Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia

Pernikahan paksa Gadis Desa Dan Mafia
121


__ADS_3

Nada yang melihat penjual cotton candy meminta suaminya untuk berhenti mobilnya dan Caisar menuruti kemauan sang istri.


"Bang buatkan yang paling besar ya," pinta caisar ke penjual.


"Mau di bentuk apa Mas," tanya penjual itu.


"Apa saja deh,yang penting bagus dan paling lucu," jawabnya yang tidak tau jika cotton candy bisa di buat macam-macam bentuk.


Tak butuh waktu yang lama cotton candy dengan bentuk Bungai terata itu sudah jadi dari tangan ahlinya.


"Ini mas tiga pulu ribu? Ucapnya seraya menyerahkan cotton candy itu.


Oh..iya ini?" kembalianya buat Abang saja," Ucap caisar ,Caisar memberikan uang seratus ribuan,setelah itu ia kembali dan membawa ke dalam mobil sebelum cotton candy itu meleleh di makan angin.


"Wah..bangus banget," Ucap Nada yang menerimanya.


"Di habiskan itu," sahut caisar yang sudah kembali duduk di bangku pengemudi.


"Ih...sayang banget kalau di makan," Ucap Nada.


"Udah makan saja," sahut caisar dengan jahilnya ia comot cotton candy itu dari samping dan memakannya sendiri.


"Mas kok di makan sih," protes Nada.


Ya..kan beli tujuannya untuk di makan," sahut caisar yang ingin kembali mencubit cotton candy itu ,namun dengan cepat Nada tarik dan singkirkan.


Ini punya ku? Mas gak boleh minta," Ucap Nada yang langsung menggigit cotton candy itu,caisar pun tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.


Setibanya di apartemen caisar dan Nada duduk bersantai di depan TV.


"Kok sepi?" gumam Nada.


"Mungkin Neneng sudah tidur kali," sahut caisar.


Rel,kamu istirahat saja!Saya masih mau nonton berdua sama istri l," Ucap caisar yang tidak secara langsung mengusir anak buahnya.


Karena apartemen sangat besar dan luas ,jadi farel dan Neneng mendapat fasilitas kamar tidur sendiri-sendiri.


"Baik bos,saya permisi?" pamit farel yang langsung menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Neneng.


"Mas coba deh pegang ini," Nada menarik tangan suaminya dan meletakan di atas perutnya.

__ADS_1


"kenapa sayang dengan perutnya," tanya caisar.


Perutnya berkedut mas," jawab Nada.


"Ade,kalian sedang apa di dalam sana," Ucapnya seraya mengelus perut sang istri.


"Main bola papa," sahut Nada yang menirukan suara anak kecil.


Caisar pun langsung mengangkat wajahnya dan melihat wajah istrinya,saat itu juga caisar tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


"Sayang terimakasih ya kamu sudah mau mengandung anak-anak mas," ucapnya seraya memegang tangan sang istri dan menghujani ciuman di perutnya.


"iya Mas," jawab Nada.


"Sudah mas geli," ucap Mas lagi.


"Mas jadi gak sabar ingin melihat anak-anak kita nanti," Ucap caisar.


"Aku juga gak sabar mas,seperti apa mereka nanti ,mirip mamanya atau papanya," sahut Nada.


"Kalau cewek cowok ,yang cewek pasti akan mirip dengan Mas,kalau yang cowok mirip dengan mamanya," timpal caisar dengan percaya diri.


"Mas serius sayang biasanya seperti itu," Ucap caisar yang kembali menciumi perut istrinya dan memberikan usapan-usapan lembut di sana.


Nada tersenyum ,ia membiarkan suaminya berinteraksi dengan calon anak-anaknya.


Terimakasi ya Allah engkau telah memberikan aku suami yang begitu sayang denganku,aku bisa merasakan ketulusannya mencintai dan menerimaku dalam hidupnya.Ity sudah terbukti di sat aku merajuk dan mereka minta sesuatu dia selalu mengabulkan.Rasanya,jika aku terus curiga denganyaa aku sangat berdosa ,mulai detik ini aku tidak akan lagi mengungkit rahasia apa yang sedang ia sembunyikan dari aku l.aku akan berdamai dengan keadaan ini ,aku akan melupakan semua seolah olah aku tidak mengerti aku akan fokus untuk menjadi istri yang baik untuknya dan fokus dengan kehamilan ku," batin Nada.


Seiring berjalan nya waktu ,Nada meluapkan tentang rahasia sang suami ,setelah malam di mana ia berkencan dengan suaminya itu ,ia tidak lagi bertanya atau pun memaksa suaminya untuk jujur.


"Mas,bangun sudah pagi ini," Nada menggucangkan tubuh suaminya agar cepat bangun.


"Mas cepat dong Bangun sudah siang l," Ucapnya lagi karena tidak ada pergerakan dari suaminya,Nada pun lebih kencang lagi menggoncang tubuh suaminya.


"Sayang mas masih nagntuk," sahut caisar enggan membuka matanya..


"Ayolah mas,katanya hari mau antar aku periksa kandungan," Ucap Nada.


Caisar pun menggeliat ,di saat istrinya akan melangkah,dengan gerakan cepat ia tarik tangan istrinya hingga terjatuh di atas tubuhnya.


'Mas?" pekik Nada.

__ADS_1


"Beri suamimu ini energi ,baru mas akan bangun?" pinta caisar yang memeluk istrinya dengan erat.


"Apa semalam masih kurang," Caisar menjawab dengan anggukan kepala," dasar laki-laki gak ada ya puas-puasnya," kelub Nada.


"Cepat beru suamimu ini energi ulang.


Cium saja ya? kalau harus nambah lagi ...kita akan sangat kesiangan untuk pergi ,aku sudah buat janji sama dokternya. ,pagi ini," jelas Nada yang langsung memberi kecupan di bibir suaminya.


Caisar tak ingin melewatkan kesempatan itu.Ia langsung menahan tengkuk sang istri dan memperdalam kecupan yang hanya di berikan sekilas oleh istrinya.


Walaupun sudah terbiasa ,tapi jika dirinya siap maka dia akan selalu kwalahan untuk mengimbangi permainan bibir dan lidah dari suaminya.


"Lagi ya! pintah caisar setelah melepaskan pangutan bibirnya.


"Enggak,nanti kita kesiangan.kalau mau nanti saja," sahut Nada dengan tegas.


"Oke...mas akan tagih nanti," Ucapnya ,sedetik kemudian ia sambar lagi bibir sang istri yang selalu membuatnya candu.


"Sudah ,kamu bersiap sana! mas mau mandi," ucapnya seraya melepaskan pangutan bibirnya.


Aku sudah siap dari tadi,tapi mas malah merusaknya," sahut sang istri dengan wajah yang di buat cemberut.


Sudah jangan marah? rapikan lagi dandanan mu," sahut Caisar sambil memberi kecupan di kening sang istri.


"Kita langsung kedokter kandungan dulu kan," tanya Caisar.,mereka sudah berada di dalam mobil siap untuk pergi.


"Iya kita langsung ke dokter kandungan," jawab Nada.


"Nanti sudah keliatan belum ya jenis kelaminnya," tanya Caisar yang fokus menyetir.


"Kalau menurut artikel yang perna aku baca ,di usia kandungan lima atau enam bulan itu sudah kelihatan jenis kelaminnya " jawab Nada.


"Jadi gak sabar menunggu usia kandungan kamu lima bulan ,kira-kira baby twins kita ini,cowok-cewek apa cowok semua ya?"


Kalau aku sih terserah apa pun jenis kelaminnya yang penting anaknya normal ,Sehat dan di berikan kelancaran saat lahiran nanti," ucap Nada.


"Ya.ya...ya amin,kamu benar sayang," sahut Caisar.


Mobil sport miliknya sudah sampai di pelataran rumah sakit,sebenarnya Nada sudah mendaftarkan diri lewat online jadi dirinya tak perlu mengantri terlalu lama,hanya menunggu dua antrian saja,setelah itu namanya di panggil.


"Nyonya Nada andita Marley?" Ucap wanita berseragam perawat itu.

__ADS_1


__ADS_2