Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Aa ngambek


__ADS_3

Jovan berlari ke kamar Intan,dia mendengar tangisan Intan dengan kuat, Jovan sangat panik sekali


"sayang buka sayang" Jovan menggedor-gedor pintu kamar Intan


"jangan aku mohon" suara Intan sangat kuat sambil menangis


"dobrak pintunya woy,pada bengong lo semua" Jovan membentak semua bodyguard yang menjaga Intan


"maaf pak,kasih kami waktu, sebentar lagi teknisi kami datang untuk membuka pintu ini tanpa di dobrak, karena pintu ini hanya bisa diakses dengan card saja" kepala hotel datang menenangkan Jovan


"aaaaawwwwwwww" Intan semakin berteriak sangat kencang


"nggak,nggak,kamu harus berfikir panjang" suara Meyza juga terdengar dari luar dan membuat semua yang diluar tegang sekali


"buruan" Jovan menendangi pintu kamar Intan,saat teknisi datang Jovan langsung menarik tangannya ke pintu


semua sudah sangat tegang penasaran apa yang terjadi di dalam kamar


"dooor door" suara pistol terdengar jelas ditelinga mereka semua


"awwwwwww" teriak Meyza dan Intan


Jovan tak sabar langsung mendobrak pintu dan masuk kedalam di ikuti semua nya


"kamu kenapa sayang" Jovan berlari melihat Intan dan Meyza yang menangis pilu,dan anak buah Boston sudah mencek semua kamar tidak ada orang lain


"itu mas,drama Korea nya,dia tertembak mas" Intan semakin erat memeluk Jovan sedangkan Meyza langsung membersihkan wajahnya karena terkejut melihat keramaian


"apa ada yang masuk ke kamar ini" tanya Meyza sambil mengambil pistolnya


"kalian berdua kenapa dipanggil nggak ada jawabannya" tanya Pokas panik


"ya pantesan nggak dengar,suara TV besar gini" Jovan mematikan TV nya dan semua keluar kecewa


"maaf pak tadi kami bosan jadi kami nonton drama Korea" Meyza tertunduk malu


"kami mau pindah kamar,nggak disini lagi pintunya udah rusak" Jovan memintanya kepada kepala hotel


"tapi ini tak bisa dimaafkan pak" kepala hotel kesal pada tindakan Jovan


"dia anak nya pak Boston" Meyza tidak suka dengan sikap kepala hotel pada Jovan


"maaf pak, saya akan memberi kamar yang lain,dan saya mohon maaf atas kelancangan saya pak" kepala hotel meminta maaf pada Jovan dan pamit keluar


"mari kita makan dulu dibawah pak Jovan,dan kalian semua silahkan makan dulu" Meyza keluar di ikuti Bodyguard Boston, sedangkan bodyguard Jovan masih menunggu di luar kamar


Jovan kesal dengan tingkah istrinya yang membuat dia sangat cemas


"Aa, kenapa lama" Intan menghampiri Jovan yang duduk di sofa dengan wajah dinginnya


"tetap di situ" Jovan melihat keluar kamarnya

__ADS_1


"galak euy" Intan berbaring di ranjang empuk di dalam kamar,dia memejamkan matanya


Jovan sebenarnya sangat rindu tapi karena drakor yang sangat-sangat menyedihkan itu semua orang jadi cemas sekali


"lain kali kalau nonton, kamu jangan teriak teriak gitu,pakai nggak dengar lagi orang semua panik tau" Jovan berbicara dengan kesalnya


"ya udah sih" Intan mulai kesal dan mengambil hp nya dan memutar musik MP3 dan mengabaikan omelan Jovan


"suami bicara tu dengarkan bukan di acuhkan" Jovan menatap tajam pada Intan dan Intan pun berdiri


"terus mau kamu apa" Intan berdiri tepat dihadapan Jovan sambil melipat tangannya di dada


"kamu tu terlalu,,,,,," Jovan menghentikan ucapannya dan mengingat lagi kesempatan kedua yang diberikan istri nya


"kenapa diam, terlalu apa egois, cemburu,anak anak, tadi aku tampar kak Natasya,mau bilang aku kasar seperti ucapan bunda" Intan berbicara dengan suara besarnya


Jovan meninggalkan Intan agar tak terpancing emosi nya, sedangkan Intan sudah tak peduli lagi dengan orang-orang yang diluar sana


"Pokas, jaga disini" Jovan pergi ke kolam berenang untuk mendinginkan kepalanya dan meminta pada pelayan untuk mengambilkam handuk dan celana boxer


"kenapa gua lebay gitu seh tadi, harusnya gua kan nggak emosi begini,jadi ngambek lagi kan" Jovan berbicara sendiri sambil berjalan ke kolam berenang


Intan yang kesal melihat masih setia duduk di sofa pinggir jendela sambil melihat kolam,matanya tak sengaja melihat Jovan yang duduk di pinggir kolam


"ganteng banget sih kamu Aa" Intan meletakan tangannya di dagu dan tersenyum kecil melihat suaminya


Jovan yang menunggu pelayan datang tak sadar ada wanita yang terpana dengan kegantengan Jovan


"mau ganggu suami Intan ya" Intan dengan cepat mengganti bajunya dengan bikini yang sangat menggoda para pria, bikini berwarna biru dan memakai kimono biru sangat indah di mata siapapun, Intan menuju kolam berenang


sementara di kolam berenang Jovan sudah mengganti pakaian nya untuk berenang,


Sinta yang sudah memperhatikan Jovan lama sangat tergoda sekali dengan badan kekar dan wajah tampan Jovan


"gua rela cuma jadi teman tidur dia" Sinta akhirnya berjalan menuju Jovan, dan melakukan pemanasan dulu dengan gaya menggoda nya, sementara Intan sudah tersenyum menjijikkan.


Jovan tidak melihat Sinta sama sekali, dia langsung masuk ke kolam berenang dan mulai berenang dengan seriusnya


"nggak kepancing ya" Sinta heran kenapa Jovan acuh sekali padahal badan Sinta sangat montok


Sinta juga masuk ke dalam kolam berenang,dan mendekati Jovan, sedangkan Jovan menjauhi nya


"masih cantikan bini gua" kata Jovan dalam hatinya


"tolong,tolong" Shinta berteriak ada yang menarik kakinya dari bawah, padahal hanya ada dia dan Jovan di dalam kolam


"masih mau ganjen sama suami saya" Intan akhirnya muncul ke permukaan kolam, Jovan tersenyum melihat Intan yang sangat berani pada pelakor


"kamu kurang ajar" bentak Sinta dan keluar dari kolam


"sayang" Jovan mendekati Intan dan Intan mencium bibir suaminya di hadapan Sinta sedangkan Sinta sangat malu dan pergi meninggalkan Jovan dan Intan

__ADS_1


"Jovan William, kamu tergoda ya sama cewek tadi" Intan melepas ciumannya dan meletakkan tangannya di leher Jovan bergelayut manja


"tidak akan pernah,1000x lipat lebih cantik kamu" Jovan menarik pinggang Intan hingga mereka sangat dekat


"Intan masih marah" Intan melepaskan Jovan dan naik keatas, Jovan sangat kagum dengan badan indah Intan


"mau kemana" Jovan mengangkat badan istrinya dan membawa nya ke kamar ganti


"lanjutkan di kamar aja sayang" Intan mencium bibir suaminya dengan ganasnya dan keluar mengambil kimono dan handuk suaminya, sedangkan Jovan tersenyum senang dan mengambil semua bajunya


"pak ini card kamar barunya" Meyza memberikan nya pada Jovan sedangkan Intan sedang bergelayut manja di tangan suaminya


"dek, kakak mau pulang dulu ya, nanti kakak datang lagi" Meyza sudah tau apa yang akan terjadi pada 2 manusia gemes itu


"kak buruan nikah sama mas Lio,biar bisa gini" Intan menggoda Meyza dan Jovan tertawa


"apa sih dek" Meyza pun tersenyum dan meninggalkan mereka berdua


Jovan sudah tak sabar langsung menarik tangan Intan kedalam kamar


"genit" Intan memeluk Jovan dan mereka masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dulu,dan melanjutkan permainan mereka di dalam kamar mandi


"udah Aa, Intan nggak mau lagi" Intan mendorong Jovan yang mau mengulangi lagi dan berlari mengambil handuknya


"sayang sekali lagi ya" Jovan memohon manja pada istri nya


"dasar om om genit" Intan semakin ngeri melihat kecanduan Jovan padanya


"sayang" Jovan menarik handuk Intan dan mengulangi nya di sofa,dan Intan pun menuruti nya lagi,dengan ganasnya Intan bermain di atas Jovan dan itu yang membuat Jovan sangat puas


"ini mau kamu kan Aa,ini Intan kasih semua buat kamu" Intan sudah terbuai dengan kenikmatan yang didapatkan nya


"sayangku, Intan Viola" Jovan menarik badan Intan dan mengul*m rakus dada istrinya dan membalikkan badan Intan hingga akhirnya Jovan tumbang dengan keringat di badan mereka berdua


"mau bayi disini Aa" Intan mengusap perut datarnya dan Jovan mengusap lembut perut Intan


"sayang, jadinya nanti mami tunggu 1 tahun siap operasi ya,kalau buatnya tiap hari nggak apa-apa" Jovan mencium perut istri nya


Jovan dan Intan selesai dengan pelepasan hasrat mereka dan keluar dari hotel dan mereka masuk kedalam mobil


"sayang, Aa ada kejutan sedih buat kamu" Jovan membawa Intan untuk ketemu Tika


"maksud Aa teh apa" Intan melihat wajah tampan suaminya.


"nanti kamu lihat ya sayang" Jovan masih fokus menyetir


Intan tak mau ambil pusing dia menikmati perjalanan nya dulu, sambil sesekali mencium pipi suaminya


"i love you" Jovan memberhentikan mobilnya di jalan sepi dan menyambar bibir Intan yang terus-menerus menggodanya


"nggak mau" Intan membenamkan wajahnya di leher suami dan menghisap nya kuat,agar suaminya nggak dilihatin cewek lain

__ADS_1


"kamu ya" Jovan melanjutkan perjalanan mereka dengan perasaan senang luar biasa


__ADS_2