Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Pertemuan Nada dan Aska


__ADS_3

Hari ini mama akan jadi sopir kamu ,kita jalan-jalan kemana yang kamu mau," Ucapnya.


"Nada mengangguk," kita ambil formulir pendaftaran dulu ya Ma,setelah itu kita cari yang seger-seger'," sahutnya.


"Siap?


"Kamu ngidam apa kok mau cari yang seger?"tanya Belinda yang fokus menyetir.


"Nada pingin makan es campur yang ada es serutnya,kayaknya enak deh Ma," jawab Nada sambil membayangkan segar ya es campur itu Singgah di tenggorokannya.


"Boleh tu,mama juga sudah lama gak beli es campur," Belinda yang clop dengan menantunya.


"Mah,mama dulu waktu hamil perutnya sering kram gak sih?" tanya Nada.


Kalau di awal kehamilan sering,tapi nanti sering bertambah usia kandungan akan hilang dengan sendirinya,kenapa perut kamu sering kram," sahut Belinda


"Iya Ma.


"Nada jadi takut," jawabnya.


"Enggak usah takut sayang ,jika perut kram, itu kamu segera buat tiduran saja,maklumlah ,kamu kan Hamil kembar,"Ucap Belinda sambil mengusap rambut Nada dengan tangan kirinya.


Jarak dari rumah ke universitas tidak begitu jauh,hanya menempuh perjalanan tiga pulu menit mereka sudah tiba di halaman kampus.


"Ini ma kampusnya",tanya Nada yang memandang kagum bangunan yang super luas dan mewah.


"Iya sayang,ayo turun," ajak sang mertua.


"Mewah banget ya Ma kampus nya," Ucap Nada.


Iya kamu akan kuliah di sini nanti,dulu suami mu juga kuliahnya di sini ," jelas mama Belinda.


"Mas Tama juga lulusan sini," tanya Nada.


"Iya," jawab Belinda sambil mengangguk.


Kedatangan Nada dan mama Belinda di universitas di sambut oleh para dosen,lebih tepatnya menyambut nyonya Irfan.


"Selamat siang nyonya," senang sekali anda bisa berkunjung ke kampus ini lagi," Ucap pak jaka selaku kepala atau pemimpin di kampus itu.


" Saya juga senang bisa bertemu dengan anda dan para dosen yang lain,'sahut Belinda.


"Ada yang bisa saya bantu! kenapa anda tidak menghubungi kami saja jika ada kepentingan," Ucap pak jaka.


"Saya ingin mengambil formulir pendaftaran untuk anak saya ini," Ucap Belinda yang memegang bahu Nada.


Lantas Nada menundukan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Oh..silahkan ke ruangan saya,"ajak pak jaka.


"Kenalkan ini Nada,istrinya Caisar," Ucap Belinda Kala sudah berada di ruangan pak jaka.

__ADS_1


"Oh....jadi ini istrinya tuan Caisar? cantik sekali ,kenalkan saya pak jaka ," Ucapnya seraya menyodorkan tanganya ke Nada.


"Nada," sahutnya memperkenalkan diri.


"Jadi anak saya ini ingin melanjutkan kuliah di sini ,maka dari itu saya ingin mengambil formulirnya," jelasnya.


"Seharusnya nyonya tak usah repot-repot untuk mendaftar ,cukup bilang ,dan nama Nona Nada sudah terdaftar di kampus ini," sahut pak jaka.


"Saya ingin tetap menggunakan formulir pendaftaran itu pak ,saya ingin seperti calon mahasiswa lain ,yang antusias untuk mendaftarkan diri ke universitas,"sahut Nada yang tetap menjaga kesopanan saat bicara dengan orang yang lebih tua.


"Menantu anda ini sangat luar biasa nyonya,tidak mau di perlakukan istimewa oleh pihak kampus,padahal kampus ini berjalan di bawa naungan tuan Irfan,tapi ,baiklah saya akan ambilkan formulirnya," Ucap pak jaka.


Dari situ Nada menjadi tau jika keluarga suaminya juga mendirikan tempat pendidikan.


Pak Hasan penelfon seseorang untuk menghantarkan formulir pendaftaran ke ruangannya.


"Mama,jadi ini kampus milik mama juga," tanya Nada.


Belinda mengangguk dan tersenyum," dulu kakek mu yang mendirikan universitas ini setelah itu di teruskan oleh papa,sebenarnya papa sudah menyuruh suamimu untuk meneruskan,tapi suamimu tidak mau,dia lebih memilih mengurus bisnisnya dan bisnis papa," jelas Belinda.


" Kenapa tidak mama saja yang ngurus.


"Sama papa mu tidak boleh," sahutnya dengan seulas senyum.


"Bagaimana nanti kamu saja yang urus," tiba-tiba Belinda mempunyai ide jika Nada yang akan mengurus universitas itu.


" Enggak ah Ma? Nada enggak bisa," tolak Nada dengan cepat.


"Iya pak jaka,' Ucap Belinda.


Tak lama dari itu seorang kariawan staf di kampus itu datang dengan membawa map kuning di tanganya.


"Permisi pak,ini yang pak jaka minta," ucapnya.


"Oh...ya-iya ,terimakasih," sahut pak jaka.


"Ini formulir pendaftarannya nyonya," Pak Jaka menyerahkan map kuning itu ke Belinda.


"Terimkasih pak ,kalau begitu saya dan anak saya pamit pulang dulu?" Ucap Belinda yang sudah bangkit dari duduknya.


"Lho ,kenapa terburu- buru nyonya," cegah pak jaka.


"Iya pak kami masih ada urusan lain lagi," jawabnya.


"Oh..baiklah kalau begitu? hati- hati di jalan nyonya," sahutnya.


Belinda dan Nada keluar dari ruangan itu,berjalan di lorong kampus.


" Kamu mau lihat-lihat dulu atau mau langsung cari es campurnya," tanya Belinda.


Langsung cari es campur saja Ma,sudah haus ini," jawabnya dengan tangan yang meraba tenggorokannya.

__ADS_1


"Oke..sekarang kita cus," sahut sang mertua.


Saat hendak masuk ke dalam mobil tiba-tiba ada yang memanggil Nada.


"Nad...Nada? tunggu Nad?!" teriaknya sambil berlari mendekati mobil Alphard hitam itu.


Nada yang merasa namanya di panggil itu pun lantas menoleh,ia membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat.


",Aska? lirihnya.


"Nad,,ini beneran kamu kan?" tanya Aska saat sudah mendekat.


" Iya ka,kamu ada di sini," sahutnya.


Syukurlah ,aku tadi takut salah orang,ia aku lagi daftar kuliah di sini,kamu apa kabar?" Ucapnya sambil mengulurkan tanganya.


"Aku Baik kha,kamu sendiri gimana?" balas Nada sedangkan Belinda hanya memperlihatkan dua manusia yang lama tak jumpa itu penuh tanda tanya.


"Aku juga baik Nad,kamu kesini mau daftar kuliah.tanya Aska.


"Iya,ini aku habis ngambil formulir pendaftarannya,"jawab Nada.


"Alhmdulillh ,akhirnya kamu bisa juga meraih mimpi mu ,aku ikut bahagia mendengarnya," Ucap Aska.


Nada menoleh ke arah mertuanya ?" Mama sini deh,! kenalin ini teman Nada waktu di desa ,Namanya Aska.


"Aska Tante,"Ucapnya yang memperkenalkan diri.


"Belinda ," sahutnya yang meraih tangan anak mudah itu.


"Nad....ini.


"Oh ..ini itu mamanya mas Tama,Kha.


Oh..",sahut askha sambil mengangguk.


"Sayang ,ngobrolnya jangan di sini ya? di sini panas," Ucap Belinda.


"Kita cari tempat yang nyaman untuk ngobrol," Ucap Belinda.


"Nada pun mengangguk setuju," kamu mau kan kha.


"Boleh," jawab Aska.


Nada dan Belinda naik mobil sedang Aska mengikuti dari belakang ,ada perasaan bahagia bisa bertemu dengan Nada lagi,tapi di sisi lain Aska harus kecewa.


Mobil Belinda berhenti di sebuah depot yang menyediakan menu es campur yang di inginkan Nada.


"Jadi kamu ke kota naik motor kha," tanya Nada yang menarik Mundur tempat duduknya.


"Iya Nad ,kan cuman sehari aja aku ke kota ,.jadi bisa langsung balik ke desa,"jawab Aska.

__ADS_1


__ADS_2