Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
132


__ADS_3

Nada yang penasaran dengan chat suaminya dengan alexs ,dia mengikuti suaminya dengan masuk kedalam bagasi mobil.


"Setelah suaminya masuk ke dalam bangunan itu ,Nada turun dari mobil.


"Tempat apa ini?' gumam Nada yang melihat bangunan rumah itu,tak ingin mengulur waktunya Nada berjalan mengedap endap untuk masuk ke dalam rumah itu.


Di tempat lain.


Neneng dan farel sudah terlalu lama menunggu istri dari tuannya yak tak kunjung kembali ke bawah.


"Kok lama banget ya ambil dompet saja," gumam Neneng.


"Sudah hampir satu jam kita di sini?"sahut farel yang melihat jam di tangannya.


'Coba kamu susul ke atas,biar aku tunggu di sini?" perintah farel yang mendapat anggukan kepala dari neneng.


"Nona," ucapnya setelah membuka pintu unit apartemen milik sang majikan.


"Nona?'' Ucap Neneng lagi,tapi suasana ruangan itu sangat sepih.Neneng mencoba ke kamar dan ke setiap sudut yang ada di ruangan itu,Neneng semakin takut dan khawatir kala tidak bisa menemukan istri dari tuanya.


Dengan sangat panik neneng kembali turun untuk melaporkan kepada farel.


"farel,nona hilang," ucapnya dengan wajah yang sangat panik dan takut.


"Jangan bercanda kamu.


Aku serius di apartemen tidak ada siapapun,kosong.dompet dan hp nya juga masih tergeletak di kamar ,ini buktinya?' jelas neneg yang menunjukan dompet serta hp milik Nada.


Gawat kenapa aku bisa lalai?" Ucap farel.


"Ayok ikut aku?" ajak farel yang langsung menarik tangan Neneng.


Farel mengandalkan cctv dari apartemen itu ,Daru rekaman itu terlihat jika Nada berjalan mengendap-endap menuju parkiran.


"Menuju parkiran," gumam Neneng.


Farel yang fokus pada layar monitor itu segera mengubahnnya ke rekaman cctv yang ada di parkiran.


"Gawat ini rel,kita bisa di peggal sama tuan caisar," Ucap neneg yang melihat Nada masuk kedalam mobil bagasi mobil suaminya.


"Kamu tenang saja biar aku yang urus," sahut farel yang langsung menelfon bosnya.


Beberapa kali panggilan tak terjawab.


Ada-ada saja Nada main kabur saja,mau ngapain coba naik di bagasi ,kan bahaya ," omel neneng.

__ADS_1


"Lagi ngidam mungkin," sahut farel yang masih fokus menelfon caisar..


Ya kali ngidam aneh kaya gitu," timpalnya.


"Tumben banget bos caisar lama banget angkat telfonya," gumam farel yang pantang menyerah.


"Sudah ,kali gak di bisa di hubungi,mending kita cari saja itu kemana tuan caisar pergi," ajak neneng.


"Tunggu sebentar ,kita tak mungkin menyusul Meraka," sahut farel.


Kenapa gak mungkin? aku sangat khawatir sama Nada,dia sedang hamil? bagaimna kalau tuan caisar tidak menyadarinya," balas Neneng.


"Sabarlah ,tunggu lima menit lagi?" pinta farel ,setelah sekian kali panggilannya lolos tak terjawab ,kali ini ada jawaban dari caisar.


"Halo bos? nona Nada ada.


Belum sempat menyelesaikan ucapannya caisar sudah lebih dulu memeberi perinta kepadanya.


..........


"Iya bos saya segera kesana?" sahut farel ,panggilan itu pun berakhir setelah farel memberi jawaban..


Apa katanya rel," tanya Neneng.


Aku akan segera menjemput nona Nada,kamu kembali saja ke dalam apartemen," jawab farel yang terlebih dulu keluar dari ruangan cctv.


"Maaf neng ,aku gak bisa ajak kamu? kamu tunggu saja di apartemen," sahut farel yang berhenti sejenak.


Ada apa sih? kenapa aku gak boleh ikut," gumam Neneng yang di tinggal oleh farel.


Di tempat lain


Nada melihat dengan heran bangunann yang masih bagus dan kokoh itu,dengan jalan yang mengendap endap seperti pencuri diirnya mulai menyelinap masuk kedalam rumah itu.


Perlahan Nada mendorong pintu yang terbuat dari kayu jati itu,hanya dengan dorongan yang pelan saja pintu itu sudah terbuka.


Sesampainya di dalam ,ia bingung harus kemana ,luasya bangunan itu membuat ia harus berpikir di mana suaminya sekarang.


Nada lebih dulu menyusuri lantai bawah ,setiap kamar dan ruangan yang ada di sana Nada hampir telusuri,namun tak menemukan apapun,tak ingin menyerah ,Nada terus mencarinya.


Brak...


Pintu di buka dengan keras oleh caisar ,di dalam. kamar itu ada micko yang duduk sambil memeluk kedua lututnya yang di tekuk ke atas.Dia hanya melirik sinis ke arah pintu.


"Dasar pecundang," ucapnya dengan lantang.

__ADS_1


Caisar hanya menyunggingkan senyum.Dia terus melangkahkan mendekati mantan kakak iparnya.


"Kata-kata itu sangat pantas untukmu,bukan untukku ," Ucap caisar yang mengintari micko.


"Dasar pecundang,biadap tak punya hati," maki micko.


"Bukankah semua yang kau ucapkan itu pantas untuk dirimu sendiri," tanya caisar seraya menjabak rambut micko dan menariknya ke belakang.


"Aggggrrhh," teriak micko yang kesakitan.


"Suara apa itu," gumam Nada yang masih berkeliling di lantai bawah.


"Kau bilang aku tak punya hati? lalu apa kabar dengan diirmu sendiri! bagaimana dulu kamu menyakiti kakakku dengan sesuka hati mu? masih pantaskah kamu di sebut manusia yang mempunyai hati," Ucap caisar yang semakin kuat menarik rambut micko dari belakang.


Aaaarrggh,"micko kembali berteriak ,karna rasa sakit di kepalanya begitu kuat.rasa-rasanya seperti kulit kepalanya akan terkelupas.


"Lepaskan pecundang," ucap micko yang berusaha mengayuhkan tanganya yang terborgol itu ke arah Caisar.


Bugggghh.


Caisar memberi bogem tepat di wajah micko ,sehingga laki-laki yang berpenampilan Lusu itu jatuh tersungkur ,di saat micko terjatuh itu ,Caisar segera menghampiri dan mencegkram bajunya.


"Apa perlu aku ingatkan lagi? bagaimana kamu dulu dengan mudah menyakiti kakaku," Ucap caisar dengan rahang yang mengeras karena menahan amarah setiap kali ingat pria yang ada di hadapannya itu menyakiti kakak kandungnya.


Caisar mengeluarkan ponselnya dan menunjukan ke pada micko , dia istrimu bukan?" setelah menunjukan foto wanita berpakaian seksi itu,caisar mengegeserkan ke sebuah Vidio.Vidio di mana wanita itu di bawa paksa menuju tempatnya para wanita nakal.


"Kau apakan istriku bajingan," geram micko.


Caisar menyunggingkan senyum," tidak aku apa-apakan aku hanya saja mengembalikannya pada tempatnya saja,apa aku salah?


"Bangsat kau.


"Bunuh saja aku,bunuh ? jangan kau bawa-bawa istriku dalam dendammu," ucap micko dengan lantang dan penuh emosi.


"Astaga suara apa itu? semakin kencang," gumam Nada yang memberanikan diri untuk naik ke lantai atas untuk mencari sumber suara.


"Istrimu panatas kembali pada tempatnya ,dia jugalah yang membuat hilangnya nyawa kakaku,tidak semudah itu aku akan membunuhmu," Ucap caisar yang penuh dengan penekanan.


"Itu seperti suara mas Tama?" Batin Nada yang sudah berada di lantai atas dari rumah itu,ia mengintip dari celah pintu yang kebetulan tidak di tutup dengan rapat.


"Bunuh saja aku jika kau ingin membalaskan dendam untuk kakakmu biar aku kau puas! tapi,lepaskan istriku dari tempat itu," mohon micko.


"Tidak akan pern," sahut caisar.


"Bangsat kau caisar," umpat micko.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau merasakan apa yang perna kakakku rasakan,betapa dia menderita dengan ulah mu yang tak perna punya hati," Ucap caisar.


__ADS_2