Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Salah pakai baju


__ADS_3

Di saat keduanya lagi enak-enakan tidur nyenyak sang mama menelfon nya.


"Mas itu ponselmu bunyi," Ucap Nada yang matanya masih terpejam.


"Punya kamu itu sayang," sahut Caisar yang sama-sama enggan untuk membuka mata.


"Mas saja yang angkat",Ucap Nada yang menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Aduh..siapa sih jam segini udah ganggu aja?" gumam Caisar yang menggunakan bantal untuk menutupi telinga nya.


Setelah ponsel Nada berhenti berdering kini berganti ponsel milik Caisar.


Halo,siapa ini",tanya Caisar di kala telfon di angkat.


"Siapa ini siapa ini?! buka matamu dan lihat siapa namanya?" sahut sang mama yang membuat Caisar langsung terbangun.


"Mama?"Ucap Caisar seraya memperhatikan ponselnya.


"Mana anak perempuan mama," cepat ubah ke panggilan Vidio? perintah sang mama.


"Sayang bangun ,ini mama yang menelfon ?" Ucap Caisar yang menggoyangkan tubuh sang istri.


"Apa?" sahut Nada yang tak kalah dari suaminya.


Cepat pakai baju mu! mama minta Vidio call.


Dengan tergesa-gesa Nada menyambar baju yang ada di sampingnya begitu juga dengan caisar.


Hallo,Ma?"sapa Nada saat panggilan itu sudah berubah ke Vidio call.


Sebisa mungkin Belinda menahan tawanya kala melihat penampilan dari kedua anaknya.


"Tujuan mama telfon kita ini apa sih? kok cuma senyum-senyum sendiri aja," tanya Caisar.


"Oh ..enggak ,itu mama lagi Heppy aja melihat kalian berdua," jawab sang mama.


"Sayang,bagaimana liburanmu di sana,menyenangkan kan," tanya Belinda kepada menantunya.


"Iya Ma," jawab Nada dengan menerbitkan senyum mahnisnya.


Bagaimna kamu tidak mual-mual lagi kan," tanya Belinda.


Sudah,tidak kok Ma," jawab Nada.


Syukurlah kalau begitu," sahutnya.


Hari ini kalian mau pergi kemana lagi,"tanya Belinda yang kepoh.


"Nada ngikut Mas Tama saja Ma,soalnya Nada tidak tau apa-apa tentang kota ini," jawabnya.


Cai,jaga anak perempuan mama ya?"Ucap sang mama.


"Iya Mama anak mu yang tampan dan mempesona ini akan selalu menjaga anak perempuan mama yang paling mama sayangi ?"Ucap Caisar sambil merangkul sang istri dan mencubit pipinya yang gemas.


"Hey...Jangan seperti itu nanti pipinya bisa lecet? Ucap sang mama.


Aduh..mama ini lebay deh?" sahut Caisar.


Udah Ma ya ,Caisar sama Nada mau siap-siap untuk sarapan," pamitnya sebelum menutup telfon.


"Iya," sahutnya.


"Nada sayang,kamu jaga diri baik-baik ya,jangan sampai kamu kecapean ," pesan Belinda untuk sang menantu.

__ADS_1


"Iya Ma?" sahut Nada.


"Ya sudah tutup dulu ya,telfonya.


Oh.. Iya.


"Apa lagi sih Ma?" protes Caisar yang memotong ucapan sang mama.


"Nanti kalau mau keluar hotel,tolong itu di cek lagi ,sudah benar apa belum kalau memakai baju," Ucap Belinda yang tak bisa lagi menahan tawa.


"Maksud mama apa?" halo",Ucap Caisar ,sedangkan mamanya sudah mematikan sambungan Vidio call nya.


"Astaga mas," seru Nada yang baru menyadari sesuatu.


Pantas saja dari tadi mama nahan tawa.


Caisar memperhatikan istrinya setelah itu memperhatikan dirinya sendiri sedetik kemudian ia menepuk zidatnya sendiri.


"Mama pasti berpikir yang aneh-aneh,"Ucap Nada.


Kok bisa ketuker gini sih baju nya," tanya Caisar.


Ya mana aku tau Mas," sahut Nada.


"Tapi Mas lucu sekali kalau pakai bajuku," Ucap Nada yang di sertai dengan tawa.


"Hmmmm...gumam Caisar.


"Apa lagi kalau di tambah pakai ini?" Ucap Caisar yang meraih bandana milik istrinya dan memakainya.


"Tambah cantik bukan," Ucapnya yang menirukan perempuan.


Ihhh,,..apaan sih Mas,jadi geli aku?"kata Nada yang tertawa.


"Ha-ha-ha.Gak begitu juga kali Mas," Ucap Nada.


"Sudah- sudah jangan di teruskan lagi ,sini lepas bajunya," Nada melambaikan tanganya supaya suaminya itu mendekat.


Di tempat lain


Belinda tertawa terbahak -bahak membuat suaminya yang baru masuk kamar itu kaget dan heran.


"Ada apa sih Ma'! kok ketawanya sampai seperti itu," tanya sang suami.


"Aduh papa gimana mama gak tertawa coba,mama kan baru saja telfon Caisar.


"Kenapa mama telfon mereka?Di sana masih pagi Ma,pasti mereka masih tidur ," Ucap sang suami.


Iya ,papa bener?" sahut Belinda yang berusaha untuk tidak tertawa lagi.


"Lalu apa yang membuat mama tertawa begini," tanya Irfan.


Tau gak ,apa yang membuat mama tertawa? masa iya sih pa,mereka sampai salah pakai baju," Ucapnya yang kembali tertawa.


"Maksud mama salah pakai baju gimana ?"tanya Irfan yang tidak paham.


"Sini papa lihat sendiri ," Ucap Belinda yang menepuk sofa tempat duduknya.


Karena penasaran ,sang suami berjalan mendekati istrinya.


Irfan yang awalnya menegur sang istri,kini justru dirinya yang tertawa karena hasil screenshot istrinya.


"Parah kan,pa mereka," Ucap Belinda.

__ADS_1


Ini bukan parah lagi Ma," sahut Irfan di selah tawanya.


"Pasti mama telfon mereka pas masih tidur," tebak Irfan.


"Mama gak tau pa,gak tanya juga ,tapi sepertinya iya mereka masih tidur ,waktu pas mama telfon," sahut Belinda.


"iya ,buktinya mereka sampai salah pakai baju begitu.


"Papa gak bisa bayangkan bagaimna wajah malunya Caisar.


"Dia pasti gak akan malu ,pa mama gak kasih tau mereka pas ngobrol tadi ,mna baru kasih taunya pas mau tutup telfon?" jelasnya.


"Ha-ha-ha ...mama ini jahil sekali," ucap sang suami.


Ya.gak papa kan ,sama anak sendiri ," sahut Belinda.


Irfan hanya menggelengkan kepalanya dan meninggalkan istrinya ke kamar mandi.


Di Paris


" Sayang kamu mau sarapan apa," tanya Caisar yang menyisir rambut di Deket sang istri.


"Apa aja deh Mas,yang penting cocok di lidahku?" jawab Nada.


Setelah berdandan rapi mereka keluar dari hotel ,menuju restoran Dari hotel tersebut.


"Mas sarapan pakai bubur ayam kayaknya enak deh ya?" Ucap Nada setelah tiba di restoran.


"Bubur ayam! mana ada sayang," tanya caisar.


" Ya coba tanya dulu sama pelayan restoranya ,kaku aja ada? sahut Nada yang entah tiba-tiba ingin makan bubur ayam.


Untuk memenuhi ngidam sang istri ,Caisar mendatangi pelayan restoran itu untuk bertanya ,dari kejauhan Caisar terlihat menganggukan kepalanya.


''Gimana Mas," tanya Nada.


"Ada tapi masih mau di bikin ,suruh nunggu katanya ,"jawab Caisar yang kembali duduk.


Baik," sahutnya yang kegirangan.


Setelah menunggu beberapa saat ,akhirnya bubur ayam itu di antar ke meja mereka ,dengan penuh semangat ,Nada menyedok bubur dalam mangkuk itu,Nada mengerutkan keningnya kala bubur itu sudah berpindah ke mulut.


"Ada apa sayang," tanya Caisar.


"Ini kok rasanya aneh sih Mas.


Aneh bagaimna?" tanya Caisar.


" Kok rasanya gak sama yang ada di Indonesia ya," jelasnya.


Karena rasa penasaran akhirnya caisar ikut mencicipinya bubur ayam itu.


"Aneh kan," tanya Nada.


Ya..mungkin ini karena bahan yang di gunakan juga berbeda dengan yang ada di Indonesia ," jelas Caisar.


"kalau kamu gak suka ,kita pesan saja yang lain," Ucap Caisar.


"Enggak usah aku makan ini saja ,mybajir sudah di buatkan," sahut Nada yang terus menyempatkan bubur ayam itu ke mulutnya.


"Jangan di paksa sayang," Caisar menjega tangan istrinya.


Enggak papa Mas,aku masih bisa makan ini kok," ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2