
Intan pun datang bersama keluarganya dan berdiri di hadapan semua tamu,dan semua bertepuk tangan melihat kecantikan Intan
Lio pun berjalan bergabung bersama keluarga Handoko dan memberikan ucapan terimakasih kepada semua yang datang
"kita lanjut potong kue ya" MC memandu acara
Intan kesal karena sahabat nya Fahrul, Geri dan Cika tidak nampak sama sekali,
"teteh kenapa cemberut gitu ada apa" Tomi melihat wajah Intan yang tidak enak
"lihat temannya teteh nggak ada yang datang atuh Tom" Intan pun mengatakan kekesalannya pada Tomi.
"pada kemana ya mereka, kenapa tidak datang" Handoko pun mencari cari tapi tidak ada
"awas awas non Fahrul mau lewat" akhirnya 3 sahabat Intan sudah datang dan Intan berlari memeluk Fahrul
"kalian teh terlambat,kenapa gitu" Intan kesal
"kami teh cari ini buat kamu" mereka menunjukkan hadiahnya berupa miniature untuk perlengkapan bernyanyi,ada mic,piano dan ada patung kecil mirip Intan sambil duduk di kursi
"aaaaaaaaaaaaaww ini teh kesukaan saya,dapat darimana atuh kalian" Intan senang melihat kadonya
"makanya kami terlambat teteh gara gara ini atuh" Cika mencubit gemas pipi Intan
"kalian teh memang sahabat terbaik Intan" mereka berempat berpelukan dan acara potong kue pun berlanjut
Jovan senang melihat tawa Intan tapi tidak cemburu pada Fahrul karena memang dia gemulai sekali
semua acara berlangsung ramai dan harus selesai tepat waktu untuk sambung acara lamaran.
"kamu teh cantik pisan Intan" Geri memuji sahabatnya dan Intan pun senang melihat sahabatnya lagi
"gara-gara si Aa tampan itu sekolah kita kembali menjadi sekolah terbaik tidak ada pembedaan lagi" Fahrul menunjuk Lio yang sedang bicara dengan Dini
"iya Aa tampan itu mengganti semua peraturan dan susunan pengurus sekolah yang baru" Cika senang melihat Intan yang sudah tertawa riang
sesudah acara makan selesai para tamu undangan sudah pulang semua dan memang harus diperiksa dengan detail takut ada yang melihat dan menyebarkan gosip yang tidak tidak
lamaran dilakukan secara tertutup dan dijaga ketat oleh Pokas dan anak buahnya
Lio dan keluarga Handoko sudah berhadapan dengan keluarga William dengan banyak seserahan yang diberikan Jovan
"bapak dan ibu orang tua dari Intan Viona,saya Jovan William datang beserta keluarga saya untuk meminta izin dari bapak dan ibu untuk melamar putri kalian yang ingin saya jadikan istri saya, sekiranya bapak dan ibu bersedia menerima saya" Jovan bicara dengan tenang tapi berwibawa
kedua orangtua Intan pun memberikan izin mereka agar Intan menjadi calon istri Jovan
"Intan Viona apa kamu bersedia menjadi calon istri dari Jovan William dan bersama selalu sampai maut memisahkan kita" Jovan bertanya pada Intan
"saya Intan Viona bersedia menjadi calon istri Jovan William" Intan menjawab dengan mantapnya
semua pun senang dan bersyukur acara lamaran berjalan lancar sekarang pun mereka sibuk mengurus pernikahan Intan 2 hari ke depan.
Intan dan Jovan tidak di izinkan keluar rumah sampai hari pernikahan tiba, Jovan mengirimkan pesan pada Intan
Jovan : sayang kamu sedang apa, Aa rindu ketemu sebentar saja bisa nggak
Intan : nggak bisa Aa tunggu besok aja ya,jangan ganggu Intan, Intan lagi perawatan badan dulu
Jovan : ya udah sayang,besok malam mas lihat hasilnya ya
Jovan tertawa membayangkan wajah polos Intan yang membaca pesan nya
"dasar pedofil" Intan membalas pesan Jovan
"nggak sayang, Aa tidak akan memaksamu untuk itu,saat kamu udah siap baru Aa akan melakukan nya" Jovan tidak ingin membuat Intan terpaksa melayaninya di ranjang
__ADS_1
"makasih sayang,i love you" Intan benar benar senang Jovan menghargai nya.
"sini lo calon pengantin" Lio dan Bobi akan mencoret wajah tampan Jovan sebelum menikah besok
beruntung orang yang akan memijat Jovan sudah datang dan akan perawatan juga
"jangan mas, besok bisa jelek loh saudaranya kalau wajahnya di gitukan" kata mbak yang dipesan oleh Elisa
"mbak saya sekalian juga ya" Lio juga pegal rasanya, Bobi juga mau dipijat sama dengan Jovan dan Lio
Elisa tidak mau anak-anak nya canggung dia pun naik keatas menemani nya
hari pernikahan Jovan dan Intan tiba, semua acara pernikahan diadakan dirumahnya Vivian supaya muat untuk keluarga besar 2 keluarga
"dimana semua cucu ku" suara besar Polan ayah dari Elisa sangat nyaring terdengar saat sampai dirumah Vivian
"kakek Polan sudah datang" Tika yang sudah kenal padanya berlari memeluk Polan
"kakek rindu sama kamu nak" Polan sangat sayang pada Tika,dia teringat saat Tika menangis mencari Dean
"kalau Jovan nggak nikah, papa nggak akan pulang dari Jerman ya" Elisa kesal karena Polan lebih suka di Jerman untuk menghabiskan masa pensiunan jenderal nya
"mama mana pa" Rizal datang memeluk Polan
"dia sedang memberi makan kelinci" Polan menunjuk pada Risa istrinya yang sangat menyukai kelinci
"bu Risa mari masuk dulu" Vivian memanggil lembut Risa
"aduh maaf buk kelincinya buat saya gemes" Risa memeluk Vivian
"dengarkan aba aba saya, semua cucu saya harus berkumpul dalam hitungan ke 7 untuk absen dulu" Polan masih terbawa-bawa jiwa jenderal nya.
"Jovan hadir, Bobi hadir, Lio hadir, Fani hadir, Tomi hadir, Tika hadir,siap kurang 1 pak pensiunan jenderal" Lio memberitahukan kalau 1 lagi tidak ada
"siapa dia" tanya Polan dengan tegasnya
"sudah kalian lanjutkan aktifitas kalian kakek mau siap siap untuk nikahan Jovan" Polan dan Risa dibawa oleh Rizal kekamar yang sudah disediakan.
"kakek lama kan disini bun" Lio memberikan teh hangat pada Elisa
" nggak tau sayang, kalian tahan dong kakek disini biar lama" Elisa mengambil teh dari tangan Lio dan meminum nya.
Jovan sedang di make up sedikit supaya tambah ganteng dan Intan sudah dirumahnya untuk pamit kepada orangtuanya dan Lio tetap bersama keluarga Handoko
"bapak ibu Intan sebentar lagi akan menjadi seorang istri doakan Intan supaya bisa membangun rumah tangga yang harmonis seperti kalian" Intan menitikkan air matanya
"jangan nangis nanti make up nya rusak sayang,kami akan selaku mendoakan kamu nak,ingat kamu harus bisa menjadi terang bagi suami kamu ya nak" Desi mencium kening Intan
"maafkan bapak nak,jika bapak menikahkan mu terlalu cepat, bapak tidak mau kamu kelak jadi wanita yang tidak dihargai oleh pria disini" Handoko menahan air matanya
"Intan percaya sama bapak" Intan memeluk Handoko dan mencium tangan kedua orangtuanya.
"Lio,ibu dan bapak percaya sama kamu nak ajarkan dan bimbing adik kamu Intan, jika dia salah tegur dia jangan kamu diamkan,jika adikmu diperlakukan tidak baik oleh suaminya tolong kamu lindungi dia" Handoko menangis menyampaikan pesan itu pada Lio
"pak, Lio akan selalu menjaga Intan" Lio memeluk Handoko.
"ele ele sudah atuh jangan nangis make up kamu nanti rusak Intan" Ujang sudah datang dan menyalami Handoko
"saya sedih melepaskan putri kita Ujang" Handoko membersihkan air matanya.
"jadi istri yang soleha ya nak,jaga rumah tangga kamu dari pelakor" Ujang pun memeluk Intan layaknya anak
"Intan akan ingat semuanya mang" Intan menyalam tangan Ujang
"udah sekarang pasang wajah bahagia ya,kita photo dulu" Lio mengambil photo untuk disimpan nya
__ADS_1
Vivian dan Risa sudah datang untuk membawa Intan kerumahnya dimana prosesi pernikahan akan dilaksanakan,semua rumah Vivian tertutup dan dijaga ketat oleh Pokas.
selama 1 jam pernikahan pun dilaksanakan dan sudah selesai, Dila dan Dillo juga hadir di situ, Intan pun kini sah menjadi istri dari Jovan.
"sayang Aa ada kejutan untuk kamu" Jovan memberi isyarat kepada Lio dan Bobi
Dilla datang membawa album photo berisi photo kecil Intan dan Jovan dan memberikan nya pada Intan
"tak ini ada sesuatu dali om" Dila menunjuk Jovan dengan bibirnya
"terimakasih Dilla kamu sudah datang" Intan mencium Dilla
"om, Dillo na mana atuh" Dilla mencari Dillo yang tak disampingnya
"mana Dillo, jangan main main gitu ah" Jovan mencemaskan Dillo yang tidak nampak
Lio dan Bobi mencari di semua sudut rumah tapi tidak ada
"slup slup" Rizal mencari di dapur dan mendengar suara sedotan dibawah meja makan
"bunda sini" Rizal menarik tangan Elisa untuk melihat ke bawah meja
"ehh ada nenek,angan biyang Dillo di cini nek,nenek mau susu" Dillo terkejut melihat Elisa yang duduk mengintip nya
"sayang sini keluar nak" Dillo menuruti Elisa dan bersembunyi dibelakang Rizal
"kamu kenapa sayang" Elisa mendekati Dillo dan Rizal menggendong Dillo
"Dillo tadi di suluh bawa susu,tue,toklat untuk kakak cantik itu nek, tapi tadi mau bawa tempat kakak itu meleka suluh Dillo untuk makan meleka semua nek,jadi Dillo habiskan semua nek,gimana atuh kek" Dillo takut Jovan marah karena semua habis dimakan Dilo
"hahahahaha jangan takut sayang, nanti kakek tarik telinga om nya kalau marah sama cucu kakek" Rizal mencium Dillo karena sangat gemas sekali.
"aduh sayang kamu lucu sekali" Elisa pun mencium pipi Dillo
"Dillo kamu teh tak boyeh gitu,semua na teh kamu makan sendilian" Dilla datang menghampiri Dillo sambil memegang pinggangnya
"iya teh" Dillo tertunduk hampir menangis
"kamu teh halusnya bagi untuk Teteh juga atuh" Dilla kesal karena tidak dapat apa apa
semua tertawa mendengar perkataan si kembar, Rizal dan Elisa membawa si kembar ke tempat semuanya berkumpul.
"sini sayang nggak apa-apa kok" Jovan memanggil Dillo dan menggendong nya
"Lio dan Bobi kalian cepat nikah,bunda mau yang kayak gini untuk teman bunda dirumah" Elisa terus memeluk Dilla
"siap bunda" Lio dan Bobi mengacungkan jempolnya
"Aa emang ada apa dengan makanan itu" Intan masih tidak mengerti sama sekali
"buk Suti tolong ambilkan lagi makanan yang dimakan Dilo tadi" Jovan membeli banyak sehingga dia tidak perlu mencari lagi
Intan langsung berdiri dan menatap Jovan tak percaya saat buk Suti membawakan nya buat mereka dan dengan cepat Intan membuka album photo yang diberikan Dilla
"Aa ini teh serius kamu" Intan menganga tak percaya karena Jovan sudah melingkari photo nya dan memberikan nama diatas nya
"iya sayang,hai gadis kecil ku,jodohku" Jovan masih memeluk Dillo dan Intan mulai menangis tak percaya
"ini semua teh yang Aa kasih setiap hari ke Intan kan" Intan memegang susu,kue dan coklat yang setiap hari dimakan nya
"iya sayang ku,itu semua makanan kesukaan kamu saat masih kecil dulu" Jovan mencium kening Intan dan Dillo menutup matanya dengan tangannya.
Lio mengambil Dillo dari pangkuan Jovan, karena Dillo malu melihat mereka berdua
"hahahahahahhaha kamu malu sayang" Lio mengusap rambut Dillo dan Dillo mengangguk
__ADS_1
"ini teh sekalang puna Dilla" Dilla mengambil nya dari meja makan, Bobi tertawa melihat Dilla yang diam diam kebelakang untuk mengambil coklat