Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Jovan merayu intan


__ADS_3

"maaf Aa, Intan tadi gitu supaya Aa nggak marah lagi" Intan tertunduk malu


"sayang nanti malam ya,kan udah janji" Jovan menarik Intan dan mendudukkannya di pangkuan nya


"tadi Aa salah dengar itu" Intan tambah malu dan wajahnya sangat merah


Jovan mencium bibir manis istrinya "nanti malam ya sayang, nggak enak nahan sendirian"


"tanda tangan cepat sayang" Intan menunjuk ke file yang tadi dibawanya


Jovan pun tersenyum dan membaca semuanya dan meletakkan kepalanya di dada Intan


"genit banget sih Aa" Intan menciumi rambut suaminya dan Jovan menanda tangani nya


"Intan keluar dulu ya sayang" Intan berdiri dan keluar dari ruangan Jovan


"mulai besok meja kamu diruangan ini sayang" Jovan melanjutkan pekerjaannya


Intan keluar dari ruangan Jovan dan lega sekali tidak ada Oliv,dia pun memberikan map pada masing masing file dan meletakkan nya di meja Oliv.


"harus absen ke sekolah dulu ini" Intan duduk di mejanya dan membuka web sekolah nya dan melakukan absen


sementara di rumah sakit


"Devina,lo bisa pulang ya sekarang dan ingat harus kontrol dan istirahat ya" Arlan dan Natasya di ruangan Devina karena dia akan pulang.

__ADS_1


"Ar,bisa tolong jual rumah gua nggak,gua malas tinggal di rumah segede itu nggak ada temannya dan capek juga gua bersihkan sendiri" Devina ingin tinggal dirumah yang biasa saja


"terus mau tinggal dimana lo" Arlan penasaran


"mau beli apartemen yang biasa aja terus buka toko bunga" Devina sudah merencanakan semuanya


"cari yang dekat sini aja Vina,jadi kamu dekat buat check up dan aku lebih gampang buat periksa kamu" Natasya memberikan ide


"iya kalau ada dekat sini,aku mau kok" Devina tertawa pada Natasya


" nanti gua tawarin ke Bobi ya,dia emang Investasi rumah gitu" Arlan membantu Devina untuk kelangsungan hidupnya


"iya ke dia aja,uang nya banyak kalau dia" Devina tersenyum


"boleh Tasya, terimakasih ya" Devina pun merapikan baju bajunya selama di rumah sakit


Arlan mengirimkan pesan pada Bobi untuk menawarkan rumah Devina dan Bobi langsung menelfon Arlan


Bobi : dekat mana bro tanahnya


Arlan : dekat perumahan elite jalan KK Bob


Bobi : itu dekat dengan semua tanah gua,kalau mau gua tawar 15 M gimana.


Arlan menanyakan pada Devina dan dia sangat senang tanahnya bisa semahal itu

__ADS_1


Arlan : ok Bob, kelanjutan nya lo urus ama Devina ya


Bobi : baik bro,nanti gua urus langsung ke Devina ya


pembicaraan mereka pun berakhir dan Bobi melanjutkan pekerjaannya


"kenapa lo senang banget" Lio pemasaran


"Devina jual rumah yang dekat sama tanah gua Lio" Bobi sangat senang sekali


"dia pasti perlu uang banget untuk uang rumah sakit nya" Lio sangat kasihan dengan keadaan Devina


"ingat jangan sampai rumah tangga adek gua hancur hanya karena rasa iba" Bobi tidak mau Jovan merusak rumah tangganya sendiri hanya karena iba


Lio terdiam mendengar ucapan Bobi,dia mendukung Jovan untuk menolong Devina,itu semua karena rasa iba dengan keadaan Devina


Oliv yang sudah menyiapkan ruang meeting mengajak Intan untuk memanggil Lio dan Bobi dan juga supaya Intan tau ruangan mereka


"woy lo berdua sekarang kita meeting gua malas nunggu" Oliv masuk sambil membawa tas make up nya


"Intan,ikut meeting ya mas Lio" Lio merasa bersalah pada Intan


"boleh dek, supaya kamu dapat ilmu dan ingat baik baik ya" Lio tersenyum pada adiknya


"dek kamu belajar naik mobil dan motor ya" Bobi ingin Intan bisa mengendarai nya

__ADS_1


__ADS_2