Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
mampir ke pasar induk


__ADS_3

Kini Caisar telah kembali ke kantornya.karna hari ini ada acara peresmian penting, Caisar terlihat sangat Gagah,tampan dan berwibawa dengan setelan jas.apa lagi orang-orang yang hadir sangat menghargainya.


"Para tamu undangan menebar senyum penuh hormat terhadap pewaris tunggal PT mutiara grup.


Seorang wanita cantik itu berjalan ke arah laki-laki yang berwibawa itu dengan buket bunga di tangannya.


Caisar langsung menarik senyum saat melihat Sintia sudah berdiri di hadapannya.


"Rio yang berada di sana sangat eneg dengan tampang sok polos dan sok manisnya .


Tanpa di di suruh Sintia langsung merangkul Caisar.


"Selamat atas kesuksesan mu ya Caisar,aku turut bahagia atas keberhasilanmu?" Ucapnya.


Caisar tersenyum sinis seraya melepaskan tangan Sintia dari lengannya.


Siapa yang mengundangmu ke sini?"


Aku tidak perna mengundang mu," Ucap Caisar yang mendapatkan kekehan pelan dari Rio yang sudah menutup mulutnya.


'Caisat,apa kamu masih marah denganku!Karena aku telah meninggalkan mu," Tanya Sintia yang kembali merangkul lengan Caisar.


Yo jadwal selanjutnya," Ucap Caisar.Dirinya tak menjawab pertanyaaan dari Sintia ia juga melepaskan tangan tangan Sintia dari lengannya.


"Kita ada metting di hotel tuan?"Ucap Rio.


Baiklah,kita berangkat sekarang?" ajak Caisar yang sudah melangkah meninggalkan Sintia.


Caisar bunga ku belum kamu terima?" Sintia berusaha mengentikan langkah Caisar.


" Untuk mu",Caisar mengambil bunga itu dari tangan Sintia dan memberikan ke pada Pelayan wanita.


Tentu saja apa yang di lakukan Caisar itu telah membuat Sintia sakit hati.Apa lagi Caisar langsung pergi tanpa memikirkan perasaannya.


Caisar," panggilnya.dirinya ingin mengejar Caisar,tapi ia urungkan lantaran sang asisten telah memasang badan di hadapannya dengan tatapan yang sangat tajam.


"Tolong jaga sikap anda nona," Tuan Caisar bukan kekasih anda.


Tau kan!" apa yang akan saya lakukan jika anda masih mengganggu tuan Caisar ?" Ucap Rio.


"Sintia menelan ludahnya dengan kasar, ia tak bisa berbuat apa-apa jika sang asisten pribadinya sudah berkata demikian.


Rio membukakan pintu mobil untuk tuanya," setelah tuanya masuk,Rio segera menutup pintu mobilnya.


" Selama perjalanan ke arah hotel tempat meeting,Caisar teringat sang istri yang ada di desa.


Yo setelah meeting kita pergi ke desa itu ya," Ajaknya.


" Enggak bisa tuan," tuan besar telah menunggu anda di rumah?" Sahut sang asisten.


"Ckk,..Bilang saja kita masih ada meeting,"Ucap Caisar.


Tuan besar tidak akan percaya,karena beliau sudah tau jadwal seharian ini," Jelas Rio.


"Hah..sial?' Umpat Caisar.

__ADS_1


"Apa perlu saya kirim orang untuk menjemputnya," Ucap Rio.


"Tidak-tidak jangan," Aku ingin memjemputnya sendri ," Ucap Caisar.


Caisar menatap ke arah luar mobil pikirannya semakin melayang ke sang istri.


"Kamu lagi apa sekarang Nad",batinya.


Saat mobil yang di tumpangi-nya itu berhenti di lampu merah ,Caisar melihat ada cewek yang se umuran Nada lagi berjualan,"Caisar semakin teringat dengan istri nya yang harus berjuang hidup di desa.


"Nad aku sangat merindukan mu," batinnya.


Kini mobil yg d tumpangi Caisar sudah sampai di sebuah hotel.kedatangan Caisar di sambut oleh pegawai hotel.


"Selamat siang tuan?" Ucapnya dengan sopan.


"Siang?" Sahut Caisar.


Anda sudah di tunggu oleh tuan darel," Ucapnya.


"Caisar dan Rio menuju ke restoran hotel.


Maaf telah menunggu lama," Ucap Rio.


Tidak masalah.Kami juga baru datang!" Sahut darell.


"Kalian mau pesen apa," tidak usah kita langsung saja bahas apa yang akan anda tawarkan untuk bekerja sama dengan kami," Ucap Caisar.


"Tuan darell menjelaskan prihal kerja sama yang ia ajukan .


Kita bisa untung besar tuan Caisar!'Sahut tuan darell.


Tempat itu akan saya bangun rumah sakit!" sahut Caisar.


''Sudah banyak rumah sakit yang kami bangun?' Ucap tuan darell.


",Kali ini rumah sakit khusus bagi orang-orang yang tidak mampu berobat kerumah sakit dengan biaya yang mahal!" Jelas Caisar.


Maksud anda rumah sakit itu gratis untuk para pasien yang tidak mampu," Tanya tuan darell.


" Betul sekali," Jika anda setuju!' Maka saya akan tanda tangan sekarang juga," jawab Caisar.


Tuan darell tampak berfikir menimbang apa yang di ucapkan oleh direktur utama PT mutiara grup itu.


," Baik saya harus segera pergi," Ucap Caisar yang sudah bangkit dari duduknya.


"Tunggu tuan?" Tuan darell menghentikan Caisar.


Saya akan menghubungi anda lagi nanti ?' Ucapnya.


"Baik saya tunggu," kalau begitu kami permisi.


" Silahkan tuan Caisar., Ucapnya.


Caisar dan Rio pergi dari restoran," Saat akan keluar dari restoran tiba-tiba ada seorang wanita yang menabraknya m.Hingga sang wanita itu hampir terjatuh.untung saja Caisar dengan cepat menahan tubuh wanita tersebut.sesaat pandangan mereka saling bertemu.

__ADS_1


Caisar segerah memutuskan pandangannya dan melepaskan tangannya yang menempel di tubuh wanita itu.


"Maafkan saya tuan?' Ucapnya sambil menundukan kepalanya.


"Lain kali kalau jalan pake mata!" Jangan Meleng!" Omel Rio.


Iya Tuan saya minta maaf?" Ucapnya lagi.


,,Ayo Yo "ajak Caisar.


Saat Caisar sedang menuju ruang orang tuanya.Selama kembali ke kota," dirinya belum menemui orang tuannya," Karena dirinya lebih memilih tinggal di apartemen.


"Yo kita mampir sebentar d pasar induk",Ucapnya.


"Ada perlu apa di sana tuan," tanya Rio yang fokus menyetir.


" Aku ingin menitipkan sesuatu untuk dia!" Jawab Caisar.


Rio segera berbelok arah menuju pasar yang di maksud oleh tuannya itu.


Caisar singga sebentar di ATM," Ia menyuruh Rio untuk menarik sejumlah uang.sedangakn dirinya sibuk menulis sesuatu di selembar kertas putih.


"Ini tuan," Rio memberikan uang itu.


"Kita tunggu sebentar di sini!" Ucap Caisar karena mobil yang satu kampung Nada belum terlihat datang.


Setelah lamanya menunggu," akhirnya mobil yang di tunggu di nanti-nantikan datang juga.Caisaf melepaskan kemeja dan menyisakan kaos polos warna putih.Caisar juga melepaskan sepatu fantofel mahalnya.


"Juragan?" Sapa Caisar.


Kebetulan saat ini juragan Wira ikut ke kota.


Kamu,Juragan Wira tampak pangling dengan penampilan Caisar saat ini.


"Bagaimana kabar istri saya juragan"tanya Caisar.


"Emmm..Istrimu baik-baik saja?" Jawab juragan Wira.


Juragan saya ingin titip ini., Tama memberikan amplop coklat itu ke tangan juragan," tolong berikan ini padanya!" Dan tolong sampaikan salam kangen saya !' Ucap Tama.


"Iya nanti akan sampaikan kepada Nada," Sahut juragan.


Lalu kapan kamu akan kembali ke desa!' kamu bisa temui anak buah saya di pasar ini,"Ucap Juragan Wira.


"Terimakasih juragan,"Saya belum bisa kembali ke desa."Karena masih ada urusan yang belum terselesaikan!" Jawab Tama.


"Kalau begitu saya pamit juragan,"ucap Tama.


Iya nak Tama",Sahut juragan wira.


Tama tak langsung menuju ke mobil ,"ia berjalan hingga jauh agar juragan Johan tidak curiga.


Ada sedikit kelegaan di hati Caisar.berharap dengan uang yang ia kirimkan bisa membantu meringankan beban sang istri.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2