Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
kabar Devina


__ADS_3

Setelah 3 hari Intan dirumah sakit,Jovan yang lebih banyak menjaga Intan ditemani


Desi,sedangkan Rizal,Lio dan Bobi menyelesaikan masalah di SMK berjaya dan meliburkan siswa/i selama 1 minggu untuk menunjuk struktur pengurus sekolah yang baru.


Arlan melihat Intan berlatih berjalan dan dibantu oleh Jovan"Pagi Intan,udah semakin kuat jalannya sekarang"


"Pagi Dokter,iya Intan udah semakin kuat walaupun masih sedikit perih perutnya" kata Intan pada Arlan dengan tersenyum


"Intan kita udahan aja ya kalau masih perih,nanti kamu kenapa kenapa lagi" kata Jovan mencemaskan Intan dan Arlan tertawa melihat Jovan yang terlalu posesif.


Jovan meminta pada Arlan untuk mengizinkan Intan dirawat dirumahnya saja supaya bisa sambil bekerja.


"Sekarang juga gua urus kepulangan Intan tapi dia harus tetap check up setiap hari ke sini" kata Arlan pada Jovan dan Intan sudah meninggalkan mereka berdua untuk duduk di kursi taman rumah sakit.


"Makasih Ar, nggak sia sia lo jadi sahabat gua" kata Jovan tertawa dan menghampiri Intan,Arlan pun tersenyum dan meninggalkan Jovan


"Ini uang rumah sakit nya gimana atuh,uang darimana" kata Intan menangis dia tak sadar Jovan ada di belakangnya


"Hey Intan sudah nanti minta ama mas Lio aja uang nya banyak kok" kata Jovan bercanda padahal semua nya sudah selesai diurus Jovan.


"Emang teh mas Lio mau gitu kasih uang cuma-cuma Aa" kata Intan sambil menggigit bibir bawahnya.


"Udah sini Aa gendong saja ya biar kamu nggak capek" kata Jovan membawa Intan dalam pelukannya,Intan hanya pasrah saja karena dia bilang tidak pun tetap akan dipaksa oleh Jovan.


"Intan sudah bisa pulang ke Bandung kan tuan" tanya Desi saat Jovan sudah datang bersama Intan dan mereka duduk di sofa


"Iya Intan mau pulang saja ya Aa,mau sekolah nanti Intan dikeluarkan lagi dari sekolah,kasihan juga Tomi dan Tika nggak ada Ibu sama Bapak" kata Intan


"Ibu Intan harus disini dulu biar bisa check up setiap hari bersama dokter Arlan,ibu pulang dulu nggak apa apakan buk" tanya Jovan pada Desi yang sedang memeluk Intan


"Ya sudah kalau itu untuk kebaikan Intan nggak apa apa buk,kami percaya sama tuan" kata Handoko yang baru datang bersama Vivian dan Elisa


"Mbak percaya sama Caca kan,Caca yang jaga Intan dan mengantar Intan besok langsung kalau sudah sembuh total" kata Elisa pada Desi


"Ya sudah kita berangkat sekarang saja ya buk,semua baju baju kita sudah Bapak bawa" kata Handoko pada Desi


"Intan cepat sembuh ya nak,biar langsung pulang ke Bandung,Tika nangis terus nak cari kamu" kata Desi memeluk Intan sambil menangis


"Iya buk,Intan akan berusaha supaya cepat sembuh dan pulang ke Bandung" kata Intan menenangkan Desi


"Nenek juga balik ya nak,nenek nggak kuat cuaca panas" kata Vivian pada Jovan dan Intan

__ADS_1


"Kita tunggu helikopter datang ya sebentar lagi,tadi Lio udah di telfon sama nenek mau pulang" kata Elisa pada Jovan


"Hah helikopter" kata Intan terkejut


"Iya Intan mas Lio kemarin bawa kamu kesini pakai itu waktu nggak sadar" kata Elisa


Intan masih tidak tau cerita dia bisa sampai ke Jakarta karena dia mau fokus dulu dengan kesehatan nya nanti dia akan bertanya langsung pada Lio.


" Nek,buk,bapak ayo ke atas helikopter sudah diatas" kata Jovan sambil membawa tas Vivian dan Desi


"Intan mau ikut ya" kata Intan pada Jovan


"Nggak kamu nanti capek,sini aja sama bunda ya Aa cuma sebentar kok" kata Jovan mencium kening Intan


Vivian,Desi dan Handoko keluar dari kamar Intan menuju ke atap rumah sakit diantar oleh Jovan.Intan merasa malu dan menunduk tidak berani melihat Elisa


"Aduh pipi menantu Bunda jadi merah gitu" kata Elisa menggoda Intan dan Intan hanya tersenyum malu


Arlan datang dan mengizinkan Intan pulang sekarang, Elisa pun senang Intan akan tinggal dirumahnya beberapa hari,dan Fani juga sudah tidak sabar ketemu Intan.


"Buk boleh telfon mas Lio nggak,Intan mau bicara sesuatu" kata Intan malu


Elisa pun menelfon Lio dan memberikannya pada Intan


Intan : iya mas dokter Arlan barusan bilang ke Intan ni mas


Lio: Ya udah kita ketemu dirumah besok ya dek


Intan : mas Lio,Intan nggak punya uang untuk bayar rumah sakit,gimana dong mas,nanti Intan ditangkap polisi,kata Aa Jovan pinjam duit Mas Lio


Lio : hahahhahhahahhaha udah bilang aja nanti nama Mas Lio ke Admin nya.


Intan : mas jangan bercanda (Intan pun menangis) mematikan telfonnya


Jovan melihat Intan menangis dan menghampiri nya


"Kenapa Intan" tanya Jovan panik


"Mas Lio nggak mau pinjamin uangnya untuk bayar rumah sakit" jawab Intan menangis


"Udah Aa bayar ya,udah jangan nangis" kata Jovan sangat lembut sambil membelai pipi Intan

__ADS_1


"Jadi utang Intan nanti diangsur aja ya Aa,jangan bilang Ibu Bapak nanti mereka cemas" kata Intan yang sudah tenang


"Gimana caranya Intan" kata Jovan yang usil kepada Intan


"Nanti Intan sampai Bandung ikut lomba nyanyi lagi Aa" kata Intan polos


Jovan benar benar bangga pada Intan,dia tidak mau harga dirinya jatuh hanya demi uang "Udah bayarnya nanti kalau kamu udah lulus langsung kerja di perusahaan William groups ya"


"Serius Aa,nggak bohong kan" kata Intan senang.


Setelah semua selesai,Intan sudah sampai di rumah Rizal,dan dia benar-benar terpukau melihat rumah yang sangat besar itu.


"Masuk kedalam ya nak" kata Elisa sambil memegang tangan Intan


"Ini teh rumah atau hotel atuh buk" tanya Intan polos dan membuat Elisa tertawa dan Intan pun masuk kedalam


"Intan kamarnya dibawah ya,kalau diatas nanti kamu naik turun,perutnya sakit lagi" kata Jovan menunjukkan kamar Intan dan di ikuti Elisa


"Makasih ya Aa,ibu juga" kata Intan tersenyum


"Ya udah kamu istirahat ya,Aa mau kerja dulu diatas,kerja Aa benar-benar numpuk" kata Jovan tersenyum dan Elisa juga mau ke butik nya sebentar karena ada kerjaan yang tidak bisa ditunda.


Jovan naik ke ruang kerjanya dan dia mulai membuka email yang menumpuk,saat dia membuka email pertama dia terkejut melihat photo Devina yang sedang di Singapure.


Jovan menelfon nomor yang ada di Email photo itu "ini kamu tidak main-main kan, saya tunggu di cafe xx sekarang".


Jovan bergegas menuju cafe yang sudah dijanjikan,dia pergi tanpa pamit kepada Intan


Dan benar dicafe itu kakak dari Devina sudah menunggu Jovan.


Jovan datang dan menghampiri Joice kakak dari Devina,dan dia merasa senang sekali akhirnya ada kabar dari Devina.


"Kak Joice,mana Devina kak" tanya Jovan yang langsung menghampiri Joice


Joice pun senang ternyata Jovan masih mencari Devina dan harapan Devina untuk menemui Jovan akan terwujud


"Jovan kamu masih mencari Devina setelah selama ini" kata Joice memancing Jovan ingin mengetahui kalau Jovan masih mencintai adiknya atau tidak.


"Bagaimana Jovan bisa melupakan Devina kak,dia cinta pertama Jovan,dia wanita pertama yang mengisi hati Jovan,dia yang membuat Jovan untuk bekerja keras supaya bisa memberi kehidupan yang layak jika nanti kami menikah" kata Jovan menggebu-gebu menceritakan bagaimana dia masih sangat mencintai Devina.


"Tapi keadaan Devina tidak seperti dulu lagi,apakah kamu masih benar akan tetap mencintai nya apa tidak" kata Joice menatap Jovan

__ADS_1


Jovan benar-benar penasaran pada Joice,apa yang terjadi pada Devina sampai dia menghilang tanpa kabar.


__ADS_2