
"Jo,siapa gadis tadi, wajahnya sangat cantik" kata Devina pada Jovan sedangkan Joice sudah pulang.
"Dia adik sepupu aku,kamu sudah sembuh kan sayang, kenapa tidak langsung menghubungi aku saat kamu sudah ingat aku" tanya Jovan pada Devina lagi.
"Aku takut kamu sudah punya wanita lain atau bahkan menikah" kata Devina menangis dia merasa cemburu pada Intan.
Jovan terdiam dan pikiran sekarang sedang melayang pada Intan,dan dia merasa bingung akan perasaan nya
"Jangan menangis sayang,aku disini sekarang,aku akan membahagiakan kamu" kata Jovan memegang tangan Devina
Begitu banyaknya pembicaraan Jovan dan Devina sampai hampir tengah malam dan Jovan mengantar Devina pulang.
dirumah sakit Intan sedang diberi suntikan supaya tidak perlu dirawat lagi sampai di Bandung.
"Lio lo harus menjaga Intan dengan ketat dan dia harus istirahat total,lo bisa kan" kata Arlan pada Lio
"Aman kalau gua orang yang bertanggung jawab Ar" kata Lio yang akan menjaga Intan sampai sembuh total
"Makanya dia bisa sesukses ini Ar" kata Bobi tertawa
"Jadi kalau mau sukses teh,harus tanggung jawab ya mas" tanya Intan dengan polosnya
"Harus atuh,kalau nggak tanggung jawab teh gimana jadi sukses" kata Arlan pada Intan
Arlan keluar untuk menyelesaikan semua urusan Intan dengan rumah sakit, Lio sedang mengurus helikopter dan Bobi menjaga Intan
"dek sampai di Bandung harus jaga kesehatan ya,biar kamu nanti cepat pulih dan bisa sekolah lagi" kata Bobi menyemangati intan dan Intan mengangguk tersenyum.
Jovan masuk ke kamar Intan dan Bobi menitipkan Intan pada Jovan karena dia ada telfon penting.
"Intan,kamu pulang sekarang" tanya Jovan pada Intan yang masih berbaring
"Iya Aa, Intan pulang sekarang, Intan rindu bapak dan ibu, Tomi dan Tika juga" jawab Intan tapi tidak melihat Jovan
"Intan,maaf tadi Aa tinggalkan kamu dan masuk ke kamar" kata Jovan sedangkan Intan tidak peduli lagi apapun yang Jovan ucapkan.
"udah Aa Intan nggak mau lagi ingat ingat itu,Intan mau pulang dan nggak mau tau lagi dengan Aa Jovan,kan udah ada kak Devina,dan Intan punya Alex" kata Intan dengan sangat ketus,dan turun dari tempat tidurnya untuk membereskan baju nya
__ADS_1
Jovan berdiri hendak membantu Intan merapikan bajunya,Intan hampir terjatuh karena perutnya perih dan Jovan langsung memegang tangan Intan.
"Intan hati-hati tunggu 3 hari lagi ya baru pulang,perut kamu belum sembuh" kata Jovan dan mendudukkannya di sofa
"Nggak sekarang aja,ini juga lagi tunggu mas Lio benerin ban helikopternya yang bocor" kata Intan dengan polosnya
Jovan tertawa,bagaimana bisa ban helikopter bocor,itu hanya akal akalan Lio supaya Intan mau tetap tinggal di Jakarta sampai sembuh total.
Lio kembali dan akan membawa Intan ke atap gedung untuk menaiki helikopter,dia tidak menyapa Jovan wajahnya sangat marah melihat Jovan.
"Intan sekarang mas antar ya ke Bandung,kamu kuat kan dek" tanya Lio mengusap kepala Intan
"Lio tadi Intan hampir jatuh karena perut nya sakit" kata Jovan pada Lio
"Lo mau bawa Devina kesini lagi supaya lo puas sakiti Intan,gua nggak akan ampuni lo Jo" kata Lio sangat marah pada Jovan, sedangkan Jovan tidak menjawab sama sekali
"Ya udah mas, sekarang kita pergi ya, Intan udah rindu sama keluarga Intan" Intan benar rindu pada orang tua dan adik-adiknya
Jovan pun mengemasi semua barang-barang Intan dan membawanya ke atap, sedangkan Lio dan Intan berjalan dengan pelan
"nggak usah mas, Intan kan banyak yang jaga, nanti pacar mas Lio marah lagi sama mas,Intan nggak mau mas jadi pengganggu hubungan orang lain" Intan bersedih mengingat Jovan memeluk Devina tadi.
Jovan dan Bobi sudah diatap menunggu Lio dan Intan,tak lama kemudian mereka berdua muncul dan Intan pamit pada Bobi
"mas Bobi, terimakasih udah membantu Intan,udah temanin Intan dan jagain Intan,nanti uang mas Bobi pasti Intan kembalikan ya mas,tapi tunggu sampai Intan sembuh ya" Intan menunduk dan menangis.
"Hey Intan,ini mas Bobi bukan orang lain,jadi nggak usah gitu ya sama mas" Bobi mengangkat wajah Intan dan mengusap air matanya.
"Makasih ya mas" Intan pun menangis dipelukan Bobi,dan Bobi dengan sabarnya mengusap rambut Intan.
kemudian Bobi melepaskan pelukannya dari Intan dan Intan berjalan kearah Jovan
"Aa terimakasih atas semua bantuannya, nanti Intan bayar ya semua utang Intan,kalau sekarang Intan nggak punya uang" Intan menangis sejadi-jadinya
"Intan,Aa akan tunggu kamu di Perusahaan William jadi kamu nggak usah pikirkan itu semua, kamu hanya harus sembuh Intan" Jovan menenangkan Intan
"Intan nggak mau kesini lagi, Intan mau di Bandung aja" Intan masih menangis karena dia tidak mau melihat Jovan dan Devina lagi jika harus ke Jakarta.
__ADS_1
"Sekarang kita berangkat Intan,nanti hujan lagi" kata Lio dan menarik tangan Intan.
Jovan hanya melihat punggung Intan dan Lio yang sudah mendekati helikopter, Jovan mengikuti dari belakang berharap Intan mau memeluk nya.
"Intan, jangan pernah cintai pria lain selain aku" kata Jovan saat mengangkat badan Intan untuk mendudukkan nya dalam Helikopter dan Intan kaget saat Jovan menggendong nya
saat Lio tidak melihat mereka, Jovan mencium bibir Intan karena dia terus menggigit bibir bawahnya."sudah Aa bilang kan jangan gigit bibir gitu"
Intan tak percaya Jovan mengambil ciuman pertamanya,dan dia memukul dada Jovan
"Intan benci Aa Jovan'
Lio dan Intan akan terbang ke Bandung,tapi Intan tidak melihat Jovan lagi karena dia sangat marah.
Jovan tersenyum melihat wajah cemberut intan,"kamu memang sangat cantik gadis kecilku" perlahan helikopter meninggal kan atap rumah sakit dan terbang menuju Bandung
Bobi melihat Jovan yang terlihat sedih "trus apa rencana lo, Intan sudah pergi dan lo sudah janji sama tante Elisa"
Jovan menghela nafasnya panjang,dia juga tidak tau harus seperti apa saat ini,"gua sayang dan cinta sama Devina,tapi kenapa gua terus memikirkan Intan dan selalu merindukannya"
"pilih salah satu dan lepaskan yang satunya jangan sakiti 2 wanita sekaligus,lo pria dewasa Jo" Bobi meninggalkan Jovan dan turun ke bawah untuk pulang.
Jovan masih diatap rumah sakit dan memandangi langit gelap "kenapa gua bimbang seperti ini"
sementara di pesawat Intan sangat senang melihat Jakarta dari atas helikopter,
"Dek,kamu senang kan naik ini" tanya Lio yang melihat Intan senyum menikmati pemandangan kota Jakarta dari atas
"mas indah sekali ya,mas Lio berapa bayar ongkos helikopternya,pasti mahal ya mas" tanya Intan melihat Lio tersenyum.
"ini nggak dibayar dek,ini punya kita semua,punya nenek,keluarga Rizal William, Bobi dan keluarga kamu" kata Lio pada Intan yang terkejut mendengar perkataan Lio
"ini punya mas Lio ya,mas orang hebat,baik dan tulus,memang mas Lio orang yang sangat sukses, Intan mimpi kali ya mas bisa punya kayak gini" Intan sangat bangga kepada Lio, Lio pekerja keras dan sangat baik
"masih kaya Jovan dek,dia punya jet pribadi,dan ada pulau yang Jovan punya,hanya ada 1 villa sangat besar dan villa itu dekat dengan pelabuhan jadi kapal pesiar milik William ada disana semua" Lio menceritakan kesuksesan Jovan yang mengagumkan.
"kalau mas Bobi gimana mas" Intan penasaran dengan ceritanya..
__ADS_1