
Sesampainya di rumah Nada masuk ke dalam apartemen dan beristirahat ia langsung memejamkan matanya karna sangat lelah.
"Sayang bangun yuk? sudah sore ",bisik Caisar di telinga Nada sambil mengelus rambut sang istri.
"Mas ,kok sudah di rumah," tanya Nada.
Iya sayang ,ini sudah sore Ayok bangun sayang,lalu Nada terbangun.
Mandi dulu sayang ,sepertinya kamu sangat lelah," Ucap Caisar.
"mas tunggu di ruang makan ya sayang," Ucap caisar.
"Iya mas," sahutnya
Nada langsung melangkah ke kamar mandi ,Caisar tersenyum untuk kesekian kalinya.
Tuan,Nona Nada mana tuan," tanya Neneng yang dari tadi belum melihat majikanya.
"Masih di kamar,bentar lagi juga kesini," jawab Caisar.
"Ya sudah saya permisi tuan," pamit Neneng.
Beberapa menit kemudian Nada menuju ke ruang makan dan duduk di meja makan.
"Makan dulu sayang," ajak caisar.
Setelah makan Nada Kembali ke kamarnya ,sedangkan caisar menuju keruang kerjanya membawa leptop dan barang-barang kerjaanya menuju ruang kerja.
"Sayang,kamu belum tidur," tanya caisar
Belum mas,oh iya aku lupa belum minum susu," jawab Nada.
"Mas bikinin susu dulu ya," Ucapnya.
Gak usah mas ,biar suruh Neneng aja yang buatkan," Ucapnya.
Gak sayang,biar mas saja yang bikin," ucap caisar.
"Ya,mas terimakasih sebelumnya,maaf merepotkan," jawabnya.
lalu Raka menuju dapur untuk membuatkan susu buat sang istri tercinta.
Ini sayang susunya,di habiskan ya," ucapnya.
"Ya!mas terimakasih untuk susunya," jawab Nada kembali.
Mas lanjut kerja lagi ya," pamit caisar kembali.
Caisar duduk dan pengamati laptopnya.
"Nada menatap punggung suaminya," Nada menaruh gelasnya di atas nakas dan duduk di tempat tidurnya ,sambil menatap sang suami dari samping.
"Mas...
"Iya sayang," jawab caisar ,iya langsung menghentikan kerjanya dan berbalik menatap sang istri.
"Mas belum selesai apa kerjaannya,"tanya Nada sambil menatap wajah suaminya.
Sebentar lagi sayang," jawab Caisar.
Nada tidak berkata lagi dan membaringkan tubuhnya di kasur.Caisar buru-buru menutup laptopnya ,meski kerjaanya masih menumpuk ,dan di pakai untuk meting besok pagi,iya lebih mementingkan istri kecilnya,caisar naik ke atas tempat tidur dan memeluk sang istri yang memunggunginya.
Sayang kamu tidur',' tanya Caisar seraya mencium tengkuk leher Nada ,iya tau istri kecilnya lagi marah.
__ADS_1
"Aku udah ngantuk mas," sahut Nada.
Ya sudah kalau sudah ngantuk,ayok tidur ,kamu istirahat ya sayang," Ucap caisar yang masih senantiasa memeluk sang istri.
Tak butuh waktu lama Nada tertidur dengan lelap di pelukan sang suami ,caisar menatap wajah sang istri kecilnya.
Caisar mencium bibir sang istri,caisar kembali dengan pekerjaannya,badannya terasa lelah namun harus segera membereskan semua pekerjaannya,hingga tak terasa waktu menunjukan jam 12 malam.
Nada meraba di sampingnya tidak ada sosok suaminya ,iya kembali membuka mata,di lihatin suaminya masih di depan laptopnya dengan fokus.
"Mas?" Nada memanggil namun Caisar masih fokus dengan kerjaanya.
"Mas Tama," panggil Nada kembali.
"Haahh,iya sayang! kok sudah bangun," tanya Caisar sambil menatap wajah sang istri.
"Belum beres," tanya Nada kembali.
"Hmmm,belum sayang,kamu mau apa,mau minum," Caisar bertanya balik.
"Gak mas,Mas masih banyak pekerjaanya," tanya Nada kembali.
Caisar tersenyum,iya sayang buat persiapan besok meting ,Kamu tidur lagi atau mau mas temenin lagi.
"Nada tersenyum,gak mas lanjutkan saja biar cepat selesai.
"Terimkasih sayang,mas bereskan dulu ya," ucap Caisar.
Nada menganggukan kepalanya,merasa kasian melihat suaminya.
Di lihatnya Caisar berapa kali menguap ,Nada masih menatap dari samping wajah suaminya.
"Alhmdulillh," Ucap Caisar sambil merenggangkan kedua tanganya,iya menatap sang istri yang sedang memainkan ponselnya dan segera membereskan semua laptop dan dokumen lainya.
"Ayok tidur lagi," ajaknya kepada sang istri.
Nada berbaring di dada Caisar dan merasakan detak jantungnya berdetak dengan cepat.
Caisar yang lelah ,tertidur dengan cepat setelah beberapa kali menciumi bibir sang istri Nada menatap wajah suaminya.
Nada merasa kasian dengan suaminya dan Nada mengecup bibir suaminya,iya pun kembali tertidur.
_________
Ke esokan harinya.
Caisar yang hanya tidur empat jam sudah bergegas rapi ,iya membangunkan sang istri.
"Sayang mas ke kantor dulu ya? nanti berangkat ke kampus mas jemput lagi,nanti jangan lupa sarapan sayang," Ucap caisar.
"Hmmm,mas gak usah antar aku kuliah ,biar aku sama Alisa saja katanya Alisa hari ini bawa mobil jadi dia akan menjemputku," Ucap Nada.
"Yakin gak mas yang antar," caisar meyakinkan.
"Ya mas,aku bareng sama Alisa ,mas hati-hati kerjanya ya," caisar mengecup bibir sang istri dan keningnya.
Mas berangkat dulu ,nanti pulang kulia mas jemput.
'Ya mas," caisar melangkah pergi dan kembali menutup pintu kamarnya.
Nada menguap dan merenggangkan tanahnya dan segera bergegas ke kamar mandi.
"Iya menatap perutnya di kaca,"perutku sudah mulai membuncit ,lucu sekali ,apa lagi nanti sudah besar," ucapnya.
__ADS_1
"Jam sembilan Alisa sudah berada di apartemen Nada ,iya sedang menunggu bumil yang sedikit lelet.
"Nada ayok kita berangkat ,aku gak mau di hukum tau.
"Iya,iya sebentar.
Ishhhh.
Bumil yang satu ini cantik sekali,gimana bang caisar gak kelepek-kelepek.
"Ahhh bisa aja kamu sa," sahut Nada.
"Ayok,berangkat," ajak Nada dan mereka menaiki mobilnya menuju kampus bersama.
"Nad,kamu bisa nyetir gak," tanya Alisa.
"Gak bisa sa,kan aku gak perna belajar," jawab Nada.
Kenapa gak minta di ajarin Sama suami kamu Nad,.
Hmmm,aku kan lagi hamil sa,mana boleh sama suamiku kalau aku belajar mobil," Ucap Nada.
'Iya sih benar juga,"sahut Alisa.
Caisar menelfon sang istri dan menanyakan sudah berangkat apa belumnya.
"Siapa ,suami kamu Nad,". tanya Alisa kepada Nada.
Iya sa.
Halo mas,' Ucap Nada.
"sayang kamu sudah berangkat ke kampus," tanya caisar di sebrang telfon.
"Sudah mas,ini lagi di jalan sama Alisa," jawab Nada.
"Ya sudah hati-hati ya sayang," ucap caisar.
"Ya mas.
Sesampainya di parkiran ,Nada Kembali bertemu dengan pak Ben,Ben tersenyum kepada Nada," Nada ,Alisa?" sapanya kepada Meraka berdua.
Pak Ben," jawab Alisa ,Nada hanya tersenyum dan menundukan wajahnya.
"Mari pak," pamit Alisa dan Nada.
"Nada tunggu," titah ben.
"Nada menghentikan langkanya,dan Ben mendekatinya ,kita belum berkenalan waktu itu," Ucap Ben sambil mengulurkan tanganya.
"Ben satria," Ucapnya kembali memperkenalkan diri.
Nada menatap wajah alisa dan Alisa menganggukan kepalanya.
"Nada,mari pak Ben,". pamit Nada kembali pergi meninggalkan Ben yang tersenyum.
"Nad ,kayaknya pak ben suka deh sama kamu," ucap Alisa.
"Ah nagco kamu,ketahuan suami aku entar bisa-bisa perang dunia," jawab Nada.
Soalnya beda saat menatap kamu Nad," Ucap Alisa lagi.
"Sudah ayok ,kita kelapangan,hati aku sudah terkunci sama suamiku," Ucapnya sambil berjalan.
__ADS_1