Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
sayangku


__ADS_3

Intan yang sebenarnya tidak tidur sama sekali, mendengar Jovan datang jantung nya berdetak kencang


suara hati Intan


Aa, mungkin Tuhan sudah mengatur bahwa mungkin kita akan bersatu dalam pernikahan, tapi semuanya tidak mudah Aa kita terikat dalam hutang budi,kalau kita dulu sabar Aa menjalani nya dengan pacaran dulu mungkin Intan bisa tau apa kekurangan dan kelebihan Aa begitu juga Intan,


Tapi kita egois Aa,hanya karena mengutamakan rasa penasaran kita,semua nya jadi begini. Intan tidak pernah menyayangi lelaki seperti sekarang ini karena Intan bersyukur bahwa cinta pertama Intan adalah suami Intan


badai datang terlalu cepat Aa, Intan yang masih labil ini hanya mengutamakan cemburu, Intan lagi lagi kalah Aa, Intan tidak tau sama sekali masa SMA Aa yang sangat menyakitkan,6 bulan lebih kita bersama tapi Intan hanya menemani kesibukan pekerjaan Aa,apakah Intan gagal Aa? apakah akan ada maaf bagi Intan? atau Intan akan mengalah untuk melepas Aa,tapi Intan nggak sanggup Aa,tak ada lagi yang tersisa semua sudah menjadi milik Aa!


suara hati Intan off


Jovan tinggal di atap sendirian,dia masih belum bisa bertemu Intan,ada rasa sakit dalam dirinya melihat semua kejadian tadi


"semakin gua memiliki Intan sepenuhnya,semakin rumah tangga gua goyang,ini baru permulaan Intan bagaimana kedepannya,akan banyak wanita yang datang untuk menjalin kerja sama dengan Aa" Jovan berbicara menghadap langit


Bobi dan Lio masih setia menemani Intan, sedangkan Meyza sudah pamit harus kembali ke kantor polisi, Lio tertidur di sofa sedangkan Bobi sibuk dengan hp mya


"Bobi,bunda pulang dulu ya nak,tolong jaga Intan,nanti bunda balik lagi ya bawa makanan buat kalian" Elisa mencium kening Bobi dan Lio


"kalau ada apa-apa panggil dokter,dan jangan paksa adik kalian untuk bicara, biarkan dia berbuat semaunya asalkan tidak keluar dari kamar ini" Rizal menghampiri Intan yang tertidur lelap


"iya ayah, Bobi tau,akan Bobi jaga Intan baik baik" Bobi mencium punggung tangan Rizal dan Elisa


Jovan melihat mobil Rizal sudah meninggalkan rumah sakit dan dia minta tolong pada Pokas untuk menjaga orang tuanya


"Jo,mau kopi" Beni datang menghampiri Jovan dan membawa 2 gelas kopi


"makasih Ben,sorry tadi keributan yang terjadi sampai nyawa lo tadi harus dikorbankan" Jovan mengambil kopi dari tangan Beni dan meminumnya


"udah lah Jo,gua udah ikhlas tadi mau jadi apa, tapi gua masih selamat dan bisa tolong Intan tadi" Beni duduk dilantai atap disampingnya Jovan


"Ben, Intan kalau hamil bahaya nggak ya" Jovan bertanya pada Benny


"sebenarnya bahaya karena Intan operasi 2x Jo kan perutnya baru di belah,jadi kalau dia hamil yang ditakutkan luka belum sembuh Intan nya hamil,itu sakitnya kurang ajar Jo" Benny menceritakan dampak negatifnya


"paling lama berapa lama Ben" tanya Jovan lagi


"1 tahun deh,gua beri kelonggaran" Benny tersenyum menggoda Jovan


"keburu Intan tinggalkan gua dong" Jovan tersenyum sekedar saja


"jangan gitu,lo cerai gua sikat tu Intan" Benny membuat Jovan marah


"nggak akan,turun lo, bikin gua badmood aja lo" Jovan emosi dan Benny tertawa dan tetap duduk di samping Jovan


"ganas banget lo" Benny tertawa senang

__ADS_1


"ya wajar lah istri gua" Jovan pun tersenyum pada Benny


rumah sakit tempat Devina


"Vina,kamu bisa dengar aku" Natasya senang melihat Devina sudah bangun


"Tasya,suntik mati aku, kepalaku sakit sekali aku nggak kuat" Vina akhirnya menangis setelah bertahan sekian lama


"kamu mau kemoterapi Vin, biar jaringan kanker nya nggak berkembang" Tasya menyarankan nya agar Vina busa bertahan sedikit lagi


"ini sakit Vin,aku mau mati saja" Vina pun merasakan penglihatan nya mulai kabur


Natasya memberikan penghilang rasa sakit dengan dosis tinggi yang dimaksud diminta nya pada temannya yang menangani Devina agar Vina bisa tenang dan. Natasya akan mengajukan kemoterapi untuk Devina


sementara di rumah sakit tempat Intan


Jovan yang turun ke bawah masuk kedalam kamar rawat istrinya, dia melihat Bobi sedang sibuk dengan pekerjaannya dan Lio masih tertidur


"Bob, Intan dari tadi tidur ya" Jovan pun merebahkan badannya di sofa


"dia nggak tidur tapi nangis terus dari tadi, bicara juga nggak mau" Bobi berbisik pada Jovan


"biarin dia tenang dulu" Jovan tidak menghampiri Intan karena dia tidak mau istri nya ngamuk lagi


Intan yang mendengar suara suaminya membuka matanya yang dipaksakan tidur tapi tidak bisa


"samperin istri lo" Bobi tau Jovan juga merindukan Intan tapi Jovan menggelengkan kepalanya


Rizal dan Elisa sudah sampai dirumah, Elisa menceritakan masa buruk anak nya pada suaminya dan Devina yang menemani Jovan


"bunda, ayah tau apa penyebab nya berubah dari SMP,karena kita sibuk menyelematkan perusahaan,ayah kira dia bahagia dengan uang yang bergelimang,bunda jangan lengah lagi anak kita Fani tolong jaga dengan baik" Rizal terduduk di sofa dia membayangkan Jovan kecilnya yang selalu senang menyambut nya pulang


"bunda selamat kan Lio dan Bobi,tapi Jovan yang terluka,orang tua apa aku ini" Elisa menangis sekuatnya


"bunda,justru Bobi dan Lio yang menyelamatkan anak kita, akhirnya Jovan mau berubah dan dia jadi sering tertawa seperti dia kecil dulu,ayah ingin memutar waktu bunda, kembalikan Jovan kita yang sangat ramah dan penyabar" Rizal masih teringat massa kecil anak nya yang dulu


"Devina,bagaimana ayah,dia juga yang menyelamatkan anak kita" Elisa kembali mengingat Devina


"berapa lama dia akan bertahan bunda" Rizal pasti juga merasa berutang pada Devina


"paling 3 bulan yah" Elisa merasa gusar di hatinya


"kita dukung dia terlebih bunda,dia butuh kasih sayang orang tua" Rizal sudah yakin akan itu


Elisa dan Rizal pun sepakat melakukan itu untuk membalas semua kebaikan Devina


di rumah sakit

__ADS_1


Jovan masih memandangi punggung istrinya,baru tadi mereka bercinta hebat malah sudah musuhan dan dia tersenyum jika mengingat semalam Intan sudah menjadi miliknya seutuhnya


"hoy,tanya Benny Dokter bagian kejiwaan,senyum senyum sendiri lo" Bobi menggerakkan tangannya di wajah Jovan


"lo tau nggak Bob,gua udah bahagia sekarang,udah sah menjadi suami buat istri gua,dia cinta gua selamanya" Jovan merasa bangga sudah mengambil hak nya dari istrinya


"benar udah geser tali saraf lo,dari 6 bulan yang lalu lo udah suami sah nya Intan Viola" Bobi menjawab asalan saja


di dalam tidur nya Intan sedang berada di dalam hutan yang sangat terang dan sejuk, dia berjalan dengan senangnya melihat keindahan hutan itu,tak jauh Intan berjalan di melihat Tika adiknya sedang bermain-main dengan banyak kelinci dan dia menghampiri nya


"Tika,teteh rindu kamu" Intan memeluk Tika dengan erat dan menangis


"teh,lihat itu mirip kan dengan wajah Tika" dia menunjuk seorang wanita yang umur nya nggak jauh beda dengan ibunya Desi sedang melihat Tika dengan tersenyum


"dek siapa itu" Intan semakin erat memeluk Tika


"itu mama nya Tika teteh,namanya Dean,itu kakaknya ibu kita,dia mau bawa Tika,katanya dia rindu,terus nanti kami sama sama jemput mas Lio" Tika menceritakan nya pada Intan


"kamu nggak boleh pergi atuh, jangan tinggalkan kami,nggak boleh" Intan menarik tangan Tika agar menjauh dan Dean menghilang dari pandangan mereka


Tika dan Intan berjalan lagi keluar hutan, dia berteman dengan Lio dan menyerahkan Tika


kemudian Intan masuk lagi karena Tika minta kelinci


"kak Devina, ngapaen di sini" Intan melihat Devina yang sedang duduk di tepi sungai dan tersenyum


"kamu jaga Jovan,dia milik kamu,aku akan pergi ke tempat yang tenang dek,maafin kakak udah buat kamu sampai terluka" Devina berbicara dalam mimpi Intan


"kak, Intan minta maaf,sini kak" Intan memanggil Devina untuk ke tempatnya


Devina berdiri dan berjalan meninggalkan Intan menuju cahaya terang dan tersenyum pada nya sambil melambaikan tangannya


"jangan kak Devina, Intan mau minta maaf,kak jangan jalan kesitu, kembali kak" Intan berteriak sekuat mungkin


Lio, Bobi dan Jovan berlari ke tempat Intan dan mendekati nya, mereka melihat badan Intan yang keringatan sekali,dan menepuk nepuk pipinya


Intan tetap berusaha mengejar Devina,sampai tangan nya ditarik oleh Dean dan mendorong nya jauh


"kak Devina, Intan salah" teriakan Intan akhir nya membangunkan nya,dan dia mau turun dari tempat tidurnya seperti mencari sesuatu, Jovan memeluknya dia tau atas ucapan nya tadi Intan menjadi tertekan


"kak Devina mau meninggalkan kita,mana dia Intan mau ketemu" Intan memberontak di pelukan Jovan, sedangkan Bobi sudah menangis melihat kondisi terpuruk Intan


"mas Lio, Tika mana,jangan kasih mama Dean bawa Tika, dia nggak boleh pergi,jangan dibawa Tika" Intan berteriak lagi teringat mimpinya lagi,dan Lio tak percaya kondisi adik nya


"dek liat mas Lio,sadar dek,jangan gini" suara besar Lio membuat Intan sadar seketika dan lemas sekali di pelukan Jovan


"jangan bawa mas Lio,jangan bawa Tika,jangan jangan jangan" Intan masih meracau tak jelas dan memegang tangan Lio erat sekali

__ADS_1


__ADS_2