
Nada mengantri dua antrian Namanya sudah di panggil.
"Nyonya Nada Andita Marley?" Ucap sang perawat.
"Saya sus",sahut Nada yang langsung berdiri dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan,tentu saja tanpa di minta caisar ikut masuk.
Selamat pagi , cai dan Nada? apa kabar cai dan apa kabar Nada," tanya sang dokter yang kebetulan sang dokter tersebut teman sekolah caisar dulu.
"Kabar kita baik dok," Ucap Nada.
Ada kelurahan apa ini," tanya sang dokter seraya memeriksa tekanan darah Nada.
Tidak ada dok," jawab Nada.
Pusing dan mual sudah tidak ada ya," tanya dokter wanita itu.
"Sudah sangat jarang dok,saya akan pusing dan mual jika saya kecapekan saja,"jelas Nada.
"Jangan capek-capek ya Nad! tekanan darahnya bagus Normal," ucapnya.
"Sekarang kita lihat bayinya ya Nad," Nada pun mengangguk.
"Silahkan Naik nyonya," Ucap suster yang menjadi pendamping dokter kandungan yang tak lain dokter Vika.
Nada yang sudah berbaring itu di oleskan gel khusus di perutnya Tak lama dari itu,sang dokter memeriksanya dengan alat yang di gosokan di atas perut buncit Nada.
Caisar yang sudah penasaran itu terus memandang ke arah komputer tanpa berkedip.
"Nah..ini bayinya Cai ,Nada," Ucap dokter Vika.
"Ini kemabar ya," untuk menjaga dan beratnya sangat normal ya di Usia kandungan jalan empat bulan ini,ini kepalanya,ini tulang belakangnya ,ini tangannya lengkap semua mempunyai dua tangan dan jari-jari kalau yang ini pantatnya dan yang ini kakinya," jelas sang dokter dengan detail.
"Dok kira-kira jenis kelaminnya sudah kelihatan belum ya," tanya caisar ,walaupun dokter Vika temenya tapi caisar memanggilnya dengan sebutan dokter Karna berada di rumah sakit.
"jenis kelamin akan kelihatan kalau umur istrimu sudah menginjak lima bulan," jelas dokter Vika.
__ADS_1
"Kamu dan istrimu bisa melakukan USG bulan depan," Ucap dokter vika ,caisar dan Nada hanya mengangguk.
"Ini untuk detak jantung kedua bayi sangat bagus ya," ucapnya.
"Ini saya berikan vitamin tambahan untuk Nada,tolong di jaga lebih hati-hati ya kandungannha hingga menuju hpl yang sudah di tentukan," pesan dari dokter cantik itu.
"Iya dok," sahut Nada.
Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan dan USG ,akhirnya mereka keluar dengan membawa foto hasil USG.
"Kita kemana sayang," tanya caisar saat sudah tiba di dalam mobil.
"Aku laper mas?" sahut Nada semenjak kehamilan besar itu Nada sering kali merasa lapar.
"Mau makan apa," tawar caisar sambil menjalankan mobil.
Tadi sudah sarapan nasi,makan roti saja mas," Ucapnya.
Roti yang apa,"tanya caisar dengan sabarnya.
Roti kukus itu enak kali mas," jawab Nada seraya menunjuk grobak yang ada di pinggir jalan.
"Baunya wangi sekali," Ucap Nada sebelum membuka box roti itu.
"Di habiskan ya,biar mama dan dedeknya kenyang," Ucap caisar seraya mengusap rambut sang sang istri,Caisar tak heran jika istrinya sering mengeluh lapar walaupun belum lama ia makan.Caisar menyadari jika ada dua anaknya yang selalu menyerap setiap makanan yang istrinya makan.
Mas," panggil Nada.
Iya sayang," apa rotinya kurang," sahut caisar.
Gak," jawabnya.
Terus apa,"tanya caisar.
"Aku pengen mengunjungi makan ayah dan ibu," jawab Nada.
__ADS_1
Seketika caisar langsung terdiam,selama menikah dengan Nada ,ia melupakan sang mertua yang sudah meninggal ,bahkan dirinya juga tidak perna ada pikiran untuk mengajak istrinya untuk berziarah ke makam orang tuanya.
"Kita kesana hari ini juga," Ucap caisar yang langsung mengabulkan permintaan istrinya.
Bener mas," tanya Nada dengan wajah yang sumringai.
"iya sayang,sekarang kita kesana," ucap Caisar yang membelai rambut sang istri.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan ,akhirnya mereka Sampai di desa,di mana Nada lahir dan di besarkan di desa itu Hingga tumbuh menjadi gadis yang cantik dan santun..
"Sayang,kita sudah sampai?" Caisar mengusap pelan pipi sang istri yang sedang tertidur.
"Sudah Sampai ya mas," Ucapnya dengan sangat terpaksa harus membuka mata yang masih terasa berat.
"Iya sayang,ayo bangun," Ucap caisar.
Setelah mengumpulkan nyawa,Nada pun langsung turun dari mobil dengan di bantu sang suami.
"Nona ini bunganya," Ucap farel yang memberikan keranjang bunga.
"Rel,jaga di sini saja," Ucap caisar yang memberi perintah.
"Siap bos," sahutnya seraya memeberi hormat.
Dengan bergandengan tangan mereka menuju ke pusaran makan. kedua orang tua sang istri.
"Asalamualaikum ,ayah ,ibu ," Ucap Nada sambil duduk di samping makan wanita uang telah melahirkannnya.
"Ibu,ayah,maafkan Nada ya? Nada Lama tidak mengunjungi kalian," Ucap Nada sambil menaburkan bunga di atas makam ini dan ayahnya secara bergantian.
"Ayah,ibu ,sekarang Nada tinggal bersama suami Nada di kota,jadi itulah alasan Nada jarang ke sini,tapi percayalah jika Nada tidak akan perna melupakan kalian,walaupun Nada tidak bisa datang kerumah ibu dan ayah ,tapi di setiap sujud Nada akan selalu Nada panjatkan doa untuk ayah dan ibu.
"Selain Nada rindu sama ayah dan ibu,Nada juga membawa kabar baik,Nada mau melanjutkan kuliah,ayah dan ibu juga harus tau,Jika Nada sedang hamil.usianya sudah empat bulan.walaupun ayah dan ibu tidak bisa melihat kebahagian Nada,Nada yakin kalian berdua pasti ikut bahagia di Surga nya Allah.
"Ayah,ibu Nada sangat beruntung ,Nada mendapatkan suami yang begitu sayang dan pengertia kepada Nada," Ucapnya seraya menoleh suamnya yang duduk di samping nya ,bukan hanya suami Nada yang sangat menyayangi ,kedua mertua Nada juga menyayangi Nada selayaknya anak sendiri,andai saja ayah dan ibu masih ada di dunia ini," Ucapnya yang mencurahkan semua kebahgiannya selama menjadi istri dari caisar ,tak terasa air matanya menetes,dengan cepat tanganya menghapus air matanya itu agar membasahi pipinya.
__ADS_1
"Ayah...ibu ,saya minta maaf," kali ini caisar yang bicara?" Bukan maksud saya untuk mengajari putri ayah dan ibu supaya melupakan orang tuanya ,di sini saya minta izin untuk menjaga putri ayah dan ibu,saya berjanji akan selalu menjaga,melindungi dan menyayangi putri ayah dan ibu melebihi nyawaku sendiri," Ucap Caisar,setelah mengeluarkan curahan hatinya ,di pimpin oleh caisar yang menjadi imam dalam keluarga,mereka membacakan surat Yasin.
"ayah ..ibu kami pamit ya," Ucap Nada seraya mencium batu nisan kedua orang tuanya secara bergantian.