
"Lio lamar Meyza secepatnya" Vivian sangat senang Lio sudah menemukan tujuan hidup nya
"dengarkan sayang" Lio memeluk lembut Meyza
"saya pamit ya, selamat malam" Meyza menginjak keras kaki Lio dan meninggalkan rumah William sambil tersenyum malu
"Meyza untung kamu ada di hatiku kalau tidak aku sudah penjara kan kamu" Lio memegang kaki nya dan Elisa menarik telinga Lio.
"dasar ganjen" Elisa tidak suka jika Lio seenaknya memeluk Meyza
"Ibunda ratu Elisa Polan William, amppppuuuunn" Lio memegang telinga nya dan kakinya
semuanya tertawa melihat Lio yang di siksa Meyza dan Elisa, sedangkan Jovan masih memikirkan susu yang akan dicari nya buat Intan
"Jovan,besok jam 5 pagi jangan lewat,ayah mau tidur dulu" Rizal tertawa sambil menepuk bahu Jovan dan Elisa pun berdiri meninggalkan anak anak nya sedangkan Vivian sudah diantar Lio ke kamarnya
pagi jam 4 Jovan sudah membangunkan Lio dan Bobi, untuk pergi dan mereka dengan semangat pergi mencari susu sapi untuk Intan
"peternakan nya jauh nggak ya" tanya Lio
"20 menit dari sini kayaknya" Jovan masih sangat ngantuk dan Bobi melanjutkan tidurnya
sesampainya mereka di kandang sapi, Dimas sudah menunggu di depan rumahnya
"om maaf buat repot" Jovan merasa tidak enak pada Dimas
__ADS_1
"udah nggak apa apa,langsung saja, nanti kamu kelamaan ya" Dimas langsung mengantar Jovan ke kandang sapi