Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Intan sekarang hanya milik Jovan


__ADS_3

setelah 5 bulan berlalu Intan kembali ke Bandung dulu untuk ujian kelulusan sekolah


"ibu, bapak, Tomi, Tika, teteh pulang kalian semua dimana" Intan senang pulang kerumah orang tuanya


"Intan,kamu pulang nak" Handoko memeluk Intan dan Intan pun menangis merindukan bapak nya tiap malam


"iya pak Intan pulang" Intan menangis bahagia, kemudian Desi juga berlari senang memeluk Intan


"ibu, Intan mencium pipi Desi dengan bahagianya" Intan melepaskan kerinduannya pada Desi


sedangkan Tomi dan Tika masih sekolah


"mana suami kamu nak" tanya Handoko dan mereka duduk di ruang tamu


"lagi di luar kota pak,jadi nggak bisa temani kesini,makanya pak Pokas yang antar" Jovan, Lio dan Bobi sedang sibuk luar biasa sekarang ini


"ya sudah kamu istrahat dulu ya,besok kan langsung ujian" Desi mengantarkan Intan kekamar nya


Vivian sedang berada di Singapore untuk berobat bersama Elisa, Jovan dan Fani yang sedang libur karena ujian kelulusan


"teteh pulang ya" Tika masuk kerumah dan melihat Intan sedang istirahat


"nanti saja ya nak,teteh masih letih sayang,ini banyak baju dan oleh oleh buat kamu dari mas Lio,mas Bobi,mas Jovan dan Fani" Desi memberikan 1 kardus hanya untuk Tika semua


"waaaaaaaaw ini kan kesukaan Tika buk" Tika melompat kegirangan mendapat laptop, iPhone terbaru dan juga banyak lagi


"kamu dah pulang dek" Intan bangun karena mendengar teriakkan Tika


"akhirnya kita kumpul lagi ya teh" Tika memeluk Intan dan menangis karna sangat rindu


"pak, buk kita pindah ke Jakarta aja ya biar kita bisa lebih dekat" Intan duduk disamping Handoko


"nak, nenek Vivian akan sendiri disini, ibu nggak tega, kamu diperlakukan baik kan nak" Desi tau Elisa sangat baik pada anaknya


"iya buk,baik banget pokoknya" Intan tersenyum


"nak rumah tangga kamu baik baik saja kan" Handoko bertanya pada anaknya


"iya pak, Intan bersyukur dengan semua ini, Intan sangat bahagia,habis pulang dari sini, Intan dan Aa akan pindah kerumah kami sendiri, supaya bisa mandiri buk" Intan memeluk Desi


"iya kamu harus menjalani rumah tangga kamu sendiri supaya bisa lebih saling mencintai" Handoko mendukung keputusan anak ny

__ADS_1


"Tomi sedang di Yogyakarta nak, karena ada olimpiade pulangnya juga masih 1 bulan lagi" Desi memberitahu Intan


setelah menyelesaikan ujian sekolahnya Intan dijemput lagi oleh Pokas untuk kembali ke Jakarta.


"sayang kamu udah pulang" Jovan sudah menunggu Intan dirumah baru mereka


"Aa, Intan rindu sama Aa" Intan berlari dan memeluk Jovan dengan erat


"masuk ke dalam ya sayang" Jovan membawa Intan ke dalam rumah dan sudah ada Bobi, Lio, Ninuk dan Tomi


"Tomi kenapa kamu teh bisa disini, bukannya kamu di Yogyakarta" Intan memeluk Tomi


"teteh dibohongi sama semua mas ini dan ibu juga" Tomi memang sudah di Jakarta tadi pagi untuk lomba lagi tapi Intan tidak tau


"akhirnya Tomi datang juga ke Jakarta,kamu mau kemana,biar mas Lio bawa kamu" Lio menepuk punggung adiknya


"tinggi juga ya kamu Tomi, hampir sampai lagi tinggi kita" Bobi mengukur kepalanya dengan Tomi.


"tingginya hampir sama mas tapi gantengnya teh jauh beda mas" Tomi berbicara sopan tapi terdengar lucu, Lio, Bobi dan Jovan tertawa Intan sedang membersihkan dirinya setelah perjalanan jauh


Intan sudah memasak di dapur untuk makan malam mereka semua


"teteh ini kesukaan Tomi" Tomi duduk di meja makam setelah semua masakan terhidang


"ini enak sekali" Lio senang masakan kesukaan nya sama dengan Tomi


"kamu emang yang terbaik sayang" Jovan mencium kening Intan


sedangkan Bobi diam saja karena pembahasan mereka tadi ditolak keras oleh dia


setelah selesai makan Bobi, Lio dan Tomi pamit pulang karena sudah malam


"kami pamit ya,besok balik lagi untuk sarapan" Bobi langsung masuk ke mobilnya dan pergi begitu saja


"kami pamit ya dek" Lio dan Tomi pun meninggalkan rumah baru Jovan


"mas Bobi kenapa marah gitu ya" Intan penasaran dengan sikap Bobi dan Jovan sudah tau kenapa Bobi marah


"udah sayang kita tidur ya, Aa rindu" Jovan memeluk Intan dan menutup pintu rumah mereka


"kalau tidur karena ngantuk Aa bukan rindu" Intan menarik pipi suaminya

__ADS_1


"sayang ku,malam ini ya" Jovan meminta hak nya pada Intan dan Intan pun mengangguk pelan sambil tertunduk malu


Jovan langsung membawa Intan ke kamar mereka dan mulai mencium bibir Intan dengan hasrat yang sudah memuncak


Intan pun membalas ciuman suaminya dengan ganasnya, setelah Jovan puas dengan bibir istri nya dia mulai turun ke leher Intan dan banyak sekali tanda merah sampai ke dada istrinya


"Aa, Intan takut" Intan membayangkan sakit yang akan dirasakan nya


"i love you,sakitnya sebentar aja sayang" Jovan menggigit telinga Intan dengan pelan dan itu sudah membuat Intan melayang jauh


tak berlama-lama lagi Jovan mulai menuntun junior nya untuk mengunjungi harta yang sangat berharga bagi istrinya,dan itu sangat sempit sekali


"sayang maaf ya,kamu akan kesakitan" Jovan permisi pada istri nya dan Intan sudah siap dengan itu


Jovan memasukkan nya pelan dan dengan cepat menghentakkan miliknya dan darah perawan itu keluar bersamaan dengan air mata bahagia Intan karena suaminya yang menikmatinya.


"Aa ini semua untuk Aa, nikmati lah dengan sesuka Aa" Intan menarik leher suaminya dan mencium bibir suaminya dengan nafsu nya


Jovan mulai berolahraga berat dengan istrinya dan itu membuat mereka ngos-ngosan dan berkeringat deras ditambah lagi desahan lembut Intan yang membuat Jovan menggila


"aku sangat mencintaimu Intan,kamu milikku selamanya dan hanya milik ku" Jovan semakin membuat Intan melayang dan akhirnya benih benih buah cinta itu menyiram rahim Intan


"i love you" Intan memeluk erat suaminya yang kelelahan di atas tubuhnya


Jovan membalikan badannya dan menatap wajah Intan dengan cinta


"selamanya kamu hanya milik Aa" Jovan kembali menciumi bibir istri nya dan Intan mulai merasa bergejolak lagi


"Intan tak akan pernah melepaskan ini" Intan mulai bergoyang manja diatas Jovan dengan senang nya Jovan melayaninya lagi,dan malam ini hanya ada desahan Intan ditelinga Jovan sampai mereka benar-benar lelah tak berdaya dan tertidur berpelukkan.


sementara di rumah Bobi


"bagaimana bisa Jovan dan Lio akan menampung Devina dirumah Jovan hanya karena ancaman Joice akan membuat Intan celaka, kan bisa sewa bodyguard untuk menjaga Devina,atau jangan jangan nanti Devina serumah ama Intan malah udah rencana lagi ama Joice" Bobi tidak terima itu sama sekali, Intan pasti akan sangat terluka


"Bobi jangan gini,ini demi keselamatan Intan juga, percaya lah Bob" Lio menelfon Bobi dan membujuk nya


"keselamatan siapa, kesenangan Devina atau kehancuran Intan,gua nggak habis pikir sama lo,itu adek lo, kenapa bisa ambil keputusan ngaco kayak gitu" Bobi tetap pada pendiriannya


"tapi emang harus ini jalannya Bob" Lio memutuskan sambungan telfon nya


"nggak bakalan gua anggap saudara lo berdua kalau Intan terluka" Bobi berteriak dengan sangat emosi dan memecahkan vas bunga

__ADS_1


Devina dalam bahaya karena tidak mau memeras Jovan


__ADS_2