Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Kondisi alexs yang parah


__ADS_3

Walaupun di buat kecewa sama suaminya ,tapi Nada sebagai istri tak bisa mengabaikan tugasnya ,dirinya berusaha melayani suaminya.


"Nad,kamu mau buat apa," tanya bik Santi yang menepuk pundak Nada.


"Ini bik ,Nada mau buat kopi buat mas Tama," jawabnya.


"Sekalian ya buatin juga untuk paman mu," punya bik Santi.


"Iya bik," sahutnya.


"Apa kamu sudah dapet jawaban dari suamimu," tanya bik Santi yang sedang memotong sayur.


Nada menggeleng pelan,' belum bik ,aku gak ngerti kenapa mas Tama gak mau jujur sama aku," jawabnya.


'Aku berasa orang asing bik,aku tidak di izinkan untuk mengetahui seluruh kegiatan yang di lakukan suamiku.


"Aku gak tau rahasia apa yang berusaha di tutupi dariku," Ucap Nada dengan pandangan yang kosong dan lurus ke depan.


"Jangan perna berfikir jika kamu orang asing baginya,bibik bisa lihat ketulusan suamimu mencintai mu,mungkin saat ini dia belum bisa jujur sama kamu,tapi percayalah jika suatu saat nanti dia akan mengatakan dengan sendirinya kepadamu," sahut bik Santi.


Tapi kapan itu akan terjadi bik! aku benar-benar menghawatirkan nya," sahut Nada.


"Sini bibik kasih tau caranya supaya dia cepat berkata jujur sama kamu," Ucap Bik Santi.


"Apa?''tanya Nada ,lantas bik Santi membisikan sesuatu di telinga Nada,sesaat Nada terlihat menganggukan kepalanya.


"Mas ini kopinya ," Ucap Nada yang meletakan secangkir kopi di atas meja makan.


"Sayang Nanti aku jenguk alexs kerumah sakit,kamu mau ikut gak," tanya caisar.


"Alexs saja Sampai masuk rumah sakit?itu artinya ,"batin Nada yang penuh tanda tanya.


''Gimana mau ikut apa gak? sekalian kita cek kandungan mu," Ucap Caisar.


Apa aku ikut saja ya,biar aku bisa tanya sama alexs tentang kejadian kemarin itu," batin Nada.


"Jam berapa Mas kerumah sakitnya," tanya Nada.


"Nanti saja agak siangan,Mas lagi nunggu kabar dari Mario yang katanya ada meeting hari ini,tapi jadwalnya belum pasti," UCapnya seraya menyeruput kopi buatan sang istri.


"Iya lihat saja nanti," sahut Nada.


Tepat di jam sepuluh siang Nada dan caisar berangkat kerumah sakit.

__ADS_1


"Bang farel ,tolong nanti mampir di toko buah ya," pintanya.


"Siap nona," sahutnya yang fokus mengemudi.


"kamu lagi pingin makan buah,sayang " tanya caisar.


Enggak,mau beli buah buat bang alexs ,masa kita nengok orang sakit gak bawa apa-apa," jawabnya ,caisar hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh menit,akhirnya mereka tiba di parkiran rumah sakit ,dari sini Nada mempunya banyak harapan,berharap ia mendapatkan jawaban dari alexs.


Berjalan bergandengan tangan menyusuri lorong rumah sakit ,hingga tiba di sebuah kamar VVIP yang terletak di lantai dua dari bangunan rumah sakit itu.


Nada membelaakan matanya saat melihat alexs terbaring d atas ranjang rumah sakit dengan badan yang hampir penuh perban.


"Ayo sayang masuk? kenapa masih diam di sini," ajak caisar yang sedikit pelan menarik tangan sang istri.


'Separah ini mas lukanya alexs?' tanya Nada yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Iya," jawab caisar.


"Duduk sini,kamu pasti capek habis jalan jauh," Ucapnya yang mengambilkan tempat duduk untuk sang istri,dengan patuh nya Nada duduk dengan pandanga matanya yang tetap tertuju ke alexs.


"Alexs sedikit lambat keluar dari mobil ,dia lebih dulu menyelamatkan Mas,saat dia berhasil keluar tak lama dari itu mobil kit meledak,sehingga luka di badanya ini akibat terkena dari serpihan kaca mobil," jelasnya.


"Aku ingin tau siapa orang-orang yang sudah menyerang mu itu apa tujuan dari mereka? kenapa mereka juga mengincar ku,' cacar Nada.


"Mas akan jujur sama kamu,tapi tolong beri Mas waktu," pintah caisar yang meraih kedua tangan Nada.


Waktu sampai kapan,Sampai aku lupa.


"Mas anggap aku sebagai istrimu tidak sih," tanya Nada.


"Sayang,Kenapa kamu tanya seperti itu? Samapi kapapun kamu akan tetap menjadi istri Mas satu-satu nya ratu dalam hidup Mas," jawab caisar dengan cepat.


kalau Mas anggap aku sebagai istri Mas,tolong jujur dengan ku Mas.


"Jangan ada rahasia di Antara kita bukankah suami istri itu harus saling berbagi suka dan duka.


Caisar terdiam ,lidahnya mendadak keluh ,ia ingin jujur tapi dia belum siap jika istrinya menjauhinya apa lagi Samapi meninggalkan dirinya.


"Kenapa Mas,malah diam," tanya Nada sambil menyentuh pundak suami.


"Mas takut kamu.....

__ADS_1


"Permisi?" tiba-tiba pintu terbuka lebar dan masuklah dua perawat yang hendak memeriksa keadaan alexs.


"Kami mau memeriksa pasien,". Ucap salah satu perawat itu.


"Oh...iya sus,silahkan," sahut Nada yang berdiri dari duduknya.


"Huuffz...caisar sedikit bernafas lega karena kedatangan perawat itu bisa mengukur waktunya untuk jujur.


"Bagaimana sus keadaan teman saya," tanya caisar.


Semuanya setabil,hanya menunggu sadarnya saja," jawab sang perawat itu.


"Berapa lama lagi dia akan sadar sus," tanya caisar yang nampak khawatir.


Tidak tentu tuan,tergantung dengan tubuhnya yang cepat merespon atau tidak.


"Anda jangan khawatir tuan,ini hanya efek dari obat bius waktu operasi tadi," jelasnya yang mendapatkan anggukan kepala dari caisar.


karena terkena imbas dari ledakan mobil ,sehingga alexs harus menjalani operasi itu di fokuskan pada serpihan kaca dan besi yang mengenai tubuhnya.


"Jika pasien sudah sadar nanti,baru kita akan lakukan pemeriksaan keseluruhan Tuan,dengan cara di rotgen supaya kami tau ada organ dalam yang cidera atau tidak," lanjutnya.


"Iya sus,lakukan yang terbaik untuk teman saya," sahut caisar.


"Kalau pasien sudah sadar segera hubungi kami,agar kami bisa cepat melakukan pemeriksaan lebih lanjut," Ucap suster itu lagi.


"Baik sus," sahut caisar.


"Kalau begitu ,kami permisi tuan nyonya," pamitnya dengan sedikit menundukan kepalanya.


Nada dan caisar pun Sama-sama mengangguk.


"Sayang tunggu di sini sebentar ya? Mas mau panggil farel di luar ," Ucap caisar.


"Mas tunggu,Mas belum selesaikan ucapan tadi," cegah Nada.


"Iya sebentar saja sayang ," Mas mau panggil farel dulu ," Ucap caisar yang sudah membuka pintu.


Nada menatap punggung suaminya dengan kesal ,pasalnya ada saja yang di bag alasan.


Setelah suaminya tak nampak lagi lantas Nada duduk di samping ranjang rumah sakit.


"Sayang sekali kamu masih belum sadar juga ,padahal banyak yang akan aku tanyakan sama kamu,ngomong-ngomnong terimakasih banyak ya? sudah menolong suamiku,kamu merelakan keselamatan mu sendiri demi Bos mu itu," lirih Nada yang menatap pria itu dengan penuh rasa ibaah.

__ADS_1


__ADS_2