Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
123


__ADS_3

"Ayah ibu kami pamit ya," Ucap Nada seraya mencium batu nisan kedua orang tuanya secara bergantian.


"Sayang kita langsung pulang atau mampir dulu kerumah kamu," tanya Caisar saat keluar dari pemakaman.


"Mampir sebentar boleh," tanya Nada.


"Boleh sayang,mau nginep pun juga boleh," jawab Caisar.


"Nada?! tiba-tiba ada yang memanggilnya saat hendak masuk kedalam mobil.


Nada dan Caisar lantas menoleh.


"Ini benar kamu Nada kan," tanya warga yang kebetulan juga berkunjung ke makam.


"iya bik," jawabnya?" bibik apa kabar?" tanya balik Nada.ia mengenali warga tersebut yang tak lain adalah tetangganya yang perna ikut menggerebek dirinya bersama Tama waktu itu.


"kabar ku baik," jawabnya.


"Wah...kamu sudah hamil.


"Iya bik",jawab Nada dengan senyuman.


Tetangga wanita itu menelisik penampilan dari Tama.Mulai dari atas hingga bawa dan kembali lagi ke atas,stelah itu pandanganya tertuju ke sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari pintu masuk makam.


"Enggak nyangka ya Nad,ternyata suami yang kamu temukan di hutan itu adalah orang kaya," Ucapnya yang kembali menilai penampilan dari Nada.


"Iya bik Alhamdulillah," sahut Nada.


Ini bibik mau pulang atau masih mau ziarah,kalau mau pulang ,ikut kami saja,kebetulan kami akan mampir sebentar ke rumah," Ucap Nada yang tak meminta izin terlebih dulu kepada suaminya untuk memberikan tumpangan.


Oh..tidak usah Nad,terimakasih," sahutnya yang menolak tawaran Nada.


Kalau gitu kami duluan ya bik?" pamit Nada yang mendapat anggukan.


"Sayang kenapa sih kamu masih bersikap baik sama warga di sini? apa kamu tidak ingat," bagaimana mereka memperlakukan kita seperti binatang? di seret- seret dan di permalukan di depan umum," Ucap Caisar.


Aku tidak akan lupa dengan kejadian itu Mas,pristiwa itu akan selalu aku ingat ,karena kejadian itu ,kita bisa bersama hingga saat ini ,apa salahnya sih berbuat baik kepada sesama? lagi pula tidak baik juga jika kita menaruh dendam sama mereka," sahut Nada yang membuat Caisar terdiam.


"Terbuat dari apa sih hati istriku ini,sudah di buat sakit hati masih saja mau memaafkan dan bersikap baik," batin Caisar.


"Kenapa diam Mas.


Ingat ya mas jangan pernah dendam dengan siapapun,walaupun itu musuh kamu dalam bisnis,karena dengan menyimpan dendam ,Mas akan selalu di ikuti dengan rasa yang tidak puas," lanjut Nada yang kata-katanya menyentil sang suami.


Iya memang kamu benar ,kalau sudah dendam sama seseorang ,dan dendam itu belum terbalaskan ,maka hati ini tidak akan perna puas ," jawab Caisar yang mampu ia jawab dalam hati .


"Mas dengar kata-kataku kan," tanya Nada yang menyandarkan kepalanya di bahu suami.

__ADS_1


"Iya Mas dengar kok sayang," jawabnya seraya merangkul bahu sang istri.


Tanpa terasa Nada dan Caisar sudah nyampe di rumah Nada.


"Mas ini rumah siapa?" tanya Nada yang


terheran.


" Ya...ini rumah kamu sayang,maaf ya mas renovasi rumah ini tidak memberi tahu kamu terlebih dulu," jawab Caisar.


"Ya ampun mas, renovasi rumahku sampai sebagus ini," tanya Nada.


"Ini tidak seberapa sayang," ayo kita masuk.


Nada di buat takjub dengan perubahan dalam rumahnya.


Semua kamu ganti mas?" tanya Nada yang megintari setiap sudut dari rumah itu.


"Tidak," jawab caisar.


"Mas hanya menyisakan satu tempat yang tidak mas ubah," ucapnya.


"Apa," tanya Nada yang tidak mengerti dengan maksud dari ucapan sang suami.


"Sini ikut mas," caisar lantas menggandeng tangan istrinya dan di ajak ke suatu ruangan.


Iya...ini kamar kamu?,Mas sengaja tidak mengubahnya.karena kamar ini menyimpan sejara dalam hidup mas," jelas caisar yang duduk di tempat tidur yang sudah lama itu.


"Sejara! sejarah apa," tanya Nada yang ikut duduk di tempat tidurnya.


Caisar memandang istrinya dengan tersenyum,bagaimna bisa istrinya melupakan sejara penting dalam hidupnya,caisar pun mendekat ke telinga sang istri lalu berbisik," malam pertama kita.


Akibat bisikan suaminya ,tubuh Nada menjadi merinding dan tersipu malu.


_________


Kedatangannya di desa telah di dengar oleh Nila sang bibi ,Nada yang saat itu hendak kembali ke kota harus menundanya terlebih dulu.


"Ya ampun... kalian kok tidak memberi tahu bibik sih kalau mau pulang kampung," Ucap Nila yang mencari muka.


Kami tidak ada rencana untuk pulang kampung bik,ini tadi juga mendadak," jawab Nada.sedangakn caisar lebih memilih membuang muka.


"Mampir yuk kerumah bibik," ajak nuri.


Enggak usah bik,nanti kami kemalaman di jalan,"tolak Nada.


Ihhh..dasar sombong? mentang-mentang sekarang jadi orang kaya tidak mau mampir ke rumahku," batin Nila yang kesal.

__ADS_1


"Oh...begitu ya? ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya di jalan," Ucap Nila yang sok baik.


Kalau begitu kami pamit ya bik,oh ya ...ini ada sedikit uang untuk bibik? sebelum pergi meninggalkan kampungnya Nada memberikan beberapa lembar uang kertas kepada biibiknya.


"Oh...terimakasih,kamu memang benar-benar keponakan bibik yang baik hati dan sangat pengertian," Ucapnya dengan senyum tiga senti ke kiri dan kekanan.


Dasar mulut betina satu ini.kalau di kasih uang saja bicaranya sangat manis," batin caisar.


"Ayo sayang," ajak caisar yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.


"Aku pulang ya bik,bibik jaga diri baik-baik," ucapnya walaupun sering di bikin kesel oleh biibiknya,tapi Nada tetap menganggap bik Nila sebagai saudaranya.


Setelah mobil caisar pergi.Nila segera menghitung uang pemberian dari keponakanya itu.


"Satu dua ,tiga,empat,Lima,enam,tuju,delapan ,sembilan ,sepulu.


"Ha..lumayanlah ," gumamnya.


"Mas gak ngerti lagi deh sama kamu sayang," Ucap caisar yang menyandarkan kepalanya di punggung tempat duduk.


"Kan tadi sudah di jelaskan," Ucap Nada.


Jangan perna menyimpan dendam," lanjut dari suaminya.


Benar sekali," ucap Nada.


_________________-__________


Saat di dalam perjalanan caisar menatap Nada yang sedang menatap ke arah jendela mobil,Caisar menyentuh tangan istrinya barulah setelah itu Nada menengok ke arahnya.


"Kenapa sayang,"Tanya Caisar.


"gak papa mas," jawab Nada.


Cerita aja sayang,Mas siap dengar kok! jangan di Pendem ya," Ucap Caisar sambil tersenyum.


Nada menarik nafas perlahan, kemudian ia membuang nafasnya secara perlahan.


Aku ingat sahabatku Mas," Ucapnya.


"Sahabat," tanya caisar.


Ya.... dulu aku mempunyai sahabat yang selalu baik sama aku," jawab Nada.


Sewaktu ayahku meningal ,aku di ejek sama temen-teman di sekolah SD ,karna teman temanku yang mempunyai orang tua lengkap,sedangkan aku hanya mempunyai ibu saja ?".Rita sahabat aku yang selalu membela aku ,lulus SD kita lanjut di satu SMP , tapi sayang nya waktu kelas dua SMP Rita terpaksa pindah sekolah ke Bali karna orang tuanya harus pindah kesana," jawab Nada.


Setelah Rita pindah ,aku sedih banget ,karna satu-satu nya orang yang paling dekat sama aku tidak ada lagi , ucap Nada lagi.

__ADS_1


__ADS_2