
Neng,cepet telfon tuan Irfan,perinta Santi.
"Saya sudah telfon bik," tuan Irfan lagi dalam perjalanan.sahut neneng.
Astagfirullah..Nyonya!"Toha berlari mendekati sang majikan.
Nyonya jangan lakukan itu,saya mohon," Ucap Toha.
Toha mendekap tubuh sang majikan dan mengangkatnya turun dari pagar pembatas.
Lepasin saya,saya ingin menemui anakku,"teriaknya terus memberontak.
"Nyonya tenang dulu nyonya," Ucap Santi.
Nada yang melihat kejadian itu merasa kasian dan iba.
Belinda tak lagi memberontak kala melihat Nada yang berdiri di belakang Santi.
"Mutia anakku," Ucapnya sambil membuka tangannya sudah ingin memeluk seseorang," tapi pandangannya tertuju ke Nada yang baru ia lihat.
"Anakku sayang.
Santi menole ke belakang lalu kembali menole sang majikan yang terus melambaikan tangannya ke arah Nada.
"Nada kemarila," Ucap Toha.
"Nada takut bik,"bisiknya di telinga sang bibik.
Tidak papa mendekat lah ada bibi",balas Santu dengan berbisik.
Nada melangka dengan perasaan yang takut.Saat Nada mendekat,Toha melepaskan sang majikan,saat itu juga Belinda memeluk tubuh Nada dengan erat.
"Anakku sayang,mama kangen sama kamu," Ucapnya dengan tangis terdengar pilu.
Nada yang merasa iba itu membalas pelukan dari nyonya besar,Di detik itu Belinda tak sadarkan diri.
"Mas bawa masuk," perinta Santi kepada suaminya.
Aku akan telfon dokter," Ucap Santi.
Tidak lama kemudian tuan Irfan datang.
Bagaimana keadaan istri saya bik",tanya tuan Irfan.
Nyonya,tidak sadarkan diri tuan," Ucap Santi.
Sudah telfon dokter!" tanya tuan Irfan yang seraya mengusap pucuk kepala sang istri.
Sudah tuan dokter masih dalam perjalanan?" Sahut Santi.
Sekilas tuan Gunawan melihat Nada yang berdiri di antara Santi dan toha.
Anak ini,kenapa sangat mirip sekali dengan Mutia,"Ucap tuan Irfan dalam hati.
Mutia," lirih Belinda yang kembali memanggil.
"Ma,ini papa," bisik Irfan sambil membelai pucuk kepala sang istri.
" Mutia,jangan tinggalin mama nak," Ucapnya lagi dengan mata yang masih terpejam.
"Ma,ikhlaskan Mutia,biarkan dia tenang surga,jangan seperti ini teru," papa mohon cepetlah sembuh.Ucap Irfan bibir yang bergetar karena menahan tangis.
Cepetlah sembuh sayangku?" Irfan mencium kening sang istri,tak terasa air mata ya ia tahan terjatuh juga.
__ADS_1
Kalian bisa kembali bekerja.
Neng,tolong obati tangan Dewi," perinta bik santi.
" Baik bik,"Sahut Neneng.
Satu persatu asisten rumah tangga itu meninggalkan kamar sang majikan.
Kasian ya kalau lihat nyonya," Ucap Dewi.
Iya,"Sahut Neneng.
"Tapi ada yang aneh deh," Sahut endang.
Iya nyonya langsung terdiam ketika melihat gadis itu,"Ucap Dewi.
Siapa sih gadis itu," Tanya endang.
"Seperti itu anak baru deh! karena tadi aku lihat lagi bicara sama bik Santi dan paman Toha,"jawab Neneng.
Ya..semoga saja kehadiran anak baru itu bisa mengobati rasa rindu nyonya terhadap almarhum,Sahut Dewi.
Iya kamu bener aku gak tega kalau melihat nyonya seperti tadi," Ucap Neneng.
Mereka bertiga menuruni anak tangga untuk menuju kamar mereka.
Bagaimana Do," Tanya Irfan setelah dokter memeriksa Belinda.
Apa kejadian seperti ini sering terjadi dalam waktu dekat ini,"tanya dokter.
Tidak dok baru ini saja," Jawab Santi.
"Jangan perna meninggalkan nyonya belin sendirian,takutnya beliau akan melakukan hal yang serupa di saat tak ada orang yang menemaninya.,jelas dokter.
Baik dok," Sahut Santi.
"Terimakasih Dok!" Ucap irfan.
Kalau begitu saya pamit,"Ucap sang dokter.
Bik tolong Carikan orang untuk menjadi istri saya!" Ucap Irfan saat sang dokter itu sudah keluar dari kamarnya.
Tidak usah cari tuan,nyonya biar di jaga oleh keponakan saya saja ," Sahut Santi.
"Jadi ini keponakan bik Santi,"Ucap tuan Irfan.
"Iya tuan,tadi nyonya bisa sedikit tenang saat melihat keponakan saya ini?" Sahut Santi sambil memegang. kedua pundak Nada.
Irfan menelisik penampilan Nada,bener'bener mirip Mutia,"batin Irfan.
"Siapa nama mu,"tanya tuan Irfan.
Nama saya Nada tuan," sahut Nada.
"Apakah kamu mau menjaga istri saya,"tanya Irfan.
Mau tuan,"jawab Nada.
Baiklah,aku akan beri bonus jika kamu bisa bertahan merawat istriku selama satu bulan.jika di bulan kedua kamu masih bisa bertahan,maka saya akan beri kamu bonus lagi,dan itu berlaku pada bulan-bulan seterusnya.
"Baik tuan?" Sahut Nada.
Mulai kapan kamu siap kerja,"tanya tuan Irfan.
__ADS_1
Hari ini juga gak masalah tuan," Jawab Nada dengan sopan.
Oke,baiklah," Sahut Irfan.
,Pa,Mutia Mana,tiba-tiba Belinda kembali bersuara.
Ma,mama sudah bangun?" Irfan mencium wajah sang istri.
Mutia mana pa," lirih Belinda.
Di sini gak ada Mutia ma?" jawab Irfan.
"Ada pa?" tadi mama lihat.
"Coba papa minggir,Belinda menggeser tubuh Irfan yang menghalangi pandangannya.
Mama mau kemana,ucap irfan sambil memegang tangan sang istri.
Mama mau menemui Mutia pa,tadi mama lihat Mutia malahan tadi mama memeluk Mutia.
Ma,dengarkan papa di sini tidak ada Mutia,mama mungkin sedang berhalusinasi," sahut Irfan.
Gak papa,tadi mama beneran melihat anak kita Mutia pa",ucapnya
Mana Mutia pa,mama kangen kamu nak.Ucap Belinda.
"Mutia ...Caisar ajak mama bersama kalian! mama tidak bisa hidup tanpa kalian,kenapa kalian tega meninggalkan mama,"Ucapnya.
"Mama jangan seperti ini terus," bentak Irfan yang kesabarannya lagi di uji.
Belinda terdiam,ia seperti orang yang ketakutan.
Irfan mengusap wajahnya dengan kasar.
Ma,maafkan papa,papa tidak bermaksud untuk membentak mama,"Irfan merai tangan sang istri,namun Belinda menepisnya.seperti orang ketakutan.
Nada yang gak tega melihat itu semua,ia mendekati nyonya besar itu dan memeluknya.
"Tenanglah nyonya,"Ucap Nada dengan lembut.
Belinda yang di peluk Nada itu tidak memberontak sama sekali,Belinda malah menyandarkan kepalanya di dada nada dengan kedua tangan yang memeluk pinnggang rampung Nada.
Irfan melihatnya tak percaya,baru kali ini sang istri aku berdekatan dengan orang yang baru ia temui.
"Bik tolong siapkan kamar untuk Nada.
"Mulai hari ini dan seterusnya Nada yang akan menjaga istri saya," Ucap Irfan.
"Baik tuan,"Sahut Santi.
"Saya yakin jika nada mampu membantu menyembuhkan istri saya," Ucap Irfan.
Saya juga berfikir seperti itu,tuan,sahut Santi.
"Lihatlah nyonya begitu nyaman berada di pelukan Nada,"Ucap Santi.
"Kamu bener bik,"Sahut Irfan.
Nyonya ayo buka mulutnya,"Nada menyodorkan nasi ke depan mulut sang majikannya.
Belinda menggeleng tanpa bersuara.
Nyonya harus makan sedikit saja,.
__ADS_1
"Setelah makan selesai,Nada ajak jalan-jalan keluar.tawar nada yang berusaha membujuk sang majikan.
Belinda menatap Nada lalu mengangguk.