
di Jakarta tengah malam
"ibu Devina, anda akan dirawat secara intensif supaya keadaan anda membaik" perawat akan memindahkan Devina ke kamar VIP sesuai permintaan Arlan.
"jangan suster,saya disini saja, saya tidak punya uang banyak tolong berikan saya obat penghilang nyeri saja" Devina mencoba duduk tapi di penglihatan nya semua berputar putar dan di muntah
"buk,tolong Jangan bergerak anda bisa drop total jika banyak bergerak,semua biaya anda sudah dilunasi atas nama bapak Jovan William" suster memeriksa Devina dan memberikan obat pada nya
"tidak saya mau pulang saja,saya tidak mau menerima bantuan dari orang itu" Devina ingin mencabut selang infus dari tangannya tapi dia sudah tak sadarkan diri
suster menekan tombol yang langsung tersambung ke Dr Natasya spesial saraf dan dokter cantik itu berlari keruang Devina dan melihat Devina pingsan lagi.
"mana yang menemani nona muda ini,apa dia hanya sendiri disini" Natasya kasihan pada Devina yang hanya sendirian menahan sakit separah ini.
"tadi ada saudaranya tapi sudah pulang saat mereka berdebat" suster itu mendengar karena ada pasien disamping Devina yang diperiksa nya.
"gila apa, saudara sedang parah gini nggak dijagain,jahat benar" Natasya geleng geleng kepala
"maaf dokter tadi saya mendapat telfon dari Dr Arlan untuk memindahkan ibu ini kekamar VIP dan dia menolak padahal semua sudah dilunasi oleh bapak Jovan William" suster itu menerangkan pada Natasya
"itu saudaranya atau bagaimana" Natasya penasaran dan suster itu menjawab tidak tau, Natasya dan perawat itu membawa Devina keruangan VIP dan dia menemani Devina karena tidak tega.
"kamu kenapa sih, kenapa hanya sendirian menahan sakit separah ini" Natasya menggenggam tangan Devina yang sangat dingin dan dia duduk di kursi sambil memandang wajah Devina yang sudah pucat
malam berlalu dengan bintang yang bertaburan di langit.
jam 3 pagi Jovan sudah bangun dan mencuci mukanya untuk bekerja,dia duduk di sofa dan sudah sibuk dengan laptopnya untuk membaca Email ya dikirim Oliv.
"semua harus beres,biar nanti ulang tahun yayasan dan ulang tahun Intan gua bisa bernafas dikit" Jovan mulai sibuk dengan pekerjaannya.
berbeda dengan Lio dan Bobi yang masih ngorok.
Intan terbangun dari tidurnya karena haus,dia keluar kamar dan mengambil segelas air dan masuk lagi kedalam kamarnya.
__ADS_1
"aduh pasti nggak akan tidur lagi ini" Intan menggaruk kepalanya karena nggak tau mau apa
Intan mulai main hp dan ucapan selamat ulangtahun dari teman-teman nya sudah memenuhi WA nya,dan dia membalas satu persatu ucapannya.
Jovan yang sedang memeriksa WA untuk mengetahui kabar Devina dari Joice melihat Intan sedang online dan memulai chat dengan Intan.
Jovan : jam 3 pagi udah bangun sayang
Intan : kebangun Aa tadi Intan haus nggak bisa tidur lagi, Aa ngapaen jam segini udah bangun
Jovan : kerja Aa kemarin belum selesai karena Lio antraksi
Intan : hahahaa semangat kerjanya Aa,
Jovan: andaikan kamu yang sekarang dikamar ini bukan Bobi
Intan : udah ah kerja lagi
Intan tersenyum malu membaca WA Jovan "kamu teh kasep pisan atuh Aa"
"hai sayang Aa rindu kamu" Jovan senang melihat wajah cantik Intan saat bangun
"apa sih Aa,kerja dulu sana" suara serak Intan terdengar indah di telinga Intan.
"happy birthday ya sayang, panjang umur,sehat selalu dan yang pasti akan menjadi istri Aa,Aa sayang kamu,kamu mau kan jadi istri Aa" Jovan tidak bisa menahan perasaannya pada Intan
"terimakasih Aa, Intan juga sayang Aa,tamat sekolah lamar Intan ya Aa" Intan berani mengutarakan perasaannya pada Jovan
" tunggu aja kejutan Aa kalau kamu nolak,maaf Aa tidak akan mengulangi nya untuk kedua kali" Jovan berbicara serius pada Intan
"iya Aa, Intan percaya sama Aa" Intan mulai mengantuk lagi dan mulai tertidur saat masih VC dengan Jovan
Jovan memandangi wajah Intan yang sedang terlelap dan tersenyum "Intan sabar ya, nanti temani Aa tidur kalau udah nikah"
__ADS_1
"iya Aa" Intan mengigau dan menjawab kata kata Jovan.
"udah tidur bisa ngejawab cintaku ini" Jovan tertawa dan tidak mematikan VC nya dia melanjutkan pekerjaannya lagi dan ditemani wanita kesayangan nya.
jam menunjukan pukul 5 pagi, Desi sudah terbangun dan bersiap siap untuk membuat tumpeng buat ulangtahun Intan, Tomi sudah bangun karena harus beberes rumah dulu karena Intan belum sembuh
"Tomi kamu cepat sekali bangun nya nak" Desi melihat rumah sudah bersih dan Tomi akan mencuci piring bekas makan malam kemarin.
"jangan suruh teteh ama Tika bersihkan ini buk,biarkan mereka tidur, Tomi sekalian mau olahraga buk biar sehat" Tomi melanjutkan mencuci piring.
"kamu memang lelaki yang baik nak, semoga kamu menjadi orang sukses dan menjadi panutan bagi adik kamu" Desi sangat menyayangi 3 anak nya
Intan dan Tika masih tertidur lelap dan sekolah mereka juga masih libur jadi kesempatan untuk bermalas-malasan.
Lio naik ke lantai atas untuk membahas pekerja dengan Bobi dan Jovan,dia masuk kedalam dan melihat Bobi dan Jovan sudah mulai meeting berdua.
"kok nggak bangunin gua,dah sampai mana pembahasan kalian" Lio ketinggalan 10 menit
"gini Lio,tanah Farid Jalkon yang mau dijual sama lo sedang ditawarkan lagi pada perusahaan kita dan harganyapun terjun bebas,saat perusahaan lain tau kita tidak lagi menjalin kerja sama, semua saham di perusahaan Farid mereka tarik dan lihat sekarang perusahaan nya sudah kita akuisisi menjadi anak PT William groups" Jovan menerangkan keadaan PT Farid Jalkon yang sudah hancur berantakan
"bagus Jo,berani menantang Lio akan kita hancurkan sampai lebur,cara dia berbisnis masih sangat dasar sekali,baru terima tanda tangan dari gua sudah sampai di langit hatinya,apalagi gua lanjutkan semuanya mungkin udah di bulan sana kesombongan nya" Lio masih ingat betul perkataan nya saat di ruang kepala sekolah SMK Berjaya
"Sampai adik gua kepalanya benjol,lawannya cewek lagi,arogan banget,ngajarin nya gimana ya, Fani aja nggak pernah kasar walaupun kita sangat memanjakan nya dengan uang dan sikap tapi dia sangat menghargai orang sederhana" Bobi selalu mengajarkan Fani untuk rendah hati
"gua kira lawan Intan cowok,udah mau gua libas nggak tau nya cewek yang sebaya dia lagi,dan kalian tau wanita yang bersama Devina dirumah sakit saat Intan pingsan mamanya dari si Windi anak Farid Jalkon tapi mereka udah cerai 3 tahun yang lalu" Lio baru ingat siapa wanita yang dilihatnya dirumah sakit kemarin.
"serius lo,jadi kak Joice mamanya Windi,beh gila badung juga ya tu anak,gua dulu SMA tawuran doank nggak pernah buat kepala orang benjol gitu" Jovan memang arogan saat SMA tapi tidak melukai orang.
" biarin dia rasakan itu,gua dengar dari Dini bendahara sekolah, Intan sering dihukum nggak jelas ama si Wiko sialan itu,malah pernah di siram air bak,cuma gara gara si Windi berbohong mojokin Intan" Bobi sakit hati sekali saat mendengar itu dan Jovan baru tau
"saat gua tinggalkan sekolah bawa Intan terbang ke Jakarta, Pokas nonjok Wiko karena Intan dibuat sampai drop total,dan diseret sama anak buah Pokas sampai ke gerbang sekolah, Windi, Farid dan Joice sampai ketakutan melihat Pokas menghukum Wiko" Lio tidak tau Pokas melakukan itu,dia baru tau saat Satpam yang mencegah Pokas masuk minta maaf dan jangan sampai dipecat.
"jangan ada yang berani memakai nama William untuk memeras atau korupsi tidak akan pernah ada ampunan dari gua,jujur dalam bekerja berkat akan mengalir, tapi jika berbohong kehancuran akan selalu mengikuti" Jovan tidak menyukai ada penyimpangan dana di perusahaan atau yayasannya.
__ADS_1
Rizal yang mendengar pembicaraan anak anaknya sangat bangga karena keputusan selalu diambil secara bersama dan siapapun yang berani berbohong atau mencari masalah pasti perusahaan nya akan hancur.