
Sebulan telah berlalu sekarang usia kandungan Nada sudah memasuki bulan ke lima.
Sayang hari ini jadwal cek kandungan kan," tanya Caisar yang mengingat bahwa hari ini adalah jadwal cek kandungan sang istri.
"Iya mas," jawabnya.
Mas mandi dulu sayang habis ini kita kerumah sakit," Ucap Caisar.
Caisar langsung bergegas kekamar mandi.
"Ya sudah lebih baik aku tiduran dulu sebentar," Ucapnya sambil membaringkan tubuhnya di kasur.
Mas udah mandi nya," tanya Nada.
"Sudah sayang ,sana kamu mandi juga," jawab Caisar.
"Iya mas, Nada langsung masuk ke kamar mandi.
Caisar menggelengkan kepalanya ,istrinya semakin hari semakin membuatnya merindukanya.
"Selesai mandi dan sholat mereka langsung menuju rumah sakit dan seperti biasa dokter kali ini tersenyum karena jenis kelamin bayi kali ini sangat terlihat.
"Dok apa baby twins kami sehat," tanya Caisar.
",Bagaimana keadaan istri saya juga," tanya Caisar kembali dan ia terus bertanya membuat Nada dan dokter Vika pusing sendiri.
"Mas sudah jangan bertanya terus aku pusing tau mas," Ucap Nada kali ini tak tahan dengan ocehan suaminya.
"Maaf sayang ,mas hanya ingin tau dari pada penasaran kan? ungkap caisar sambil tersenyum.
"Baik tuan caisar saya akan menjelaskannya," jawab sang dokter dengan tersenyum.
"Alhmdulillh keadaan bayi dan ibu nya sehat,hanya saja istrimu jangan terlalu setres ya,tekanan darah istrimu rendah.
Caisar penatap istri nya dengan penuh tanya,Nada tertunduk merasa bersalah.
"Baik saya lanjutkan kembali,?" Ucap dokter mencoba menenangkan mereka dengan kabar baik.
Dan dokter menerangkan semuanya satu persatu hingga tahap akhir memberitahukan jenis kelaminnya.
Caisar yang penasaran terus memandang ke arah layar komputer tanpa berkedip.
"Nah...ini bayinya,ya Nad,cai,' Ucap sang dokter.
"Ini kemabar ya ,untuk penjaga dan beratnya sangat normal ya di usia kandungan lima bulan ini,ini kepalanya ,ini kaki nya ,ini tulang belakangnya ,ini tangannya lengkap ,semuanya mempunyai dua tangan dan jari-jari ,kalau yang ini pantatnya dan yang ini kakinya," jelas sang dokter dengan detail.
"Nah sekarang kita lihat jenis kelamin sih kemabr ya," lanjut dokter Vika.
"Emmm,ini jenis kelaminnya laki-laki ,tapi yang satu tidak terlihat ,karena ketutup oleh tangan," jelasnya.
laki-laki," caisar terkejut dan terharu ,ia hampir saja mencium bibir sang istri.ingin rasanya caisar memeluk dan menghabisi semua bibir istrinya dengan rasa bahagia ini.
__ADS_1
"Kalian berdua bisa melakukan USG lagi bulan depan ,semoga nanti jenis kelaminnya bisa terlihat dengan jelas semua," Ucap sang dokter,Nada dan caisar hanya mengangguk.
"Ini untuk detak jantung kedua bayi sangat bagus ya," Ucapnya lagi.
Setelah di beri arahan oleh dokter ,Nada dan caisar berpamitan untuk pulang.
"Caisar tak henti-hentinya bersyukur ,dan ia semakin mencintai istri kecilnya ini.
"Sayang mau beli apa,". tanya caisar.
"Hmmmm,aku mau ice cream boleh.
"Hmmm,boleh gak ya? ya sudah boleh.
"Terimkasih mas," Ucap Nada bahagia.
"Mas," sapa Nada.
"Iya sayang," jawabnya.
"Apa yang kamu pikirkan akhir-akhir ini sayang,mas lihat kamu setiap pulang kulia melamun ,apa ada yang mengganggu kamu,ayo jujur sama mas ,bukanya kita harus saling terbuka," Ucap caisar kali ini agar istrinya jujur.
"Aku gak kenapa-kenapa mas," Ucapnya sambil menarik nafas,ia bingung harus memulainya dari mana.
Sebelum pulang mereka berhenti di Alfamart untuk membeli ice cream.
"Sudah ,mau coklat gak.
Caisar," sapa perempuan saat melihat caisar.
"Kasi," Jawabnya.
"Hai cai,apa kabar," tanya perempuan tersebut.
Cai ,apa ini istrimu," tanya perempuan tersebut,kasih adalah teman caisar waktu kuliah.
"Iya ,ini istriku," jawab caisar.
Sayang kenalin ini kasih temen mas waktu kuliah dulu," caisar memperkenalkan istrinya kepada perempuan tersebut.
"Nada," ucapnya.
Istrimu cantik Cai ,aku kasih, senang berkenalan dengan mu Nada" jawabnya dengan memuji.
Kita duluan,caisar dan Nada keluar dari minimarket tersebut.
Sesampainya di apartemen Nada langsung memakan ice cream nya sambil menonton tv.
Sayang," Caisar mengelus perut Istrinya dan mengusap perut istrinya yang sudah membuncit.
"Sayang apa baby kita sudah bergerak gerak atau berguling-guling di dalam sana," tanya caisar penasaran.
__ADS_1
"Kadang mereka bergetar di perutku mas,kadang dia main seluncuran bahkan berputar-putar di dalam sana,"Ucap Nada ingin menjaili suaminya.
'' Apa benar," Caisar dengan polosnya mempercayainya.
Nada tertawa.
"Awas ya kirain mas beneran.
Mas lagian aneh bertanya apa anak anak kita berguling guling ,mana ada janin berguling guling emangnya lagi main seluncuran ,kenapa gak sekalian anak anak kita lagi main roller coaster di dalam sana," Ucap Nada.
Caisar tertawa sendiri merasa bodoh ,ya sudah maafkan papa ya Nak," Ucapnya sambil mencium perut sang istri.
"Kuat ya anak-anak papa di dalam perut mama sampai jumpa empat bulan lagi,papa sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak-anak papa ini," Ucap caisar,Nada terharu mendengarnya.
Malam hari di langit yang berbeda seorang laki-laki sedang merindukan prempuan yang dulu mengisi hatinya.
"Nada aku merindukanmu,apa sekarang kamu sudah bahagia," Ucapnya sambil menatap foto Nada di layar ponselnya,foto tersebut di ambil saat Nada masih tinggal di desa.
" Orang selalu berkata kita harus mengikhlaskan yang bukan milik kita,ternyata ikhlas itu berat Nad,meski aku sudah mencoba namun hati ini tidak bisa berbohong,aku sangat-sangat merindukanmu,"Aska memejamkan mata dan mengingat kebersaamaan dengan Nada.
Memang benar kata orang cinta pertama itu sulit untuk di lupakan ,meski kita tak bersatu namun rasa itu masih tetap ada," Ucapnya dengan menatap foto Nada dengan wajah yang sembab.
Aku merindukanmu Nada,meski tidak pantas kata ini aku ucapkan untuk mu,karena kamu sudah bersuami,aku pria bodoh Nad yang mempunyai hati lemah,masih saja berharap kepadamu,walaupun aku tahu,kamu sangat mencintai suamimu itu.
"Aska," panggil sang papa.
"Papa," jawabnya.
"Kenapa kamu menangis,Nada lagi.
"Aku merindukannya pa," Ucapnya.
"apa kamu akan tetap kuliah di sini , kamu gak jadi pindah kuliah di kota " Ucap sang papa.
"Aku gak sanggup pa,bila harus satu kampus dengan Nada dan setiap hari harus bertemu,semakin sulit buat aku untuk melupakannya," jawabnya.
"Papa akan mendukung semua keputusan mu ka," Ucapnya.
"Terimakasih pa," jawabnya dengan tersenyum.
Di tempat lain
"Kok tiba-tiba gue rindu ya sama dia," Ucapnya.
"Apa gue telfon aja ya," ucapnya lagi.
"Bang alexs telfon,Alisa lalu mengangkat telfonya.
"Halo,sa," Ucap Alexs kala telfon itu tersambung.
"Iya bang alexs ada apa," tanya Alisa.
__ADS_1