Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Jovan dan Devina


__ADS_3

Lio masuk ke ruangan Jovan untuk mencari Intan


"mana adek gua" Lio masuk dan mencari Intan


"dibawa Bobi, kenapa kalian sibuk nyari bini gua terus" Jovan sangat kesal karena Intan tidak ada di kantor


"kan adek gua, napa lo kesal" Lio heran melihat Jovan yang badmood


"lagi merajuk Intan ama gua,baru juga nikah 3 hari udah ribut karena salah paham" Jovan menghentak hentakan kakinya ke lantai


"heran gua,baru jadi manten heboh banget,ada masalah apa" Lio pun bertanya pada Jovan


Jovan menceritakan semuanya pada Lio,


"kenapa pakai datang ke sini Devina,gua memang dulu menunggu dia tapi perasaan dan pikiran gua cuma sama Intan,gua baru sadar saat jauh dari dia, pikiran gua kacau total" Jovan menjelaskan nya dengan lesu


Lio melihat kesungguhan Jovan yang memang sudah tidak ada perasaan apa apa lagi pada Devina "ntar gua bantu bujuk dia"


"seriusan lo" Jovan mulai bersemangat


"iya,dah gua keluar dulu mau ngopi tempat buk Niten" Lio pun meninggalkan Jovan


sementara di rumah Devina


"gua kemas barang gua dulu deh, mumpung kepala gua lagi bersahabat" Devina mulai mengumpulkan barang-barang nya dan menyusun kedalam kardus


saat Devina mengumpulkan album album photo nya dan membuka nya,dia menemukan diary nya saat SMA dulu


"di buku ini awal perjalanan cinta gua dengan Jovan,gua baca ini untuk yang terakhir kali,karena gua nggak tau kapan ajal itu akan menjemput" Devina mulai membuka dan air matanya menetes melihat tulisan Jovan


flashback Devina on


7 tahun yang lalu saat Devina kelas 2 SMA.


"woy ada murid pindahan baru dari Bandung, cakep banget pasti kalian bakal histeris" seorang murid perempuan kelas Devina berlari kedalam kelas untuk memberitahu


semua murid perempuan dikelas Devin pun sudah tidak sabar dengan kehadiran nya


Jovan dibawa oleh wali kelas Devina untuk diperkenalkan dan segera mengikuti pelajaran


"ganteng banget" kelas Devina sangat riuh hingga Devina terbangun


"kalian semua bisa diam,ini ada murid baru namanya Jovan William pindahan dari Bandung" wali kelas pun memperkenalkan Jovan


"nama gua Jovan" perkenalan singkat dari Jovan tapi membuat semua perempuan dikelas berteriak histeris tapi tidak bagi Devina


"kamu silahkan duduk dekat Devina,dia murid yang pintar kamu bisa bertanya pada dia, Devina kamu bisa bantu Jovan mengejar ketinggalan pelajaran nya" wali kelas pun menunjuk Devina sebagai orang yang membantu Jovan


"iya buk" Devina pun mau membantu Jovan


Jovan berjalan ke tempat Devina dan Devina langsung memberikan buku catatannya untuk di photo copy Jovan dan dia juga mencatat jadwal pelajaran buat Jovan


"photo copy aja biar lo nggak capek,ini juga ada jadwal pelajaran yang udah gua catat,lo bisa tanya gua kalau nggak ngerti ya" Devina pun melanjutkan bisa tidurnya


Jovan hanya terdiam dia tidak menjawab apa apa dan memasukkan semua ke dalam tas


"woy lo masuk team gua,ada tanding basket hari ini kurang 1" itu suara Bobi, disini lah awal mula pertemuan Jovan dan Bobi


"baju gua ada nggak" Jovan langsung menerima tawaran Bobi dan meminta bajunya


"aman bro,ikut gua ke pak Ucok guru olahraga" Bobi pun membawa Lio menemui pak Ucok

__ADS_1


"pagi pak Ucok maaf mengganggu,ini teman saya ada yang mau ikut tanding basket masih ada pakaian buat tanding pak" Bobi dan Jovan pun masuk keruangan ganti baju mengikuti pak Ucok


setelah ganti baju Bobi membawa Jovan ke lapangan basket


"siapa nama lo" Bobi bertanya terlebih dahulu


"Jovan William,lo siapa" Jovan bertanya balik


"Bobi,gua ketua tim kita" Bobi pun menjawab Jovan


"sekarang di team kita ada Jovan untuk gabung bareng kita semua" Bobi memperkenalkan Jovan


Devina yang terjaga melihat Jovan tidak ada,dia melihatnya sedang bermain basket


"gua suruh photo copy dulu malah asyik main basket" Devina pun mengambil catatan nya tadi dan menyimpan nya dalam tas nya


"usaha sendiri,nggak akan gua bantu" Devina kesal dan membereskan buku bukunya untuk pulang


Jovan dan Bobi semakin kompak di lapangan basket sampai mereka juara 1 dan pertandingan ny pun usai.


"keren banget sih lo mainnya Jovan, di bandung lo rajin main basket juga ya di sekolah" Bobi dan teamnya istirahat karena kelelahan


"iya gua hobi basket,sering tanding antar sekolah juga" Jovan menerangkan pada Bobi


"gabung kita aja ya,kita sekarang 1 team" Bobi mengulurkan tangannya pada Jovan dan Jovan menyambutnya


"thanks Bob" Jovan pun menepuk bahu Bobi


Jovan,Bobi dan team nya, membersihkan badan mereka yang keringatan, dan Jovan kembali ke kelas untuk mengambil tas nya dan dia melihat buku Devina tidak ada dalam tas nya ,Jovan kebingungan sendiri dia mau bertanya tapi kelas sudah kosong.


keesokan harinya Jovan datang lebih awal untuk menemui Devina di sekolah


"Devina,buku catatan lo nggak ada dalam tas gua" Jovan langsung masuk ke dalam kelas dan menghampiri Devina


"kan gua belum photo copy, kenapa lo ambil" Jovan tidak terima dengan perlakuan Devina


"kenapa lo nggak langsung photo copy malah main basket" Devina mengeluarkan banyak buku yang sudah di sampul rapi dan bertuliskan nama Jovan


"ini semua lo photo copy sendirian,rapi banget lagi" Jovan senang sekali dan tersenyum


"bayar" Devina menadahkan tangan nya


Jovan memberikan 100 ribu pada Devina "cukup kan"


"waw terima kasih ya" Devina senang sekali dan berdiri meninggalkan Jovan


"gua yang terima kasih" Jovan pun membaca buku catatannya dan senang sekali


bel sekolah berbunyi, Devina masuk kedalam kelas setelah membeli sesuatu dan memakannya


"Jovan catatannya udah beres" wali kelas pun bertanya pada Jovan


"sudah buk" Jovan tersenyum pada gurunya


Devina pun mulai tidak enak pada perutnya dan mulai pusing


"ibu tolongin Devina" Devina pun berteriak dan Jovan terkejut


"lo kenapa Devina" Jovan menangkap badan Devina yang hampir jatuh ke lantai


"kamu makan sembarangan ya, Jovan bisa bantu ibu bawa Devina ke UKS" Jovan pun langsung menggendong Devina dan masuk ke dalam UKS

__ADS_1


Devina muntah terus sambil menangis,dan Jovan tidak tega melihatnya dan dia pun membaluri telapak kaki Devina dengan minyak telon dan memijitnya lembut sampai Devina tertidur


"ibu telfon dokter keluarga mereka dulu ya,kamu temani dia sebentar Jovan" wali kelas Jovan pun pergi untuk menelfon dokter Devina


"lo kenapa sih" Jovan penasaran


tak lama dokter pun datang dan memeriksa Devina, Jovan menunggu di luar karena tidak mungkin didalam saat Devina di periksa


"dia makan sembarangan ya" Dokter menanyakan pada wali kelas Devina


"saya tidak tau pak, karena saat saya mau mengajar di kelas dia sudah kesakitan" Lini nama wali kelas Devina


Dokter pun memberikan resep obat pada Lini untuk diberikan saat bangun nanti


Jovan pun kembali kedalam kelas dan melihat Bobi ternyata 1 kelas dengan nya


"Bob, kita 1 kelas ya"


"iya gua 1 kelas sama lo Jo, darimana lo" Bobi pun duduk di kursi Devina


"gua bawa Devina ke UKS tadi dia pingsan dikelas kata dokternya salah makan" Jovan menerangkan pada Bobi


"makan sembarangan kali dia, kasihan juga lihat dia, cewek di kelas pada sepele sama dia karena nggak bisa jajan sembarangan,dia nggak punya uang jajan" Bobi menceritakan pada Jovan


"kita mulai belajar ya, Devina biar istirahat dulu" Lini pun memulai pelajaran dan Jovan juga mencatat semua di bukunya dan Devina


jam pelajaran usai Jovan memasukkan buku Devina dan dia terkejut melihat banyak obat-obatan di tas Devina,ada obat lambung,kepala,dan alergi


"kenapa makan sembarangan kan lo udah tau nggak bisa, balikin sisa uang gua sini" Jovan pun menarik uang nya kembali karena pasti dengan uang itu Devina jajan sembarangan


"nggak mau,kan lo udah kasih gua nggak boleh minta lagi" Devina menolak memberi uang itu


"gua yang ambil atau lo yang balikan dengan sukarela,besok gua bawa gantinya" Jovan mengancam Devina dan Devina pun memberitahu sisa uang Jovan


"rumah lo dimana,gua antar pulang ya" Jovan menawarkan bantuan pada Devina


"iya deh kepala gua masih pusing" Devina pun setuju dan Jovan mengantarkan Devina pulang


Jovan pun meminta pada bundanya untuk dibuatkan sarapan sehat untuk dibawa ke sekolah


"ni buat lo, makanannya sehat kok" Jovan memberikan nya pada Devina


"sayuran lagi ya" Devina tidak mau menerimanya karena sudah bosan dengan sayuran


"lihat dulu" Jovan membukakan kotak bekal nya dan bau ny benar benar enak sekali


Devina pun mencobanya dan dia ketagihan, Bobi yang baru datang merasa lapar dan menghampiri Devina


"gua mau" Bobi menarik kotak makanan Devina dan memakannya


"enak kan Bob,gua masih mau jangan habiskan semua" Devina menarik tangan Bobi


Jovan pun mengambil kotak bekal nya dan menyuruh mereka berdua tenang dan menyuapi mereka berdua


"Jo gua kok suapannya sedikit, Devina penuh" Bobi protes kepada Jovan


"lo cowok dia cewek" Jovan menjawab dengan santai nya


"kan sama sama manusia Jo" Bobi tidak terima tapi tetap mengunyah makanannya


"udah makan aja,besok gua bawa 2 kotak buat kalian berdua" Jovan pun menyimpan kotak bekalnya karena sudah habis

__ADS_1


flashback Devina off


"gua seneng Jovan sudah menemukan Wanita yang pantas buat dia,gua berharap semua tetap baik baik saja saat gua pergi selamanya" Devina menitikkan air matanya dan menutup buku diary nya


__ADS_2