
Elisa sangat senang melihat Intan yang sangat cantik sekali dan membeli semua pakaian yang dipilihnya untuk Intan
"Intan sekarang kita beli peralatan make up,skincare dan perlengkapan kamu yang lainnya,dan kamu nggak boleh tolak pemberian Bunda" Elisa senang sekali punya menantu yang sangat disayanginya
"bunda, Intan malu terima ini semua,apa Intan pantas" Intan sangat segan menerima pemberian Elisa da merasa minder dengan penampilan Elisa yang sangat cantik dan terawat
"kita ini istri dari keturunan Williams,jadi tidak usah malu sayang,kamu menantu pertama Bunda,kamu harus bunda manja seperti Fani juga" Elisa meyakinkan Intan supaya bisa mengubah penampilan nya lebih elegan
"Bunda, Intan nggak biasa seperti ini" Intan tersenyum malu
"kita harus bisa jaga suami kita dari pelakor,kamu tau suami kamu gantengnya kelewatan jadi bunda akan buat dia tidak berpaling dari kamu,dan kamu juga cantiknya luar biasa nak jadi Jovan juga nanti akan bunda poles supaya kamu nggak bosan lihat dia" Elisa dan Intan tertawa senang
"bunda Aa Jovan nggak usah dipoles lagi,nanti banyak yang goda, Intan aja yang bunda buat cantik" Intan sudah yakin bahwa dia harus cantik dan elegan untuk suaminya.
"sekarang kita masuk ke salon dan spa ya, kepala sama badan bunda udah lengket banget 1 minggu nggak perawatan" Elisa menarik tangan Intan dan Intan dengan senang hati mengikuti ibu mertuanya.
Elisa minta tolong pada pekerja salon untuk memotong rambut Intan supaya lebih fresh lagi.
"Jingga kamu tolong rapikan rambut nyonya baru kamu dan perawatan badan sekalian" Elisa memanggil pekerjanya dan kebetulan salon itu milik Elisa
"wah buk boss cantik banget,ini nggak usah di apa apakan lagi udah kayak boneka barbie" Jingga sangat senang melihat wajah Intan
"udah kamu buat dia semakin dewasa dikit,kayak anak bayi banget mukanya gemesin" Elisa pun duduk disampingnya Intan untuk di creambath
Intan hanya diam saja dan tersenyum mendengar ucapan mertua nya dan pekerja salon.
"bunda besok Intan ngapaen aja ya dikantor" Intan memulai pembicaraan dan Jingga pun mulai memotong rambut Intan
"besok kamu isi absen dulu untuk laporan ke sekolah kamu,trus kamu duduk di samping Jovan,dan kalau kamu bosan kamu telfon bunda nanti kita pergi ke mall lagi" Elisa tidak mau Intan capek karena operasi nya baru 2 minggu
"bunda, Intan mau belajar nggak mau santai santai gitu bunda" Intan merajuk sedikit
"sayang kamu kan udah istri Jovan percaya sama bunda nak uang Jovan sanggup biayain kamu dan nggak usah kerja lagi sayang" Elisa memegang tangan Intan dengan lembutnya
"besok Intan minta kerjaan aja sama Aa Jovan kalau gitu" Intan tidak mau hanya berdiam diri
"terserah kamu nak,kamu emang anak pintar sayang,sama seperti Fani niat nya belajar sangat tinggi sekali" Elisa akan mendukung Intan sekalipun dia ingin kuliah
setelah selsai dengan rambut mereka sekarang perawatan badan dan Jovan menelfon Elisa untuk menanyakan mereka dimana
Jovan : bunda dimana,istri Jovan lama sekali dipulangkan
Elisa : kamu lebay amat,baru juga 3 jam
Jovan : itu udah 1 abad bagi Jovan,kalian dimana biar Jovan susul ya
__ADS_1
Elisa : nggak usah ntar lagi juga siap ni
Jovan : bentar laginya jam berapa,4 atau 8 jam lagi
Elisa : hahahahha iya ini nanti langsung pulang sayang.
Elisa memutuskan sambungan telfon nya sedangkan Intan sudah tertidur karena lelah habis acara nikahan kemarin.
dirumah Williams
"bunda bawa Intan kemana sih,main pergi aja bawa bini gua" Jovan kesal dan merajuk
"lagian lo lebay banget baru juga 3 jam,itu mall kalau bunda nggak kelilingi dulu nggak akan pulang" Lio menjawabnya sambil memainkan game di hp nya
"besok Intan di kantor bakal lo apakan,pegawai pria kita banyak, gua yakin gua besok banyak yang goda dia,tambah lagi pegawai cewek kantor kita jiwa antagonis semua" Bobi membayangkan besok pasti heboh akan kedatangan Intan
"iya pegawai cewek kalau lihat kita kayak kucing kelaparan semua,gua takut besok Intan malah dikerjai ama mereka" Lio juga membayangkan kalau Intan besok masuk kerja
"jangan jangan besok Intan akan dijambak sama Tia cewek paling bengis tapi kerjanya bagus,kayak gini" Bobi berdiri dan menarik rambut Lio
"terus Intan balas kayak gini lagi" Lio berdiri dan menarik rambut Bobi
Lio dan Bobi perang mulut ala emak emak mempraktekkan kejadian yang akan terjadi besok
"lo berdua kenapa kayak orang kurang kerjaan sih, Intan besok dirumah aja nggak kemana mana" Jovan melempar bantal sofa pada Lio dan Bobi,dia tidak mau Intan akan terluka
Rizal yang mendengar pembicaraan mereka bertiga keluar dari kamar dan tertawa
"kalian kok jadi emak emak sih,nggak akan ada yang bully Intan kalau kalian buat dia jadi assisten pribadi salah satu dari kalian" Rizal tidak mau Intan jadi terkekang ditambah lagi umur Intan masih sangat muda.
"iya betul juga sih yah, nanti Intan nggak dapat ilmu apa apa lagi dari perusahaan kita" Jovan setuju dengan ide Rizal
"mas antar ke mall mau nyusul bunda dan kak Intan" Fani turun dari tangga dan menemui ayah dan 3 mas nya
"nggak usah dek,bunda udah mau pulang" Jovan melarang Fany untuk pergi
"kalau kamu pergi bakalan tengah malam pulangnya,mas Jovan kamu akan semakin galau Intan nggak pulang" Lio meledek Jovan yang sudah cemberut
"ya udah deh,tapi besok uang jajan nya naik ya" Fani duduk disamping Jovan
"iya jadi jajan kamu 55 ribu" Jovan menjawab ketua
"ha nambah 5ribu doang mas" Fani tak percaya
"mas tambah 3ribu" Bobi pun menaikkan uang jajan Fani
__ADS_1
"mas Lio tambah 2ribu" Lio pun menambah lagi 2 ribu
"udah besok kamu ayah tambah 5ribu jadi totalnya 65 ribu" Rizal tertawa melihat Fany yang menganga
"potongan buat isi minyak mobil 15ribu jadi total jajan kamu 50ribu kamu bersyukur dek jadi jajan kamu naik 15 ribu" Lio tertawa dan membuka kulkas mengambil minuman
"mas itu nggak naik sama sekali,sama aja mas" Fani melihat Bobi dan Jovan yang berhasil iseng pada nys
"kami pulang semuanya" Elisa dan Intan. masuk kedalam rumah nya
semua tertegun melihat Intan yang berubah total
"bunda, Intan kenapa dibuat jadi boneka gitu" Jovan teriak melihat istrinya yang semakin cantik
"cantik kan Aa,mas,dek,ayah" Intan berputar putar
"cantik banget kak Intan,udah nggak ada lawannya" Fany kembali menganga melihat Intan
Lio dan Bobi tertawa melihat Jovan yang semakin cemberut dan naik keatas dengan wajah kesalnya
"besok kelabakan deh lo" Lio mengejek Jovan
Intan meninggalkan mereka semua dan naik mengejar Jovan masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.
"Aa jangan marah gitu, ini semua buat Aa biar Aa nggak digangguin pelakor" Intan memeluk erat pinggang Jovan dari belakang.
Jovan tersenyum senang istrinya mau melakukan itu semua untuk nya tapi dia pura pura merajuk.
"kamu jadi cantik sekali, nanti kamu dikira masih gadis belum menikah" Jovan membalikan badannya
Intan mencium bibir Jovan dengan lembutnya dan Jovan pun membalas ciuman istri tercintanya
"i love you sayang" Intan berbisik manja ditelinga Jovan dan Jovan semakin memanas mencium bibir Intan
"kamu akan menjadi milikku seutuhnya,tolong jangan lama lama sayang,aku nggak bisa menahannya jika terlalu lama" Jovan menidurkan Intan dikasur tapi Intan menarik leher Jovan dan menciumi bibirnya
"harus sabar sayang" Intan memeluk Jovan yang berada diatasnya
Jovan menciumi rambut Intan yang sangat harum dan memeluknya sangat erat
"Aa jangan cintai wanita lain selain Intan ya" Intan menatap mata suaminya
"tidak akan sayang,apalagi jika kamu sudah menjadi milik Aa seutuhnya"
Jovan menciumi wajah dan leher Intan dengan penuh sayang, Jovan rasanya ingin lebih jauh tapi dia takut Intan marah
__ADS_1
"sabar sayang, Intan belum siap" dia juga menciumi wajah Jovan