
Pagi hari Elisa sudah sibuk untuk mendandani Intan untuk pergi ke kantor bersama Jovan
"bunda malu ya Intan kalau penampilan nya begini" Intan merasa dia tidak pantas untuk Jovan
"tidak sayang,dengar bunda ya,kamu terlalu cantik sayang jangan sampai anugerah Tuhan ini kamu sia siakan, lihat kan kemarin Jovan sangat senang melihat kamu" Elisa mengecup kening menantu nya
"ya udah Intan nurut bunda aja,soalnya bunda cantik sekali dan kelihatan seumuran sama.l Intan" Intan memang mengagumi kecantikan Elisa baik hati maupun wajahnya
Elisa pun mulai mendandani Intan setipis mungkin agar Intan tidak canggung nanti di kantor
Jovan terbangun dan tidak mendapati Intan di sampingnya
"bunda dibawa kemana lagi sih istri gua" Jovan turun dengan wajah cemberut dan dia mendapati istrinya sudah selesai di dandani Bundanya
"kamu mau nikah lagi" Jovan sangar terkejut melihat istrinya sudah cantik sekali
"apa sih, Intan mau magang hari ini di perusahaan William Groups, Aa kenapa belum mandi" Intan tersenyum manis pada Jovan.
"sekarang cuci mukanya,jangan pakai gini gini sayang,nanti kamu akan jadi perhatian laki laki di kantor Aa" Jovan tidak suka melihat wajah cantik istrinya
"enak aja kamu, mandi sana,bisa bisanya kamu nggak bolehin Intan dandan" Elisa memercikan air ke wajah Jovan
"Intan sudah selesai kan bunda,mau ke atas ganti baju dulu,sekalian mau urus anak bayi dulu" Intan tertawa dan menarik tangan Jovan yang cemberut
"hahahhahaha iya sayang,urus suami kamu,bunda mau urus suami bunda dulu" Elisa pun tertawa melihat wajah Jovan dan masuk ke kamarnya
"mandi sana udah jam segini" Intan menarik tangan Jovan ke kamar mandi
Jovan terdiam memandangi wajah cantik istrinya dan berdiri saja ditempat
"sayang mandi sekarang,nanti kamu telat,kamu boss nya lo,dan nanti kasih Intan pekerjaan ya, Intan nggak mau jadi patung" Intan berceloteh panjang lebar Jovan hanya memandangnya saja
"istri ku,aku akan menjagamu sayang,kamu tujuan hidupku, dan tolong jangan sampai ada pengkhianatan diantar kita" Jovan menarik tangan Intan dan memeluknya
"aku cinta kamu sayang" Intan mengecup bibir suaminya dan lari takut dilahap ama Jovan
"nakal kamu" Jovan masuk dan segera mandi
Intan membuka lemari pakaian Jovan dan memilih pakaian buat suaminya,dan dia juga mengambil baju yang akan dipakai nya
Jovan selesai mandi dan keluar dengan menggunakan handuk saja,dia ingin menggoda istri kesayangan nya
"kamu tadi usilin Aa kan, sekarang gantian sayang" Jovan memeluk Intan dari belakang dan itu membuat Intan terkejut dan berteriak dengan cepat Jovan menutup mulut Intan
"Aa Intan nggak suka,lepasin Intan malu" Intan meronta-ronta dipelukan Jovan dan membalikkan badannya
"sayang kalau kamu banyak gerak nanti hal yang Aa inginkan akan terjadi lo" Jovan senang bukan main melihat wajah takut istrinya.
"Aa tantangin aku ya" Intan meletakkan tangannya dileher Jovan dengan jantung yang berdetak kencang
"jangan sampai kita khilaf ya"Jovan semakin erat memeluk Intan
Inntan mendekatkan wajahnya dan menarik telinga Jovan "ini buat Aa,suami ganjen, enak nggak mau ditambah yang satu lagi"
"aaaaaaaaaaaaaww sakit sayang,lebih sakit ini dari bunda" Jovan melepaskan pelukannya dari Intan
"pakai bajunya cepat,awas ya main main lagi" Intan memerintahkan Intan sambil meletakkan tangan di pinggang
"siap buk" Jovan pun memakai jas yang dipilihkan istrinya
Intan merapikan jas Jovan dan memasangkan dasi tapi Jovan hanya cemberut saja
"sayang ganteng nya kelewatan batas deh,bunda dulu ngidam apa ya" Intan mencubit pipi Jovan.
"nggak tau" Jovan berdiri dan memakai parfumnya dan itu membuat Intan kesal karna wanginya membuat wanita manapun akan menempel.
"aku tunggu dibawah" Intan keluar dengan wajah kesal
Jovan tidak melarangnya karena marah Intan menarik telinganya
"hallo adek mas Lio" Lio dan yang lainnya sudah menunggu di meja makan
__ADS_1
"cantik sekali menantu ayah" Rizal senang Intan sudah menjadi bagian kehidupan anaknya
"hallo semuanya, Intan sudah cantik kan" Intan tersenyum pada semuanya dan duduk di samping Lio
"suami kamu mana dek" Bobi meminum teh nya
"lagi merajuk diatas" Intan bicara jujur karena emang begitu keadaan nya
"istri dibuat cantik sekali malah merajuk" Elisa tersenyum dan mengambilkan makanan buat Lio dan Bobi
"kak Intan tolongin tugas Fany kak" Fani keluar dengan buru buru dia baru ingat ada tugas yang belum dikerjakannya
"sini dek" Intan berdiri dan duduk di sofa
"ini kak ada 10 soal kak, Fani ngertinya sampai no 6 kak, Fani kerjakan ini dulu ya kak" Fani mengambil kertas HVS dan pena buat Intan.
"kamu mandi saja dulu,sini kakak kerjakan" Intan menarik kertas Fani dan mulai mengerjakan nya
"terimakasih kak intan,i.love you" Fani mencium pipi Intan dan masuk lagi ke kamarnya
"uang jajan kamu mas potong jadi 30 ribu" Lio berteriak dari meja makan
"hari ini kamu nggak dapat uang jajan" Elisa juga berteriak pada Fani
"nanti Fani makan apa di sekolah kalau nggak jajan bunda" Rizal kasihan jika benar Fani tidak dapat jajan
"jalan kaki makan ke rumah, sekolah ny juga 5 langkah" Elisa memang tidak akan dapat uang jajan dari mereka semua
Intan dengan cepat mengerjakan tugas Fani dan bagi Intan itu hanya masalah kecil baginya,10 menit Intan menuntaskan tugas adik iparnya.
"kalian semua sudah beres,kita harus perkenalkan Intan dulu sebelum bekerja,dan Intan harus diperlakukan sama karyawan yang lainnya, supaya dia dapat ilmunya" Jovan turun dengan menenteng tas kerjanya dan duduk di meja makan
"baik pak Jovan" Lio dan Bobi menyetujui Jovan
"jangan buat dia letih,dia baru operasi dan jangan lupa makan siang nya" Elisa mengingatkan Jovan yang merajuk
"Intan nanti kamu panggil bapak sama Aa, Lio dan Bobi saat dikantor" Jovan mengambil roti dan teh
Rizal dan Elisa hanya tertawa melihat pengantin baru yang sedang merajuk
Fani keluar dengan rapi dan mengambil tugasnya yang dikerjakan Intan tadi
"kakak terimakasih" Fani memeluk xan mencium pipi Intan
"jangan cium cium gitu dek" Jovan kesal karena dia belum mencium Intan
"idih sewot lo" Bobi berdiri dan mengambil tasnya di ikuti Lio
"bunda nanti Lio pulang kerumah ya,kasihan rumahnya nggak ada tuannya" Lio merapikan jas nya
"iya bunda,kemarin kata satpam rumah Bobi,rumah Bobi nggak seluas biasa nya, sehari Bobi nggak pulang rumah Bobi mengecil 1 meter,kalau Bobi pergi 1 minggu 7 meter rumah Bobi berkurang" Bobi bercanda pada Elisa.
"ya udah lo pergi aja 2 tahun nah saat lo pulang tanah lo cukup buat tempat peristirahatan terakhir lo" kata Jovan
"iiiiiii kalau Aa Jovan bicara suka sependapat dengan mas Lio" Lio memukul badan Jovan ala ala adek gemas
"kalian kalau bercanda bisa benar nggak,bicara kalian kadang buat bunda merinding" Elisa menggebrak meja karna tidak suka
"iya ni kalian nggak bisa bercandanya yang benar,ayah kesal lo kalau becanda nya kelewatan,kamu lagi Jovan udah nikah masih juga bicara gitu" Rizal mendukung kemarahan Elisa
Intan dan Fani diam saja sambil sarapan tidak mau ikut campur
"Bobi dan Lio kalau 2 bulan kalian nggak dapat calon istri bunda kawal kalian kemana mana liat aja" Elisa tidak mau Bobi dan Lio kelamaan menikah
"nggak bunda, nggak mau" Bobi menggandeng tangan Elisa dan merengek seperti anak kecil
"jangan bunda" Lio pun duduk dilantai dan menggoyangkan kaki Elisa
Elisa pun tertawa melihat anak anak angkatnya sayang padanya
"mumpung kami sehat lo,kalian harus serius dari sekarang" Rizal berbicara dengan serius nya
__ADS_1
"iya ayah, pasti akan kami bawa kehadapan bunda dah ayah" Lio memohon karena dia belum bisa meluluhkan hati Dini
"doakan kami ayah,kami juga mau mempunyai istri seperti Jovan" Bobi bicara dengan seriusnya
"sudah semua kita berangkat nanti terlambat" Jovan berdiri dan di ikuti oleh Lio Bobi dan Intan
sesampai nya di kantor, Intan merasa deg degan dan menarik nafasnya dalam dalam
"santai dek ini perusahaan suami kamu" Lio memegang tangan Intan yang dingin
"iya mas, Intan akan berusaha melakukan yang terbaik
"nanti kamu ke ruangan mas Bobi saja kalau bosan" Bobi tau Intan gerogi
Jovan masuk duluan tidak memperdulikan Intan dia masih merajuk karena tadi pagi
Lio dan Bobi menyemangati Intan dan mengikuti Jovan sampai kedalam kantor dan Oliv memanggil semua karyawan untuk berkumpul
"ini Intan Viola,anak magang dari SMK Berjaya,tolong bantu dia dan perlakukan dia dengan baik seperti kalian memperlakukan saya" Jovan berkata dengan tegasnya karena Intan adalah istrinya
"baik pak" semua menjawab serempak dan membubarkan diri untuk bekerja
Intan diperkenalkan dengan Oliv yang akan membimbing nya dan duduk bersama Oliv
"intan kamu bisa rapikan file ini,nanti kita ada meeting jadi banyak yang harus dipersiapkan" Oliv sangat sibuk sebelum meeting dimulai dan dia memberikan 1 contoh pada Intan
"mau kak,sini Intan bantu" Intan pun tersenyum dan duduk di meja kosong sambil mengerjakan tugas yang diberi Oliv.
Jovan sudah sangat sibuk menyiapkan banyak berkas untuk meeting nya nanti dan tidak bisa diganggu.
Intan memberikan file yang sudah rapi itu pada Oliv, kemudahan Oliv memberikan stempel pada Intan dan Intan mengerjakan sesuai perintah Oliv
"yang terakhir kamu minta tanda tangan pak Jovan ya,aku mau siapkan ruang meeting dulu" Oliv mengumpulkan semuanya dan menunjukkan pada Intan bagian mana yang harus ada tanda tangan Jovan
"baik kak" Intan masuk keruangan Jovan dan Oliv keruangan meeting
"permisi pak, Intan boleh masuk" Intan sudah berdiri di depan pintu Jovan
Jovan tersenyum dan membukakan pintu,dia mengunci pintu kerjanya
"ada apa" Jovan masih pura pura ketus pada Intan dan duduk di kursinya
"pak tanda tangan disini ya" Intan tidak peduli ketus nya Jovan dan berdiri di samping Jovan
"yang mana" Jovan usil pada Intan
"ini pak" Intan sudah menunjuknya tapi Jovan belagak tidak tau
Intan pun semakin mendekatkan badannya ke arah Jovan
"nama saya yang mana" Jovan pun mendekatkan wajahnya pada Intan
Intan pun mencium bibir Jovan dengan lembut dan duduk dipangkuan nya, Intan tidak perduli Jovan mau marah apa tidak
Jovan menggendong badan Intan ke kamar istirahat nya dan menguncinya
"sayang kamu kenapa selalu menggoda Aa" Jovan membaringkan Intan dikasur didalam kamar itu
"i love you sayang, Intan pun menciumi bibir Jovan dengan ganasnya membuat Jovan benar-benar tidak bisa menahan lagi
"jangan salahkan Aa kalau kita khilaf ya" Jovan pun membalas ciuman intan dan turun ke lehernya ingin rasanya Jovan meninggalkan jejak merah tapi dia masih tau tempat
Intan menikmati sekali permainan Jovan, Jovan melihat wajah istrinya yang sudah menikmati permainan nya.
saat Jovan Ingin memegang dada Intan, Intan menghentikan nya dan membalikkan badan Jovan sampai Jovan dibawah nya.
Intan memasukkan dada montok nya ke mulut Jovan,dan itu benar benar surga dunia bagi Jovan dengan senang hati Jovan menyambutnya nya dengan lahap
"Intan cinta sama Aa, Intan mau jadi milik Aa seutuhnya" Intan sudah meracau tidak jelas
Jovan pun menghentikan kegiatan mereka dan berlari ke kamar mandi, Intan tersadar dan merasa sangat malu,dia merapikan baju dan rambutnya dan menunggu Jovan di meja kerja Jovan
__ADS_1
"Intan,liat ya nanti malam,aku akan menagih janji kamu" Jovan tersenyum dan menyudahi kegiatan nya dan membersihkan dirinya