
"Ada apa suster" tanya Jovan yang sangat panik.
"Saudara Intan Viona harus segera dioperasi karena usus buntu nya sudah meradang dan tidak bisa ditunda lagi pak,saya minta keluarganya untuk segera ke ruangan Dr Arlan" kata perawat itu pada Lio,Jovan dan Bobi
Mereka bertiga pun berjalan mengikuti perawat itu untuk keruangan Arlan dan masuk kedalam ruangan Arlan.
"Kita harus cepat Bos kalau tidak ini akan membahayakan Intan" kata Arlan yang sudah sibuk menyiapkan surat pernyataan supaya Intan bisa dioperasi sesegera mungkin.
"Gua yang bertanggungjawab,dan silahkan segera operasi Intan dan lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan adik gua Ar" kata Lio dengan wajah cemas nya
"Pak Handoko dan Desi akan gua urus nanti yang penting Intan selamatin dulu Ar gua mohon" kata Bobi yang juga panik
Jovan hanya terdiam dan bersandar di kursinya,dia merasakan takut luar biasa bahkan saat Devina pergi rasa ketakutannya tidak separah ini.
"Intan jangan tinggalkan aku lagi" kata Jovan dan duduk langsung mengambil surat pernyataan dan menandatangani semua nya.
"Sekarang gua mohon Ar selamat kan gadis itu" kata Jovan yang akhirnya menangis karna dia sangat takut jika Intan pergi.
"Jo gua mohon lo berdoa,akan gua usahakan semampu gua,dan terus berdoa supaya Operasi ini berjalan lancar,kalau tadi usus buntu Intan tidak meradang bisa hanya laser,tapi ini sudah bernanah dan hampir pecah" kata Arlan menerangkan
"Gua percaya sama lo Ar" kata Bobi tenang
"Intan operasi jam 1 siang nanti,dan kalian bisa melihat Intan sebentar saja" kata Arlan yang sudah bersiap siap mengurus semua nya
"Jo gua urus biaya administrasi dulu,dan Lio urus kamar inap Intan,nanti kami susul" kata Bobi meninggalkan Jovan.
Mereka keluar dari ruangan Arlan dan mengerjakan tugas mereka masing masing
Jovan duduk di samping Intan,dia melihat Intan belum sadar juga,Jovan mengusap kepala Intan dengan lembutnya dan melihat kening Intan memar dan benjol.
Jovan bahkan sangat marah melihat keadaan gadis yang mulai mencuri hatinya "Intan kamu harus kuat ya,Aa mohon jangan tinggalkan Aa,cukup Aa kehilangan 1x tidak untuk ke 2 kalinya Intan".
"Lio bagaimana cara memberitahu ibu dan bapak Intan,gua takut mereka akan syok" kata Bobi yang menunggu diluar IGD
"Gua juga bingung,otak gua benar-benar kacau sekarang" kata Lio yang sudah tidak bersemangat lagi
Jovan pun keluar dari IGD,dan Bobi masuk kedalam melihat Intan
__ADS_1
"Hai suara emas yang kuat ya,mas disini sama kamu,dan mas akan menjaga kamu" kata Boby yang juga emosi melihat memar di kening Intan
Perawat datang untuk membawa Intan ke ruang operasi,Jovan,Lio dan Bobi mengikuti Intan sampai keruang operasi.
"Nanti saja telfon ayah bunda kalau Intan sudah selesai operasi" kata Jovan pada Lio dan Bobi,mereka bertiga sedang menunggu Intan diluar kamar operasi
"Tadi lo ke Bandung buru buru untuk menandatangani surat jual beli tanah kan Lio" kata Bobi memulai pembicaraan
"Iya tadi gua langsung berangkat naik helikopter di atap gedung kita" kata Lio lemas
"Akhirnya tanah impian lo terbeli juga setelah 5 tahun lo menunggu" kata Jovan senang
"gua batalin" kata Lio
"Apalagi masalah nya Lio" tanya Bobi heran
"Yang punya tanah itu Farid Jalkon,dia orang tua Windi yang membuat Intan seperti ini, bahkan dia berani membentak gua,lebih baik gua batalkan dan dia akan menyesali semuanya" kata Lio dengan tatapan kosong
"Kita putus semua kerjasama dengan perusahaannya dan blacklist dia dari semua anak perusahaan Wiliam" kata Jovan pada Bobi dan Lio
"Hancurkan dia Jo,buat dia menyesal" kata Lio dengan datarnya
"Dan Intan jangan tau soal Windi dia akan terus-menerus memaafkan dan memaksa kita lagi" kata Jovan
"Iya tadi Intan minta Jovan memaafkan Mama nya Alex,dan Jovan mengizinkan untuk berjualan lagi" kata Bobi pada Lio
Mereka pun terdiam saat seorang perawat berlari dan membawa dokter lain lagi keruangan Intan.
"Pak nanti akan dijelaskan oleh dokter Arlan" kata perawat dan menutup kamar operasi
"Apalagi sekarang" kata Jovan yang sangat gusar dan ketakutan. Dia pun bersandar kedinding mengangkat kepalanya dan meletakan tangannya didalam saku celananya
2 jam berlalu Arlan sudah selesai dengan operasi nya dan dia keluar dengan dokter Beni.
" Kalian bertiga ikut keruangan gua" kata Arlan diikuti oleh Jovan Lio dan Bobi
"Tadi ada 2 operasi bos,yang pertama usus buntu dan kedua ada tumor kecil diluar rahim Intan jadi langsung gua panggil dokter Beni spesialis kandungan untuk menangani itu,karena gua nggak bisa lakuin yang bukan wilayah gua" kata Arlan menerangkan
__ADS_1
"Tumornya kecil jadi lebih cepat lebih baik jika langsung diangkat,dan tidak akan menjadi penghalang dikemudian hari jika Intan menikah dan hamil" kata Beni lagi
"Kalau untuk menikah rasanya masih sangat jauh karena dia masih SMA Ben" kata Arlan tertawa
"Apa resiko nya jika Intan menikah muda* kata Bobi penasaran
"Kalau takdirnya untuk menikah tidak ada yang bisa melarang,tapi jika hamil bisa ditunda dulu kan, karena Intan mengalami 2 operasi jadi dia bisa hamil setelah 2 tahun operasi" kata Beni menerangkan pada mereka bertiga
"Kalau gitu adek gua nggak boleh nikah 3 tahun ke depan" kata Lio memancing Jovan
Jovan merasa kata kata Lio sangat tidak enak didengar,bukankah semua keputusan ditangan Intan
"Kalau begitu 3 tahun lagi lamaran gua bisa masuk bos" goda Beni pada Lio yang sudah merasa akrab.
"Dia punya 3 mas pak dokter,jadi tanya dulu.2 orang ini" kata Lio tertawa pada Beni dan melihat ke arah Bobi dan Jovan
"Kalau lo bisa buat adek gua bahagia dan jangan menyusahkan dia,tidak masalah buat gua,gimana menurut lo Jo,cocok kan adek gua sama Beni" kata Bobi sengaja menyindir Jovan
"5 tahun besok Intan baru tamat kuliah dan dia akan bekerja di William groups,jadi Intan tidak boleh berpacaran selama kuliah" kata Jovan menatap dingin pada Beni
"Santai bos dia hanya bercanda" kata Arlan menepuk bahu Jovan
"Maaf Jo,gua bercanda kok" kata Beni tidak enak atas jawaban Jovan
Jovan hanya tersenyum pada Beni.
"Ok sepertinya Intan sudah pindah kamar dan kalian hanya boleh menunggu di ruang tamu pasien karena ruangan Intan sekarang harus sangat steril" kata Arlan pada 3 sahabat nya.
Jovan,Lio dan Bobi mengucapkan terimakasih kepada Beni karena sudah turut serta membantu operasi Intan dan merekapun menuju kamar Intan dikamar VIP
Lio pun duduk di sofa kamar Intan dan menelfon Elisa "Bunda ke rumah sakit sekarang nanti kami ceritakan semua nya"
Elisa yang sedang di butik pun segera menuju rumah sakit yg dikatakan Lio dan sudah dijemput Rizal
"Kenapa lagi 3 bocah itu" kata Elisa pada Rizal
"Ayah juga nggak tau bun" kata Rizal dengan wajah tidak enak.
__ADS_1
Sesampainya dikamar Intan,Lio menceritakan semuanya kepada Rizal dan Elisa
Sementara Jovan berdiri melihat Intan dari kaca dan dia pun berteriak melihat Intan.