Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
Kepulangan Caisar ke rumah


__ADS_3

Bik,Nada lupa belum memberikan obat untuk nyonya"Ucap Nada.


"kok bisa lupa sih," Sekarang sudah Jam sepuluh!"Sahut bik Santi yang melihat ke arah jam dingding.


Nada bener-bener lupa bik!" Ucapnya.


"Ya sudah sana berikan obatnya,"semoga saja nyonya tidak kambuh lagi?" Ucap bik Santi.


Nada tinggal dulu ya bik?" Nada langsung menuju kamar sang nyonya besar,namun langkahnya terhenti saat melihat Belinda duduk di ruang tengah bersama dengan tuan Irfan.Hari ini tuan Irfan meluangkan waktunya untuk menyambut kedatangan sang putra.walaupun belum tau kapan Caisar akan datang,tapi tuan Irfan memilih tidak berangkat ke kantor.


"Nyonya,sapa Nada.


"Ada apa Nad!" tanya Belinda.


Maaf Nyonya ,nyonya belum minum obat Nada lupa,ucapnya.


Saya tidak usah minum obat Nad,Saya sudah sembuh kok,"sahut Belinda.


Apa tidak mengganggu kesehatan nyonya jika tidak meminum obat sama sekali,"tanya Nada.


Tenanglah,saya akan baik-baik saja?" jawab Belinda.


Tuan Irfan yang tadinya sedang melakukan panggilan telfon itu langsung mengakhiri obrolanya kala mendengar istrinya yang menolak minum obat.


Ma,dari semalem mama belum minum obat Lo,"Ucap irfan.


"Jadi dari semalam nyonya tidak minum obat!" sekarang nyonya harus minum obat ya,'paling tidak satu kali dalam sehari?" Ucap Nada.


Bener yang di katakan Nada,mama harus minum obat," Ucap irfan.


Mama gak mau pa,mama sudah sembuh ?" papa bisa lihat sendiri kan,"Ucap Belinda.


Tapi ini demi kesehatan mama,"mama masih ingin bertemu dengan Caisar kan?kalau mama mau ketemu dengan Caisar," mama harus minum obat dulu"bujuk Irfan.


"Mama bosan pa," tiap hari minum obat terus," keluhnya.


Apa sebaiknya tuan bawa nyonya ke dokter saja.Untuk konsultasi bagaimana baiknya untuk kesehatann nyonya," Ucap Nada.


Kamu bener Nad," sahut Irfan.


"Kita pergi ke dokter ya ma untuk menanyakan," Ucap Irfan kepada sang istri.


Gak mau pa," mama mau nunggu Caisar ," Sahutnya.


Caisar masih nanti sore pulangnya," Sekarang kita ke dokter dulu.


Bener Caisar datangnya nanti sore," Belinda memastikan ucapan sang suami.


Iya ma,tadi papa telfon Caisar ," kata dia nanti sore baru pulang.


Coba papa,telfon lagi,mama ingin bicara dengan Caisar.


Irfan langsung menelfon sang putra.


Halo pa,ada apa!" jawab Caisar yang sedang dalam perjalanan.


"Ini mama mu mau bicara sama kamu," sahut Irfan,Belinda langsung merampas hape Daru tangan suami.


Halo Caisar ," ucap Belinda.

__ADS_1


Iya Ma,ada apa," jawab Caisar.


Kamu jadi pulang hari ini kan," papa mu bilang kamu akan pulang tiba sore!" tanya Belinda.


Iya ma,nanti Caisar akan pulang,"sahutnya.


Kenapa gak pulang sekarang saja!mama sudah kangen berat sama kamu," apa kamu gak kasian sama mama,Tanya Belinda .


Caisar masih ada urusan ma,"mama tenang salah ,Caisar pasti pulang kok,jawabnya.


Mama tunggu ya?awas kalau sampai bohongi mama lagi?" ucap Belinda.


Iya..iya mama Caisar tutup ya telfonya," tanpa menunggu jawaban dari mamanya Caisar sudah menekan tombol merah pada layar ponselnya.


Halo,,,,Caisar.


Kebiasaan deh anak itu?orang tua belum selesai bicara sudah main matiin saja ," omel Belinda.


Gimana mau ke dokter sekarang ," tanya Irfan.


Iya mama mau pa?" tapi setelah dari dokter kita langsung pulang ya.


Iya ma,"sahut Irfan.


Nad kamu ikut ya ," ajak Belinda.


Maaf Nyonya,Nada di rumah saja bantu bik Santi,kasian bik Santi yang masak sendirian ," tolak Nada.


Ya sudah kalau begitu ,saya tinggal dulu," ucap Belinda.


Iya nyonya," sahut Nada.


Gimana Nad,tanya bik Santi yang sedang memotong sayur.


Nyonya di bawa ke dokter untuk konsultasi bik," Habisnya nyonya nolak untuk minum obat ," ucap Nada.


Mudah-mudahan nyonya bisa sembuh total ," ucap Santi.


Amin," sahut Nada.


Waktu begitu cepat berlalu semua masakan sudah siap ,waktu sudah menunjukan angka empat sore ,Namun yang di tunggu tak kunjung datang,begitu juga dengan nyonya dan tuan besar pelum pulang dari dokter.


Nad ,bibik titip oven ya ,Ucap bik Santi.


Bibik mau ke mana,"tanya Nada.


Bibik mau ke supermarket depan ,mau beli keju ,ternyata setok keju sudah habis,"jawab Santi.


Iya bik," tapi cepet pulang kan.


Iya bibik cuman sebentar Kok?"


Di saat satu keluar rumah ,di saat itu juga sebuah mobil mewah masuk ke halaman Mension ,seorang pria tampan itu turun dari mobil.


Selamat datang tuan," Ucap satpam.


"Hemm," jawab Caisar.


Tuan sudah datang," ucap Neneng yang sedang berada di teras.

__ADS_1


Di mana mama," tanya Caisar.


Nyonya masih belum pulang tuan.Nyonya dan Tuan ke dokter,"jawab Neneng.


"Percuma dong buru-buru pulang kalau mama tidak ada," Ucap Caisar ,tapi tetep melangkah masuk.


Selamat datang tuan," ucap Dewi.


Hemm,sahut Caisar yang duduk di sofa ruang tamu.


Dewi tolong suruh bik santi untuk buatkan kopi ," ucap caisar.


Baik tuan ," Dewi langsung menuju dapur.


Caisar menyandarkan kepalanya ke punggung sofa kepalanya serasa berat dan pening karena belum bisa menemukan sang istri.


Sesampainya di dapur.


Nad ,bik Santi mana," tanya Dewi.


Bibik lagi di supermarket ," ada apa ," tanya Nada.


Tuan muda sudah datang,dan tuan muda minta di buatkan kopi ," jawab Dewi.


Biar aku saja yang buatin," kalau nunggu bibik pasti lama.


Jangan Nad,tuan muda gak akan mau jika. bukan kopi buatan bik Santi.


Ya..di coba saja lah," kalau tuan muda gak mau minum ya kita suruh bik Santi nanti.sahut Nada yang mulai meracik kopi.


"Nanti kita akan kena amuk tuan muda?" Ucap Dewi yang khawatir.


Jangan risau gitu ," Siapa tau dia tidak ingat dengan kopi buatan bik Santi ,"ucap Nada.


"Nih ,kamu bawa ke tuan muda ," Nada memberikan baki itu ke Dewi.


Duuuhh...aku takut Nad," ucap Dewi.


Sudah sana ,nanti kamu kena amuk tuan muda ,aku akan tanggung jawab," Sahut Nada.


Dengan perasaan takut ,Dewi berjalan ke ruang tamu.


Tuan ,ini kopinya ," Dewi meletakan cagkir itu di atas meja.


Caisar yang semula menutup mata itu langsung membenarkan duduknya ,tak menunggu lam Caisar langsung meminum kopi itu.


Kopi ini ," Ucap Caisar saat merasakan kopi itu yang tak asing baginya.


Tunggu ,siapa yang buat kopi ini ," ini bukan buatan bik Santi ," Ucap Caisar yang menghentikan langkah Dewi.


Mampus,benarkan dugaan ku,kena amuk ini," lirih Dwi.


I-itu yang buat anak baru tuan dia keponakan bik Santi ," jujur dewi.


" Suruh dia buatkan kopi lagi dan suruh dia untuk menghantarkan ke kamar saya," gak pake lama ," ucap Caisar.


Iya Tuan," Dewi langsung mergegas ke dapur.


Kenapa kopi ini rasanya sama persis dengan buatan Nada," Gumam caisar yang membawa kopi itu ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2