
Wiko dan Farid terkejut karena pintu ruangan kepala sekolah terbuka
"Apa anda tidak tau sopan santun" bentak Wiko pada Lio sementara bodyguard Lio 2 orang menunggui Intan 3 orang berjaga di luar.
Lio masuk kedalam ruangan Wiko dan membuang papan nama Wiko ke tong sampah "Wiko Gardan silahkan bereskan semua barang barang anda dan keluar dari ruangan ini"
"Orang gila macam apa yang berani masuk dan memecat saya" kata Wiko berdiri dan berteriak
"Wow miniature ini hanya ada di negara Itali,dan pajangan piring ini hanya ada di
Dubai,bahkan saya tidak bisa memiliki miniature sepeda motor yang sangat langka ini,bagaimana anda bisa punya ini pak" kata Lio heran melihat semua pajangan mahal yang ada disitu dan duduk di kursi kebanggaan Wiko dan mengangkat kakinya ke atas meja dengan sepatu mengkilap nya.
Pokas masuk dan membawa semua data-data keuangan yang dibutuhkan Lio diikuti oleh bendahara sekolah itu.
"Ini bos semua data yang diperlukan,dan ini bendahara di sekolah ini yang bernama Dini,saya pamit keluar bos" kata Pokas dan keluar dari ruangan Wiko
"Maaf pak jangan pecat saya,saya tidak mengambil uang satu rupiah pun yang bukan hak saya" kata Dini ketakutan karena dia tau Lio salah satu pemilik SMK itu.
"Pertama anda menghukum Intan dan dia berlari lapangan dengan kening yang memar dan benjol,dan saya ingin tau siapa lawan dari Intan sampai keadaannya seperti itu"
"Kedua, saya baru tau kalau sekolah ini menerima sumbangan dari orang tua murid sedangkan sekolah ini milik William group"
"Jelaskan satu persatu dan jangan sampai ada yang terlewat bapak Wiko Gardan" kata Lio dengan emosi yang memuncak
"Siapa anda berani ikut campur disini" kata Farid membanting meja kaca dan membentak Lio
"Bacakan siapa pemilik sekolah ini Dini" kata Lio pada Dini yang ketakutan
"Sekolah ini milik Jovan Wiliam,Lio William,Bobi Sander dibawah pengawasan Williams Groups" kata Dini dengan tenangnya
"Dan saat ini yang ada dihadapan kalian adalah Lio William dan yang akan anda keluarkan dari sekolah ini adalah adik saya,bagaimana bisa adik dari pemilik sekolah ini dihukum seperti itu" kata Lio tersenyum tipis
Wiko terdiam dan badannya jatuh ke lantai tak percaya pemilik sekolah yang datang langsung untuk memecatnya secara tidak hormat.
"Panggil anak anda kesini,jika adik saya bersalah saya akan skors dia 1 minggu,tapi jika anak anda yang bersalah silahkan cari sekolah lain" kata Lio pada Farid
Farid menelfon istrinya Joice untuk membawa Windi ke ruangan Wiko,dan mereka pun datang dan duduk di samping Farid.
__ADS_1
Windi bersikap seolah-oleh dia korban,dia menangis manja pada orang tuanya
"Siapa yang memulai duluan" tanya Lio dingin
"Intan duluan dia hina hina Windi" kata Windi berbohong
"Ha ha hhhahahhaha" tertawa Lio sangat keras dan dia sambil bertepuk tangan.
"Pembohong ulung juga anak anda Pak Farid apa ini akan terjadi pada anda jika saya tanda tangan surat jual beli kita"
"Anak saya tidak pernah berbohong dan saya tidak pernah menjalin hubungan kerja sama dengan orang seperti anda" kata Fari dengan angkuhnya
"Saya tipe orang yang hanya mendengar sekali dan tidak akan memberi kesempatan untuk bicara kedua kalinya" kata Lio masih duduk di kursi Wiko
"Suruh anak anda bicara jujur atau usaha properti anda saya hancurkan sekarang" kata Lio mengancam Farid
Lio menelfon orang kepercayaannya dan membatalkan semua kerja sama dengan Farid Jalkon yang tadi baru ditanda tangani nya
"jangan bermain-main dengan saya,apalagi anak anda berani memfitnah adik saya dan keningnya memar seperti itu,orang tua macam apa kalian mendidik anak menjadi seperti ini". kata Lio pada Jesi dan Farid
"Pak Lio ini hanya masalah anak-anak sekolah,sebaiknya kita jangan membawa masalah ini ke dunia bisnis" kata Farid memohon pada Lio
"Waaaauuuw masalah anak anak,anak anda tidak mengalami luka sedikitpun hanya kotor di baju nya, sedangkan adik saya keningnya memar dan dia harus berlari lapangan yang mengakibatkan dia pingsan, kemudian kalian berdua sedang negosiasi untuk menyingkirkan adik saya dari sekolah ini" kata Lio dengan sangat sangat dingin
Pokas masuk dan memberitahu jika Intan sudah sadar dan sedang muntah dan badan nya panas sekali.
"Telfon Dokter Arlan untuk datang memeriksa Intan" kata Lio cemas dan meninggalkan ruangan Wiko berlari menuju UKS untuk melihat Intan yang terus muntah sampai wajahnya pucat sekali.
Pokas pun menelepon Arlan,kebetulan Arlan sedang di Jakarta untuk dinas 2 minggu.
"Saya akan memberikan resep dahulu dan tolong diberikan dulu,jika tidak langsung bawa Intan ke rumah sakit" kata Arlan pada Lio yang cemas mendengar Intan muntah terus tak berhenti
"Apakah Intan sanggup jika terbang ke Jakarta naik helikopter sekarang" kata Lio pada Arlan dia tidak mau Intan dipegang dokter lain.
"Dengar Lio asssistant saya akan datang dan akan memberikan obat penenang supaya Intan bisa terbang kesini" kata Arlan,dan Lio
pun mengiyakan perkataan sahabat nya itu
__ADS_1
"Disini tidak ada helipad boss,dimana helikopter akan turun nanti" kata Pokas pada Lio yg cemas saat ini
"Pulangkan semua anak sekolah dalam waktu 30 menit dan pastikan sekolah ini kosong segera" kata Lio pada Dini yang mengikuti nya dari tadi.
"baik pak akan saya laksanakan" kata Dini berlari ke ruangan guru untuk memberitahukan pada semua guru dan memberi pengumuman dengan mic dan akan tersambung dispeaker setiap kelas bahwa semua murid dipulangkan.
Semua guru mengusahakan semua murid untuk cepat keluar dari halaman sekolah karena helikopter akan mendarat di lapangan sekolah dalam waktu 3O menit.
"Intan nggak kuat,tolong Intan mas Lio" kata Intan tak berdaya saat suntik obat penenang masuk dalam tubuh nya dan Lio mengangkat tubuh Intan menuju lapangan
Helikopter pun mendarat di lapangan sekolah dibantu oleh Pokas untuk mengarahkan helikopter milik Lio.
"Pokas kamu urus Wiko dulu nanti selebihnya saya akan memberi kamu perintah setelah Intan selesai saya urus" kata Lio dari dalam Helikopter sambil memeluk Intan dan Asssistant Arlan yang memegang Infus Intan
"Siap bos kabari saya kondisi nona Intan juga" kata Pokas yang sedih melihat Intan tak berdaya dan helikopter terbang menuju rumah sakit tempat Arlan dinas.
Setelah perjalanan kurang lebih 45 menit, helikopter sudah mendarat di helipad rumah sakit tempat Arlan sekarang.
Beberapa perawat dan Arlan sudah menunggu Lio dan Intan,disitu juga sudah ada Bobi dan Jovan yang sudah tau ceritanya dari Pokas.
"Intan kamu kuat ya Aa mohon" kata Jovan yang langsung berlari saat helikopter mendarat dan dia langsung naik saat pintu terbuka.
Lio memberikan Intan pada Jovan dan turun sambil mengangkat tangannya karena kaku memeluk Intan supaya tetap tenang saat terbang tadi.
Arlan langsung membawa Intan ke IGD untuk memeriksa lebih lanjut.
"Terima kasih Lio,kalau tadi lo nggak kesana bagaimana nasib Intan" kata Bobi melihat Lio dengan mata berkaca-kaca.
"Fani,Intan,Tika,Oliv dan Tomi adek gua,tidak ada yang boleh menyentuh orang orang yang gua sayangi" kata Lio melihat Bobi dan Jovan
"Lio jangan pernah tinggalkan gua,karena gua nggak bisa kalau lo nggak disamping gua" kata Jovan dengan senyum nya tapi dia melihat ke arah lain supaya tidak terlihat air mata ny sudah jatuh.
Lio berjalan pelan menuju IGD tempat Intan karena dia merasa dadanya sesak seperti akan meledak mengingat Intan pingsan.
"Dan kalian berdua juga jangan tinggalin gua,gua nggak tau kemana lagi jika tanpa kalian berdua" jawab Lio pada dua orang sahabat dan adiknya itu
"Keluarga Intan dimana,tolong ini darurat" kata Perawat diluar ruang IGD dan membuat 3 pria itu terkejut dan berdiri menghampiri perawat itu.
__ADS_1