Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Singapore


__ADS_3

setelah sampai dirumah Jovan mendapat telfon dari Oliv, dia harus berangkat ke Singapore karena menang tender besar


"pak Jovan lo harus berangkat hari ini,karena dini hari nanti tanda tangan kontrak nya" Oliv menerangkan pada Jovan


"serius Liv, gua akan berangkat malam ini" Jovan senang bukan main mendapatkan tender besar sekali


.


Jovan memeluk Intan dan menggendong nya karena senang sekali "Aa menang tender besar sayang"


"wuih keren Jo" Bobi senang dan memeluk Lio


"iya gua juga senang banget,tender yang besar banget itu" Lio semakin memeluk erat Bobi


"kalian kenapa berdua pelukan gitu,nggak salah jurusan kan" Elisa yang baru datang heran melihat heboh di dalam rumahnya


"bunda Jovan dapat tender besar" Lio dan Bobi berhamburan ke pelukan Elisa dan mengangkat badan Elisa


"nanti bunda jatuh, turunin Bobi, Lio" Elisa ketakutan saat dia di angkat Bobi dan Elisa,dan mereka pun menurunkan Elisa


sementara Jovan masih menggendong Intan dan memutar mutar badannya


"huuueeekk" Intan minta turun dan jalan sempoyongan ke kamar mandi dan di ikuti oleh Jovan


"Aa jangan putar putar gitu, Intan pusing banget" Intan kesal kepada Jovan dan mencubit perutnya


"Intan hamil,bunda akan punya cucu,aayyyyaaahhhhh" Elisa berteriak senang dan berlari ke kamar


"ye gua akan punya keponakan" teriak Lio lompat lompat


"ye nanti gua belikan kuda buat dia" Bobi pun kegirangan


"lo berdua hamilin anak siapa" Jovan membawa Intan duduk di sofa dan berdiri di dekat Lio dan Bobi


"kan tadi bunda bilang Intan hamil ya gua senang lah" Lio membantah omongan Jovan yang menuduhnya menghamili wanita lain


"caranya gimana kan belum di apa apakan ama gua" Jovan pun menatap Lio bingung


"Intan mual karena diputar putar sama Aa,aduh pusing banget" Intan menghentakkan kakinya kesal


"bukan karena ada keponakan mas Bobi dek" Bobi meyakinkan intan


"Halo pak kudanya nggak jadi ya,adek aku nggak jadi hamil,nanti kalau hamil aku ambil lagi kudanya" Bobi menelfon penjaga kuda


"misalnya adek gua benaran hamil,tu kuda langsung lo angkut kesini gitu" Lio bertanya serius pada Bobi


"iya halaman luas gini, ponakan gua bisa main kuda disini dengan bebas" Bobi membuka lebar kedua tangan nya


"lagian kalau gua udah punya anak,nggak bisa langsung naik kuda tunggu 4 tahun lagi" Jovan pun ikut membahas kuda Bobi


"nggak langsung besar kayak Dila Dilo Jo" Bobi bertanya bingung


"nggak tu anak bakalan sebesar Tomi kalau lahir,jadi bisa lo belikan kuda,rumah,mobil" Jovan membohongi Bobi dan membawa Intan ke kamarnya


"terus kita berdua kemana" tanya Lio pada Bobi

__ADS_1


"yang pastinya gua makan dulu" Bobi meninggalkan Lio dan makan sendirian


Jovan pun menutup pintu kamarnya dan memeluk Intan "istriku sayang, Aa terbang ke Singapore dulu ya, jemput rezeki dulu sayang,doakan Aa ya, supaya semua selesai dengan tepat waktu dan tidak ada kendala"


"kalau Intan rindu gimana sayang" Intan menangis dan memeluk erat suaminya sambil menciumi dada bidang Jovan


"Aa juga nggak mau ninggalin kamu, tapi ini mendadak sayang, nanti kita bulan madu bilang aja mau kemana" Jovan mengusap rambut istrinya


Intan mengangkat wajahnya dan Jovan menarik dagu Intan dan mencium bibir Intan dengan lembut, Intan mengalungkan tangannya di leher Jovan,dan Jovan meninggalkan tanda merah besar di leher Intan


"Aa ngapaen gitu" Intan memeluk manja suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada Jovan


"biar kamu besok di rumah aja nggak usah ke kantor,kan Aa nggak ada besok" Jovan tertawa melihat leher Intan yang sangat merah


"Aa,ini gimana nutupin nya" Intan melihat kaca dan kesal


Jovan merapikan bajunya ke dalam koper kecil dan Intan membantunya dan mereka turun ke bawah setelah Jovan menutupi tanda merah di leher istrinya dengan rambut Intan


"gua antar ke atap kantor aja ya,biar lo cepat sampainya" Lio sudah menunggu Jovan dibawah dan Intan memeluk Lio karena sedih mau di tinggal suaminya


"thank you bro" Jovan berjalan menuju kamar Elisa dan Rizal dan mereka pun keluar kamar


"hati-hati ya nak,tetap harus fokus dan jangan gegabah sekalipun kamu sudah yakin,karena jebakan terbesar ada di dalam keberhasilan nak" Rizal memberikan nasehat pada anaknya


"terima kasih ayah" Jovan menyentuh kaki Rizal dan Elisa untuk meminta doa sebelum dia pergi


"kamu harus teliti ya sayang" Elisa mencium kening Jovan


"mas Jovan bawain Fani mainan tas yang ada singa nya itu ya" Fani keluar dari kamarnya dan memeluk mas Jovan nya.


"udah nanti mas Lio beli singa benaran ya, tapi kamu harus rawat lo dengan benar" Lio bicara dengan serius pada Fani


"nggak usah mas,kan bunda udah galak kayak singa" bisik Fani pada Lio yang berdiri disamping nya.


"bunda, Fani bilang bunda galak kayak singa" Bobi berteriak pura pura syok


"aahhahahahahahah ayah selalu bahagia jika kalian seperti ini,rumah nggak pernah sepi" Rizal memeluk Elisa yang melotot melihat tingkah anak-anaknya


"Aa cepat pulang ya" Intan mulai nangis lagi


"dek,cuma sebentar aja kan dia naik helikopter jangan nangis gitu nggak boleh ya" Lio mengusap kepala Intan


"aduh menantu ayah sedih euy" Rizal tertawa melihat Intan


"sudah sayang sebentar saja kok" Jovan memeluk Intan dengan erat dan mencium kening dan pipi istrinya


"cepat balik ya" Intan melepaskan pelukan suaminya dan Jovan pun pergi bersama Lio dan Bobi


Intan makan bersama keluarga Rizal dan duduk diruang keluarga sekarang


"Intan tadi gimana hari pertama magang nya nak" Elisa memulai pembicaraan


"tadi Intan ikut meeting sebentar, input data karyawan sama bantu kak Oliv bunda, pokoknya seru" Intan bercerita sangat antusias sekali.


"ingat ilmunya ya nak, supaya kamu bisa mempraktekkan nya suatu saat nanti" Rizal mengelus rambut Intan

__ADS_1


"kak besok Fani ada ulangan nyanyi kak,ajarin dong kak" Fani memeluk Intan


"serius dek,sini kakak ajarin" dengan cepat Intan berjalan ke piano yang ada diruang tamu itu.


"kak lagu Indonesia yang lagi ngetrend sekarang ya kk" Fani pun memberikan hp pada Intan


"oh lagu ini" Intan mulai memainkan pianonya dan Fani pun bernyanyi dengan tenang


"suara kamu bagus sekali dek" Intan bertepuk tangan senang


Fani pun mengulangi nya 2 kali dan assisten rumah Rizal semua duduk dilantai menikmati suara Fani


Bobi dan Lio kembali ke rumah setelah Jovan berangkat ke Singapore mereka mendengar suara musik dangdut yang dimainkan Intan


"wuuiiiisss ramai banget" Lio masuk dengan bergoyang ala mamang mamang warteg dan Ninuk pecinta dangdut sedang bernyanyi


"hobaaaa tarik Ninuk" Bobi pun masuk sambil menggoyangkan badannya dan membuat ruangan heboh


"mantap Ninuk" supir diluar pun masuk kedalam bergoyang dengan santainya dan mengeluarkan saweran


Rizal dan Elisa hanya tertawa melihat tontonan di hadapan mereka dan juga mensawer Ninuk


"goyang mang,asyik bener dah hokya" supir itu terus bergoyang sambil menutup mata nya


Lio, Bobi dan Fani sibuk bertiga dengan goyangannya dan Intan memang sangat jago menghidupkan suasana jadi ramai


"tambah lagi Ninuk" Lio dan Bobi masih asyik bergoyang sementara acara dangdutan ala kadarnya sudah selesai


Intan, Fani, Rizal dan Elisa sudah duduk di sofa


"kalian berdua udah nggak bisa mendengar lagi ya,udah siap dari tadi" Elisa menggelengkan kepalanya


"woy udah kelar" Lio menepuk punggungnya Bobi tapi Bobi masih bergoyang sambil menutup matanya


"asyik,tarik terus" Bobi pun menutup matanya sambil bergoyang kesana kesini dan kepalanya menabrak dinding dan kesakitan


"heeeeeeaaaaa hantam tu dinding" Lio,Riza,Fani dan Intan tertawa sampai sakit perut


"aaaaaaaaaaaaaww perut Intan sakit" karena terlalu kuat tertawa perut Intan pun perih.


Elisa mengusap punggung Intan dan Fani memeluk Intan dan Lio memijit kaki Intan


"aduh ini gara gara dangdut si Ninuk dan tingkah Bobi,duduk kamu" Rizal pun menarik telinga Bobi


"Ayah jidat Bobi benjol,telinga Bobi putus" Bobi pun duduk di dekat Lio dan memijit kaki Lio


"kurang ke atas" Lio memerintah Bobi yang sibuk dengan benjolan di kepala nya.


Bobi menuruti Lio dan memijat kaki Lio, setelah Bobi sadar dia melihat Lio ke enakan, Bobi menarik bulu kaki Lio.


"sakit Bobi,gila lo" Lio hendak membalasnya tapi Bobi sudah lari ke atas


"asyik,tarik mang " Bobi berjoget memanasi Lio


Rizal, Elisa dan Fani tertawa lagi sedangan Intan sudah menutup wajahnya dengan bantal takut tertawa lagi

__ADS_1


__ADS_2