
Windi salah satu putri orang kaya disekolah melihat Intan diantar Alphard
"Aduh kayaknya te sekarang udah jadi simpanan om om atau juragan tua ya si Intan" kata Windi masuk kedalam kelas dan duduk di atas meja Intan
Intan tau sifat Windi sangat buruk karena dia putri orang kaya,dia tidak menggubris sama sekali dan sedang sibuk membaca buku pelajarannya.
Plak buku Intan dibuang kelantai oleh Windi
"Eh saya teh bicara sama kamu,nggak dengar kamu atau udah sombong sudah jadi simpanan ha" kata Windi sambil menunjuk muka Intan
"Kamu kalau nggak ganggu saya 1 hari aja susah ya hidupnya" kata Intan berdiri dan meninggalkan Windi mau mengambil bukunya.
"Aw," teriak Intan terjatuh dan kepalanya membentur sudut meja yang mengakibatkan kepalanya benjol,kaki Windi sengaja menungkai Intan
"Intan kamu teh nggak apa apa kan,kepala kamu benjol Intan" kata Geri sahabat Intan yang baru datang
Windi pun keluar dari kelas Intan dan meninggalkannya yang kesakitan dengan tertawanya
"Tolooonnnngggg" teriakan Windi terdengar diluar kelas Intan
"Kamu teh jangan suka tindas orang baik atuh,kamu kalau mau cari lawan,sama saya aja atuh kan sama" kata Cika tertawa puas dan meninggalkan Windi yang menangis
"Kamu apakan dia Cik" tanya Intan penasaran
"Kamu teh tadi di apakan sama dia" tanya Cika balik
"Intan tadi mau jalan tapi kakinya di tungkai sama Windi" jawab Geri yang memberikan minyak telon di kepala Intan yang benjol.
"Ya sama atuh,tapi tadi aku teh geser tong sampah dulu jadi dia jatuh mukanya kena sampah basah" kata Cika tertawa senang.
Semua yang dikelas tertawa mendengar cerita Cika membayangkan wajah Windi di tong sampah, Cika cewek tomboi dan pemberani jadi anak anak sekolah itu mengenal Cika si gadis dingin.
__ADS_1
"Kamu teh memang ya, selalu balas si Windi" kata Intan menepuk lutut Cika tertawa
Tring tring tring bel berbunyi dan murid murid kelas Intan sudah didalam ruangan.Tampak seorang guru sangar yang berjalan tergesa-gesa dan masuk kedalam kelas Intan dengan emosinya.
"Intan Viona sekarang juga kamu berlari lapangan 20 kali keliling" teriakan Pak Ero membuat semua murid muridnya ketakutan
"Salah Intan emang apa pak,kepala dia benjol karena Windi yang usulin kok,kenapa Intan yang harus dihukum" tanya Cika pada Pak Ero
"Harusnya kalau kamu ingin Intan tidak dapat masalah disekolah ini,jangan cari masalah sama Windi Jolkan karena orang tuanya yang menjadi penyumbang terbesar disekolah ini" lagi lagi Pak Ero marah
"Ya udah saya yang lari pak,kan saya yang buat Windi gitu" kata Cika berlalu meninggalkan Ero guru tersangar di Sekolah itu
"Intan kamu nggak dengar kata kata saya keluar sekarang dan lari 50 keliling karena Cika sudah membuat kamu semakin bersalah lagi" kata Ero
Intan merasa sedih karena dia yang dijahatin oleh Windi tapi dia yang dihukum,dia pun berjalan keluar dengan menangis
"Cika kamu teh harus bersyukur bisa sekolah disini tanpa memikirkan bully, uang sekolah,uang jajan dan uang lain lainnya,berbeda dengan saya yang harus mati-matian untuk masuk ke sekolah ini,jadi tolong kamu teh jangan nambah beban buat aku" kata Intan
Intan menuju lapangan basket dan berlari sambil menangis. Bodyguard yang melihat Intan dihukum hendak masuk menghampiri Intan tapi dicegah oleh Satpam.
Bodyguard suruhan Lio pun menatap tajam pada satpam itu dan menunjuk Intan "Kamu tau siapa yang sedang berlari di lapangan itu,kalau kamu sudah tau dia,cepat suruh berhenti atau kamu akan kehilangan pekerjaan kamu ini" suara keras bodyguard itu membuat satpam itu terkejut
Sedangkan bodyguard lainnya sudah mengirim Video Intan berlari sambil menangis kepada Lio,dan Lio yang menerima Video itu langsung menuju sekolah Intan berada.
"Maaf pak anda jangan membuat keributan disini karena dia hanya siswi biasa disekolah ini,tadi dia cari gara gara dengan Windi penyumbang terbesar disekolah ini" kata satpam menerangkan
"Apa? bagaimana bisa kalian tidak tau siapa dia? teriak Bodyguard itu lagi
Hp Bodyguard yang bernama Pokas itupun berdering menerima telfon dari Lio dan menghidupkan speaker Hp nya supaya terdengar oleh satpam itu
Lio : Siapa yang berani menghukum Intan seperti itu
__ADS_1
Pokas : maaf boss kata satpam sekolah ini,Nona Intan cari gara gara dengan Windi anak penyumbang terbesar di sekolah ini.
Lio : SMK berjaya adalah milik William groups,dan kami tidak pernah membuka sumbangan untuk sekolah itu.
Pokas : boss kami tidak mau membuat keributan karena ini sekolah bos,kalau saya boleh usul boss tolong hentikan Nona Intan berlari sekarang karena dia sudah berlari 5 keliling sambil menangis
Lio : berani mereka bermain main dengan saya dan memutuskan sambungan telfonnya
5 menit kemudian orang tua Windi sudah datang dan langsung menghadap kepala sekolah karena anak nya sudah diperlakukan buruk oleh Cika tapi Intan yang akan menanggung nya.
"Silahkan duduk dulu pak,anak nakal itu sudah kami hukum berlari lapangan 50 x,dan dia sedang berlari sekarang" kata Wiko kepala sekolah SMK berjaya
"Anda tau dia berlari 100 x keliling sekolah ini pun tidak akan bisa memperbaiki harga diri ank saya" teriakan Fadil Jolkan membuat Wiko cemas
mobil mewah Lio pun sampai di gerbang sekolah Intan dan satpam itu bergegas membuka gerbang dan mobil Lio masuk menuju lapangan basket,Lio yang melihat Intan menangis sambil berlari keluar dari mobil.
"Berhenti Intan,jangan lari lagi" kata Lio berdiri dihadapan Intan yang sedang menunduk karena sudah lelah dan Lio melihat kening Intan benjol
"Mas Lio" kata Intan dan menangis kemudian Lio pun memeluk Intan
"Intan kenapa kening kamu benjol gini" kata Lio yang sudah emosi dan Intan tidak menjawab karena dia pingsan.
Seorang guru paruh bayah pin berlari ke tempat Intan dan Lio sudah mengangkat badan Intan untuk dibawa ke UKS dan diantar oleh guru Intan
"Buk saya ada urusan sebentar tolong jaga dia buk,saya mohon" kata Lio memegang tangan buk Herlin guru Intan
"Ya pak saya akan jaga Intan" kata Herlin
Lio pun menuju ruang kepala sekolah dan dia berdiri di depan pintu,semua terdengar jelas oleh Lio
"Bapak mau saya hukum seperti apa pak,akan saya lakukan,dia hanya anak buruh pak,dia hanya akan patuh pada saya" kata Wiko lagi
__ADS_1
"Keluarkan dia dari sekolah ini sekarang juga,atau saya akan meminta ganti rugi semua sumbangan saya" kata Fadil emosi
Senyuman tipis Lio William serasa akan menghabisi mangsanya dan dia pun menendang pintu ruangan kepala sekolah.