Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
kisah Bobi Lio dan Jovan


__ADS_3

Rizal, Elisa dan Fani masuk ke kamar mereka, sedangkan Intan, Bobi dan Lio belum mengantuk dan sedang duduk di ruang keluarga


"mas,emang Aa Jovan pernah menghilang gimana ya, sampai dia mengancam seperti tadi" Intan bertanya pada Bobi dan Lio


"dia hilang gitu aja dek 5 jam" jawab Lio pada Intan sedangkan Bobi menyiapkan coklat panas untuk mereka


"karena apa mas" Intan penasaran sekali


"kamu nanti bisa mengamuk kalau mas cerita,kita bahas yang lain saja ya dek" Bobi takut Intan akan sedih


"jangan gitu mas cerita saja" Intan tetap memaksa dan Lio pun bercerita


flashback on


3 tahun yang lalu saat mereka membuat keonaran di sekolah, Rizal sangat marah dan akan mengirim Jovan ke Polan orang tua Elisa untuk di didik dengan keras, sementara Lio akan dikembalikan ke Bandung dan Bobi tidak boleh berteman lagi dengan Jovan dan Lio


awal permasalahan dimulai ketika Jovan melihat Devina di usik oleh anak geng elang dari sekolah lain, Devina di paksa mencium mereka semua, Jovan tidak suka dengan hal itu ditambah lagi Devina baru sembuh


Jovan menelfon Bobi dan Lio untuk bergabung menghajar anak anak badung yang sudah melakukan pemaksaan pada Devina


Bobi dan Lio segera menyusul Jovan dan langsung menghadapi geng elang, pertengkaran tidak bisa di elakan lagi,mau tidak mau banyak yang sudah berjatuhan oleh Jovan, Bobi dan Lio


Devina menangis ketakutan dan Jovan pun memeluk nya agar tidak ketakutan lagi, tapi Devina gemetaran sekali melihat anak geng elang sudah pingsan karena ulah mereka bertiga


Devina pun diantar pulang oleh Jovan, sedangkan Lio dan Bobi kembali bermain basket, setelah Jovan mengantar Devina pulang dia menyusul Lio dan Bobi untuk bermain basket


tak berapa lama, polisi datang bersama ketua geng elang dan menangkap mereka bertiga atas kasus pengeroyokan


Rizal mendapatkan telfon dari kantor polisi datang dengan wajah merah dan emosi,setelah Rizal datang dia langsung menjamin Lio dan Jovan tidak dengan Bobi


"ayah,tolong lepaskan teman Jovan dia juga ditahan sama dengan kami" Jovan menarik tangan Rizal


"gara gara ulah kalian berdua,ayah kehilangan tender besar,kalian bisa nggak cuma sekolah dan nikmati saja kehidupan kalian tapi jangan bertindak bodoh, kamu akan ayah kirim ke kakek Polan biar bisa menjadi anak yang berguna dan kamu Lio kembali ke Bandung" Rizal memaki Jovan sedangkan Lio hanya diam


"ya sudah kalau uang ayah lebih berharga,silahkan hidup dengan uang ayah dan jadikan uang sebagai anak ayah" Jovan meninggalkan Rizal dan mau masuk kembali kedalam sel bersama Bobi


"kamu sudah bebas kenapa balik lagi, pulang bersama orang tua mu dan jadilah anak yang baik lagi" polisi melarang Jovan untuk masuk


"bapak buka sel ini atau gua bakar semua nya,duit dia banyak itu tidak akan masalah bagi dia" Jovan berteriak dan menunjuk Rizal


"jaga mulut lo Jo, jangan bicara gitu sama ayah" Lio menenangkan Jovan sedangkan Bobi hanya duduk di dalam sel sambil mendengarkan semuanya


"gara gara anak nakal itu kamu juga jadi ikutan nakal, kamu jangan bergaul sama dia lagi" Rizal sudah melihat Bobi yang duduk termenung


"justru Jovan yang suruh Lio dan Bobi untuk menghajar anak geng elang bukan Bobi" Jovan terus membentak Rizal


Lio mengambil kunci dari tangan polisi dan menarik tangan Jovan masuk kedalam sel lagi dan menguncinya.


tak lama orang tua Bobi datang dan Rizal masih menunggu agar anak anaknya mau pulang,dan pak polisi mengeluarkan Bobi

__ADS_1


"dasar anak tidak tau diri kamu, kerjaan saya banyak di kantor tapi harus mengurus anak sampah seperti kamu" Miko Sander papa Bobi datang dan langsung menampar pipi Bobi dan Bobi hanya diam saja


"Bobi,uang jajan kamu satu hari 500 ribu,apa itu masih kurang sampai kamu harus mengganggu mama sama suami baru mama, kamu kenapa jadi anak yang menyusahkan mama saja" Erina Tamrin mama Bobi juga menampar pipi Bobi,orang tua Bobi sudah bercerai dan Bobi hidup seorang diri


"jangan main pukul aja lo woy" Jovan keluar dan menarik baju Miko untuk memukulnya tapi Lio menarik tangan Jovan


"dasar anak nggak berguna kalian bertiga,nyusahkan orang tua saja, siapa orangtua kamu,biar saya buat bangkrut jika dia pengusaha dan ku buat jadi pengemis sekalian" Miko membuat Rizal marah


"saya orang tua mereka Rizal William,apa anda tau nama itu" Rizal tidak terima anaknya direndahkan


"pak Rizal maaf,saya tidak bermaksud begitu" Miko baru tau jika Rizal rekan bisnisnya sedang ada dihadapannya


"hancurkan perusahaan ku sekarang juga,atau aku buat kamu jadi pengemis" Rizal menantang Miko


Miko menendang perut Bobi karena membuatnya dalam masalah


"buuummmmmm" Rizal meninju pipi Miko yang berani melakukan itu dihadapan nya


polisi datang untuk menengahi perkelahian itu


"dengar mulai sekarang kamu bukan anak saya lagi dan jangan pernah mengharap 1 rupiah dari ku jika kamu mau uang minta pada mama mu" Miko meninggalkan kantor polisi dengan emosinya


"jangan Bobi, nanti suami baru mama tidak mau memberikan uang lagi pada mama,kamu nggak usah sekolah atau jadi apalah terserah" Erina juga meninggalkan Bobi yang terdiam


"gua nggak butuh uang kalian,orang tua gua udah mati" Bobi mengamuk dan menghantamkan tangan nya ke tembok


"hidup gua udah hancur sebelum gua kenal lo,jika mereka tidak mau menanggung hidup gua lagi,gua akan jadi orang jahat dan hancurkan mereka berdua" Bobi melihat mata Jovan dan Lio


Rizal merasa kasihan pada Bobi dan menyesal sudah melakukan Bobi dengan buruk sekali


"kalian semua keluar dari situ dan masuk kedalam mobil" Rizal akan merawat Bobi karena yang salah anak nya


"nggak om, Bobi mau pulang ke kosan saja" Bobi menolak Rizal dan hendak melangkah tapi Rizal menarik tangan Bobi


"masuk kedalam mobil dan tinggal bersama Jovan dan Lio" Rizal kasihan sekali pada Bobi.


"ayo Bobi,lo ikut gua ya" Lio sangat senang apalagi Jovan


"nggak Lio,gua nggak mau jadi benalu,gua akan hidup dengan cara gua" Bobi tetap menolak.


Jovan tiba tiba sudah hilang saat Rizal mencarinya, Rizal pun membawa Lio dan Bobi ke mobilnya untuk mencari Jovan


Jovan merasa bersalah pada Bobi dan mencari Feri ketua geng elang ke basecamp nya langsung untuk melampiaskan amarahnya


"ini buat lo" Jovan terus menghajar Feri sampai tak berdaya,3 teman Feri datang dan akan mengeroyok Jovan


"bagus lo semua datang, kita selesaikan sekarang" Jovan mulai menghajar satu satu teman Feri


"segini aja kemampuan lo semua ha,maju lo" Jovan terus menendangi 4 orang yang tak berdaya dihadapan nya

__ADS_1


Jovan meninggalkan tempat itu dan kembali ke mobil nya dia melajukan mobil entah kemana,dia melihat nama Bobi di hp nya dan menerimanya


"lo dimana jangan gini dong" Bobi merasa tidak enak dengan Rizal.


"gua tadi hajar Feri,gara gara dia ganggu Devina lo jadi terlibat tadi,dan orang tua lo nyakitin perasaan lo" Jovan benar-benar merasa bersalah


"gua udah biasa Jo,gua sama om Rizal dan Lio" Bobi takut Jovan kenapa napa


"lo mau tinggal bareng kami kan" Jovan merasa senang


"gua di kosan aja Jo, jangan gini ke ayah lo,gua mau ada di posisi lo punya orangtua yang sayang sama lo" Bobi menitikkan air matanya


"ya udah lo jadi anak ayah gua aja,gua malas lihat ayah gua sibuk terus,gua, Lio dan adek gua cuma bertiga doang di rumah,bunda gua sibuk ngurus butik nya" Jovan mengatakan segala kekesalannya dan Rizal mendengar semuanya karena Bobi menghidupkan loud speaker Hp nya.


"Jovan,kamu pulang ya nak,ayah janji akan ada waktu buat kalian berlima dan bunda nggak akan kerja lagi nak,ayah janji, Bobi mau tinggal bersama kita jika kamu pulang" Rizal memohon pada Bobi.


"Lima,emang bunda hamil lagi ya" Jovan bingung satu lagi siapa


"iya nak,baru tadi bunda lahirkan namanya Bobi" Rizal membuat Lio dan Jovan tertawa sedangkan Bobi menangis sedih tidak merasakan kasih sayang dari orangtuanya


"lo dimana, gua mau tinggal ama lo asalkan lo pulang" Bobi pun akhirnya setuju dengan Rizal dan Jovan akan menunggu mereka di rumah


Elisa sudah pulang tapi hanya Fani yang dirumah tidak ada suami nya dan tak berapa lama lagi mobil Rizal dan Jovan sampai dirumah


Elisa menanti di depan pintu rumah dan sudah memasang wajah marah,saat dia mau marah dia melihat Bobi yang luka luka


Rizal, Lio dan Jovan sudah keluar dari mobil sedangkan Bobi bersembunyi dibelakang mobil,dia takut melihat Elisa yang marah pada Lio dan Bobi


Rizal menarik tangan Elisa kedalam rumah dan menceritakan semuanya pada Elisa,dia pun tidak tega melihat Bobi, sedangkan Lio dan Jovan mengambil tikar kecil dan menggelar nya di taman dengan beberapa cemilan, Lio menarik tangan Bobi dan mereka bertiga tidur dengan santai melihat langit malam


"wah langit malam nya cerah ya" Elisa sudah datang membawa kotak P3K tapi Bobi lari ketakutan dia membayangkan itu mama nya


Elisa mengejar Bobi dan meraih tangan nya, Bobi memegangi pipinya takut ditampar Elisa "kamu jangan takut nak,lihat Tante akan mengobati luka kamu,jangan lari nak"


Bobi merasa tenang saat Elisa membelai rambutnya,dia merasa dihargai sebagai manusia


"mama selalu menampar saya, dia tidak pernah membelai kepala Bobi tante" Bobi menangis dan duduk di kursi taman,dan Elisa memeluk Bobi erat


Elisa tau trauma dalam diri Bobi dan dia melihat Jovan, Lio dan Fani yang sedang berdiri di taman


"kamu akan bunda rawat seperti mereka bertiga nak, lihat bunda sayang,kamu sekarang mas Bobi nya Fani ya" Elisa membawa Bobi berdiri dan berjalan ke tempat anak-anaknya


"Lio anak pertama, Jovan anak ke dua, Bobi anak ke tiga dan Fani anak ke empat" Elisa membuat Bobi diantara Jovan dan Fani


Rizal datang menghampiri anak dan istrinya sambil membawa teh hangat buat mereka semua


"terima kasih tante dan om" Bobi senang mendapat kasih sayang Elisa dan Rizal


"Fani nggak mau nambah mas lagi" Fani menolak Bobi dan memeluk Lio dan Jovan, Bobi pun merasa sedih dan tersenyum pada Elisa dan Rizal

__ADS_1


__ADS_2