Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
ini untuk Intan


__ADS_3

Jovan sampai di Singapore dengan selamat dan langsung turun ke bawah untuk check-in karena helikopternya mendarat diatas hotel tempat akan ditandatangani nya tender besar nya


"selamat malam Pak Jovan" orang kepercayaannya yang di Singapore sudah menunggu di lobby hotel


"hai pak Bagas, terimakasih pak sudah menemani saya tengah malam begini" Jovan memang memiliki pabrik coklat terbesar di situ dan pak Bagas orang kepercayaannya


"bapak tidak usah sungkan,mari pak kita segera ke ruangan meeting, sepertinya meeting agak cepat karena mereka suka bermain dengan waktu" Bagas pun mengantar Jovan ke ruang meeting


"mereka sedang menguji Jovan William" Jovan tidak suka jika waktu dipermainkan begitu saja karena mereka sedang memegang kendali


Jovan masuk kedalam dan benar saja waktu maju 1 jam lebih cepat dan ruangan meeting sudah mulai ramai


"maaf saya sangat terlambat,harusnya dari tadi sore saya sudah sampai di ruangan ini" Jovan sengaja menyindir semua kolega nya


"pak Jovan kesepakatan kita akan di mulai 1 jam lagi,anda belum terlambat" Steve menjelaskan pada Jovan


"saya tidak tau jika peraturan saya berbeda dengan anda semua,jika saya akan menandatangani sebuah kesepakatan tender saya akan menunggu semua yang terlibat dengan tender saya dan sama sama masuk kedalam ruangan agar tidak ada kecurigaan yang terjadi" Jovan pun merasa akan ada kecurangan yang merugikan nya,tanpa mereka sadari Jovan sedang menelepon Lio dan Bobi untuk mendengarkan nya juga dan juga Rizal


"pak Jovan jangan tersinggung seperti itu,kami belum memulai apa apa" Steve merasa gusar dan sudah tidak enak dengan Jovan


Jovan meminta berkasnya dan meminta tolong Bagas membacakan isi perjanjian tender itu dengan lantang


Lio dan Bobi mendengar dengan seksama dan mereka merasa ada kejanggalan yang sudah terjadi sedangkan Rizal tersenyum


"suruh masing masing mereka untuk membaca kan isi berkas yang ditangan mereka bersamaan dengan pak Bagas" Lio mengarahkan Jovan dan Jovan pun melakukannya


saat semua membacakan nya Jovan mendengar dengan cermat "stop,perusahan LM,DK,JU dan WT tolong berkas anda serahkan pada saya"


"apa-apaan ini isi semua berkas kita sama kenapa anda ingin ini" perwakilan LM pun protes


"anda tidak dengar tadi yang anda bacakan dan yang dibacakan pak Bagas berbeda" Jovan sudah mulai kesal, sedangkan Lio dan Bobi menyarankan menyudahi tender yang akan menjebak nya sedangkan Rizal belum memberikan pendapatnya


"saya mundur dari tender ini,silahkan kalian lanjutkan" Jovan mengajak Bagas keluar dari ruangan itu, Steve tentu saja tidak mau


"pak Jovan saya mohon tolong jangan membatalkan begitu saja pak" Steve mengejar Jovan tapi Jovan tidak mengabaikannya


"saya Jovan William tidak akan pernah mengampuni yang akan bermain curang dengan saya" Jovan berhenti setelah jauh dari ruang meeting dan Bagas menjaga di dekat lorong hotel


"pak Jovan,saya mohon maaf,saya tidak berniat seperti itu karena saya sudah tau bapak" Steve masih berbohong


"PT Yu yang menjalin kerjasama dengan kita 2 tahun yang lalu, tolong di blacklist dari perusahan kita pak Lio dan pak Bobi, hentikan pengiriman bahan bahan mentah kita ke perusahaan itu" Jovan menekan earphone ditelinga nya

__ADS_1


"pak Jovan jangan lakukan itu pak" Steve berlutut ketakutan di kaki Jovan


"harusnya anda sudah tau apa yang harus anda lakukan" Jovan memasukan tangan nya kedalam saku celananya dan berdiri tegap


Steve berlari ketakutan kembali ke ruang meeting dia membatalkan kerja sama dengan PT yang tadi menyogok nya


"saya hanya memberikan tender ini kepada William groups,kalian hanya akan membahayakan saya jika saya tadi berkhianat kepada pak Jovan" Steve pun mengambil kembali berkasnya dan keluar dengan terburu-buru


"Jovan William adalah CEO dari William group dan anak dari Rizal William owner William Groups" Bagas menerangkan nya dengan tertawa dan membuat semuanya terkejut tak percaya


"apa yang sudah kita lakukan,kita sudah melakukan kesalahan-kesalahan besar" Semua berlari mengejar Jovan untuk meminta ampun


Steve sudah masuk kedalam kamar inap Jovan dan Jovan membacanya serta mengirim photo berkas pada Bobi dan Lio dan ada Rizal juga di situ


setelah 1 jam Jovan, Lio dan Bobi berunding Jovan pun mengambil keputusan nya


"saya tolak tender ini,keluar dari sini" Jovan menyerahkan berkasnya pada Steve


"woy lo gila,itu tender yang sangat besar jangan main main,ayah bicara dong" Bobi tidak terima dengan keputusan Jovan dan memaksa Rizal untuk bicara.


Lio menatap Rizal yang duduk dengan tenang dan mengetuk kepala Bobi "makanya tender lo sebatas Milyaran nggak sampai triliun kayak Jovan, nggak sabaran sih lo"


Rizal hanya tersenyum menunggu keputusan Jovan.


"justru tadi jika saya terburu-buru menanda tangani ini perusahaan saya akan hancur total pengkhianat" Jovan berteriak dan membuat terdiam semua yang mendengar di balik pintu


"pak saya akan melakukan apa saja tolong saya pak" Steve berlutut minta ampun pada Jovan


"jadikan semua PT yang terlibat tadi menjadi anak perusahaan Wiliam group,apa anda bisa,dan jika mereka menolak saya akan membuat perusahaan nya menjadi tinggal nama" Jovan serius dengan ucapannya


mereka yang tadi mendengar dari luar, langsung masuk dan langsung setuju pada Jovan,mereka tidak mau kehilangan William group yang sudah terkenal


"ada 5 perusahaan besar tadi yang terlibat,dan dengar baik-baik yang pertama ganti CEO perusahaan LM menjadi Intan Viola William,dan perusahaan DK menjadi Tika Deanika, perusahaan JU menjadi Stefany William, dan perusahaan MT menjadi Desi Ningrum, Elisa Polan dan Tomi Handoko,dan PT Yu menjadi milik Bobi Sander itu semua dibawah pimpinan Lio Deano William dan dibawah pengawasan Jovan William yang menjadi milik William groups" Jovan pun menegaskan itu pada tadi yang mempermainkan nya


Lio terharu dan menangis melihat kebaikan Jovan selama ini, Bobi pun merasa terharu atas semua perbuatan Jovan


"kami bagaimana pak jika perusahaan diambil alih" salah satu perwakilan perusahaan pun bertanya pada Jovan.


"saham kalian tetap 50% di dalam perusahaan itu dan saya akan kembalikan 50% lagi pada kalian semua" Jovan tidak akan mengambil alih semua nya karena tetap saja mereka butuh makan


setelah semua beres Jovan berbicara lagi pada Lio, Bobi dan Rizal

__ADS_1


"Jo, kenapa lo selalu gitu,itu semua kan jerih payah lo ambil semua jangan kasih gua" Bobi pun menangis


"woy napa lo,itu semua biar lo nggak ninggalin gua,gua tidak bisa hidup tanpa lo" Jovan tidak mau Bobi nangis lagi karena dia tulus sayang pada Bobi


"menjijikkan lo berdua, terimakasih Jo sudah memberikan Tika 1 perusahaan jadi jika gua pergi adik gua sudah punya jaminan masa depan" Lio sudah membulatkan hatinya untuk menghancurkan Boston Kinder


"bicara apa kamu" Rizal membentak Lio dengan suara yang sangat besar


"awas jika lo pergi,gua akan menghilang seperti kita kecil dulu,jika kalian berdua pergi gua akan menghilang kalian dengar itu baik-baik" Jovan mematikan hp nya dan membanting meja


"jika kamu lakukan itu,datanglah ke pemakaman ayah nak" Rizal tau maksud Lio


Lio memandangi wajah Rizal yang sudah mulai menua dan tidak mau kehilangan Rizal


"kalau ayah tinggalkan Lio, Lio akan menjadi orang yang ditakuti seperti Boston Kinder"


"lo kenapa sih,udah gila lo,awas kalau lo jadi orang jahat" Bobi tidak mau jika Lio jadi jahat


"makanya kamu jangan berbuat aneh-aneh supaya ayah bisa melihat kalian semua punya istri dan anak" Rizal memeluk Lio dan Bobi dengan sayang nya


Intan sudah mendengar semua dari luar karna tadi dia membuat teh untuk mereka bertiga


"minum teh dulu ayah,tolong pikirkan lah nasib Tika, kalau saya dan Tomi tidak berharga bagi anda, tapi anda sangat berarti bagi kami terlebih Tika" Intan menaruh gelasnya di meja dan dia meninggalkan ruangan itu sambil menangis


"dek,mas Lio mau pergi cari istri dek nggak kemanapun" Lio berbohong pada Intan dan menangis memeluk adik nya.


"masih mau berniat pergi dari kami kamu, bunda lebih sayang sama kamu dibanding Jovan, tapi kenapa kamu tidak bisa melihat itu Lio" Elisa yang mendengar nya menangis dan berteriak dari bawah


"panjang banget udah ini nanti" Bobi dan Rizal keluar menenangkan Elisa dan Lio


"bunda, Lio mau cari istri nggak kemana mana" Lio turun dan memegang tangan Elisa


"jangan bercanda kamu" Elisa masih emosi


"bunda mau cucu kan,iya harus sabar Lio pergi dulu ke Bandung buat jemput guru Intan buk Dini" Lio bicara mengacau dan Rizal sudah tau jika Lio bisa meluluhkan hati Elisa


"kenapa ribut gini sih, Fani lagi belajar" Fani keluar karna suara ribut dari luar sambil maskeran


"bunda,liat muka Fani pasti maskernya dari Korea bunda,dia akan berubah menjadi orang Korea dan kita tidak akan mengenalinya lagi" Bobi berlari kebawah dan membuka masker wajah Fani yang hampir kering


Elisa yang garang tidak akan tahan jika Bobi sudah mulai bercanda " Bobi,kalau bunda marah kamu jangan disini,nanti Lio nggak jadi bunda marahin"

__ADS_1


"ibunda ratu Elisa Polan kalau ngamuk buat Bobi lapar nggak tau kenapa,nanti Bobi nggak six pack lagi kalau makan terus


"kalian semua sekarang masuk kamar dan tidur" Rizal yang sudah tertawa dari atas turun di ikuti Intan dan memeluk Bobi, Lio, Intan, Fani dan Elisa


__ADS_2