Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
perjodohan Jovan dan Intan


__ADS_3

Flashback on


5 tahun yang lalu setelah lulus sekolah Devina ke Singapore untuk menemui Mami dan papi nya yang menetap di sana.Dia sengaja tidak memberi tau Jovan karena dia ingin Jovan menyusulnya ke Singapore dan akan mengenalkan nya pada orang tuanya.


Devina sampai di Singapore dan dia melepaskan rindu pada mami dan papinya


"Mi Devin rindu berat sama mami juga papi,kita sama sama disini aja ya mi


"Mami juga rindu sama anak bungsu mami ini,kamu kuliah di sini aja ya,biar kita nggak jauh lagi" kata Sinta mami Devina


"Iya mi,mi Devin punya pacar lo mi,dia ganteng banget mi dan orangnya benar-benar


bertanggung jawab" kata Devina curhat pada Sinta


"Sayang cintai lah pria yang bisa menghargai mu dan dia pasti akan sangat membahagiakan kamu" kata Sinta pada Devina


"Iya mi,Devin akan hanya mencintai Jovan karena dia pria yang sangat baik" kata Devina memuja Jovan


Devina pun merasa bosan dirumahnya,dia hendak berjalan jalan sendiri,tapi saat dia berjalan ada anak kecil yang berlari mengejar kucing nya tanpa melihat mobil truk melaju dengan kencang


"Awas dek" teriak Vina dan mendorong anak kecil itu agar terhindar dari truk itu dan dia pun terpental jauh dan benturan hebat pada kepalanya mengakibatkan dia lupa ingatan


Selama 4 tahun Devina belum ingat apa apa dan untuk pengobatan Devina keluarganya sudah membawa Devina bahkan sampai ke Amerika supaya dia cepat sembuh,tapi hasilnya tidak ada hingga mereka semua pasrah jika Devina belum mengingat banyak.


Saat Devina beristirahat di ruang tamu,dia melihat berita di tv tentang pria muda yang sukses di usia muda


"Ini siapa ya kok aku rasanya tau dia" kata Devina mencoba mengingat siapa Jovan yang sedang menghiasi layar Tv nya.


"Jovan William seorang pebisnis sukses yang berhasil mengembangkan sayapnya sampai seluruh negara Asia" kata pembawa acara saat mewawancarai nya


"Kepada Devina Yunda saya mohon jika kamu melihat acara ini tolong kabari saya,saya merindukan mu" kata kata Jovan saat di akhir sesi wawancara nya

__ADS_1


Devina terus mengingat siapa Jovan bagaimana dia tau nama nya,kepala Devina sakit luar biasa,dalam kepalanya seperti ada hitam putih kenangan nya dengan Jovan dan dia pun pingsan dan dibawa lagi ke rumah sakit.


Setelah Devina sadar dia mulai mengingat Jovan pelan pelan dan dia tersenyum.


Sedikit demi sedikit,hari demi hari ingatannya sudah mulai sembuh total dan dia pun menghubungi Joice untuk mencari tau tentang Jovan.


Flashback off


Jovan merasa bersalah kepada Devina karena dia sudah mencoba untuk melupakan Devina dan dia ingin bertemu dengan Devina tapi Joice menolak karena Devina yang akan menemui nya langsung.


Joice pun pamit dan pergi meninggalkan Jovan di cafe sendiri.


"Terima kasih Devina ku sayang, datanglah dan temui aku,aku pasti akan langsung menikahi mu" kata Jovan menitikkan air mata nya dan dia pulang dengan senang sekali


Sementara dirumah Rizal, Fani baru pulang karna banyak les di sekolah,dan dia pun kesal karena belum bisa melihat Intan karena tugas sekolahnya juga banyak,dan dia masuk kedalam rumahnya.


"Kak Intan udah pulang" kata Fany dia berlari dan memeluk Intan dari belakang sofa


"Ini adek udah pulang kak,besok adek pulang cepat kok kak, karena guru nya ada rapat apa gitu" kata Fani yang sudah duduk disamping Intan.


Elisa pun sampai dirumahnya dan memberitahu Intan kalau hari ini Dokter Beni akan membuka perban di perut Intan.


"Sayang,jam 4 sore nanti kamu diantar sama pak Karyo ya ke rumah sakit nanti disana Arlan yang mengantarkan kamu ke ruangan Beni" kata Elisa yang tidak bisa mengantarkan Intan karena dia akan membicarakan perjodohan Jovan dan Intan hari ini juga pada Jovan


"Iya buk,Intan nanti perginya sama pak Karyo" kata Intan dengan tersenyum


"Adek hari ini ada kerja kelompok kk jam 4,kalau nggak adek udah temanin kak Intan" kata Fani kesal


"Nanti diantarnya sekalian aja dek,biar kak Intan ada teman di mobil" kata Elisa pada Fani dan Fani pun setuju


"Ini masih jam 3,Intan istirahat dulu ya nak,nanti Bunda panggil kamu" kata Elisa meninggalkan Fani dan Intan masuk ke kamarnya untuk mandi

__ADS_1


"Kakak ke kamar ya dek siap siap dulu,kakak belum mandi" kata Intan dan Fani pun juga kekamar nya


Fani pun masuk ke kamar nya dan rebahan sebentar sebelum mandi, badannya terasa lelah.


Jovan masuk kedalam rumahnya dan langsung naik ke atas menuju kamarnya,Jovan akan memberitahu Elisa kalau Devina sudah ketemu.


Jam menunjukan pukul setengah 4 Fani pun sudah selesai mandi dan dia keluar pamit kepada Elisa,Fani pergi lebih awal karena dia harus menjemput teman nya dulu


Elisa pun menemui Jovan dikamar nya dan akan berbicara 4 mata pada Jovan dia tidak tau jika Intan masih didalam kamar nya


"Jovan bisa bunda bicara sama kamu nak" kata Elisa duduk di sofa Jovan


"Silahkan bunda" kata Jovan dengan senangnya mengingat Devina sudah ketemu


"Jo kamu sudah cukup umur untuk menikah nak,bunda minta tolong sama kamu nak bisakah kamu memenuhi permintaan Bunda,Nenek,dan Ayah" kata Elisa sangat lembut dan Jovan duduk di depan Elisa


"Iya bunda, sebentar lagi Jovan akan menikahi Devina,karna tadi Jovan sudah bicara kepada kakaknya Devina dan Devina sekarang di Singapore bunda,dia akan menemui Jovan secepatnya" kata Jovan senang


"Intan nak,bukan Devina,bunda mau Intan yang menjadi istri kamu" kata Elisa masih sangat tenang


"Apa sih bunda Devina sudah kembali dan Jovan akan segera menikahi Devina bukan Intan" kata Jovan tegas


"Lalu kenapa kamu perlukan Intan dengan sangat baik seolah-olah kamu pria yang memiliki Intan,bahkan Lio dan Bobi saja memperlakukan Intan seperti Fani" kata Elisa mulai kesal


"Jovan sayang Intan seperti Fani bunda" kata Jovan tenang karena dia sudah melihat wajah Elisa sudah tidak ada senyum lagi.


"Sayang kamu tidak seperti itu Jo,kamu mencium seorang gadis lain yang bukan adik atau saudaramu,Lio dan Bobi tidak pernah mencium Fani seperti kamu mencium Intan, karena mereka tau batasan sebagai seorang Pria" kata Elisa dengan tegas


"Jovan mencintai Devina bunda,tolong mengerti Jovan,tidak mudah bunda menghapus Devina dari hati Jovan" kata Jovan memohon


Intan keluar dari kamarnya dan mencari Fani tapi tidak ada,dia melihat Elisa juga tidak ada dikamar nya, Intan tidak sengaja mendengar pembicaraan Elisa dan Jovan dan menaiki tangga dengan pelan karena ada namanya di pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2