Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
kabar buruk


__ADS_3

Caisar berhasil membuat anak buah Marsel jatuh terkapar ,saat caisar melawan anak buah Marsel? ,kesempatan itu Marsel gunakan untuk meraih pistolnya yang sempat terjatuh.


Sedangkan marsel yang sudah berhasil mengambil senjata apinya itu pun juga mengarahkan senjatanya ke caisar...


Caisar yang terancam itu pun segera meraba senjata apinya yang ia simpan di dalam bajunya,sialnya senjata itu tidak bisa ia temukan ,entah jatuh atau bagaimana yang jelas ia tidak bisa menemukan senjata apinya.


"Marsel pun tersenyum puas saat melihat caisar yang kebingungan.


"Tamatlah riwayatmu di tangan ku caisar." Ucap Marsel dengan senyum yang jahat ,sesaaat caisar melirik ke arah Evan,jarak antara dirinya dan Marsel cukup dekat ,sehingga caisar dengan cepat meraih tubuh Marsel dan menjadikan temeng bauat dirinya.


Dor.


Dor.


Dua tembakan dengan jangka waktu yang hanya terhubung dua menit itu terdengar..


Tembakan Pertana dari Evan ,niatnya ingin membidik caisar,namun timah panas itu justru mengenai punggung bosnya hingga tembus ke depan.Di sisa hidupnya ,Marsel melepaskan pelatuk pistolnya .jadi suara tembakan ke dua itu berasal dari senjata api milik Marsel ,peluru tersebut. berserang di perut caisar.


"Bos?" teriak alexs yang melihat bosnya perlahan jatuh tertunduk dengan tanahnya yang memegangi perut sebelah kanan..


Dor.


Suara tembakan kembali terdengar ternyata putra menembak tahan Evan yang masih memegang pistol yang di arahkan ke alexs ,pistol itu berhasil terlepas dari tangan Evan.


'Argh....teriak Evan yang kesakitan.


Dalam posisi yang terluka caisar mengambil alih senjata api dari tangan Marsel yang terjatuh lebih dahulu ,caisar mengarahkan senjata api itu di kepala Marsel yang masih sekarat.Satu tembakan yang ia berikan mempu membuat Marsel benar-benar kehilangan nyawanya.setelah itu tak lama kemudian caisar pun ambruk tak sadarkan diri.


Bak mendapatkan firasat yang buruk ,dari bangun tidur hingga siang hari nada terus saja gelisah ,sebisa mungkin ia alihkan kegelisaan itu dengan bermacam cara ,dari membaca senam ibu hamil dan terkahir membaut kue kering dengan mama mertuanya dan juga Neneng.


Pranggg ..


Suara gelas jatuh pun mengagetkan belida dan neneng segera mungkin mereka berlari menghampiri nada yang pamit akan ambil air minum.


"Astagfirullah sayang ada apa." Ucap mama mertua.


"Ya Allah ada apa ini?" gumam nada yang masih terbengong menatap pecahan gelas itu .


"Sayang." sapa mama mertua sambil menyentuh bahu sang menantu.


"Ma...ucap nada dengan suara lirih.


"Ya Allah caisar? gumam belinda yang juga memiliki firasat buruk terhadap putranya.

__ADS_1


Nada pun berjongkok dengan maksud ingin memunguti pecahan gelas itu.


"Jangan nona biar saya saja." jegah Neneng yang menahan tangan nada sebelum menyentuh tajamnya pecahan gelas itu.


Tuan Irfan yang saat itu berada di ruang tengah mendapatkan telfon dari alexs.


"Apa?" kaget tuan Irfan saat mendengar informasi dari tangan kanan caisar .


"Sebaiknya tuan besar segera bawa Nona Nada ke kota sekarang juga?" suara alexs yang terdengar bercampur dengan suara sirene ambulace ,seketika sendi-sendi kaki dari tuan irfan itu menjadi lemas dan tak mampu lagi menopang tubuhnya yang masih terlihat gagah di usia yang sudah setengah abad.


"Pa ,ada apa dengan mas Tama?" tanya Nada yang sempat mendengar papa mertuanya itu menerima telfon.


"Caisar?" ucapnya dengan tatapan mata yang kosong karena masih dalam keadaan yang syok.


"Ada apa pa ,dengan caisar?' tanya belinda yang menghampiri suaminya serta menggoncang tubuhnya.


"Caisar ma? hanya itu uang mampu terucap dari bibir tuan irfan.


Nada yang di runding oleh rasa khawatir itu pun segera meraih ponsel sang papa mertua.dengan tangan yang bergetar nada menacari jejak penelfon itu dari riwatyat panggilan masuk.Di sentualah nama alexs.hanya menunggu beberapa detik saja panggilan itu tersambung dengan pemilik nomor.


'Apa yang sudah terjadi dengan suami saya?" tanya Nada begitu telfonnya terangkat.


"Nona," ucap alexs.


"Nona sebaiknya Nona segera kembali ke kota Karna bos caisar ..


Tut...Tut......tut...


Sambungan telfon itu terputus karena secara tiba -tiba sinyal dari ponsel itu menghilang.


"Halo..halo.


"Lexs ada apa dengan suami ku?" ucap nada yang tertunduk lemas di sofa dengan air mata yang berlinang.


"Nak ,kemasi barang-barang mu,kita ke kota sekarang juga?" Ucap tuan Irfan yang berusaha bangkit.


"Pa..ucap belida dan nada bersamaan.


"Jangan mengukur waktu kalian,kita harus segera Kemabli ke kota saat ini juga,". ucap Irfan.


Nada tau jika suaminya tidak lagi baik-baik saja ,tubuhnya yang susah lemas itu semakin lemas dan pandangannya mulai berkabut dan tidak lama dari itu ia tak sadarkan diri.


"Nada ?" teriak belinda semua orang yang mendengar teriakn itu pun langsung mendekat.

__ADS_1


"Sayang..bangun sayang ?" ucapan belinda yang mengangkat kepala menantunya itu dan ia letakan di pangkuannya.


"Neneng ,tolong ambilkan minyak angin?" perintanya saat Neneng mendekat.


Dengan cepat Neneng mengambil minyak angin,ini nyonya ?" ucapnya seraya menyerahkan minyak itu kepada majikannya.


"Neng kemasi barang-barang nada kita akan kembali ke kota saat nada sadar nanti?" ucap Irfan.


"Baik tuan?" sahut neneng yang langsung kekamar nada untuk berkemas.


"Rel..farel?" panggil tuan Irfan.


"Iya tuan?" sahutnya yang lari terpogoh-pogoh dari depan rumah.


"Siapakah mobil sekarang dan bantu neneng berkemas ,kita kembali ke kota saat ini juga ?" ucap Irfan yang mendapatkan anggukan kepala dari farel.


Sedangkan belinda sibuk menyadarkan sang menantu.


"Sayang bangun nak ?" ucapnya yang begitu khawatir.


"Mas tama," terdengar suara lirih nada,namun matanya masih betah terpejam.


"Sayang bangun ,sayang ini mama?' ucap belinda yang menepuk pelan pipi sang menantu.


"Pa bagaimana ini?' tanya belida kepada suaminya.


"Kita bawa ke kota sekarang saja Ma.Papa takut dia kenapa-napa,soalnya kita juga tidak tau kan kalau panggil dokter ke mana?" sahut Irfan.


"Iya papa benar?" timpal belinda.


"Rel...farel?" panggil tuan Irfan lagi.


Iya tuan.


"Kita berangkat sekarang? panggil neneng."Ucapnya seraya mengangkat tubuh sang menantu dan di bawanya ke dalam mobil.


Semua orang sangat panik dan terburu-buru.


"Mau kemana mereka? Buru-buru sekali?' gumam Nila yang saat itu melihatnya.


Mobil yang membawa mereka perlahan mulai meninggalkan halaman rumah nada.Farel yang mengemudikan itu bisa tau apa yang harus ia lakukan.tanpa menunggu aba atau perintah dari tuan besar ,dirinya langsung menginjak pedal gas.sehingga mobil melaju dengan kencang di jalanan yang masih terbuat dari tanah ,setalah dua pulu menit ,barulah keluar dari lokasi desa dan menginjak jalan aspal.


"Kalau bisa lebih cepat lagi rel?" ucap tuan irfan.

__ADS_1


__ADS_2