
"Sebelum Kembali ke hotel caisar mampir sebentar di sebuah supermarket ,untuk membeli cemilan dan softdrink.
"Mas aku mau es krim dan coklat apa boleh," tanya Nada ke suaminya.
"Tentu boleh sayang," ambilah mana yang kamu mau," jawab caisar.
Nada lantas mengambil satu coklat dan satu es krim yang Daru tadi mencuri perhatiannya dari pertama masuk supermarket.
"Kok hanya ini ,ambilah lagi," Ucap caisar.
Ini saja Mas cukup," sahut Nada yang tak suka membeli sesuatu yang berlebihan
Setelah di rasa cukup ,dan membayar belanjaannya ,mereka kembali ke hotel.
Setibanya di hotel ,Nada langsung membersihkan diri,aku mau langsung mandi," Ucapa Nada yg meletakan tasnya di atas meja.
'Kita mandi bersama yuk," Ajak caisar merangkul istrinya dari belakang.
"Hanya mandi bersama saja," lanjut caisar untuk lebih meyakinkan istrinya.
Janji hanya mandi saja," Jawab Nada.
"Iya janji sayang," sahut caisar.
Akhirnya mereka masi bersama,berendam di dalam bathup dengan air hangat.
Laki-laki mana yang bisa menahan diri jika di hadapkan dengan wanita yang sudah halal baginya ,begitu juga dengan caisar yang tak bisa menahan kejolak dari dalam dirinya.
"Sayang coba deh kamu .mendekat kesini," Ucapnya yang menarik tangan istrinya.
"Ada apa," tanya Nada yang menggeser maju.
Sini ,duduk di depanku dan menghadap kedepan," perintah caisar..
Dengan patuhya Nada menuruti perintah suaminya?sudah," Ucapnya yang menoleh ke belakang.
"Hemm,begini kan enak," Ucap caisar yang langsung memeluk istrinya dan mencium cengkuk lehernya .
"Mas,tadi janjinya kan cuman mandi saja," protes Nada saat menyadari jika ada yang hidup di bawa sana.
Iya hanya begini saja," sahut caisar semakin erat memeluk istrinya.
__ADS_1
Nada hanya terdiam membiarkan suaminya memeluknya.
Pelukan yang awalnya hanya sekedar pelukan bisaa saja,kini menjadi pelukan yang tak bisa ,pasalnya tangan caisar yang merabah ke mana mana.
"Mas,pekik Nada yang mulai tergoda.
Hemm,gumam caisar yang tak bisa lagi menahan diri,ia ciumi leher istrinya dengan tanganya yang menggoda buah kembar itu.
Aaah ,,..Mas ," Ucap Nada dengan suara paruhnya sentuhan dari suaminya membuat diriya terbuai,Nada menyandarkan kepalanya di dada suaminya ,dan itu sangat mudah bagi caisar untuk terus memberi kecupan di lehernya.
Nada yang terkenal itu ,memiringkan wajahnya dan menyambar bibir snag suami dengan senang hati sang suami pun membalasntya ,saling menyesap dan meluamat ,sehingga menimbulkan suara yang merdu bagi mereka.
seiring dengan ciuman yang memanas itu ,caair terus memberi sentuhan rangsangan ke tubuh sang istri.
"Mas ,jangan di sini ya," Ucap Nada setelah pangutan bibirnya terlepas.
Mengerti apa yang di inginkan istrinya ,caisar lantas mengangkat tubuh Nada dan membawa nya keluar dari kamar mandi ,Nada mengalungkan tanganya ke leher suaminya dan ciuman bibir itu kembali terjadi entah siapa yang memulai,Caisar membaringkan sang istri ke tempat tidur.
Nada memejamkan matanya menikmati ciuman lembut dari caisar yang selalu saja memabukan bagi Nada.
Nada menggeliat merasakan permainan yang Caisar ciptakan hingga membuat pandanganya mengabur.
Caisar mulai menciumi leher sang istri ,Caisar bertanya-tanya apakah istrinya tahu betapa menggairahkan dirinya saat ini? dengan tubuh yang sudah polos rambutnya tergerai,Caisar tidak mampu menahan diri.
Dengan lembut Caisar mulai memasuki tubuh istrinya ,sebisa mungkin membuat Nada nyaman akan dirinya.
Nada terpekik ketika Caisar berhasil memasuki tubuhnya,terasa penuh dan hangat ,Nada tidak akan munafik berapa nyaman dan senasi yang Caisar berikan untuknya ,walaupun ini bukan pertama kali untuk mereka ,tapi sensasi yang Caisar berikan benar-benar Tessa luar biasa ,Nada nyaris menangis karena kelembutan yang Caisar berikan.
Sampai akhirnya Caisar bergerak pelan,siap untuk bercinta dengan sang istri yang cantik,saat itu juga ,hingga mereka berdua sama-sama di buatkan oleh hasrat yang semakin membara.
Caisar hanya melihat istrinya sekilas dan tersenyum ,setelah itu ia lanjutkan lagi aktifitasnya yang seprti bayi itu.
"Pelan-pelan Mas," Ucap Nada yang mengingatkan suaminya.
Karena kondisi istrinya yang sedang hamil mudah ,sehingga Caisar tidak bisa bergerak dengan bebas ,ritme yang ia gunakan juga ritme yang pelan.
"Terimakasih sayang," Ucap Caisar yang mengecup bibir sang istri.Setelah itu Caisar membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
"Apa kamu kesakitan sayang," tanya Caisar yang khawatir.
Tidak,hanya perutku sedikit keram," jawab Nada yang mengusap perutnya.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari istrinya membuat dirinya bangun dan duduk.
"Maafkan Mas sayang ,kita ke dokter ya sekarang," Ucap Caisar yang panik.
Tidak usah Mas,ini hanya keram sedikit,nanti juga akan hilang sendiri," Sahut Nada yang meraih tangan suaminya dan membawanya untuk mengusap perutnya.
"Maaf ya sayang," Ucap Caisar yang kali ini memberi kecupan di perut sang istri.
Nada tersenyum serta tanganya memberi kecupan lembut di rambut sang suami.
Caisar mencium sejenak kening sang istri dengan perasaan sayang dan membiarkan sang istri tertidur di pelukannya.
"Sleep tight sayang," bisik Caisar lalu menyusul sang istri yang sudah tertidur di pelukannya.
"Jika kita memili pasangan hidup yang tepat.Maks kita akan di ratukan oleh pasangan kita,begitu juga dengan sebaiknya,apabila kita salah memilih pasangan hidup ,maka tak ada jaminan untuk hidup bahagia.
Tak menyesal bagi Nada yang menerima Caisar sebagai suaminya ,walaupun di awal ia sempat meragukan Caisar ,tapi nyatanya dia justru mendapatkan cinta dan perhatian yang begitu besar dari suaminya,belum lagi kasih sayang dari keluarga Caisar yang menganggap dirinya sebagai anak kandung ,bukan sebagai menantu.
Di hari keduanya di Paris,pagi-pagi sekali ia mendapatkan telfon dari mama mertua.
"Mas bangun ponselnya bunyi itu,"Ucap Nada yang matanya masih terpejam.
"Punya kamu itu sayang m," sahut Caisar yang sama-sans enggan untuk membuka mata..
"Mas saja yang angkat," Ucap Nada yang menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya .
"Aduhh,siapa sih Jan segini udah ganggu aja," gumam Caisar yang menggunakan bantal untuk menutupi telinga nya.
Setelah ponsel Nada berhenti berdering ,kini berganti ponsel milik Caisar.
Karena merasa terganggu ,dengan kesak dan tanpa melihat siapa yang menelfon ,caisar mengangkat panggilan masuk itu.
"Halo ,siapa ini," tanya Caisar.
"Siapa ini siapa ini?" buka mata mu dan lihat siapa namanya ," Sahut Belinda yang membuat caisar langsung terbangun.
"Mama," Ucap Caisar seraya memperhatikan layar ponselnya.
"Mana Nada,cepat ubah ke panggilan Vidio," Ucapnya.
"Sayang bangun ini mama yang menelfon,"Ucap Caisar yang menggoyangkan tubuh sang istri.
__ADS_1
"Apa," sahut Nada yang tak kala kaget dari suaminya.
''Cepat pakai baju nya sayang,mama minta Vidio call.