
pagi harinya, Intan terjaga tapi tidak ada Jovan di sampingnya,dia keluar dari kamar dan melihat Jovan sedang membersihkan dapur
"Aa,kenapa nggak bangunin Intan,kan Intan bisa bantu Aa" Intan berjalan sambil mengusap matanya dan memeluk Jovan dari belakang,dia menyandarkan pipi nya di badan suaminya
Jovan senang kalau Intan sudah lupa kata kata nya semalam,tapi dia akan membuat istri nya jatuh cinta lagi padanya
"kamu kan tangannya sakit sayang,nggak boleh kerja yang berat berat" Jovan mengentikan aktifitas nya dan membalikkan badannya,dan memberikan segelas susu yang baru dibuat nya
"sayang minum susu ya" Jovan memberikan gelas nya pada Intan,dan Intan meminumnya sambil memeluk suaminya
"Aa, Intan mau dipeluk" Intan memberikan gelasnya pada Jovan dan Jovan membersihkan dulu gelasnya dan menggendong istrinya, Jovan menciumi pipi istri nya sebelum sadar perjanjian semalam
"sayang, Aa hari ini nggak ke kantor, kita di rumah saja ya sayang" Jovan berencana menjemput Tika dengan helikopter Lio tapi Intan tidak tau
"seriusan" Intan senang luar biasa dan turun dari gendongan Jovan dan memeluk suaminya
"iya cintaku" Jovan mencium leher Intan dan Intan tiba-tiba ingat dengan perjanjian nya dan mendorong Jovan
"Intan nggak lupa ya Aa,jangan ambil kesempatan" Intan mengambil roti dan duduk di depan TV
"kan kamu yang nyosor terus sayang" Jovan tertawa senang melihat istrinya yang malu
"udah Aa nggak usah bicara" Intan membesar kan volume tv nya
Jovan melanjutkan pekerjaannya lagi dan membiarkan istrinya istirahat jangan sampai lelah.
Lio dan Bobi datang kerumah Jovan untuk menjaga pekerjaan karena Jovan tidak ke kantor hari ini
"Intan mas Bobi datang bawa banyak kue" Bobi turun dari mobil dengan banyak kue untuk adiknya itu sedangkan Lio tidak mau berbicara dulu dengan Intan
"mas Bobi ini semua buat Intan ya" Intan yang berlari keluar setelah mendengar suara Bobi mengambil paper bag dari tangan Bobi
"iya adek nya mas Bobi, Jovan mana dek" Bobi masuk ke dalam dan duduk di sofa
Lio masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dapur mengambil susu dari kulkas
dan dia melihat Jovan sedang menjemur pakaian
"pembantu baru ya dek" Lio mendekati Jovan dan menggoda nya
"demi ngambil hati adek lo gua lakuin ini semuanya" Jovan mengibaskan pakaiannya ke wajah Lio dan Lio tertawa dengan balasan Jovan
"dek, kamu kalau nekat kayak semalam lihat saja ya mas tidak akan pernah berbicara lagi dengan kamu" Bobi berbicara dengan serius
"mas Bobi tau nggak,semalam tu Intan nggak mau lompat, Intan kalau stres teriak yang kencang banget terus menangis sekuat-kuatnya baru Intan lega,mas Bobi nya malah teriak teriak sama Intan" Intan berbicara sambil mengunyah cake cokelat kesukaannya
"jadi semalam kamu nggak mau lompat dek" Lio akhirnya berbicara pada Intan
__ADS_1
"nggak mas,mau teriak mas Bobi nya udah histeris sama kak Meyza,jadinya kan Intan nggak fokus melampiaskan amarahnya" Intan makan terus sampai wajahnya belepotan
"tapi siapa pun pasti panik dek,kalau kamu larinya ke atap" Bobi menggelengkan kepalanya kesal
"terus maksud mas Bobi gimana, Intan teriak di luar gitu,ntar di kira orang gila atuh mas kasep" Intan melihat Bobi yang kesal
"lain kali nggak boleh ya, mas maafin kamu karena emang kamu nggak niat lompat" Lio mengambil satu cake Intan
"lagian sama aja kelakuan ny, mas nya ngamuk hantam dinding sampai kepala dan tangannya luka,lah adeknya pakai sayat tangan pakai pecahan gelas satu server emang" Bobi menutup matanya sambil membuang nafas nya kasar
"ya samalah mama gua adek kakak berdua" Lio menjawabnya dengan santai dan Intan hanya tertawa
"gimana mau beda atuh mas kasep, ibu nya teh sama" Intan juga membela diri
"terserah lo berdua deh pusing gua" Bobi berdiri menemui Jovan ke halaman belakang
Jovan yang sedang menjemur pakaian nya senyum senyum sendiri saat memegang penutup dada istri nya dan dia membolak-balikan nya,dia melihat istri nya memakai itu saat dia mendapatkan hak nya sebagai suami
"Jovan" teriak Bobi dengan kuat hingga Jovan melempar kan penutup dada istrinya sembarangan
"Napa" Jovan mendekati Bobi yang berteriak
"gua nggak nyangka dibalik sifat lo yang keras dan tatapan mata lo yang tajam,lo ternyata pencinta bagian dalam wanita" Bobi menatap Jovan tidak percaya
Jovan tersenyum mengerti maksud Bobi,dia mendekati Bobi dan meraba raba dada Bobi
"najis lo Jovan, lepaskan gua,gua nggak mau" Bobi meronta-ronta di peluk Jovan sedangkan Jovan semakin kuat meremas dada Bobi dan tertawa senang sekali
"byyyarrrrr, berisik banget lo berdua,kayak kucing kawin heboh banget" Lio menyiram 1 ember air pada Bobi dan Jovan,sedangkan Intan sudah memasang wajah garangnya
"kalian bertiga pel lantai nya sampai kering, setelah itu kalian siram semua bunga, dan terakhir belikan Intan ice cream" Intan memerintahkan kepada 3 pria dihadapannya
"baik dek" Lio mengambil kain pel
"siap nyonya" Bobi keluar untuk menyiram bunga
Jovan sudah melanjutkan pekerjaannya menjemur pakaian dan Intan masuk ke kamar untuk mandi
setelah pekerjaan beres mereka duduk di teras rumah sambil memandangi bunga Intan yang indah,dan Bobi sudah berganti pakaian dengan pakaian Jovan
"emang ya bini gua cantiknya udah kebangetan,suka nanam bunga lagi,dan sekarang lagi gua tanam benih di rahimnya" Jovan berbicara dalam hatinya sambil memandangi bunga Intan dan dia merasa ada yang aneh dengan bunga Intan.
"Bob,mana anak bunga yang baru dibeli sama Intan" Jovan berdiri dan mencarinya tapi tidak ada
"yang mana" Bobi masih asyik dengan hp nya sedangkan Lio menyirami mobilnya.
"yang di polibag Bob, itu semua anak bunga yang di beli Intan mau dipindahkan ke pot" Jovan menarik baju Bobi untuk berdiri.
__ADS_1
"tu sama mamang yang ambil sampah tadi" Bobi dengan santai menunjuk nya
"Lo ambil sekarang atau Intan akan berubah jadi singaaaaaaaaaaaaaaaa" Jovan berteriak sangat keras sehingga Lio menyiram wajah Jovan dengan selang supaya diam
"malah melongo lo,ambil buruan tu bunga" Lio menyiram wajah Bobi dan Bobi pun segera mengejarnya dan pemuda yang mengambil sampah tadi lari saat Bobi mengejarnya
"woy tunggu,gua mau ambil bunga adik gua" Bobi semakin cepat mengejar nya dan akhirnya Bobi memilih gang lain sampai keluar tepat di hadapan tukang sampah itu
"kan bunganya udah di kasih napa di ambil lagi" pemuda itu kesal dengan Bobi.
"itu bunga adek gua,balikin cepat" Bobi menggoyangkan tangannya sambil memintanya dengan berat hati pemuda itu pun memberikan 15 polibag pada Bobi
"lo antar ama gua, nanti gua kasih lo uang mau kan" Bobi tidak mungkin membawa semua nya dan dengan senang hati tukang sampah itu mengantarkan lagi ke rumah Intan
"hoy mana dompet lo" Bobi memeriksa celana Lio dan mengambil uang 1 juta untuk tukang sampah tadi
"makasih banyak pak, akhirnya ibu saya bisa makan daging" tukang sampah itu terharu sekali dengan rezekinya hari ini
"nama lo siapa" tanya Lio sambil membersihkan mobilnya
"Anton pak" jawab nya sambil menitikkan air matanya melihat uang di tangannya dan pamit pergi untuk pulang
Lio dan Bobi hanya tersenyum melihat senangnya pemuda yang mengembalikan bunga Intan
Jovan sengaja menahan nahan Intan agar tak keluar rumah dulu,dia masuk ke kamar dan melihat Intan baru selesai keramas
"aduh cantik nya,tapi nggak boleh pegang" Jovan melipat tangannya di dada sambil menatap wajah cantik istrinya
Intan sengaja hanya memakai baju handuk sebelum memakai baju nya,agar tidak susah untuk dandan
"aduh haredang euy, Intan membuka sedikit baju handuk nya dan mulai memakai skincare nya
Jovan tertawa senang dan menarik dagu Intan "nggak lagi goda Aa kan"
"sayang, ingat perjanjian kita" Intan menarik pelan baju suami nya sampai wajah mereka semakin dekat
Jovan melepaskan tangannya dan mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut istrinya sambil melihat Bobi merapikan bunga Intan dari kaca kamarnya
"maaf mbak, rambutnya wangi sekali ya dan leher nya mulus sekali mbak" Jovan bertingkah seolah olah pekerja salon
"iya" Intan hanya menjawab dengan singkat
"suaminya ganjen ya mbak, lehernya merah semua, merinding lihatnya" Jovan mulai mengeringkan rambut Intan dengan lembut
"iya dia teh ganjen pisan,mau nya teh hisap leher terus" Intan mengangkat bahunya seolah olah geli
"tapi kayaknya mbak juga garang deh sama suaminya,dan goyangan mbak juga hebat banget" Intan melotot mendengar ucapan Jovan
__ADS_1