Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Mengulanginya lagi


__ADS_3

Nada membuka matanya.pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah suaminya.


Dalam diam,Nada memperhatikan wajah suaminya dari jarak yang sangat dekat.Wajah yang tampan,alis yang tebal ,hidung yang panjang serta bibir yang tidak terlalu tebal.Nada akan menyimpan wajah suami nya, itu dalam memori ingatannya.


"Kalau pun nanti kita tidak berjodoh,aku harap kamu masih mengingat nama ku Mas.Walapun hanya seujung kuku mu,"batin Nada.


puas menatap wajah suaminya,perlahan Nada mengangkat tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.saat hendak turun dari tempat tidur,tiba-tiba tangan kekar itu kembali melilit tubuhnya.


"Mau ke mana?Hemm.." Tanya Tama dengan suara seraknya.


"Emm..ma-mau..Jawab Nada terbata.


"Masih petang juga,Sudah tidur saja lagi!" Sahut Tama.


"Ta-tapi aku...Nada bingung harus berlasan apa.


Apa lagi Tama semakin erat memeluknya.Di tambah dengan Tama menciumi cengkuk lehernya.Rasa gemetar kembali Nada rasakan.Sekuat tenaga Nada menahan agar tidak mengeluarkan suara laknatnya.Namun ,semah itu sia-sia.Bibir mungil itu mengeluarkan suara indahnya.


Suara Nada mampu membangkitkan semangat Tama.Tama semakin berani menyentu tubuh istrinya.Tangan kekarnya menyusuri setiap inci dari tubuh istrinya.


Dengan tangan yang bergetar,Nada meremas seprai.


Tama yang kini sudah berada di atas tubuh sang istri itu pun langsung memangut bibir mungil sang istri.Nada yang masih kaku untuk membalas ciuman dari suaminya. saat tak bisa menguasai bibir Tama.


Seperti seorang kerasukan,Tama menyesap dan mengisap bibir serta lidah sang istri dengan rakus dan tanpa memberi jeda,Nada memukul punggung suaminya saat dirinya benar-bemar kehabisan nafas.

__ADS_1


Tama melepaskan pangutan bibirnya,saat itu juga Nada menghirup oksigen dengan rakusnya.Nada terrngah,terlihat dari dadanya yang naik turun saat menghirup udara.


Sorot mata Tama masih tertuju di iris mata sang istri.Menatap lekat iris mata warna coklat itu.Begitu juga dengan Nada yang membalas tatapan mata suaminya pandangan itu terputus ke dua bukit kembar yang menantang.


Nada mengeluarkan suara indah itu keluar dari mulut Nada saat ujung dari bukit kembar itu di lahap secara bergantian.


Nada membusungkan dadanya karena rasa geli dan juga nikmat.


Nada semakin menggeliat sat salah satu dari ujung bukit itu di pilin.Nada menahan tangan tama agar berhenti berulah.


Tama menghentikan aksinya dan menatap wajah Nada sang istri.sedetik kemudian,Tama memangut kembali bibir mungil itu .Dari bibir beralih ke leher ,di sana tama memberi gigitan-gigitan kecil yang meninggalkan jejak merah.Dari leher turun ke bukit kembar ,bermain-main sebentar di sana hingga sang empunya mengeluarkan suara indahnya.


Tangan Tama tak mau tinggal diam itu menyentuh lembah yang tertutup oleh selimut.Bibirnnya kembali memangut bibir sang istri yang kini menjadi jadi baginya setelah itu,Tama menciumi seluruh tubuh istrinya.Setiap sentuhan yang di berikan oleh Tama menimbulkan suara-suara laknat dari bibir mungil Nada.


Ciuman itu berlabuh di lembah kenikmatan.Tama sedikit membuka kaki dan memeluknya ke atas.sehingga terlihat jelas lembah kenikmatan.Dengan cepat Nada menutup lembah itu dengan kedua tangannya.Tama pun menyingkirkan tangan sang istri .


"Kenapa harus malu? Aku sudah melihat juga kan! "Sahut Tama sambil menyingkirkan tangan Nada .Tak menunggu lama lagi,Tama langsung menciumi lembah itu.


lagi-lagi Nada mengeluarkan suara indahnya.


Dengan lidahnya Tama mengobrak Abrik lembah kenikmatan itu.Hingga sang empu-nya meliyuk-liyuk seperti cacing kepanasa.


Nada mengigit bibir bawahnya.


"Jangan di gigit sayang.tama langsung menyambar bibir istrinya lagi.

__ADS_1


Gerakan lidah Tama semakin cepat.


"Mas stop!" Pekik sat gerakan itu semakin liar dan semakin membuat nyaingin mengeluarkan sesuatu.


Stop mas,berhenti .


"Keluarkan sayang,jangan di tahan!Ucap Tama yang berhenti sejak,seret itu ia kembali berulah.


Nada semakin tak bisa mengontrol jiwanya.tubuh nyw mengejang di sertai dengan ******* yang panjang.


Rasanya lega setelah sesuatu yang hangat keluar dari lembah miliknya.


"Aku suka milikmu yang wangi dan bersih.Kamu juga keluar banyak,aku sangat suka sayang ," puji suaminya.


Bless..


karena lembah yang sudah basah,cukup dua kali sentakan saja benda pusaka itu sudah bersemayam di dalam lembah yang sempit itu.


Nada terpelik saat benda pusaka milik suaminya menusuk lembah miliknya.


kegiatan panas itu terulang lagi.Tama mulai bergerak memompa istrinya.


Suara indahnya mengiringi setiap gerakan Tama.


Rasa sakit dan ngilu yang sempat ia rasakan itu kini berubah menjadi sebuah rasa nikmat.

__ADS_1


Di menit yang ke empat puluh,Tama mempercepat gerakan nya.semakin cepat dan cepat,hingga dirinya mengerang.Tana menyemprotkan tinta putih itu di atas perut sang istri.Di saat itu juga Nada kembali pelepasan yang kedua.


Terimakasih sayang," Ucap Tama seraya mencium seluruh.


__ADS_2