
Dua hari sudah berlalu dari kejadian itu ,hingga saat ini juga caisar masih belum jujur kepada sang istri ,dan itu membuat Nada semakin kesal dan kecewa tentunya.
semenjak pulang dari rumah sakit,menjenguk alexs waktu itu,Nada jarang bicara dengan suaminya lebih tepatnya mediamkan suaminya,dia akan bicara jika di rasa penting.
"Sayang ,hari ini kamu jadi mau ambil formulir ," tanya Caisar yang melihat istrinya sedang menyisir rambut di depan cermin.
" Iya ,"jawab Nada.
"Mas anterin ya," tawar caisar .
Enggak usah Mas ,aku sama mama saja," tolak Nada.
"Ayolah sayang,mau ya Mas antar," Caisar membujuk sang istri yang masih marah padanya.
"Aku pergi juga siang Mas," Ucap Nada.
"Gak masalah sayang," sahut Caisar yang mendekati istrinya dan berusaha memeluknya.
Aduh Mas,jangan seperti ini,Mas merusak rambut ku?" Nada berusaha menghindar,mendorong tubuh suaminya agar menjauh.
"Sayang,kamu ini kenapa sih,udah dua hari ini Lo,kamu menolak terus saat Mas peluk atau cium,kamu masih marah sama Mas," cacar Caisar.
"Mas pikir saja sendiri ," jawab Nada yang beranjak dari duduknya.
Sayang tunggu," Caisar berusaha menahan sang istri.
"Jangan marah lagi ya? Mas minta maaf,"Ucapnya seraya mencium punggung dari tangan istrinya.
Nada tak menyahut apapun,hanya hembusan nafas berat yang mewakili perasaan kesalnya terhadap suaminya.
"Sudahlah Mas,aku mau turun ,aku lapar,"Ucapnya yang perlahan melepaskan tangan suaminya dari tanganya.
"Mas tidak mengijinkan mu keluar dari kamar sebelum kamu mau menerima maaf mas,"Ucapnya yang menghadang di depan pintu.
"Minggir mas,aku lapar.
"Enggak sayang.
"Mas minggir ,aku mau keluar," Nada mencoba untuk menerobos benteng yang di bangun oleh suaminya.
Enggak ,kamu gak boleh keluar," tegas Caisar.
"Kamu egois Mas?" Ucap Nada dengan matanya berkaca-kaca setelah mengucapkan itu ,ia menuju tempat tidur ,duduk di tepi tempat tidur dengan wajah yang di tekuk.
"Sayang ,tolong beri Mas waktu ," Ucap. Caisar yang duduk di samping sang istri.
"Apa susah nya sih mas bicara jujur saja," sahut Nada yang bertanya.
"Bukan masalah sulit atau tidaknya ,tapi ini masalah siap tidak siap?" jawab Caisar.
Nada mencerna jawaban dari suaminya ,dirinya teringat lagi ucapan sang bibik jika suaminya seorang mafia yang kejam.
__ADS_1
"Jika kamu tetap gak mau jujur sama aku,maka aku akan cari jawabanya sendiri," Ucap Nada yang bangkit dari duduknya.
"Sayang?
"Jangan cegah aku untuk turun ,apa Mas ingin anak mu ini kelaparan," Ucap Nada saat langkahnya kembali di berhentikan.
Perlahan Caisar melepaskan istrinya,ia menjadi tak berdaya jika sudah menyangkut anak yang ada di kandungan sang istri.
Nada berjalan keluar dari kamar dengan senyum tipis di bibirnya,dirinya jadi tau kelemahan suaminya itu.
" Pagi Ma..pa," sapa Nada yang tiba di meja makan.
"Pagi sayang ,sini duduk ," Ucap Belinda.
"Oh iya hari ini mama sibuk gak," tanya Nada.
Enggak sayang ,ada apa," tanya Belinda.
"Nada pengen mama Antar Nada ke universitas untuk ambil formulir pendaftaran," jelasnya yang sambil mengoleskan selai coklat di roti tawar.
"Oh..kalau itu sih,kamu bisa daftar via online sayang,nanti mama bantu deh ," Ucapnya.
"Benar itu apa yang di katakan mama,kamu cukup daftar via online dan tak perlu repot-repot datang ke kampus," sahut caisar yang ikut bergabung di meja makan.
"Tapi Nada pengen lihat-lihat seperti apa kampusnya,Ma lagian Nada juga bosen di rumah saja," sahut Nada.
"Kalau itu mau kamu,ya sudah ,Nanti mama antar kamu ya," Ucap Belinda.
"Iya ,ayo cepat selesaikan sarapan mu," kata mama Belinda.
Selesai sarapan bersama tuan Irfan dan caisar berpamitan untuk ke kantor.
"Sayang ,kamu benar tidak mau Mas antar," tanya caisar sebelum berangkat.
Nada menggeleng? enggak Mas ,aku di antar mama saja ," jawabnya.
Ya sudah ,Mas berangkat ya? kamu hati-hati ya," Ucap caisar seraya memberi kecupan di kening sang istri.
Caisar yang sudah tiba di kantor itu langsung menemui Mario di ruangannya.
"Yo,"Ucapnya sambil membuka pintu,tentu saja aksi caisar itu membuat kaget penghuni ruangan tersebut.
" Bos," Ucapnya yang segera mungkin membenarkan penampilannya,sedangkan wanita yang bersamanya itu bersembunyi di balik tubuh Mario.
"Apa-apan kamu ini Yo,masih pagi sudah mesum di kantor," tegur caisar.
"Maaf bos sudah kangen hehe," jawabnya sambil cengar cengir.
"Segera atur pertemuan ku dengan micko," perintahnya.
"Siap bos," sahut Mario.
__ADS_1
Setelah memberi perintah caisar pun kembali keruangan nya ,sebenarnya masih ada yang di bicarakan dengan asisten pribadinya itu.
"Ada-ada aja kelakuan manusia satu itu," gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Permisi bos ," Ucap Mario yang membuka pintu ruang kerja caisar.
"Sudah kau amankan itu wanita mu," tanya caisar.
"Hehe...sudah aman bos," sahutnya sambil menggaruk kepalanya ,jujur saja Mario merasa Mali kepergok ole bos nya saat mesum dengan kekasihnya.
"Bukanya dia yang magang di Jepang itu," tanya caisar yang masih mengenali wajah wanita yang bersama Mario.
"Iya bos,tadi pagi baru datang ke Indonesia,mau aku ajak pulang ke apartemen,waktunya gak cukup,jadi ,..ya aku ajak saja dia ke kantor," jelasnya.
"Anak orang itu itu ,main sosor saja ,cepat halalin jangan mesum terus,". sahut caisar.
"Iya bos,nanti juga mau nemuin orang tuanya," sahutnya.
"Gini bos aku mau menyampaikan cara menemui micko," Ucapnya.
Apa rencanana mu ," tanya caisar.
Mario mulai menjelaskan secara rinci tentang rencana nya ,terlihat caisar mengangguk untuk setuju.
"Ide bagus? cepat lakukan sekarang juga? saya tak mau menunda lagi untuk bertemu dengan orang itu," ucap caisar.
"Anak buah kita sudah meninjau lokasi pembangunan,mereka akan menyabotase gambar bangunan di sana," sahut Mario.
"Oke,segera beri kabar baiknya," timpal caisar.
Sayang ayo kita berangkat," Ucap belinda.
Iya Ma," sahutnya.
"Mama bawa mobil sendiri," tanya Nada yang sudah berada di dalam mobil.
"Iya ," Ucapnya.
"Papa gak marah nanti Ma," tanya Nada.
"Papa kamu itu gak bisa marah sama mama,kalau pun marah cuman sebenta saja m,jadi kamu jangan khawatir," ucap Belinda.
"Hari ini mama akan jadi sopir kamu ,kita jalan-jalan kemana yang kamu mau," ujarnya.
Nada menggangguk,iya Ma," kita ambil formulir dulu ya Ma,setelah itu kita cari yang seger-seger',Sahutnya.
"Siap Sayang.
"Kamu ngidam apa kok pengen cari seger-seger ," tanya mama Belinda yang fokus mengemudi.
"Nada pengen makan es campur yang ada es serutnya ,kayaknya enak deh Ma," jawab Nada sambil membayangkan segarnya es campur itu Singga di tenggorokan.
__ADS_1
"Boleh tu? Mama juga sudah lama gak beli es campur ," sahut Belinda yang clop dengan menantunya.