
sesampainya di showroom mobil, Bobi menyuruh Intan untuk memilih warna mobil yang disukai nya
"dek kamu pilih yang mana" Bobi pun menunjukkan mobil Jazz yang sudah di pesan nya.
Intan terdiam sejenak dan berpikir mau yang Jazz atau Pajero sport
"mas kalau Intan mau yang itu boleh nggak" Intan menunjuk mobil Pajero sport
"itu kebesaran dek,ini yang cocok buat kamu" Bobi pun tetap menawarkan mobil kecil saja
"mas kalau mobil yang besar keluarga Intan bisa muat semua di dalam,kalau yang kecil pasti sempit mas" Intan sudah memikirkan nya dari tadi
Bobi pun tertawa tidak menyangka pikiran Intan akan sampai sejauh itu
"ya sudah dek kita ambil ini saja ya" Bobi pun mengurus segalanya dan Intan menunggu sambil duduk di kursi
Intan mengambil Hp nya dan membuka WA dari Jovan
Jovan : sayang kamu jangan marah lagi ya,tadi Aa lagi mikirin kamu bukan yang lain
Intan : nggak percaya
Jovan : kita baru nikah 3 hari sayang tapi kamu udah merajuk gini,jangan gampang marah sayang itu bisa merusak hubungan kita lo
Intan yang membaca WA dari Jovan merasa sedih dan dia pun tidak bisa percaya kepada siapa saja karena semua adalah teman Devina.
POV Intan
aku yang terlalu cemburu,atau kalian semua sedang mempermainkan perasaan ku sekarang,aku hanya menjaga suami ku supaya tidak tergoda dengan wanita lain,tapi jika kak Devina yang harus menjadi sainganku,terus terang aku tidak sanggup,karena dia cinta pertama Jovan"
POV author
Intan mengambil earphone nya dan mendengarkan MP3 ditemani dengan hujan deras yang semakin membuatnya gelisah
Bobi melihat kegelisahan hati Intan dan merasa menyesal telah membawa Devina ke kantornya
"dek kita pulang atau tunggu hujan reda dulu" Bobi pun duduk disamping Intan dan mengambil 1 earphone Intan dan mendengarkan lagu yang didengar Intan
"kalian semua sahabat kak Devina,bagaimana Intan bisa percaya" Intan kemudian menatap keluar showroom
Bobi terdiam dan mengerti maksud Intan,tapi Bobi berusaha meyakinkan Intan
"dek,jika Jovan sudah mencintai 1 wanita itu tak kan mudah berpaling, lihat kan dia langsung nikahi kamu, percaya sama suami kamu"
"akan Intan coba, tapi jika kalian bersekongkol di belakang Intan,mungkin tidak akan pernah kita seperti ini lagi mas" Intan sudah dikuasai rasa cemburunya
"dek,kamu kenapa jadi gini" Bobi terkejut melihat perubahan Intan
"Intan nggak ada tempat untuk bersandar di kota ini, Intan takut suatu saat ada yang membuat Intan kecewa" akhirnya Intan menangis
"dek,mas Bobi akan di depan kamu menghadapi Devina" Bobi pun mengelus rambut Intan.
Intan pun diam saja dan membersihkan wajahnya "mas mobilnya mana"
"nanti di antar ya dek masih ada yang mau di urus" Bobi pun mengajak Intan kembali ke kantor
__ADS_1
Jovan membaca ulang WA nya takut salah mengirim kata kata yang membuat Intan tersinggung, kemudian Jovan memesan secangkir kopi untuknya kepada Oliv
"kalau cewek merajuk gimana sih cara luluhkan nya" Jovan langsung bertanya saat Oliv masuk kedalam ruangannya
"lo bujuk lah, manjakan dia,dan meminta maaf" Oliv meletakkan kopi di meja Jovan dan duduk di sofa
"tapi gua nggak salah" Jovan pun merasa dia tak salah
"walaupun lo benar minta maaf aja udah,lawan cewek ribet" Oliv pun menyarankan itu pada Jovan
Jovan meminum kopinya dan akan mencoba saran Oliv
Bobi kembali ke ruangan nya sedangkan Intan duduk diluar ruangan Jovan dia benar-benar cemburu
"panggil Intan kesini Oliv,gua mau ajarin dia tentang input data karyawan" Jovan sudah melihat Intan kembali dan Oliv pun memanggil Intan
"kamu di panggil pak Jovan,aku ke bawah dulu ya" Oliv pun meninggalkan Intan
"kenapa pak" Intan berdiri di depan pintu Jovan dan Jovan pun menghampiri Intan dan mengunci pintu kantor nya
"kamu masih marah ya sayang" Jovan menggendong Intan dan duduk di sofa
"Aa jangan bohongi Intan ya" Intan pun menangis.
Jovan mencium kening Intan dan dia tau kesalahpahaman yang terjadi "sayang, Aa nggak akan nikahi kamu secepat ini kalau bukan sudah terjerat sama cinta kamu"
"Intan sayang banget sama Aa, Intan nggak mau Aa diambil wanita lain" Intan memeluk suaminya
"tidak akan sayang, percaya sama Aa,kamu terlalu berharga buat Aa,kamu segalanya" Jovan pun memeluk erat istri nya
Jovan pun membersihkan air mata Intan dan memeluk nya lagi
"gerah euy" Bobi pun duduk di meja Oliv dan Bobi di meja Intan
"Intan sangat tulus makanya dia akan gampang kecewa suatu saat nanti" Lio tau jika ketulusan Intan itu bisa membahayakan dirinya suatu saat nanti
"iya tadi dia marah ke gua, dia bilang karena kita sahabat Devina kita akan membela Jovan dan Devina" Bobi tidak akan pernah membiarkan itu terjadi
"gua nggak akan pernah lakuin itu,dia adik gua" Lio sangat menyesal sudah mendukung Jovan kemarin
Lio dan Bobi duduk sambil termenung, Oliv datang dan mengejutkan mereka berdua
"kerja sana melamun aja lo" Oliv mengusir Bobi dan duduk di mejanya
"Oliv, kredit mobil lo berapa lama lagi" tanya Bobi kesal
"13 bulan lagi, kenapa mau lo gadaikan ke bank" Oliv menjawab dengan ketus nya
"nggak kalau udah mau lunas ,gua mau mindahin meja ini ke gudang" Lio bercanda pada Oliv
"lo serius" Oliv tak percaya dengan ucapan Lio
"iya" jawab Bobi
"hooooooorrrrrreeeeee,gua nikah tahun depan dan akan menjadi ibu rumah tangga yang baik jadi gua nggak kerja lagi dan ketemu sama lo berdua" Oliv sudah lama ingin resign tapi di tolak Jovan
__ADS_1
"hei Oliv,gua mau ganti meja baru bukan apa apa" Bobi pun berbohong takut jika benar Oliv resign
"iya, kata siapa lo mau resign, jangan suka ngelantur gitu ah" Lio pun membantu Bobi
Jovan yang mendengar suara ribut dari luar keluar sedangkan Intan sedang main game di laptop Jovan
"kenapa sih lo bertiga,heboh nya kalahin gerobak dangdutan" Jovan berdiri di hadapan Lio, Bobi dan Oliv
"mereka mau pecat gua,ya gua senanglah bisa lepas dari kalian bertiga" Oliv pun menceritakan nya pada Jovan
"enak aja lo" Jovan pun menjawab dengan singkat
"gua juga mau nikah,punya rumah tangga yang harmonis dan anak anak lucu" Oliv membayangkan masa indah nya nanti kalau sudah menikah
"kejauhan angan angan lo cantik,teman gua 3 hari menikah aja stres ama kelakuan bini yang cemburuan" Lio menyinggung Jovan
"iya,bini merajuk aja dia udah kayak ditinggal cerai ama bini nya" tambah Bobo lagi
"amit amit, mulut lo" Jovan pun melempar kertas ke mulut Bobi
"bodo amat" Oliv sudah sibuk dengan make up nya
"Liv wajah lo jangan make up terus dong" Lio melihat tas make up milik Oliv yang penuh sesak
"kenapa Lio,gua tambah cantik banget kan" Oliv merasa senang sekali Lio bicara seperti itu
"nggak apa apa sih Liv, gua kasihan lihat ini make up dipaksa buat tutupin wajah lo, kalau mereka bicara pasti udah demo sama lo" Lio pun mendapat cubitan di tangannya
"pergi kalian semua dari sini" Oliv pun berteriak dan mereka bertiga tertawa dan masuk ke ruangan Jovan
"aduh pecah terus telurnya,ayamnya cepat banget geraknya" Intan ngedumel kesal
Lio menghampiri Intan dan duduk di samping Intan,dia melihat serius game yang dimainkan Intan, sedangkan Jovan dan Bobi membahas mobil yang diambil Intan
"awas dek,ke kiri,ke kanan-kiri,aduh gimana sih dek mainnya" Lio pun memberikan arahan yang membuat Intan bingung sendiri
"ini game nya buat kue gitu mas tinggal telurnya ni nggak bisa dikumpulin" Intan pun mulai kesal karena nggak dapat dapat juga
"ini harus pas dulu dek tempatnya" Lio mengambil alih game dan dia berhasil mengumpulkan banyak telur
"hooooooorrrrrreeeeee mas kita berhasil" Intan bersorak senang membuat Jovan dan Bobi terkejut
"dek kita masak kue nya ya" Lio pun membantu Intan dan mereka pun sibuk dengan permainannya
"baru juga 1 hari Intan kerja udah ada aja yang di alami,gimana ya buat dia nyaman dan tenang" Jovan meminta ide pada Bobi.
"peraturan di kantor kita jika ada anak magang dari sekolah kita yang kerjanya bagus,lo bisa rekrut Intan jadi karyawan lo terus nanti dia home schooling aja biar nggak balik ke Bandung" Bobi menyarankan ide itu pada Jovan
"iya juga ya, tapi nggak mungkin sekarang kan, tunggu 3 bulan ke depan" Jovan baru ingat peraturan yang dibuatnya
setelah jam pulang kantor tiba, Jovan mengingatkan Intan dan Lio untuk pulang
"dek kita ke supermarket ya kita praktekan ini dirumah" Lio ngiler dengan kue yang dimainkan Intan.
"mas Lio teh ngiler lihat ini" Intan menunjuk layar laptop Jovan
__ADS_1
"iya dek" Lio masih terpana melihat kue Intan di laptop
"ya udah kita nanti ke supermarket ya" Intan pun setuju dan mereka merapikan pekerjaan dan meja mereka dan pulang