
"Ter,,,,," Bobi langsung diam,dan menutup mulutnya setelah Jovan akan melempar nya dengan vas bunga
"lo mau nyanyi dangdut kan" Jovan sangat tidak suka lagu lagu seperti itu
"idih,lo kira gua abang abang truk,gua mau manggil waiters, Lio mau nitip makanan buat Meyza dan Intan" Bobi memanggil waiters nya dan mengatakan pesanannya
tak berapa lama, makanan pun datang,dan Bobi sangat senang, Tomi tak ambil pusing,dengan cepat dia memakan steak dan nasinya
sementara di rumah sakit, Lio mendekati adiknya yang tertidur dan menyelimuti nya
sementara di kediaman Miko
"boss, besok Boston akan di operasi, bagaimana jika kita bermain-main sedikit sebelum operasi" Farid Jalkon mendekati Miko yang sedang sibuk dengan wanita malam nya
"jangan ganggu dia,keluar" Miko memerintahkan Farid keluar dari ruangan nya,Farid Jalkon menerima Telfon bahwa Lio sedang sendirian menjaga Tika dan Boston.
"biar aku urus" Farid Jalkon tersenyum tipis dan menelfon Govar untuk menuju rumah sakit,dan memberi sedikit kejutan kepada Jovan dan Intan
sesampainya di rumah sakit,anak buah Farid Jalkon sudah turun dari mobil, tapi sayang nya, terlalu banyak anak buah Boston yang berjaga,dan sudah mengenal mobil Farid
"Farid Jalkon sedang memantau kita" anak buah Boston memberitahu Pokas dengan menelfon nya, earphone yang tersambung di telinga Pokas mendengar jelas kata kata bodyguard Boston
"kita lihat dia mau apa,dan Kalian semua stand by,saya akan sembunyi dulu" Pokas memanggil anak buah kepercayaan nya untuk menjaga di depan kamar Tika
"hai manis,kamu tadi sudah gagal mengganggu Jovan di kolam renang, sekarang jangan sampai gagal,atau saya akan menghabisi keluarga mu" Farid Jalkon sudah mengirimkan Sinta untuk menggoda Jovan tapi gagal
"akan aku selesai kan" Sinta turun dan mengelus pipi Farid
saat Sinta berjalan di parkiran,salah seorang anak buah Boston (Emon) mendekati nya dan memegang bahu nya yang putih mulus
"lo, jauhkan tangan kotor lo bangs*t" Sinta menghindari nya dan memukuli nya dengan tas kecil yang dibawanya
"jangan sok suci wanita cantik, gua tau lo suruhan Farid Jalkon,dan jika lo membuat keributan sedikit saja saat gua lepaskan, lihat ada 15 bodyguard yang sedang ingin bermain dengan wanita malam, tapi kami tidak mau meninggalkan tuan tercinta kami untuk bermain dengan wanita malam" Emon memainkan rambut Sinta
"najis lo,gua akan hancurkan hidup lo,jika berani melakukannya" Sinta memutar tangan Emon, tapi Emon sudah membawa Sinta kedalam dekapannya
"jika lo berbuat keributan sedikit saja, lihat lah gua yang akan menikmati lo dulu, kemudian gua lempar kepada 15 Bodyguard lainnnya,nggak mungkin mereka hanya mendengar desahan dari mulut lo,dan ingat disini ada gudang besar jadi kami bisa menikmati nya dengan puas,untuk memuaskan diriku saja butuh 1 jam,dan dia sangat gila se*, mungkin dia akan menunggu giliran terakhir karena dia 5 jam nonstop akan menunggangi lo" Emon menunjuk asal salah satu bodyguardnya dan melepas tangan Sinta
tak lama Jovan datang,dan melihat Wanita yang menggoda nya tadi sedang adu mulut dengan Emon
"itu siapa" Bobi bertanya pada Jovan
"tadi tu cewek mau goda gua di kolam berenang, tapi istri gua memberikan pelajaran yang sangat bagus" Jovan tersenyum pada Bobi, sedangkan Tomi sudah tidur
__ADS_1
"trus ngapa dia kesini" Bobi memanggil anak buah Boston yang lainnya,dan menanyakan kenapa ada wanita yang beraninya ingin menggangu
"biasa boss,hadiah dari Farid Jalkon" awab bodyguard yang lain dan tersenyum
"selesaikan dan buat dia trauma" Bobi menuju parkiran dan membangunkan Tomi untuk masuk ke kamar Tika di ikuti Jovan
sesampainya di kamar Tika, Lio yang sedang sibuk dengan game-nya, tidak tau jika Boston ingin minum air putih
"jangan pa,lagi puasa" Jovan membuka pintu kamar Tika dan langsung lari memegang tangan Boston
"maaf Jo, papa lupa nak, papa haus sekali" Boston memegang tenggorokan nya
"maaf pa, sabar ya pa" Jovan mengambil botol minuman dari tangan Boston
Tomi dan Bobi tidak jadi masuk,karena ada Jelita perawat cantik incaran Bobi yang sedang piket malam di meja informasi pasien
"hallo pak,ada yang bisa saya bantu" Jelita menyapa Bobi yang sedang memapah Tomi
"ini ,adik saya kurang enak badan, perut kanan nya perih suster" Bobi merangkul bahu Tomi,dan Tomi melihat Bobi dengan mulutnya yang menganga
"oh iya mari saya antar ke UGD ya,bisa jalankan" Jelita terkesima dengan ketampanan Bobi
"bisa kan dek" Bobi menanyakan pada Tomi
"iya nanti mas bantu" Bobi sangat senang bisa bicara dengan Jelita,dan Tomi pun ikhlas membantu Bobi
sesampainya di UGD,Tomi naik ke atas tempat tidur di ruangan itu
"tadi yang sakit sebelah mana dek" tanya Jelita sambil membawa stetoskop
"perutnya sakit suster" jawab Bobi sambil mengelus-elus rambut Tomi
"sebelah mana" tanya Jelita lagi,sambil sibuk mengambil jarum suntik dan Tomi sudah ketakutan melihat Jelita yang mendekatinya
"sebelah kiri suster" jawab Tomi cepat dan menarik tangan Bobi karena takutnya
"sakit apa ya suster" tanya Bobi sambil. menahan badan Tomi yang hendak bangun
"tadi sebelah kanan atau kiri" Jelita berhenti di dekat Tomi
"kanan" jawab Tomi lagi,dan hampir menangis
"kiri" Jawab Bobi lagi
__ADS_1
"oh gitu" Jelita memegang tangan Bobi
"aaaaawwwwwwww" teriakan Bobi sangat keras sekali karena Jelita menyuntik tangannya
"jangan" Tomi juga ikut berteriak karena melihat Bobi di suntik
"lain kali,harus kompak ya,jangan satu kanan satu kiri" Jelita melepas suntikan nya dan Bobi terkulai lemas sekali dan Tomi keluar dari UGD dan lari ke kamar Tika
"mas Bobi di suntik mati" Tomi berbicara sambil ngos-ngosan dan terduduk lemas di dekat sofa
"apa" jawab Jovan dan Lio
"sama siapa dek" Lio mendekati Tomi yang masih memgambil nafas agar kembali normal, dan Jovan pun memberikan Tomi minum
"sama perawat di depan mas,tolongin mas" Tomi hampir menangis dan Lio memeluknya
"Meyza, Meyza" panggil Boston karena dia melihat Tomi ketakutan,dan Meyza akhirnya terbangun dan mendekati Boston
"kamu kenapa dek" tanya Meyza yang melihat Tomi terduduk lemas
"mas Bobi di suntik mati mbak di UGD" Tomi pun menangis sedih
Meyza dan Jovan berlari ke UGD tapi tidak ada,dan mereka mencari perawat yang dimaksud oleh Tomi
"aduh Bob,lo dimana" Jovan cemas mencari Bobi dan Meyza menelfon bodyguard nya untuk mencari Bobi
tak lama Jovan balik dan melihat Bobi sudah terkulai lemas di kamar Tika
"kapan baliknya, lo kenapa" tanya Jovan memeluk Bobi yang lemas sekali
"gua nggak akan mau kejar perawat lagi,gua angkat tangan" Bobi memejamkan matanya
"jangan tinggalkan gua Bob" Lio menangis memeluk Bobi dan Tomi pun minta maaf
Intan terbangun dan mendengar keramaian di kamar Tika,dan Boston menutup telinga Tika agar tidak bangun
Arlan datang bersama Meyza untuk melihat Bobi
"Bob, Napa" Arlan memeriksa Bobi yang lemas
"tadi dia di suntik perawat mas" Tomi masih menangis menceritakan semuanya pada Arlan
"tolongin dia Ar" Lio sangat ketakutan melihat Bobi, Jelita tersenyum jahat dari kaca luar kamar Tika
__ADS_1