Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Ciuman pertama


__ADS_3

"Nad," Ucap Tama.


"Iya Mas,"


"Kalau aku sudah sembuh nanti,aku akan kembali ke kota," Ucap Tama.


Nada yang tadi menatap wajah suaminya,kini langsung menatap langit malam.


Tama mau Nada tak ada yang membuka suara.Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Iya Mas,"Ucap Nada setelah lama berdiam.


"Aku janji, aku akan kembali ke desa ini lagi untuk mu," Ucap Tama yang menoleh ke istriny.Tapi Nada tetap menatap gelapnya langit malam dengan berhiaskan cahaya dari kunang-kunang.


"Ada urusan yang harus aku selesaikan di kota," jelas Tama karena Nada masih terdiam


"Urusan apa?" Tanya Nada."


Apa Mas Tama di kota punya anak istri ?" Nada menoleh ke arah suaminya.


"Aku belum perna menikah.

__ADS_1


Dan pernikahan kita kemaren itu,adalah yang pertama untuk ku." Jawab Tama.


Nada mencoba mencari kebohongan dari manik mata berwarna coklat itu.Namun,Nada tak bisa menemukan kebohongan di sana.


"Kalau belum punya istri kenapa tidak tinggal di sini saja? Mas Tama juga bisa mencari pekerjaan di sini!" Ucap Nada.


"Aku harus kembali ke kota Nad,aku harus mencari tau siapa yang sudah mencelakai ku." Jelas Tama.


Nada terdiam.Kemudian Nada memalingkn wajahnya.Namun dengan cepat di tahan Tama.Tama juga mengubah posisinya menjadi miring menghadap istrinya.


"Aku janji akan segera menyelesaikan masalah ku ini, dan kembali ke sini untuk menjemputmu," Ucap Tama dengan mata yang menatap lekat mata sang istri.


"Pergilah,aku tidak masalah.Dan satu lagi....jangan memberiku harapan palsu.Jika kamu ingin kembali lagi ke desa ini,pintu rumahku selalu terbuka untuk mu Mas ," Ucap Nada.


Nada terdiam dengan perlakuan suaminya yang manis itu.sebisa mungkin Nada menyembunyikan rasa gugupnya.


Walaupun mereka sudah menikah,baru kali ini mereka sangat dekat.Kareba tak bisa lagi menahan gugupnya,sehingga Nada memalingkan wajahnya.


"Nad...Ucap Tama yang meraih dagu Nada.


Detak jantung Nada semakin cepat,seperti orang yang habis lomba lari meraton.

__ADS_1


"Tahan...jangan sampai dua mendengar suara detak jantungku,batin Nada.


Tama memajukan wajahnya sehingga tak ada celah di antara mereka.


Cup...


Tama menempelkan bibirnya ke bibir sang istri,kemudian Tama memundurkan kepalanya sedikit hanya berjarak lima centi.Tama menatap wajah Nada yang bersemu merah bak buah tomat yang matang.


Nada meremas ujung bajunya.saking gugupnya,tanganya sampai keluar keringet dingi.Seumur hidupnya,Baru Tama lah laki -laki yang mencium dirinya.


Karena Nada tetap berdiam,sehingga Tama kembali menempelkan bibirnya di bibir pink milik Nada.Kali ini Tama ******* bibir mungil itu tanpa ada perlawanan dari Nada.Nada justru menutup rapat bibirnya hingga Tana memberi gigitan di bibir bawah-nya Detik itu juga,mendorong Tama hingga ciuman itu terlepas.


"Kita pulang sekarang Mas," Ucap Nada yang langsung ikut berdiri.


"Maaf,"Ucap Tama sambil mengusap bibir Nada yang basah.


"Iya ,"Sahut Nada dengan memalingkn wajahnya.


"Apa ini ciuman pertama baginya? Tangannya dingin banget," batin Tama saat merasakan dingin di tangan Nada.


Dengan bantuan cahaya dari lampu senter yang Nada bawa,mereka berjalan turun dari bukit itu.

__ADS_1


"Ati-atu Mas," Ucap Nada yang membatu jalannya Tama.


"iya Nad, Sahut Tama.


__ADS_2