
"Mau pulang sekarang atau masih mau di sini?" Tanya tama yang megangkat dagu istrinya dengan tangannaya.
"Pulang sekarang aja Masa," Jawab Nada dengan tegas.
"Ayo!"Tama mengulurkan tangannya supaya Nada bisa berpegangan tangannya.
sepanjang perjalanan menuju rumah milik Nada,mereka hanya saling diam.larutvdalam pikirannya masing-masing.
Setibanya di rumah Nada langsung mandi dan memasak ikan hasil tangkapan suaminnya tadi.
"Nad..."Tama menahan tangan Nada yang hendak memotong bawang.
"Aku minta maaf ,tidak seharusnya aku memaksamu seperti tad,"Sesal Tama.
"Iya mas gak papa,"
Tama membantu istrinya memasak untuk menebus kesalahannya.Tanpa Nada suruh Tama meneruskan menggoreng ikan hingga habis.
"Nada mengubah ikan goreng itu menjadi,gulai ikan pedas.Karena terdapat banyak cabai utuh di dalam kuahnya.
"Mas,makan duluan!"Ucap Nada yang mengambilkan nasi ke piring suaminya.
"Lezat sekali!Masakan apa ini namanya?" Tanya Tama di sela-sela makanya.
__ADS_1
"Gulai ikan pedas Mas,"Jawab Nada.
"Aku nambah ya! Ini benar-benar enak lezat,"Puji Tama.
"Kalau aku kembali ke kota nanti,pasti aku akan merindukan masakan mu ini.Seserhana tapi benar-benar lezat dan nikmat,"Ucap Tama.
Mereka menyantap nasi dan gulai ikan itu hingga habis.
Langit senja silih berganti dengan langit malam.
karena tidak punya televisi, sehingga Nada dan Tama hanya duduk-duduk santai di teras rumahnya.Baru juga duduk tiba-tiba angin bertiup kencang.
" Sepertinya akan turun hujan lagi!" Ucap Nada melihat arah langit.
"Apa di sini sering terjadi hujan badai?" Tanya Tama.
"Karena lama tidak ada hujan ,sekali hujan pasti di sertai angin dan petir."Jelas Nada.
"Lalu bagaimana dengan mu jika hujan di sertai dengan petir?" Tanya Tama.
"Yang pasti aku akan meringkuk di pojok kamar sambil menangis,"Jawab Nada.
"Lalu bagaimana kalau aku tinggal ke kota?" Tama galau memikirkan nasib istrinya.
__ADS_1
"Mas aku masuk dulu ya! Gak betah sama dinginnya,"Ucap Nada yang melangkah masuk ke dalam ruang tamu.
Tama menyusul istrinya.Tak lama setelah Tama masuk ke dalam rumah ,hujan langsung turun dengan derasnya.
Lama duduk di ruang tamu,Akhirnya nada merasa ngantuk.Sehingga ia pergi ke kamar terlebih dahulu.
Nada tidur dengan menghadap ke tembok.Bary akan memejamkan matanya,tiba-tiba Tama menyusul naik ke atas tempat tidur.
"Mas," Nada sedikit menoleh ke belakang.
Tama ikut masuk ke dalam selimut yan di pakai istrinya.Tama mengunci tubuh istrinya dengan memeluknya dari belakang.
Lagi-lagi nada di buat senam jantung oleh Tama.
Tama menyingkap rambut hitam Nada .Sehingga terlihat jelas leher putih milik istrinya.Sebisa mungkin Tama menahan dirinya agar tidak tergoda,ia semakin tersiksa.
"Maaf,aku bisa menahannya lagi!" Batin Tama.
Tama mulai mencium leher putih milik istrinya itu Nada memejamkan matanya serta menahan nafasnya saat merasakan darahnya berdesir.
Tama memutar tubuh istrinya,setelah itu ia pangut daging mungil yang berwarna pink itu.Nada tak berani membuka matanya.Kedua tangannya meremas seprai.Walaupun sudah tiga kali Tama mencium bibirnya,Nada masih gugup dan takut.
Tak mau membuat suaminya kecewa,dengan nalurinnya ia membuka sedikit bibirnya dan mencoba membalas ciuman dari suaminya walaupun masih kaku.
__ADS_1
Tama tersenyum saat melihat Nada yang berusaha mengimbangi ciuman itu.
Tama semakin memperdalam ciuman itu.Dengan tangan yang bergerak aktif,menjar kesana kemari untuk memberi sentuhan di tubuh sang istri Tangan kekar itu terhenti di bukit kembar milik sang istri.Ukuran yang tidak besar dan tidak juga kecil.Namun ,sangat pas saat ia genggam .