Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Pergilah


__ADS_3

Nada menatap mata suaminya," Mana ada sih Mas ,seorang istri mengharapkan suaminya untuk pergi?"


"Kalau pun aku mencegah mu untuk tidak pergi ujung-ujungnya kamu akan pergi juga Mas.


"Pergi lah ke kota! Selesaikan masalah dan urusan mu di sana."


" Aku akan menunggu di sini!" Ucap Nada yang di akhir kalimat nya melangkah meninggalkan Tama.


Tama terdiam sesaat ,setelah itu ia mengejar istrinya.


"Aku janji akan segera kembali,' Ucap Tama yang mengejar langkahmu dengan sang istri.


"Iya Mas," Sahut Nada.


Mereka pun tiba di sungai yang jernih serta banyak bebatuan besar .saking jernihnya air di sungai itu,sehingga ikan-ikan nya nampak terlihat jelas.


"Kamu bisa gak Mas nangkap nya ?Tanya Nada.


"Kalau gak pake alat pasti susah ini,kamu tunggu di sini sebentar ya!Aku mau cari sesuatu yang bisa di buat untuk nangkap ikan-ikan itu,"Ucap Nada.


Nada mengangguk.Dirinya duduk di atas batu besar untuk menunggu suaminya.


Tak berselang lama Tama kembali dengan membawa kayu yang di rancing.


Biasanya Tama membidik musuh-musuhnya dengan pistol.Tapi kali ini ia akan membidik ikan-ikan itu dengan kayu.Tana menganggap ikan-ikan sebagai musuhnya.


Jlep....

__ADS_1


Tama berhasil mendapatkan satu ikan .Nada yang melihatnya bertepuk tangan.


Tama selalu berhasil mendapatkan mendapatkan ikan dengan sekali tancap.


"Sudah Mas cukup!" Ucap Nada,yang menghentikan suaminya.


"Kenap?" Tama berjalan mendekati Nada istrinya yang duduk di atas batu besar.


"Lima ekor ikan itu sudah cukup untuk kita berdua,"Jawab Nada.


"Hemm.ya sudah," Tama melempar kayu itu di pinggiran sungai.setelah itu,dengan jahilnya Tama mencipratkan air ke istrinya.


"Aduh...Mas! Jangan dong... bajuku jadi basa ini," Ucap Nada.


"Kan biar sekalian mandi," Sahut Tama dengan terkekeh.


'Kamu sendiri aja yang mandi ,jangan ajak-ajak aku!"Ucap Nada.


Tama yang melihat nya pun tersenyum menyeringai.


Nada memutar posisi duduknya menjadi membelakangi Tama.karena dirinya masih malu jika berhadapan dengan Tama suaminya bila dalam keadaan yang telanjang dada seperti itu.


Tama berenang di sungai yang jernih itu .Dengan gerakan perlahan tama mendekati batu besar itu ,dan...happ...Tama memeluk istrinya dari belakang.


"Aagggrrh..." Jerit Nada yang kaget.


"Kenapa justru membelakangi ku?Hemm..."Tama semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Aduh Mas,lepas bajuku jadi basah!' Rengek Nada.


"Nanti juga kering sendiri,"Sahut Tama dan membawa Nada turun ke sungai.


"Aku gak mau !"Nada ingin kembali ke atas batu.Namun di tahan oleh Tama.


"Kenapa!Udah basa juga kan bajunya?" Ucap Tama.


Gleekk.


Susah payah Nada menekan ludahnya saat melihat dada bidang suaminya serta perut yang kotak-kotak seperti roti sobek itu.


Tama menunjukan wajahnya.Saat itu juga Nada mundur satu langka.sehingga tubuhnya terpentok di batu besar.Wajah Tama yang semakin dekat membuat jantung Nada berdetak tak karuan.


"Ma-mas...ma-mau..a-apa.


Tubuh Nada bergetar saat Tama mencium bibirnya.Dengan sisa tenang yang ia punya,Nada mendorong dada Tama hingga dirinya munduur.


Dengan cepat Tama meraih tangan istrinya.Taptapan matanya begitu tajam,siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan begitu juga dengan Nada ,ia tak mampu menatap manik mata suaminya.


Tama mengangkat dagu Nada suapaya menatap matanya.


"Apa kamu tidak menyimpan perasaan sedikit pun perasaan terhadap ku ?"Tanya Tama yang terus menatap manik indah milik istrinya.


"A-aku..a-aku masih belajar untuk menerima," Jawab Nada yang terbata,dengan pandangan matanya yang turun ke bawah.


Mendengar jawaban Nada,Tama kembali mengangkat dagu sang istri.Tanpa permisi dan tanpa aba-aba Tama mencium bibir warna pink itu.Rasa manis alami dari daging kenyal itu membuat candu bagi Tama.

__ADS_1


Nada berhenti bernafas saat bibirnya di ***** dengan lembut oleh suaminya.Matanya terpejam dengan kedua tangannya yang meremas ujung bajunya yang teredam air sungai itu.kali ini dirinya tak mendorong tubuh suaminya ,hanya saja Nada masih enggan untuk membalas ciuman dari suaminya.Bibitrnya terkatup rapat,sehingga Tama menggigit kecil bibir bawahnya.


"Hessstt.Nada yang kaget itu sontak langsung memundurkan kepalanya hingga pangutan bibir itu terlepas.Nada tak berani mengangkat pandangannya dirinya takut jika suaminya marah.


__ADS_2