Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Janji Tama


__ADS_3

Terimakasih sayang,"Ucap Tama seraya menciumi seluruh wajah sang istri.


"Terimakasih telah menjaga kesucian mu.Aku menjadi laki-laki yang sangat beruntung karena telah menjadi yang pertama untuk mu," Setelah mengucapkan itu Tama menggulingkan tubuhnya di samping sang istri.Suasana kamar itu menjadi hening,hanya terdengar suara nafas dari mereka.


Tama menoleh ke arah istrinya.


"Nad ...." Ucapnya lirih.


"Apa?" Jawabnya tanpa membuka mata dan tanpa menoleh.


"Ijinkan aku untuk segera pergi ke kota!Agar segala urusan ku cepat selesai,dan kita bisa kembali bersama,"Ucap Tama.


Nada menoleh ke arah suaminya sesaat .Setelah itu ia menatap langit-langit kamarnya.jujur dalam hati ia tidak rela dengan apa yang sudah terjadi jika harus melepas suaminya pergi.Tapi dirinya tak mau egois ,mau bagaimanapun Tama mempunyai kehidupan di kota yang harus di selesaikan.


"Pergilah!"Ucapnya.


"Bukannya aku tak mau membawa mu ke kota.Karena aku tak mau kamu ikut terlibat dalam masalahku.Aku janji akan secepatnya menyelesaikan masalah ku dan setelah itu akan menjemput mu," Ucap Tama.


Nada menanggapi ucapan Tama dengan seulass senyum yang susah di artikan.


"Kapan mas Tama akan ke kota?


Biar aku sampaikan ke juragan Wira," Tanya Nada.


"Seceepatnya.Aku ingin segera membereskan urusan ku,"Jawab Tama.


"Baiklah,biasanya biasanaya mobil milik juragan Wira berangkat ke kota saat sore hari.Nanti aku akan temui juragan," Sahut Nada setelah mengucapkan itu,Nada bangun dari tidurnya.


''Mau kemana? Aku belum selesai bicara!" Tama mencekal tangan sang istri.


"Mau mandi," Jawab Nada.


" Aku punya satu permintaan,boleh?"Tanya Tama.


"Apa?" Sahut Nada.


"Tolong tetap jaga dirimu selagi aku tidak ada bersama mu," Ucap Tama dengan hati-hati.


"Kamu jangan khwatirkan itu.Buktinya,aku bisa menjaga diriku dan kamu lah orang pertama yang mendapatkannya," Sahut Nada.

__ADS_1


"Tama mengangguk," Mau aku bantu?" Tawar Tama.


"Gak usah,aku bisa jalan sendiri." Ucapnya sambil turun dari tempat tidur .


"Hessst..." Nada mendesis saat merasakan perih di inti tubuhnya.


"Pasti sakit ,aku bantu ya!" Tama segera bangun da memakai celananya.


"Gak usah Mas ,aku bisa jalan sendiri," Tolak Nada .Ia memaksa untuk jalan sendiri menuju kamar mandi.


"Lihat jalan mu seperti pingwin," Ucap Tama yang langsung menggendong tubuh sang istri Daru belakang.


"Aagghh....," Pekik Nada yang kaget.Nada berpegang pada kedua pundak suaminya.


"Dari awal kita ketemu ,aku sudah mengagumi wajahmu.Taj ku sangka kita telah menjadi suami istri,walaupun hanya pernikahan siri aku akan tetap menjaga pernikahan kita ini.Aku akan setia menunggu mu kembali.


Hari ini Nada tidak ke kebun.Dirinya akan menemui juragan Wira .Saat akan bersiap untuk pergi ,Tiba-tiba pintu rumahnya di gedor-gedor dengan keras.


Brak....brak..brak....


"Siapa sih ?" Ucap Nada yang masih menyisir rambut.Debagn malas Nada berjalan ke arah pintu.


" Ngapain?Ya di suruh ibu lah!" Ucapnya sambil menandakan tangannya.


Nada memutar matanya dengan malas.Ia heran dengan keluarga dari ibunya yang sangat matre Padahal ia tinggal di rumah peninggalan ibunya sendiri,namun dengan bibinya justru di manfaatkan.


"Bukannya kemaren aku sudah bayar sama bibik? Kenapa sekarang menyuruh mu untuk memintanya lagi.Tanya Nada.


"Ya ...iay mana aku tau ! Aku cuma dia utuh saja," Jawab Roni dengan gelagapan .


"Bohong ya!" Nada menunjuk wajah Roni.


"Enak saja bohong! Gue benar-benar di suruh sama ibu untuk menagih uang sewa rumah ini," Ucap Roni dengan suara yang garang.


Nada mendengus kesal," aku belum punya uang!" Ucap Nada dengan tangan yang di lihat di depan dada.


"Gue gak percaya!Sini lu! Roni menarik Nada dan menggeleda saku celana yang ia pakai.


" Nah ketahuan bohong kan lu!" Ini apa?" Roni berahsil merampas uang Nada.

__ADS_1


"Kembalikan!aku hanya punya itu!" Nadaencoba mengambil uangnya.


Roni mengangkat uang itu setinggi-tingginya dan menghitungnya.


"Lihat ini masih kurang ya! Kata ibu ku uang sewa naik dua kali lipat," Ucap Roni seraya mengibaskan uang di depan muka Nada.


"Dasar perampas!" Nada memakai saudra laki-lakinya itu.


"Kau bilang apa?" Tanya Roni.


"Pemeras!!Babi ngepet!!!"Maki Nada.


" Berani ya kau!?" Roni menunjuk wajah Nada.


"Kenapa? memang benar kan,dirimu sudah seperti babi ngepet yang mengambil paksa milik orang lain," Sahut Nada .Ia tak ada takut-takutnya dengan laki-laki yang berdiri di hadapannya itu.


"Kurang ajar ya kau! kau tau tidak?Begini-begini aku akan segera bekerja di perusahaan besar dan ternama yang ada di kota.Seharysnha dirimu bisa menghormati ku sebagai saudara mu yang akan segera menjadi manager,"Ucapnya dengan sombong .


"Pufft...manager?Manager apa?Tukang bersih-bersih iay," Sahut Nada dengan menahan tawa.


"Wah...Benar-benar ya mulutmu gak bisa di jaga!Geram Roni.


"Sadar diri dong! kalau mimpi itu jangan tinggj-tinggi nantu jatuh sakit tau!" Ucap Nada.


"Lagi pula mana ada manager yang seperti kamu ini? Sudah badan kaya Kentung,hitam ,jelek ,maab hidup lagi" Nada mendorong Roni supaya menjauh dari pintu .Setelah itu Nada langsung menutup dan mengunci pintu rumahnya.


Braaakkk.....braaakk....braaakk..


"Berengaek lu ya!Awas saja nanti.


Setelah mengucapkan itu,Roni pun pergi dari rumah Nad.


Terdengar suara langkah yang semakin menjauh.Nada bisaa mernafas lega.


"Dasar tidak adik,tidak Kakak sama saja.Apa lagi ibunya memang keluarga kompak,menginginkan aku supaya pergi dari rumah ini!" Gumam Nada.


"Siapa yang datang?" Tanya Tama yang baru selesai mandi.


"Ahh....Itu orang gila.Tapi sudah pergi kok,"Jawab Nada.

__ADS_1


__ADS_2