
"Iya aku tau itu hal yang wajar ,yang jadi Maslah apa tidak masalah kita melakukannya di kamar mandi,dalam kondisiku yang lagi hamil?"Ucap Nada yang membaut caisar terdiam dan berfikir.
"Kamu masih ingat kan apa kata dokter waktu itu? kita bisa melakukannya ,tapi harus sangat hati-hati ," Ucap Nada ,caisar pun mengangguk.
Jadi biarkan aku mandi sendiri saja ,Mas jangan ikut?' Ucap Nada yang sudah turun dan berdiri di tepi ranjang.
"Tunggu-tunggu?''Cegah caisar.
"Kata dokter kita bisa melakukannya dengan perlahan bukan! jadi boleh dong jika Mas meminta hak Mas pagi ini," tanya caisar dengan alis yang di buat naik turun.
"Aduh,,..aku salah ngomong Dong?"batin Nada yang menyesali ucapnya.
Sebenarnya Nada hanya menirukan ucapan sang dokter supaya suaminya tidak ikut mandi namun ,ia terjebak dengan ucapannya sendiri.
He-he-he ...Nada tersenyum seperti kuda yang memarkan deretan gigi putih nya ,ambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Boleh dong,masak gak boleh? Ucap caisar yang menarik tubuh istrinya dan memeluknya erat.
"Janji melakukan dengan pelan ya? ini pertama kalinya kita melakukan di saat aku hamil," Ucap Nada yang sedikit khawatir.
Iya Mas janji sayang?" sahut caisar yang menarik istrinya ke atas pembaringan.
Kenapa wajah mu tegang seperti itu," tanya caisar.
Aku takut Mas," jawabnya dengan jujur.
Caisar tersenyum ,Wajak tegang mu mengingatkan saat malam pertama kita dulu," Ucap caisar yang membuat Nada semakin tegang dan malu.
"Nanti malam saja Mas," tawar Nada.
Nanti malam," tanya caisar .
Apa kamu tidak kasian dengan juniorku," tanya nya lagi sambil menunjuk ke bawa yang sudah nampak keras dan menonjol.
Tak ingin menjadi istri yan dosa karena mengabaikan suaminya ,akhirnya iya mengangguk pasra .
Janji pelan," Ucap Nada.
Iya sayang," sahut caisar yang langsung melancarkan aksinya.
"Bik Santi," sapa Belinda.
"Iya nyonya ," sahutnya.
Bik tolong buatkan opor ayam ya," pintanya sambil melirik ke samping kompor.
"Baik nyonya?"jawab Santi.
"Kamu habis makan martabak bik," tanya Belinda.
Oh ini bukan bekas saya nyonya.saya juga tidak tau ini bekas siapa," jawanya.
Kemungkinan ini bekas Nada nyonya,' soalnya kata mang Toha tadi malam mereka keluar untuk cari Martabak," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Caisar dan Nada belum turun bik," tanya Belinda yang mengambil air minum.
Sepertinya belum nyonya," jawabnya.
Ya sudah ,aku tinggal dulu ya bik," Ucap Belinda yang meninggalkan dapur.
"Iya Nyah," sahut Santi.
"Mas pelan-pelan....Ucap Nada yang mengingatkan suaminya.
Iya sayang ini sudah sangat pelan," sahut caisar yang masih bergerak di atas tubuh sang istri.
Terimakasih sayang akhirnya Mas tidak harus puasa penuh selama sembilan bulan,"Ucapnya yang memberi kecupan di kening sang istri.
Setelah itu caisar merebahkan tubuhnya di samping istrinya dengan nafas yang sama-sama tersenggal.
Nada menjawab dengan anggukan kepala,rasanya sulit untuk bicar saat dirinya masih berusaha mengatur nafas nya.
Di tempat lain Nila dan anaknya tersandar dengan tangan dan kaki yang sama-sama terikat.
HA..kita di mana ini? tanya sari yang merasa asing dengan tempatnya.
"Ibu juga gak tau ini di mana," sahut Nila yang mengamati setiap sudut ruangan itu.
Sial ,siapa yang sudah berani melakukan ini dengan kita," geram Roni yang berusaha melepaskan ikatan di tanganya .
"Bu,sari takut," Ucapnya dengan Nada setengah menangis.
''Jangan takut,sini ibu bantu lepasin talinya," Ucap nila.
"Kamu lagi," Ucap satu yang masih mengenali wajah alexs.
Kau masih mengenali ku cantik," tanya alexs yang melangkah masuk.
"Apa mau mu.
Kenpa kamu sandra kami lagi ha," tanya sari.
Kenapa?" tanya balik alexs.
"Dirimu sadar atau tidak jika sudah membuat kesalahan?" tanya alexs.
Bedebah," lepaskan kami," Ucap Roni.
Gampang sekali mulut mu bicara," sahut alexs.
"Apa kalian lupa tentang peringatan ku waktu itu," tanya alexs yang berjongkok di hadapan sari dan Nila.
Masih berani kalian mengganggu Nada," lanjut alexs.
Nada keluarga kami,jadi wajar jika kami ingin menemuinya ," sahut Nila .
Keluarga," tanya alexs yang berdiri dari jongkokan.
__ADS_1
"Kalian baru menganggap Nada keluarga di saat dia menjadi istri Dari seorang bos caisar yang pengusaha kaya,begitu.
Saat Nada miskin ,kalian tidak mau menganggapnya sebagai keluarga.
Alexs tersenyum menyamping ," itu bukan keluarga ,tapi ambisi kalian yang gila harta,sehingga dengan tidak tau malunya kalian datang mengaku sebagai keluarga Nada.
Masa bodo dengan ucapan mu? cepat lepaskan kami," sahut Roni yang geram.
Baiklah-baiklah kalau kalian ingin keluar dari sini akan saya kabulkan,'. Ucap Alexs yang berjalan ke arah tembok dan menekan tombol warna hijau di sana.dalam sekejap tembok itu bergeser dan memperlihatkan isi di balik tembok tersebut.
Nila dan kedua anaknya langsung membelalakan matanya kala melihat a
mahlul yang tersimpan di balik tembok otomatis itu ,walupun masih di lapisi oleh pintu besi ,tapi mereka sangat ketakutan.
"Apa kalian masih ingin keluar dari sini,' tanya alexs.
"Nila dan kedua anaknya mengangguk dengan cepat.
"Baiklah," Ucap Alexs yang berjalan keluar dan menutup pintu ruangan itu? bukan pintu Daru kayu,melainkan pintu besi yang menjadi pelapis di luarnya.
Heyy!!! kenapa kamu tidak melepakan ikatan ini,' teriak sari.
"Bukan aku yang akan mepaskan ikatan itu,tapi mereka," sahut Alexs yang menekan tombol dari remot kontrol yang ia pegang,perlahan pembatas atau pagar besi itu bergetar.
Jangan gila kamu? cepat hentikan," teriak sari yang panik.
Bagaimna tidak takut dan panik saat di hadapkan dengan Mahluk ciptakan tuhan yang sering di juluki raja rimbah itu.
Singah berwarna putih itu perlahan berjalan mendekati pagar besi yang perlahan bergeser.
Hey,kamu cepat tutup kembali pagar besi nya," teriak Nada.
Alexs tak menggubris teriakan Sari ,ia justru merogoh ponsel dalam saku celananya dan merekam kejadian di dalam sana
Bu,cepat buka tali ini," perintah sari menyodorkan tanganya.
Aduh sari ,ibu takut,"Ucapnya yang berusaha meraih tali dari tangan anaknya.
"Sama Bu,sari juga takut," sahutnya.
"Sial gue gak mau mati konyol menjadi santapan singa itu," Ucap Roni yang berusaha melepaskan tali dari tanganya.
"AAA..jerit sari kala pagar besi benar-benar terbuka.
Singa putih yang berukuran besar itu berjalan ke arah mereka.
Cepat BU,aku tidak mau menjadi santapan singa itu," Ucap sari panik.
Ini sangat sulit ," sahut Nila yang dari tadi tidak bisa menemukan Ujung tali di tangan anaknya.
"Hus...hus...hus...pergi-pergi jangan mendekat?" Roni mundur dengan cara mengesot saat singa itu akan mendekatinya.
"Singa itu terus berjalan mendekati Roni ,saat sudah berada di dekatnya ,singa itu menoleh ke arah sari dan ibunya.
__ADS_1
"AAAA.....? jerit mereka berdua.