Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Kekejaman Nila


__ADS_3

Setelah kejadian di kebun waktu itu ,Sudah dua hari nada tidak bekerja,itu juga atas saran juragan Wira," juragan Wira khawatir jika istrinya kembali melakukan kekerasan terhadap Nada.


"Selama tidak kerja," hari-hari Nada habiskan untuk menegela tanah yang di belakang rumahnya," Tanah yang tidak terlalu luas itu di manfaatkan untuk menanam sayur.


Di saat Nada asyik menanam sayur tiba-tiba ia di kagetkann dengan kedatangan sang bibik.


"Eh Nada kamu lagi ngapain saya panggil-panggil tidak menjawab," ucapnya dengan sinis.


"Ada apa sih bik," jawab nada.


"Minta uang sewa," Ucapnya sambil mengadakan tangannya .


Aku belum ada uang bik," Sudah dua hari aku tidak bekerja," jawab Nada.


"Kamu tu ya, Nada selalu alasan saja.


"Bener bik aku tidak pegang uang saat ini.


Lagi pula ini kan belum waktu nya bayar sewa rumah",Jawab Nada.


"Suka-suka saya dong mau minta uang sewa kapan saja.


"Nada cepetan mana uangnya.saya sedang butuh uang.ucapnya.


Aku beneran tidak punya uang bik," Sahut Nada.


"Ah kau selalu saja berbohong,Saya tidak percaya kamu tidak punya uang.


"Bik nila menggeledah saku celananya nada.


Nada hanya pasrah dengan apa yang di lakuka. oleh bibiknya..


"Sialan," kamu beneran tidak punya uang apa lagi membohongiku," Ucap bik nila.


"Beneran bik saya bener-bener tidak punya uang," kenapa bibik gak percaya sih sama aku.Ucap Nada.


" Pasti kamu simpan di dalam rumah kan.


Bik nila langsung masuk keruamah Nada.


"Bibik kenapa sih selalu tidak percaya denganku,"aku sudah bilang saat ini aku sedang tidak punya uang," ucap Nada.


"Aku tidak percaya kalau kamu tidak punya uang,"cepet katakan kamu simpan di mana uangnya.Ucap bi nila dengan nada tinggi.


terserah bibik saja,silahkan bibik keluar dari kamarku.


"Ciiih," kamu mengusirku.

__ADS_1


"Nila menatap keponakan nya itu dengan menyunggingkan senyum," kemudian Nila menggeleda lemari mencari sesuatu.


"Yes,dapet," Ucapnya seraya memegang map warna hijau.


"Bik jangan ambil itu,Kembalikan bik,"pinta nada.


"Kalau kamu tidak punya uang," Maka sertifikat ini akan saya gadaikan" Ucap Nila.


"Aku mohon bik, jangan itu peninggalan orang tua saya satu-satunya.sahut Nada.


"Hey Nada kamu lupa di rumah ini masih ada hak atas nama saya,Ucap Nila.


"Bik jangan bawa sertifikat itu bik aku mohon,"Kembalikan bik,"Nada memohon.


"Aku akan kembalikan Jika kamu memberikanku uang,"Ucap Nila.


"Tapi aku sudah bilang sama bibik aku tidak punya uang saat ini,"Ucap Nada dengan memelas.


"Ya sudah kalau begitu saya akan gadaikan sertifikat ini," Ucap nila.


"Aku mohon jangan bi,"


"Bik aku akan mencari pinjaman uang ,tapi tolong kembalika sertifikatnya.Nada menangkup kedua tangannya.


"Awas ya kalau sampai kamu membohongiku.Ucap nila.


Saat Nada hendak menyimpan sertifikat rumah itu ,Tiba-tiba pintu rumahnya di ketok.


"Ada apa lagi sih bik.Ju_juragan," Nada terkejut dengan kedatangan juragan Johan ke rumahnya.


"Maaf juragan ," Saya kita bik nila tadi!". ucap Nada tertunduk.


"Iya gak papa ," Sahut juragan.


"Sialhkan masuk juragan," Nada mempersilahkan masuk ke juragan Wira.


"Tidak usah Nad,di sini saja," Juragan Wira duduk di kursi yang ad di teras rumah.


"Ada apa juragan kesini," Tanya Nada yang ikut duduk di teras.


Saya hanya menyampaika. pesanan dari Tama untuk kamu," Ucap juragan sambil menyodorkan amplop berwarna coklat.


"Mas Tama'",


Juragan ketemu mas tama.tanya Nada..


"iya kemaren saat saya ikut ke kota,Tama datang dan menitipkan ini untukmu.juragan menyerahkan amplop coklat itu kepada nada.

__ADS_1


"Ini apa juragan,"Tanya Nada saat menerimanya.


Saya juga tidak tau," kamu buka saja sendiri.


"Tama juga titip salam kangen untuk mu!" Ucap juragan.


Terimakasih juragan," Ucap Nada.


"Kalau begitu saya permisi pulang dulu," Juragan wira meninggalkan rumah Nada.


"Tanpa Nada ketahui ,ternyata bibiknya telah menguping," Sat di rasa sudah aman," bik nila keluar dari persembunyiannya.


Nada belum mengetahui Jika dirinya sedang di incar oleh bibiknya,"saat Nada hendak masuk kedalam rumah,tiba-tiba amplop itu di ambil paksa sama bibiknya.


"Bibik," pekik Nada yang kaget.


"Kembalikan bik ,itu milikku"Nada berusaha merebut amplop itu dari tangan bibik-nya.


"Aku tidak akan mengembalikan ini amplop karna saya ingin tahu apa isinya amplop ini.


"Bik kembalikan,"Aku mohon,"Ucap Nada.


Nila langsung merobek amplop itu"Nila kaget saat amplop itu sudah terbuka dan ternyata isinya uang yang tidak sedikit.


"Bik tolong kembalikan itu dari mas tama.


Wih uang ini sangat banyak,ternyata suami mu yang kere itu mengirimkan uang sebanyak ini.


bibik tolong kembalikan,"sentak Nada.


"Saya tidak akan mengembalikannya.


Karena saya bibik kamu jadi uang ini aku anggap sebagai mahar yang Tama berikan kepada keluarga istrinya ,"Ucap nila yang menguasai semua uang itu .


Bibik tidak boleh mengambil uang itu," itu uang dari mas Tama buat Nada bik.


Walaupun kamu tidak suka,Uang ini akan tetap menjadi milik ku," Ucapnya sambil mendorong tubuh Nada",Nila mengambil dua lembar uang itu lalu di lemparkan ke nada.


"Itu buat mu",Ucap nila yang segera membawa uang itu pergi.


"Bibik Kejam banget sih ,"Ucap Nada.


Maafkan Nada mas,"Nada gak bisa menjaga pemberianmu mas," ucap Nada sedih.


Nada melihat ada kertas putih yang terlipat tergeletak di lantai teras rumahnya.Nada segera mengambil kertas itu lalu nada menitihkan air mata saat membaca kertas itu.


Nada memeluk kertas putih yang penuh dengan coretan tinta hitam di dalamnya,"air matanya tak bisa di tahan lagi,' air mata asin itu membasahi pipinya.

__ADS_1


__ADS_2