
dengan sabar nya Elisa mengelus rambut Intan
"tadi Intan makan seafood bunda sama Aa, terus Intan lihat Aa cuma makan nasi goreng aja, Intan kasih seafood Intan ke nasi Aa,terus Aa mau makan Devina datang dan pegang tangan Aa dia bilang Aa alergi seafood, Intan diam tapi malu pada diri Intan kenapa tidak tau sama sekali" Intan menangis semakin kencang
"terus" Elisa membersihkan air mata Intan dengan tissue
"harusnya kan Aa bilang dong bunda,nggak bisa makan itu jadi kami bisa makan yang lain, kenapa diam aja, Intan kelihatan bodoh di depan Devina sampai dia bentak Intan,dan Natasya temannya bilang pernikahan diatas hutang budi tidak pantas di bangga" Intan terus mengingat kata kata itu.
"nanti bunda urus Natasya, siapa dia berani mengatakan itu pada menantu Elisa Polan" Elisa tersinggung dengan ucapan Natasya
"jangan lagi bunda,soalnya tadi kak Meyza siram dia pakai air dan kak Meyza juga yang lindungi Intan tadi,dia polwan bunda,dan kayak nya mas Lio suka deh ama kk Meyza" Intan tersenyum lagi dan Elisa akan menyetujuinya
"sayang,saat Jovan kecil pernah penasaran dengan makanan seafood,bunda masakin buat dia, selesai dia makan udang, kepiting Jovanbatuk dan dadanya sesak,semua badannya merah bentol bentol,bunda ketakutan dan histeris takut anak nakal itu tinggalin bunda tapi dia selamat dan bunda tidak pernah lagi memberikan itu padanya,saat dia SMA bunda dan ayah sibuk bekerja dia tidak terima kalau kami berdua sibuk,dia nekat makan seafood di sekolah sampai di rumah dia tidak bisa bernafas sama sekali" Elisa mengingat itu sampai dia menangis
"maafkan Intan, Intan istri yang buruk" Intan menutup wajahnya dengan selimut dan menangis, Jovan yang mendengar di sofa mendekati Intan dan Elisa
"dengar bunda nak,mas Lio dan mas Bobi teriak teriak menangis memanggil bunda dan ayah yang sedang bertengkar karena tidak ada yang mau mengalah untuk berhenti bekerja,bunda keluar dan Jovan sudah pingsan,kami bawa dia kerumah sakit dan dia dirawat karena seafood akhirnya bunda tau kesalahan bunda dan bunda selalu dirumah memasak, mengajarkan mereka bahasa Inggris,membuat kue sama sama dan setiap mau tidur bunda harus kelonin dulu baru tidur" Jovan menangis mendengar cerita Elisa
Lio dan Bobi juga sudah mendengar semuanya dari luar,
"bunda gua Elisa Polan tidak ada yang lain" Bobi tidak mau lagi mengingat mama dan papa nya
"kalian anak ayah" Rizal memeluk Bobi dan Lio dan Meyza yang baru datang kasihan dengan Boston yang ingin sekali memeluk Lio
Intan menangis sampai dia susah bernafas dan Elisa memasang oksigen ke hidung Intan dan Jovan memegang tangan Intan yang gemetaran.
"sayang kamu tenang nak,bunda akan menjaga kamu, pikirannya jangan yang aneh-aneh ya" Elisa mengusap punggung Intan dan Intan kembali bernafas normal
"udah sayang, Aa minta maaf ya,jangan nangis lagi,kamu boleh marahin Aa kalau udah sembuh, Aa akan tahan emosi Aa,tapi jangan sakit gini, Aa nggak mau" Jovan memeluk Intan
Elisa keluar kamar Intan dan melihat Lio dan Bobi yang sedih dipelukan Rizal, Bobi yang melihat Elisa keluar berdiri dan berlutut di kaki Elisa
"apa pun yang terjadi jangan benci Bobi bunda, Bobi sangat sayang kalian semua" Bobi menangis sambil menatap wajah Elisa
"kamu kenapa" Elisa membawa Bobi berdiri dan melihat wajah Bobi yang menangis
"jangan usir Bobi dari keluarga William bunda, Bobi nggak mau seorang diri lagi, Bobi takut hidup sendiri" Bobi sangat takut jika Elisa tau Miko papa nya dalang dari semua kejadian tadi
"kamu bicara apa nak,kamu yang nggak boleh tinggalin bunda, kalau kamu tinggalkan bunda,bunda akan menetap di Singapore" Elisa memeluk Bobi,dia sudah berusaha keras menghilangkan trauma Bobi
__ADS_1
Rizal sudah tau semua ceritanya dari mata matanya,dia sudah tau alasan ketakutan Bobi
"sini kamu Bobi" Rizal memanggil Bobi dan membuka tangannya untuk memeluk Bobi
"ayah, jangan tinggalkan Bobi, jangan usir Bobi" Bobi menangis sejadi-jadinya dipelukan Rizal
"tidak nak,kalau kamu tinggalkan ayah,akan ayah bawa kamu kembali ke pelukan ayah" Rizal memeluk erat Bobi dan menangis juga
"bunda" Lio memeluk Elisa dan menangis juga
"kalian berdua kenapa jadi cengeng gini, selama bunda pergi kalian makan apa" Elisa menahan air matanya lagi tapi tidak bisa
"kami berdua anak yang sangat menderita karena keegoisan orang tua kami,seandainya kami berdua tidak ditangan ayah dan bunda pasti kami sudah menjadi preman jalanan,tidak ada yang sayang kami bunda seperti kasih sayang kalian" Lio memeluk erat Elisa.
"bunda yang bersyukur kalian mau jadi anak bunda dan ayah" Elisa mencium rambut Lio
"terimakasih,bunda tidak pernah membedakan Lio dengan Jovan, terimakasih kesabaran bunda mendidik Lio yang sangat kasar dulu sampai menjadi seperti ini" Lio terus mengingat semua kebaikan Elisa
"iya sayang, terimakasih juga nak,kamu mau bunda didik sangat keras sampai kakek Polan turun tangan,bunda tidak gagal nak,kalian sekarang sangat membuat bunda bangga" Elisa membersihkan air mata Lio
"ayah boleh Lio peluk" Lio berjalan ke arah Rizal
"sini nak" Rizal melepas Bobi dan memeluk Lio
"ayah tau, setiap ayah pulang kerja Lio selalu pakai jas ayah dengan bangganya,karena Lio ingin seperti ayah, berhasil,tampan dan bertanggung jawab, Lio dulu sempat iri pada Jovan dia punya segalanya nenek,orang tua,dan adik,tapi ayah tau Lio cemburu, kemudian ayah selalu bawa Lio kalau pulang kerja untuk beli makanan" Lio bercerita pada Rizal.
"kamu anak pertama ayah nak" Rizal sangat bersyukur Lio menyelamatkan William group
"sampai Lio sakit, Lio tidak bilang ke ayah dan bunda, tapi ayah selalu masuk kamar jika pulang kerja dan ayah melihat Lio sudah pingsan,ayah menangis membawa Lio dan ayah jaga Lio tidak pernah pulang sampai Fani dan Jovan menginap di rumah sakit karena tidak bisa jauh dari Lio,dari situ Lio tau kasih sayang mereka sungguh besar untuk Lio" Lio melepaskan pelukannya dan menatap Rizal yang sudah menua
"ayah, sangat sayang kalian berempat" Rizal merapikan rambut Lio
"Lio mau jadi anak ayah sampai kapan pun" Lio mengucapkan nya hingga Meyza pun menangis melihat luka yang sangat dalam pada Lio
Bobi, Lio dan Rizal memeluk Elisa
"wanita yang sangat hebat" mereka sangat sayang Elisa
Intan dan Jovan masih diam tidak mau bicara
__ADS_1
dan akhirnya Rizal masuk lagi untuk mendamaikan anak dan menantunya
"ayah udah pulang" Intan menyalam tangan Rizal dan mencium punggung tangan nya
"masih marah sama Jovan,biar ayah kirim dia ke danau Toba sana nangkap ikan" Rizal mulai bercanda agar tidak tegang
"kita mau ke danau Toba yah, kapan" Bobi langsung nimbrung dengan omongan Rizal
"asyik bawa pancing nanti aku,mancing mania lah kita kan,dah terbayang kali aku dah" Lio berbicara dengan logat medan
"pancing anak gadis lah kau,sakit kepala ku,lihat kalian dua jomblo akut" Jovan juga membalas dengan logat medan
"udah ku pancing, umpan ku mahal pula ada rumah,mobil, perhiasan tapi janda yang makan umpannya,nggak mau lah aku" Bobi juga tak kalah heboh
"jadi kapan kita ke Bali nya yah" kata Lio dan Intan tertawa terbahak-bahak sampai dia menepuk nepuk kasur nya
"kenapa pula kau ke Bali, kita kan bahas danau Toba" Bobi menyadarkan Lio dengan nada semakin tinggi
"ya aku tau ndak usah emosi kau Bob,salah aku nanya,mana tau ayah suruh kita tangkap baby shark ke Bali sana" Lio membela diri dengan gaya abang abang medan
"baby shark duddududu baby shark" Boby memutar YouTube dan berjoget-joget baby shark di ikuti Lio, Rizal dan Intan tertawa sampai sakit perut
"kalian berdua ya bisa buat nangis, bisa buat ketawa,aduh" Elisa yang duduk di sofa tertawa dengan tingkah 2 anak angkat nya
Jovan terus memandangi Intan yang sangat cantik, Intan melihatnya dan Jovan mengangkat alisnya dan memajukan bibirnya, Intan tersenyum malu
saat musik dangdut akan diputar Bobi sudah siap dengan goyangannya
"tarik mang semongko" Lio berteriak seolah olah dia sedang ada di acara orgen tunggal
"duduk kalian berdua" Elisa mematikan HP dan menyitanya, Lio dan Bobi yang sudah hampir bergoyang kecewa sekali
"bunda,itu musiknya kenapa dimatikan,ini lagi viral lo" Bobi meminta HP-nya
"sini kamu biar bunda viralkan" Elisa memakaikan lipstik ke Bobi dan Lio sudah lari keluar dengan tertawa
"bunda,nanti si tampan ini bisa salah jurusan lo" Bobi menghapus nya dengan tissue
Rizal sudah tak jadi membujuk Intan karena dia sudah tertawa
__ADS_1
"tadi lo serius mau makan udang nya Jo" Bobi masih penasaran sekali
"nggak Bobi,gua udah tau pasti celaka,gua mau suapin ke Intan tapi gua buat ke mulut gua dulu mau bercanda ama dia,eh Devina datang megang tangan gua,kan Intan jadi salah paham padahal siap gua suapin ke dia ya gua akan jujur kalau alergi seafood" Jovan menerangkan pada semuanya