Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
kondisi Devina


__ADS_3

Intan menatap mata Jovan,dia terkesima dengan kharisma Jovan yang bisa membuat wanita mana saja akan terpukau.


"Intan, jangan suka menilai buruk orang lain,kita tidak akan pernah tau kalau nanti itu akan jadi jodoh kamu" Jovan menikmati wajah manis Intan


Intan melepaskan tangan Jovan dari mulutnya "lagian kan Intan sama Aa nggak tau siapa dia,ngapaen kita bahas dia" Intan kesal dengan perkataan Jovan.


"emang dia sejahat apa,sampai kamu kesal sama dia" Jovan penasaran dengan penilaian Intan terhadap nya.


"dia itu dulu suka ikuti Intan di kebun,dia selalu bawa coklat,permen,ice cream dan kue Aa, Intan mau karena Intan suka terus Intan kasih Tomi dan Tika,tapi dia tu mau nya main terus, Intan kan mau nya bantu bapak sama ibu" Intan bercerita sangat semangat


"oh jadi suka main ya,makanya kamu nggak mau dekat sama dia" akhirnya Jovan tau alasannya kenapa Intan selalu sembunyi kalau dia datang.


"terus Aa pipi Intan ditarik,di coel coel sesuka hati dia,kayak gini Aa" Intan memperagakan Jovan saat kecil dulu menarik pipinya


Jovan senang melihat Intan melakukan itu padanya,dan dia melepaskan tangannya dari pinggang Intan.


"dah berani ya pegang wajah calon suaminya,kita nikah ya sayang,mau kan" Jovan benar-benar sudah jatuh cinta pada Intan.


"Intan masih sekolah Aa,jangan nikah nikah aja,mau kuliah juga Aa" Intan sebenarnya sangat mau tapi gengsi cuy


"ya udah deh" Jovan meninggalkan Intan dan jalan ke dapur


"kok udah Aa" Intan melihat Jovan yang sudah pergi meninggalkan nya dan dia pun masuk kedalam kamarnya,da bersiap-siap untuk makan bersama.


Vivian dan Bobi ikut berkumpul di rumah Handoko, para asssistant rumah Vivian sudah mulai sibuk menyajikan makanan.


Jovan terus memandangi photo yang ada terpajang dihadapan nya,dia terbayang saat Intan dulu mengantar hasil panen nya untuk ditimbang, tapi Jovan yang menunggunya di meja mandor,dan dia langsung membuat timbangan daun teh punya Intan 50 kg padahal hanya 2 kg.


Jovan memberikan banyak uang untuk Intan dan itu dilihat oleh Riko kakeknya,tak lama Intan pergi, Handoko mengembalikan uang yang diterima Intan karena itu bukan miliknya.


"woooyyyyy,makan tu nasi lo udah didepan mata" Bobi memercikkan air ke tangan Jovan dan Jovan tersadar dari lamunannya


"kamu lagi melamunkan apa nak" tanya Vivian


"nggak apa-apa nek" Jovan tertawa dan matanya langsung mencari Intan yang sedang sibuk dengan hp nya.


"buk, sebelum kita makan, Lio mau minta maaf yang sebesar-besarnya sama ibu dan bapak atas tindakan saya tadi, yang membuat kalian semua takut tadi,saya benar benar menyesal" Lio tertunduk tak sanggup menatap wajah Handoko dan Desi


"kamu memang wajar seperti itu,karena baru tau kebenaran nya sekarang, tapi tolong jangan ulangi lagi tingkah kamu yang seperti tadi lagi Lio" Handoko menasehati Lio atas tindakan bodoh nya tadi

__ADS_1


"kalau kamu tadi keadaannya kritis atau maaf meninggal,kamu nggak kepikiran nasib ketiga adik kamu ini yang pasti akan membutuhkan kamu kalau kami sudah tua nanti,ibu adalah adik dari Dean,jangan buat ibu gagal nak untuk menjalankan pesan mama kamu" Desi menangis memeluk Lio.


"buk, Lio minta maaf, Lio tadi baru tau semuanya buk" Lio menangis dipelukan Desi


"kalau mas Lio lakukan itu lagi, Tika akan pergi dari sini dan tidak akan mau menemui mas Lio lagi" Tika bicara dengan emosinya dan Jovan yang disampingnya memeluk Tika


"hussss,jangan gitu dek mas Lio itu mas kamu,jangan bicara gitu ya" Jovan membelai rambut Tika seperti dia menyayangi Fani


"mas nggak akan gitu lagi dek mas janji" Lio menatap adiknya yang begitu terluka


"mas Jovan dimaafkan nggak" tanya Tika pada Jovan


"maafkan aja,nanti dia makan daun teh kalau nggak dimaafkan" Jovan bercanda pada Tika


"emang teh mas Lio kalau nggak dimaafkan berubah jadi siluman kambing gitu mas" Tika yang begitu polos membuat semua orang tertawa,tidak begitu dengan Intan yang sibuk dengan hp nya.


"sudah mari kita makan,nenek laper nih" Vivian mengakhiri pembicaraan mereka dan mereka semua menikmati makanannya.


sementara dirumah Williams, Elisa, Rizal dan Fani akan berangkat ke Bandung untuk merayakan ulangtahun yayasan SMK Berjaya,melamar Intan dan menghukum Lio.


"Bunda nggak suka tindakan Lio yang tadi pagi yah,dia boleh menangis dan marah tapi jangan melukai dirinya sendiri seperti orang gila" Elisa membuka pembicaraan di mobil


"Bunda sudah bawa semua yang ayah bilang tadi" Rizal sangat kecewa dengan Lio


"ayah yang akan menghukum dia,biar dia ingat sampai kapanpun" Rizal sudah marah dari pagi


"bunda aja,ayah tidak usah, ayah sangat keras jika marah, jangan sakit perasaan Lio anak bunda" Elisa takut jika Rizal marah, amukannya sama seperti Jovan.


"ayah,jangan marahi mas Lio didepan keluarga pak Handoko, Fani dan mas Bobi ya,mas Lio pasti akan sangat malu yah" Fani tidak mau Rizal menjatuhkan harga diri Lio jatuh dihadapan orang lain.


"lihat nanti,udah ayah mau nyetir,jangan ada lagi yang bicara" Rizal betul betul marah pada Lio, Lio sudah seperti anaknya.


setelah selesai makan Jovan menerima pesan dari Joice,dia melihat Devina sedang dirawat di rumah sakit dengan keadaan tidak sadar.


isi pesan Joice


"Devina sedang lemah Jovan dia butuh kamu,kamu bisa jenguk dia


Jovan : maaf kak, Devina sakit apa?

__ADS_1


Joice : dia tadi pingsan dikamar dan langsung kakak bawa kerumah sakit untuk dirawat.


Jovan : maaf kak Jovan sedang diluar kota,dan tidak bisa datang karena banyak pekerjaan nanti kalau sempat Jovan jenguk dia.


Intan melihat wajah sedih Jovan yang sedang sibuk dengan hp nya,dan dia juga mengirim pesan pada Jovan


Intan : Aa kenapa wajahnya sedih gitu


Jovan : nggak ada apa apa Intan,ini Aa serius tanya sama kamu,kamu sayang nggak sama Aa.


Intan tidak mau berbohong lagi pada perasaannya dan dia tidak mau Jovan mencintai wanita lain lagi.


Intan : Intan juga sayang sama Aa


Jovan : kalau gitu mau kan Aa lamar?


Intan : tanya bapak sama ibu dulu ya, kalau Intan mau Aa


Jovan langsung tersenyum manis melihat kearah Intan dan Intan pun melihat Jovan dan malu menunduk.


"ibu dan bapak Jovan mau katakan sesuatu" Jovan ingin membahas ulangtahun yayasan miliknya.


"Aa jangan sekarang, Intan malu Aa" Intan mengira Jovan akan menanyakan langsung pada ibu dan bapaknya soal pesan mereka tadi


"terus mau nya kapan dek" Lio langsung menyahuti perkataan Intan


"nggak mas" Intan gugup sekali


"Aa,mau minta tolong bapak dan ibu buatkan tumpeng untuk ulangtahun SMK Berjaya Intan" Jovan ingin tertawa tapi takut Intan marah,karena pikiran Intan pasti soal lamaran.


"oh itu,maaf Intan salah sangka" Intan tertunduk malu


"akan ibu buatkan,untuk hari apa,biar ibu bisa mulai menyiapkan bahan-bahan nya dulu" Desi melihat Intan sudah malu, mengalikan pembicaraan.


"hari Senin buk,apa masih sempat" tanya Bobi lagi


"bisa sih, tapi ibu butuh banyak bantuan untuk siapkan semuanya" Desi tidak bisa mengerjakan semuanya sendirian.


"itu gampang, assisten saya banyak Desi kamu beli semuanya biar nanti saya yang menyuruh mereka membantu kamu" Vivian tau membuat tumpeng tidak mudah harus sabar.

__ADS_1


"baik buk,besok saya akan belanja pagi pagi sekali,biar dapat yang segar semua bahan bahannya.


Intan meninggalkan ruang keluarga nya dan masuk ke kamarnya, perutnya terasa perih sekali dia pun memegangi perutnya dan berbaring.


__ADS_2