
Intan yang sudah selesai berdandan keluar dari kamarnya dan bergabung bersama Lio dan Bobi
"aduh my baby,nanti mommy beli kan kalian rumah baru ya" Intan berjongkok melihat bunga yang baru dibelinya
"wah cantik sekali bunganya" Bobi mendekati Intan pura pura bahagia
"cantik kan mas,ini bunga kesukaan Intan semua,ntar lagi juga pot nya datang mas beserta rak nya" Intan sudah memesan online semua tempat bunganya
"mas bantu ya dek" Lio duduk disamping Intan dan mencabut rumput rumput liar di sekitar bunga adeknya
tak lama pesanan Intan datang dan memborong banyak pot dan bunga semuanya wajib berwarna pink
"pink semua dek" Bobi heran melihat semua pot yang berwarna pink
"iya mas cepat turunin,biar Intan susun bunganya" Intan tepuk tangan gembiranya, sedangkan Lio senang sekali melihat kebahagiaan adiknya
Jovan yang sudah bersiap siap menjemput Tika menelfon pilot helikopter Lio untuk berangkat ke Bandung,dan dia akan membawa Tika berobat tapi dia akan konsultasi dulu dengan Arlan
"udah buruan turunkan semua pot nya,modus aja lo pada" Jovan kesal karena Intan di pandangi terus sama tukang pot nya
"ya pak maaf" tukang pot pun dengan cepat menurunkan semuanya dan segera pergi karena 3 pemuda tampan menatap nya dengan mata menakutkan
"kamu dandan cantik gini buat nyambut tukang pot bunga" Jovan kesal dengan Intan sedangkan Intan sudah sibuk dengan bunganya, Lio dan Bobi juga sudah membantu Intan menata pot bunga
Jovan yang merasa di cuekin masuk ke kamar dan menukar bajunya lagi, Jovan menggunakan baju tangan panjang yang membentuk otot otot dadanya dan celana biru jeans pendek di atas lututnya,dia pun memakai parfum yang sangat menggoda wanginya,dan akan segera menjemput Tika
"mau kemana" Intan langsung menghadang Jovan yang akan pergi dengan mobilnya
"mau cari cewek tukang bunga" Jovan menjawab kesal
"untuk jadi istrinya kamu" Intan mulai terbakar cemburu
Lio dan Bobi menonton drama cinta Jovan dan Intan
"nggak,mau aku nikahin sama tukang pot tadi,biar nggak lihat lihat kamu lagi" Jovan menampakkan kecemburuan nya
__ADS_1
Intan yang tau suami nya cemburu menarik tangan Jovan ke dalam kamar,dia senang melihat kecemburuan Jovan
"cie kamu teh cemburu Aa" Intan memeluk suaminya dan terhanyut dengan wangi badan suaminya
"iya sayang, Aa nggak mau kamu dilihatin cowok lain" Jovan membalas pelukan istrinya dengan senang hati
"nggak mungkin Intan mau sama dia, Aa pria tercinta Intan selamanya" Intan mencium kening suaminya dan melepaskan suaminya
Jovan yang mau melewati batas menarik Intan sampai Intan menjerit dengan keras karena terkejut, Lio datang dengan cangkul ditangan dan Bobi membawa sapu begitu mendengar suara Intan
"dek Napa" Lio berteriak-teriak di depan pintu kamar
"Jo, lo dengan Intan kan" Bobi semakin panik tidak ada jawaban
"ngapain bawa gituan lo berdua" Jovan membuka pintu dan terkejut sekali melihat Lio dan Bobi, sedangkan Intan sudah berlari ke kamar mandi karena malu
"kenapa dia berteriak gitu Jo" Lio melihat tidak ada Intan di dalam
"lo berdua nikah dong,biar bisa rasain kayak gua" Jovan memasang mata genitnya
"gua lagi ngejar si polwan galak" Lio membayangkan wajah Meyza
"gua lagi ngejar Natasya" kata Bobi dengan bangganya
"tiiiiiidaaakkkkk,nggak boleh dia tu judes banget,ama Intan aja garang banget,nggak boleh" Jovan melarang Bobi dengan Natasya
"terus gua sama siapa dong" Bobi menatap heran Jovan dan Intan yang baru keluar kamar mandi juga menolak nya
"jangan dia, Intan nggak suka,dia galak pisan mas, nanti teh mas Bobi habis di galakin ama dia" Intan menolak keras kemauan Bobi dan Bobi pun mengalah lagi demi semua kesayangan nya
"Lio,gua pakai helikopter ya bentar,ada kerjaan di Bali 5 jam paling lama gua udah balik,lo bisa jaga Intan ya" Jovan berbohong pada Lio agar tidak mencemaskan Tika
"ikut Aa" Intan mendekati suaminya dan memasang wajah imutnya dan Jovan terpana melihat istrinya
"keluar yok mas" Lio menarik tangan Bobi dan mereka melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi
__ADS_1
"nanti capek sayang, sebentar aja ya, nanti mas libur mas bawa kalian semua naik kapal pesiar,mau kan" Jovan menjauhi Intan dan mengambil kunci mobilnya
"Aa nanti di godain cewek loh" Intan merayu suaminya dengan lembut sambil memeluknya dari depan dan menciumi dada suaminya
"biarin aja dia yang nyosor,ntar kalau gua yang nyosor dia malah lepas lagi" Jovan memakai topinya
"sebentar saja sayang, Aa akan cepat pulangnya" Jovan membelai rambut istri nya
"Aa,ikut" Intan masih merengek seperti anak TK minta permen
Jovan mencium bibir istri nya, Intan pun menyambut nya dengan senang,sampai lama mereka berciuman, Intan menghisap kuat leher suaminya dan meninggalkan jejak merah
"nakal ya" Jovan memeluk istrinya dengan erat
"Aa milik Intan" Intan menciumi semua pipi suami ganteng nya dan Jovan tersenyum senang istrinya sudah baik lagi
setelah selesai Jovan dan Intan keluar kamar, Jovan keluar dengan PD nya tidak peduli apa kata orang dapat tanda merah indah di lehernya
"gua berangkat ya,kalian hati hati di rumah, obat Intan jangan lupa,trus nanti makan siang jangan lewat jam 1,jagain dia makan semuanya ya Lio,dan juga vitamin sama buahnya Bob lo yang awasi" Jovan berbagi tugas dengan Lio dan Bobi
"siap pak" Lio berdiri dan berjalan ke dapur mengambil cemilan sedangkan Bobi sedang main PS terbaru Jovan
"kamu nggak boleh keluar ya, hanya dibatas pagar aja" Jovan mencium kening istrinya dan Intan mengantar ny keluar
"selamat pagi pak Jovan dan adek kak Meyza" Meyza datang sesuai perintah Boston untuk menjaga Intan,dan dia juga membawa banyak makanan dan buah-buahan dari pak Boston
"Kakak, udah sehat kan kak" Intan memeluk Meyza dengan senang nya, karena dia akan ditemani Meyza di rumah
"buk polwan udah sehat ya" Lio mencoba mendekati Meyza,dam Meyza memasang wajah jutek nya
"gua berangkat sekarang jadi kalian di rumah,dan jaga dua wanita ini ya, terlebih si imut ini" Jovan memeluk istrinya sebelum pergi
"dah pergi lo,panas gua" Lio mengusir Jovan dan menarik tangan adeknya, Meyza memasukan mobilnya ke dalam agar tak menghalangi pengendara lain
Intan masuk ke dalam rumahnya dan mengambil piring untuk menyusun makanan yang dibawa Meyza sedangkan Lio masih merayu Meyza yang acuh padanya
__ADS_1