
"Nyonya tuan,"Ucap Nada.
Kamu dari mana saja,bukannya tadi saya kasih waktu kamu satu jam,"Tanya tuan Irfan.
Maaf tuan,Tadi saat kami di pasar ada penangkapan bandar obat-obatan terlarang,dan Bandar itu menggunakan Nada sebagai Sandara untuk mengelabui polisi!" Ucap bik Santi yang ikut menyusul ke taman belakang.
Kamu tidak papa"pertanyaan itu terlontar dari mulut belinda.
Tuan Irfan dan bik Santi terkejut,karena ini kali pertama nya Belinda mau bicara.
"Saya tidak papa nyonya,maaf sudah meninggalkan nyonya terlalu lama," Ucap Nada.
Lain kali jangan di ikut Kepasar,bagaimna jika terjadi sesuatu dengan mu," Ucap Belinda.
"Iya nyonya?" balas Nada.
Irfan tersenyum saat kembali mendengar suara sang istri dengan normal.
Aku yakin dengan hadirnya Nada,mama akan sembuh dan kembali seperti dulu," Ucap tuan Irfan dalam hati.
Irfan menaruh banyak harapan kepada Nada atas kesembuhan istri tercinta.
Ya sudah Nad kamu istirahat dulu,"Ucap Belinda.
"Baik nyonya,"sahutnya.
"Aduuh..kemana hp ku," Nada membongkar isi lemari dan tasnya.
"Kamu lagi cari apa Nad,tanya Dewi yang kebetulan lewat di depan kamar Nada.
Ini aku cari ponselku,"aku lupa naruhnya," Jawab Nada.
Kamu hafal gak sama nomor mu,kalau hafal biar aku miscall?"Ucap Dewi yang mengeluarkan ponselnya dari saku baju kerjanya.
Nada menyebutkan no demi nomor sebanyak dua belas digit,lalu Dewi menghubungi nomor tersebut.
"Nad,kok nomornya gak aktif sih," Ucap Dewi.
Aduhhh kok gak aktif sih ," kemana ya ponselku!" Ucap Nada yang kebingungan.
Coba kamu ingat-ingat dulu tadi naruhnya di mana," Ucap Dewi.
Itu dia mbak Dewi,Nada lupa," Mana nadabutuh banget ponselity," Sahut Nada yang masih mencari ponselnya dia elurtg kamarnya.
Ya ampun Nada....kamar mu berantakan banget," Tiba-tiba bik Santi datang.
Nada lari yari hape bik," hape nada gak ada," Sahutnya.
Bukanya tadi kamu bawa hape di pasar,tanah Santi.
Nada langsung teringat Jika dirinya tadi kepasar membawa hape," dia langsung terduduk di tempat tidur.
"berarti hape Nada hilang donk bik,Ucap Nada dengan lesu,dirinya yakin jika hapenya terjatuh saat dirinya di Sandra oleh pria buronan polisi tadi.
Memangnya kamu mau nelfon siapa,"kamu bisa pakai hape bibik,"Bik Santi mengulurkan ponselnya ke Nada.
__ADS_1
Aku mau nelfon mas Tama bik,kalau pake hape bibik," aku gak hafal nomornya!" Ucap Nada.
Terus gimana,"Tanya bik Santi.
Gak tau bik,pasti mas Tama,bingung kalau hape Nada hilang," Ucapnya.
"Nanti paman mu biar telfon orang di desa,siapa tau,suamimu sudah kembali ke desa," Ucap bik Santi.
Iya bibik benar juga?"sahut Nada.
Sekarang jangan sedih lagi,Kita tunggu Samapi paman mu pulang,"Ucap bik Santi.
Sekarang kamu istirahat ,"Ucap bik santi lagi.
"Iya bik ," Sahut Nada.
Kasian Nada ya bik," Ucap Dewi.
Anak itu dari kecil sudah hidup dengan segala kekurangan dan penderitaan,semog saja suami yang di banggakan itu bisa mengubah kehidupan Nada," Sahut bik Santi.
Amin,"ucap Dewi.
Ya sudah wi kamu juga bisa istrahat,"ucap bok santi.
Baik bik,"sahutny.
Di Jepang
Hari-hari Caisar lalui dengan keresahan hatinya.
Selama Caisar berda di Jepang ,dia mempercayakan Alexs untuk mencari keberadaan istrinya.
Setiap saat Caisar,menelfon alexs untuk menanyaka perkembangan Dari pencarian sang istri.
Halo,gimana lexs sudah ketemu," Tannya Caisar saat telfonya di angkat.
"Belum bos,"Coba kalau bos bisa kasih kita foto,pasti akan sangat mudah untuk menemukannya," Jawab alexs.
Sudah ke pasar induk," tanya Caisar.
"Sudah bos,seharu bisa empat kali mencari di sana," tapi tetep tidak menemukan informasi dari juragan buah-buahan itu," jelas alexs.
Coba kamu kbali ke desa," cari yang namanya Nila,tanya sama dia,Nada di kota tinggal sama siapa,"Nila adalah bibiknya Nada,pasti dia tau jika Nada tinggal dengan saudranya," jelas Caisar.
Iya siap bos," sahut Alexs.
Berangkat sekarang jangan menunda-nunda," Ucap Caisar sebelum menutup telfonya.
Kamu kemana sih Nad," kenapa harus pergi dari desa tanpa menunggu ku pulang," Ucap Caisar dalam hati.
"Aku gak bisa tinggal diam di sini saja?" Ucap Caisar yang berdiri dari duduknya dan keluar dari kerjanya.
Yo....panggil Caisar.
"Iya tuan," Sahut Rio yang sedang berbincang dengan Rania.
__ADS_1
Perintahkan semua untuk menyelesaikan pekerjaan hari ini juga," paling lambat besok pagi harus segera beres," Ucap Caisar.
Baik tuan," Sahut Rio.
Rio pun memberi informasi ke seluruh karyawan untuk menuntaskan semua pekerjaannya.
Caisar sendiri juga tak kalah pusing untuk menyelesaikan semua pekerjaannya agar Maslah di kantor cabang itu segera teratasi.
Di rumah Belinda.
Nyonya," panggil Nada saat masuk kamar namun tak menemukan Rosalin di sana.
Saya di sini,"Sahutnha suara itu berasal dari balkom," Nada pun segera menuju ke sumber suara.
Apa yang nyonya lakukan di sini," Tanya Nada.
Tidak ada,hanya ingin menikmati angin sore saja," jawab Belinda.
Apa nyonya ingin keluar jalan-jalan," Nada bisa ajak nyonya jalan-jalan di deket-deket sini,"Ucap Nada.
Bole,tapi saya lagi malas untuk berjalan kaki,"sahut Belinda.
Nyonya bisa menggunakan kursi roda," sahut Nada.
kamu benar,' kita jalan sekarang," saya sudah terlalu la berdiam di rumah," Kata Belinda.
Tapi nyonya harus makan dulu baru kita jalan-jalan,"Ucap Nada.
Saya mau makan,tapi tidak mau minum obat,setelah minum obat pasti saya akan tidur!" sahut Belinda.
Iya nyonya jangan khawatir,minum obatnya setelah jalan-jalan saja.Sekarang makan dulu?" Nada membawa nyonya besar untuk duduk dan menyuapinya.
Berapa umur mu sekarang,"Tanya Belinda di sela makanya.
Tuju belas tahun," jawab Nada dengan jujur.
Umur tuju belas tahun,bukanya masih sekola atau baru lulus," Tanya Belinda.
Iya nyonya,"saya baru lulus.
Oh,tapi apakah kamu tidak mau untuk melanjutkan kuliya," tanya Belinda.
Tidak,nyonya untuk lulus SMA saja,saya sambil bekerja untuk biayaya sekolah saya.ucap Nada.
Memang bisa sekolah Sambil bekerja," tanya Belinda.
Bisa nyonya," pulang sekolah ,saya langsung bekerja di tempat juragan Wira di desa,"untuk biaya hidup saya,dan melanjutkan sekolah karna saya sudah tidak mempunyai orang tua nyonya", jawabnya.
Maaf,Nad ,"Ucap Belinda yang ngerasa gak enak hati.
"Gak papa nyonya," karna itulah kehidupan ku.,"jawab Nada.
Belinda mengangguk paham dengan kehidupan Nada yang begitu keras.
"Minum dulu nyonya ,"Ucap Nada.
__ADS_1
Nyonya tunggu dulu di sini ya," biara saya ambilkan kursi rodanya,". ucap Nada.